MEMBANGUN KECERDASAN ANAK DENGAN METODE PERMAINAN
Pada saat dilahirkan, setiap anak memiliki sekitar seratus milyar sel otak. Akan tetapi belum semua sel otak bayi saling terhubung dengan sempurna. Otak mengalami masa konstruksi semenjak janin hingga dekade pertama masa kanak-kanak. Untuk mengoptimalkan hubungan antarsel tersebut adalah melalui pemberian nutrisi dan stimulasi yang bagus pada si anak.
Sehubungan dengan hal itu, Tutor Time bersama Anmum menyelenggarakan acara yang bertemakan Building Your Childs Brain Connection (Through Hands-on Brain Games Activities and nutrition). Acara ini bertujuan memberikan pengetahuan pada para orangtua untuk mengajak anak-anaknya belajar sambil bermain, sehingga anak mendapat stimulasi yang tepat sesuai dengan perkembangan usia mereka.
Lisa J. Redoble selaku Staff Development Manager of Tutor Time International Preschool and Kindergarden, memberikan penjelasan pada para orangtua yang datang bahwasanya membangun kecerdasan otak anak dimulai ketika anak memasuki Golden Age yaitu satu hingga tiga tahun. Di usia itu otak anak menjadi semakin kritis dan terus berkembang seiring usianya.
Ingin si kecil pintar? Mudah saja. Yang dibutuhkan anak untuk belajar adalah dengan sentuhan, penciuman, mendengar dan melihat. Jangan banyak melarang, biarkan anak Anda bereksplorasi sehingga otak mereka berkembang. Jika si kecil menyukai apa yang Anda ajarkan maka kerja otaknya semakin bagus karena terhubung dengan syaraf lainnya.
Lisa mencontohkan pada orangtua yang hadir untuk merangsang pendengaran anak dengan suara-suara. Mulai dari suara yang lembut, sedang hingga keras. Tujuannya adalah untuk merangsang kepekaan pendengaran si anak. Begitu juga dengan penglihatan. Cobalah mengambil sehelai pita berwarna merah, kemudian ayunkan ke atas-ke bawah, kanan-kiri dan gerakan melingkar. Biarkan mata anak Anda melihat dari berbagai sudut, hal ini untuk melatih penglihatan si kecil.
Lisa pun memberikan beberapa tips bagaimana mengajak anak-anak bermain dan belajar yang benar. Tipsnya adalah:
- Pada intinya ini merupakan permainan jadi harus menyenangkan untuk si anak
- Biarkan anak Anda berbuat kesalahan, sebab di situlah mereka akan belajar
- Biarkan si kecil menyukai aktivitasnya, itu menandakan otaknya bekerja dengan baik
- Lakukan pengulangan, hal ini dapat memaksimalkan otak sehingga hubungan otak dan keterampilan anak berjalan dengan baik
- Sesuaikan permainan dengan usia anak
- Biarkan anak Anda berekspresi dan menjelaskan tentang sesuatu hal, bagaimana, kenapa, apa yang terjadi, dan lain-lain.
- Perhatikan signal dari anak Anda, jika mereka sudah mulai tidak menyukai permainan makan jangan dipaksakan.
Pada kesempatan itu, Lisa juga menyampaikan bahwa sebagai orangtua, Anda harus pandai berkreativitas demi kecerdasan anak. Jangan berharap anak Anda menjadi jenius jika Anda sendiri tidak jenius. Tidak perlu memaksakan bermain flash card pada anak yang masih kecil, itu tidak akan berhasil meskipun tujuannya supaya si kecil menjadi pintar.


Leave a comment