Kata "candu" diasumsikan sebagai sesuatu yang menjadi kegemaran (KBBI, 2001:191). Candu video game ibarat sesuatu kegiatan yang amat disukai oleh seseorang dan menyebabkan seseorang menjadi ketagihan sehingga melakukannya secara terus-menerus. Kecanggihan game pada abad 21 ini dirasa berkembang pesat dan semakin banyak dibuat. Anda bisa membuktikannya manakala Anda sedang berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan dan melewati sebuah toko yang menyediakan piranti-piranti video game dan play station. Para konsumen berjubel, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak mengantri hanya untuk membeli game-game terbaru.
Sebagian besar orangtua merasa rikuh dan tidak mengerti kapan dan bagaimana harus memulai jawaban yang berkaitan dengan reproduksi, terutama di negara-negara Timur seperti Indonesia. Masih banyak orangtua beranggapan, membicarakan masalah seks, apalagi kepada anak-anak, adalah tabu, kotor, dan tidak pantas.
Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak.
Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu.
Belakangan ini aneka kursus bahasa asing, terutama Inggris, kian semarak. Tidak hanya untuk orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Lembaga persekolahan pun tak mau ketinggalan zaman. Pengajaran bahasa Inggris yang semula hanya dikenal di tingkat SMTP, kini diberikan kepada siswa SD, bahkan murid Sekolah Taman Kanak-Kanak.
Fenomena seperti itu antara lain terpacu oleh obsesi orang tua yang menghendaki anaknya cepat bisa berbahasa asing. Mereka berpandangan, semakin dini anak belajar bahasa asing, semakin mudah ia menguasai bahasa itu.
Lalu, bagaimana pendapat para pakar bahasa?
Biasanya sih hanya dengan membaca judulnya saja saya memilih buku atau majalah anak. Tetapi sekarang, perlu juga nampaknya untuk membaca isinya sampai tuntas. Ya, orang tua sekalian berperan sebagai editor. Tujuannya, untuk mencegah input kurang baik pada buku, yang mungkin luput dari proses editing di penerbit atau redaksi majalah.
Memilih bacaan untuk anak di tengah-tengah lautan buku bacaan yang dewasa ini demikian melimpah ruah, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi bila dihadapkan dengan buku-buku bacaan hasil terjemahan,entah itu berupa komik, cerita pendek, novel dan multimedia.
Sebagian besar anak kecil suka dibacakan cerita atau dongeng, baik oleh orangtua, kakak, maupun guru disekolah. Seorang pembaca cerita yang baik bukan hanya bisa membawa pendengarnya menyatu dengan bacaan yang sedang dibaca, tapi juga bisa menjadi motivasi bagi pendengarnya, terutama anak-anak untuk mulai membaca sendiri cerita tersebut.
Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah acara di TV Jepang yang sangat memprihatinkan, dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh anak adalah keterlambatan dalam kemampuan bahasa/komunikasi pada saat anak tersebut menginjak usia 3-4 tahun.
Memilih mainan anak gampang-gampang susah. Salah pilih, akibatnya bisa runyam. Bila permainan terlalu rumit anak bisa stres. Ini lambat laun akan berdampak buruk bagi perkembangan emosinya. Sebaliknya, permainan yang terlalu mudah pun tak membawa manfaat bagi mereka. Karena interestnya berkurang dan tak merasa tertantang.
Agar si kecil semakin terasah kemampuan kreativitasnya, Anda perlu memberikan rangsangan-rangsangan yang dapat mengasah kemampuan ini. Salah satunya dengan memberikan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan kreativitasnya. Berkut ini beberapa tekhnik bertanya yang dapat memacu kemampuan kreativitas bila si kecil berumur 5 tahun.
Top Comments