Melahirkan dengan Induksi
Apakah Induksi? Induksi merupakan upaya untuk menimbulkan kontraksi di dalam rahim Mommy. Kenapa harus dilakukan induksi? Jika Mommy tetap ingin melahirkan secara normal, tetapi saat tiba waktunya untuk melahirkan justru tidak ada tanda-tanda sedikitpun Mommy akan segera melahirkan. Usia kehamilan yang sudah lewat waktu, lebih dari 2 minggu atau alasan kesehatan tertentu dapat menjadi dasar dilakukannya induksi supaya janin cepat keluar.
Keputusan melakukan induksi atau tidak juga dilihat dari ukuran janin di dalam kandungan, jika dalam kondisi normal memungkinkan untuk induksi. Tapi, jika terlihat janin terlalu besar, operasi caesar adalah hal yang disarankan. Posisi janin juga dipastikan bagus, tidak ada masalah plasenta pravia dan letaknya bagus untuk melahirkan normal. Namun, jika terlihat memang posisi tidak bagus dan permasalahan lainnya yang tidak memungkinkan lahir normal, tentunya keputusan operasi caesar adalah hal terbaik yang bisa diambil.
Jika setelah mencapai usia kandungan 36 minggu dan belum ada tanda ingin melahirkan, biasanya Mommy akan disarankan untuk melakukan hubungan suami istri. Karena air mani mengandung zat prostaglande yang menjadi alat induksi secara alami. Namun, tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan tentunya dengan konsultasi dari dokter kandungan Mommy.
Induksi oleh dokter dapat dilakukan dengan cara kimia atau mekanik. Kimia dengan menggunakan obat-obatan khusus yang dapat disalurkan melalui infus, vagina, atau disemprotkan pada hidung. Sedangkan mekanik bisa menggunakan metode stripping, vibrator, kateter, dan memecahkan cairan ketuban. Semua metode tersebut memiliki satu tujuan, yaitu untuk menghasilkan hormon prostaglande yang berfungsi mendorong otot-otot rahim berkontraksi.
Induksi bukannya tanpa resiko, oleh sebab itu diperlukan pengawasan yang akurat dari dokter. Proses induksi yang berlebihan bisa menyebabkan Mommy tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkannya. Jika tidak tahan, induksi akan dihentikan dan dipilih operasi caesar. Induksi juga bisa menyebabkan janin tidak nyaman dan stres pada bayi, bisa berdampak pada denyut jantung bayi yang melemah. Jika ini terjadi, induksi akan dihentikan dan terpaksa melakukan operasi caesar. Untuk Mommy yang pernah mengalami operasi caesar, induksi bisa beresiko merobek kembali bekas jahitan caesar. Tapi, tidak perlu kuatir berlebihan jika Mommy memang berada di tangan ahlinya. Pastikan dokter tahu riwayat kesehatan Mommy dan kondisi kehamilan Mommy selama ini.
sumber: bettermomtoday.com


Leave a comment