Semua orang tua pasti sekali waktu merasa marah terhadap anaknya. Mengatasi perilaku anak memang bukan perkara mudah. Hanya dengan bilang “tidak†saja belum tentu dapat meredam sikap yang menjengkelkan tersebut. Dalam menghadapi sikap dan perilaku anak yang menyulitkan tersebut banyak orang tua yang lepas kendali sehingga mengatakan atau melakukan sesuatu yang membahayakan anak sehingga kemudian mereka sesali. Jika situasi ini sering berulang, hal ini yang dikatakan sebagai penyiksaan anak, baik secara fisik maupun mental.
Pernikahan tidak selalu berjalan mulus. Terkadang justru berakhir dengan perceraian. Perceraian dipilih karena dianggap sebagai solusi dalam mengurai benang kusut perjalanan bahtera rumah tangga.Walaupun ayah dan ibu telah bercerai, anak tetap berhak mendapat kasih dan sayang dari keduanya. Ayah tetap berkewajiban memberi nafkah kepada anaknya.
Banyak sekali dampak negatif perceraian yang bisa muncul pada anak. “Marah pada diri sendiri, marah pada lingkungan, jadi pembangkang, enggak sabaran, impulsif,â€. Bisa jadi, anak akan merasa bersalah (guilty feeling) dan menganggap dirinyalah biang keladi atau penyebab perceraian orangtuanya. Dampak lain adalah anak jadi apatis, menarik diri, atau sebaliknya, mungkin kelihatan tidak terpengaruh oleh perceraian orangtuanya.
Perceraian adalah pengakhiran perkawinan karena suatu sebab (bukan karena kesepakatan), dengan adanya putusan hakim atas gugatan dari salah satu pihak atau kedua belah pihak dalam perkawinan. Dalam hukum ada alasan-alasan yang dapat dibenarkan dalam mengajukan perceraian :
1. Zinah
2. Meninggalkan rumah tempat tinggal bersama selama 5 tahun
3. Mendapat hukuman penjara 5 tahuan/ lebih
4. KDRT berat yang membahayakan jiwa pasangannya.
Namun perlu diingat bahwa mengambil keputusan untuk bercerai adalah hal yang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan,karena banyak sekali yang harus dikorbankan dan siap tidaknya kita menerima konsekwensi atas putusan perceraian tersebut, bukan hanya sebatas memper
Top Comments