Sumber Asli, atau kelanjutan artikel ini, silakan klik langsung pada judul di bawah ini:

WATER BIRTH :MENGHAPUS TRAUMA DAN STRES PERSALINAN

2


Melahirkan seorang anak tentu merupakan suatu peristiwa yang menakjubkan, mendebarkan, mengharukan, sekaligus sangat membahagiakan bagi orang tua, terutama seorang ibu. Melahirkan seorang anak ke dunia merupakan sebuah tugas mulia yang hanya dapat dilakukan oleh kaum perempuan di seluruh dunia. Bahkan, bagi beberapa perempuan, proses persalinan seakan menjadi suatu hal yang menyempurnakan kodrat mereka sebagai istri dan seorang perempuan.



Namun, seiiring dengan berkembangnya dunia riset dan ilmu pengetahuan, tersibaklah sebuah rahasia yang mengagetkan bagi kaum perempuan. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini, proses persalinan dipandang seperti dua sisi keping mata uang. Di satu sisi ada perasaan-perasaan positif yang membuncah, sedangkan di sisi lain ada perasaan-perasaan negatif yang membayangi. Namun, hasil riset yang baru ditemukan belakangan ini semakin membuka mata kita, bahwa stres akibat proses persalinan tidak hanya dialami oleh para ibu yang melahirkan, tetapi juga bayi yang baru dilahirkan.



Stres Pada Ibu yang Melahirkan



Seperti yang telah disebutkan di atas, proses persalinan dapat diibaratkan sebagai dua sisi keping mata uang. Di satu sisi, proses persalinan membuahkan sejuta perasaan positif seperti yang dikatakan di atas. Namun, di sisi lain, proses persalinan juga dipandang sebagai sesuatu yang menimbulkan stres berat, menakutkan, menyakitkan, meninggalkan trauma, bahkan dapat mengakibatkan kematian! Tak jarang sisi negatif ini membuat beberapa perempuan merasa jera atau kapok melahirkan. Bagi mereka, proses persalinan bukanlah sebuah gift, melainkan sebuah nightmare. Sayang sekali bukan, bila hal menakjubkan ini ternyata membuahkan stres atau bahkan trauma berkepanjangan?



Riset baru yang dikeluarkan oleh para ilmuwan belakangan ini semakin menambah kekhawatiran kaum perempuan atas proses melahirkan. Selama ini, stres atau bahkan trauma persalinan diketahui hanya berdampak pada sang ibu, baik sebelum, pada saat, atau setelah persalinan. Namun, riset baru ini menunjukkan hal lain yang berbeda. Ternyata, stres pasca persalinan juga dialami oleh para bayi yang baru saja tiba di dunia. Mengapa bisa demikian??



Bagaimana Mengatasi Stres Ini..??
Setelah membaca hasil riset di atas, kita tentu memahami bagaimana stres tidak hanya membayangi ibu yang melahirkan, tetapi juga sang bayi. Stres memang sesuatu yang tidak dapat dihindari. Ia hadir secara alamiah dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita tidak dapat lari dari hal tersebut. Yang kita dapat kita lakukan hanyalah menghadapinya sambil berusaha mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, untunglah para ahli telah dapat menemukan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi stress ini. Salah satu solusi yang ditawarkan para ahli berupa sebuah alternatif proses persalinan yang dikenal dengan nama “water birth”. Water birth sebenarnya bukanlah “barang baru”. Akan tetapi, popularitasnya memang belum sebesar alternatif-alternatif cara persalinan lainnya, seperti proses persalinan secara normal, caesar, dll. Jika anda adalah orang yang gemar membaca atau menonton infotainment di TV, anda tentu pernah mendengar kabar mengenai artis Oppie Andaresta yang baru saja melahirkan bayinya dengan metode water birth. Berita ini pun semakin membuat orang bertanya-tanya, apakah water birth itu?



Sekilas Mengenai Water Birth
Water birth adalah sebuah cara persalinan di dalam air yang hangat. Ibu yang hendak melahirkan dimasukkan ke dalam sebuah kolam yang berisi air hangat, yang besarnya kira-kira cukup untuk dua orang masuk ke dalamnya. Di dalam kolam itulah terjadi proses persalinan yang dibantu oleh para medis yang berada di sekitar ibu tersebut. Para medis tersebut medampingi sang ibu selama proses melahirkan dari tepi kolam tersebut. Bahkan dalam beberapa peristiwa, sang suami ikut masuk ke kolam dan mendampingi sang istri ketika melahirkan.



Water birth pertama kali dimunculkan di USA oleh pasangan-pasangan yang melahirkan di rumah. Metode ini kemudian mereka bawa ke lingkungan medis, seperti rumah sakit dan beberapa institusi persalinan independen yang ditangani oleh para ahli kebidanan. Pada tahun 1991, Monadnock Community Hospital di Peterborough, New Hampshire menjadi rumah sakit pertama di USA yang membuat tata cara resmi untuk melakukan water birth. Pada akhir tahun 2005, lebih dari 300 rumah sakit di Amerika mengadopsi tata cara tersebut. Bahkan lebih dari ¾ dari institusi pelayanan kesehatan nasional di Inggris telah menyediakan alternatif persalinan ini bagi warganya.



Water Birth Sebagai Coping Stress
Setelah membaca profil sekilas mengenai water birth, mungkin masih banyak orang yang bingung mengenai bagaimana cara kerja water birth sebagai coping stress bagi ibu dan bayi yang dilahirkannya. Sebenarnya, kunci water birth sebagai coping stress terletak pada air sebagai komponen untuk melawan stressor, sehingga menciptakan perasaan rileks dan tenang yang berfek positif secara fisik maupun psikologis.
Seperti yang kita ketahui, air adalah suatu benda yang menyimpan banyak manfaat dan ditemukannya water birth sekaligus menunjukkan satu lagi fungsi ajaib dari air. Water birth dapat menjadi coping stress baik bagi ibu maupun bayinya, tetapi dengan cara yang berbeda.



Untuk sang ibu, water birth dapat membantu menimbulkan perasaan rileks dan tenang saat menjalani proses persalinan. Air dapat membawa ibu yang akan melahirkan ke dalam tahap kesadaran tertentu, di mana perasaan takut dan khawatir dapat diminimalisir, atau bahkan dihilangkan sama sekali. Perasaan rileks dan tenang ini sangat penting untuk beberapa alasan:




  • Dari segi fisik, perasaan rileks dan tenang dapat membuat konsentrasi sang ibu meningkat. Meningkatnya konsentrasi ini dapat membuat proses melahirkan berjalan lebih cepat.


  • Selain konsentrasi, perasaan rileks dan tenang juga berpengaruh secara fisik terhadap sekresi hormone dalam darah. Ketika melahirkan, ada sejumlah hormone yang mempengaruhi rasa sakit, seperti oxytocin dan vasopressin. Ketika hormon-hormon tersebut dapat ditekan jumlahnya, otomatis rasa sakit yang dialami juga berkurang.


  • Ternyata, segi psikologis, perasaan rileks dan tenang juga membantu mengurangi rasa takut yang menghinggapi sang ibu ketika harus menghadapi stressornya (dalam kasus ini berarti proses persalinan). Secara psikologis, permainan persepsi akan suatu hal sangat mempengaruhi bagaimana penilaian kita akan hal tersebut. Ketika dari awal, kita telah mempersepsikan sesuatu sebagai hal yang sulit, maka hal itu akan menjadi sulit pada kenyataannya. Hal ini pulalah yang terjadi pada proses persalinan. Rasa takut, cemas, khawatir, nervous, dan panic yang dialami sang ibu membuat dirinya menjadi stress ketika harus menghadapi proses persalinan. Bahkan, apabila perasaan ini tidak dapat dihilangkan hingga akhir proses persalinan, perasaan ini dapat meninggalkan trauma akan proses persalinan bagi sang ibu. Secara fisik, perasaan-perasaan negatif tersebut juga membuat rasa sakit yang dialami terasa semakin berat dan menyiksa. Sebaliknya, ketika perasaan ini dapat dihilangkan, maka proses persalinan akan dirasakan sebagai proses yang indah, menakjubkan, menyenangkan, membahagaiakan, dan bahkan membanggakan. Secara fisik, hilangnya perasaan-perasaan negatif itu juga membuat rasa sakit yang dialami tidak begitu parah.



Setelah menelaah cara coping stress dari water birth bagi sang ibu, sekarang kita akan menelaah cara coping stress dari water birth sang bayi. Sebenarnya, sumber stres utama bagi bayi yang baru lahir adalah perbedaan keadaan lingkungan, antara rahim ibunya yang lembab, hangat, lembut, dan ringan, dengan keadaan dunia luar yang cenderung panas, penuh polusi, bising, dan sejuta kondisi tidak nyaman lainnya. Satu-satunya cara untuk menyiasati stres ini adalah dengan membuat transisi yang dialami sang bayi tidak terlalu ekstrem. Perpindahan kondisi dari rahim sang ibu ke dunia luar harus dibuat senyaman mungkin agar proses adaptasi mudah dilakukan. Salah satu cara yang membuat perpindahan kondisi itu tidak terasa ekstrem adalah dengan menyediakan medium air sebagai sara transisi utama.



Ketika berada di dalam rahim sang ibu, komponen fisik utama yang memberikan rasa nyaman bagi bayi adalah air. Oleh karena itu, ketika medium yang dirasakan sang bayi ketika pertama kali tiba di dunia adalah air, maka stres yang ia rasakan dapat berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Sang bayi akan merasa bahwa lingkungan dunianya yang baru sama nyamannya dengan lingkungannya yang lama di perut sang ibu. Dengan berhasil dikurangi atau bahkan dihilangkannya stress pada bayi, kecil kemungkinan bayi akan mengalami trauma di kemudian hari.



Water Birth Not For Everyone
Secara medis, water birth memang telah dinyatakan aman dengan adanya tata cara formal yang distandaridisasi dan dikeluarkan ke institusi-institusi yang bersangkutan. Namun demikian, ada beberapa kondisi tertentu yang melarang water birth dilakukan, yaitu :




  • Apabila sang ibu adalah seorang penderita penyakit Herpes, Toxemia atau Preeclampsia.


  • Apabila sang ibu telah didiagnosis menderita penderitaan besar atau infeksi turunan (akibat factor genetis).


  • Water birth memang telah berhasil diterapkan untuk melahirkan bayi-bayi kembar ke dunia. Namun demikian, tetap dibutuhkan konsultasi lebih lanjut kepada para medis apabila bayi yang ingin dilahirkan ternyata kembar.


  • Apabila bayi yang lahir ternyata harus lahir sebelum 9 bulan dalam kandungan (prematur).



Setelah melihat uraian di atas, bagaimanakah kesan anda mengenai proses persalinan? Adakah perubahan positif atas ketakutan atau kekhawatiran yang sempat muncul dalam diri anda? Bila anda masih merasa ragu untuk melahirkan secara normal ataupun Caesar di rumah sakit, mungkin anda memang perlu mencobanya. Banyak selebriti, seperti Gwyneth Paltrow dan Oppie Andaresta, sudah mencobanya. Mungkin sekarang giliran anda juga untuk mencobanya… Selamat mencoba water birth..!!



By Purika Desinta

Posted by melanie 646 days ago in kelahiran  |  all-about-stress.com
 

Who Voted

melanie  

1 comment

Written by Boban, 222 days ago.
Thanks for useful information.
buy narrative essay