Sumber Asli, atau kelanjutan artikel ini, silakan klik langsung pada judul di bawah ini:

Bolehkah Memukul Anak?

1
Image of Bolehkah Memukul Anak?


Rasulullah Saw pernah bersabda: “Perintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun.  Pukullah mereka jika sampai berusia sepuluh tahun mereka tetap enggan mengerjakan shalat.” [HR. Abu Dawud dan al-Hakim].



Pada hadis ini Rasul Saw memakai ungkapan idhribuu yang arti dasarnya adalah ‘pukullah’ secara fisik jika anak melalaikan shalat.  Namun makna tersebut hanyalah salah satu dari keseluruhan maknanya.  Makna lain yang lebih kontekstual adalah ‘didiklah’.  Dengan demikian bentuk mendidik anak bisa luas sekali, misalnya memberi teladan yang baik, melakukan pembiasaan, memberi motivasi dan sebagainya.



Memang harus berhati-hati mengartikan hadist seperti diatas.  Pikirkan matang-matang, sebelum bertindak hingga memberi pukulan pada anak.  Karena memukul dalam hal ini adalah alternatif terakhir, jika berbagai cara tidak lagi mempan.  Lagipula memukul juga ada aturannya.  Hanya boleh diberikan sedikit saja pada anggota tubuh yang memungkinkan, bahkan jangan sampai ketiak terangkat.  Juga jangan pada tempat sensitif, misalnya di wajah atau kepala. Apalagi anak yang terpaksa kena sedikit pukulan juga minimal harus sudah berusia 10 tahun, karena sudah dianggap memahami mana yang baik dan yang buruk.



Mengapa harus berhati-hati?  Karena memukul anak ternyata berdampak besar pada kehidupan anak tersebut kelak jika tidak dilakukan dengan berhati-hati.  Seperti sebuah penelitian yang dilakukan oleh para dokter anak dan peneliti dari Tulane University, New Orleans, Amerika, yang mengadakan penelitian pada 2500 anak yang sering dipukul pada usia 3 tahun dan ternyata menjadi agresif di usia 5 tahun.  Tidak hanya itu, mereka cenderung membangkang, tidak bisa menunda pemenuhan kebutuhan, mudah frustasi, mudah marah dan melampiaskannya secara fisik pada anak lain atau binatang.



Dalam hal ini tentu anak harus belajar disiplin secara konsisten dalam hal apapun, dan tidak hanya dalam  hal shalat atau beribadah saja.  Perlu proses panjang agar disiplin yang kita kenalkan sejak kecil terinternalisasi dalam diri anak.  Biarkan kontrol diri si kecil muncul dari dalam dirinya sendiri dan bukan dari luar dirinya.  Hal ini akan menjadikannya teguh dan konsisten dalam memegang prinsip kelak ketika dewasa dan tidak mempedulikan bujukan dari lingkungan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya.  Cara ini dapat dicapai dengan mendisiplin si kecil lewat cara membimbing dan bukan dengan mengontrol atau melakukan cara-cara yang lebih keras, seperti memukul.



Cara-cara yang dapat dilakukan:



http://www.alifmagz.com/bolehkah-memukul-anak/

Posted by Reno 754 days ago in perkembangan mental  |  alifmagz.com
 

Who Voted

Reno  

Leave a comment