Sumber Asli, atau kelanjutan artikel ini, silakan klik langsung pada judul di bawah ini:

Anjuran Pertolongan Pertama pada Anak

1
Image of Anjuran Pertolongan Pertama pada Anak


Tindakan pertolongan pertama harus dilakukan guna mencegah keadaan menjadi lebih buruk, jika pertolongan medis tidak bisa segera didapat.



Pertolongan pertama untuk luka bakar
1. Jika pakaian anak terlalap api, cepat bungkus dengan seli¬mut lalu gulingkan anak di tanah agar api padam.
2. Dinginkan bagian yang terbakar secepatnya dengan air yang bersih. Jika yang terbakar itu luas, letakkan anak dalam bak yang berisi air bersih dan segera mencari per¬tolongan ke sarana kesehatan. Untuk mendinginkan ba¬gian yang terbakar, kira-kira perlu waktu setengah jam.
3. Bagian yang terbakar harus dibersihkan dan dikeringkan lalu dibalut longgar dengan perban. Jika luka lebih besar dari uang logam atau mulai melepuh, bawalah anak segera ke petugas kesehatan. Jangan memecah kulit yang mel¬epuh agar tidak terjadi infeksi.
4. Jangan melepaskan apa pun yang melekat pada luka. Jangan memberi apa pun kecuali air. Jangan mengoles luka bakar dengan mentega atau salep karena tidak me¬nyembuhkan.
5. Berikan anak minuman jus buah atau air biasa dengan sedikit gula dan garam.



Pertolongan pertama untuk kena setrum listrik
1. Jika anak terkena setrum, matikan listrik sebelum me¬megang anak. Jika anak tidak sadar, selimuti badannya dan segera minta tolong petugas kesehatan.
2. Jika anak sulit bernafas atau tidak bernafas, baringkan¬lah mendatar pada punggungnya. Peganglah lubang hi¬dung anak dan tiuplah mulutnya. Tiuplah sekeras mung¬kin agar dadanya berdenyut. Hitung hingga tiga lalu tiup lagi. Lanjutkan hingga anak mulai bernafas.



Pertolongan pertama untuk tersedak
1. Jika anak batuk, biarkan mencoba mengeluarkan benda yang tertelan. Jika tidak cepat keluar dari mulut, bantu¬lah mengeluarkannya. Jika tetap berada di tenggorokan bawalah segera ke petugas kesehatan.



Pertolongan pertama untuk jatuh atau cedera
1. Cedera yang menimpa kepala, tulang belakang khu¬susnya leher, sangatlah berbahaya karena dapat men¬gakibatkan lumpuh seumur hidup. Jangan mengger¬akkan kepala dan punggung guna mencegah bagian
2. tulang belakang terkilir.
3. Anak yang tidak bisa bergerak atau sangat kesakitan kemungkinan mengalami patah tulang. Jangan meng¬gerakkan bagian yang sakit.
4. Jika anak tidak sadar, selimuti anak dan segeralah mem¬inta pertolongan petugas kesehatan.
5. Untuk luka memar dan terkilir, kompreslah bagian yang luka dengan air dingin atau es selama 15 menit. Jangan langsung menaruh es di atas kulit tetapi berilah alas kain. Angkat es atau air, tunggu selama 15 menit dan ulangi lagi jika perlu. Dingin dapat mengurangi rasa sakit, bengkak dan memar.
6. Jika kemungkinan terluka di kepala atau leher, jangan menggerakkan kepala anak selama membantu perna¬fasan.



Pertolongan pertama untuk kesulitan bernafas atau tenggelam
1. Jika anak sulit bernafas atau tidak bernafas, letakkan mendatar. Pencet lubang hidungnya dan bernafaslah dengan meniup ke dalam mulutnya. Tiuplah dengan ha¬ti-hati dan tetap kuat agar dada anak berdetak. Hitung hingga tiga dan tiup lagi hingga anak bernafas.
2. Jika anak bernafas tetapi tidak sadar, gulingkan badan¬nya agar lidah anak tidak menutup jalan nafas.
3. Jika orang yang tidak bisa berenang melihat anak tenggelam, orang tersebut harus segera melemparkan tali, alat pelampung, atau dahan pohon dan berteriak keras agar orang datang menyelamatkan anak.
4. Jika anak sulit bernafas atau tidak bernafas, letakkan mendatar. Pencet lubang hidungnya dan bernafaslah dengan meniup ke dalam mulutnya. Tiuplah dengan ha¬ti-hati dan tetap kuat agar dada anak berdetak. Hitung hingga tiga dan tiup lagi hingga anak bernafas.
5. Jika anak bernafas tetapi tidak sadar, gulingkan badan¬nya agar lidah anak tidak menutup jalan nafas.
6. Jika orang yang tidak bisa berenang melihat anak tenggelam, orang tersebut harus segera melemparkan tali, alat pelampung, atau dahan pohon dan berteriak keras agar orang datang menyelamatkan anak.



Pertolongan pertama untuk luka potong atau luka berdarah
Untuk luka kecil:

1. Cucilah luka kecil dengan air yang sangat bersih (sudah mendidih dan dingin) dan sabun.
2. Keringkan kulit sekitar luka.
3. Tutuplah luka dengan lap kain yang bersih dan balutlah dengan perban.

Untuk luka yang lebih serius:
1. Jika potongan gelas atau benda lain melekat pada luka, jangan diangkat agar tidak membuat lebih parah.
2. Jika mengalami pendarahan berat, tekanlah bagian yang luka dengan kain bersih yang dilipat hingga pendarahan berhenti.
3. Jangan menempelkan daun-daunan atau bagian apa pun dari binatang (sarang laba-laba) pada luka karena dapat menyebabkan infeksi.
4. Balutlah luka dengan perban tetapi janganlah mengikat perban terlalu kuat pada bagian yang bengkak.
5. Bawalah anak segera ke Puskesmas atau ke dokter se¬cepatnya. Mintalah pada petugas kesehatan agar anak diberi suntikan tetanus guna mencegah infeksi.



Pertolongan pertama untuk keracunan
1. Jika tertelan racun jangan memaksakan anak untuk muntah karena akan lebih sakit.
2. Jika racun terkena kulit atau baju, buka bajunya dan basuhlah kulit anak dengan air yang cukup. Basuhlah beberapa kali dengan memakai sabun.
3. Jika racun terkena mata, semprotkan air bersih ke mata selama 10 menit. Bawalah anak ke Puskesmas atau petugas kesehatan secepatnya. Tunjukkan racun, obat, atau kemasannya kepada petugas kesehatan. Upaya¬kan anak tenang dan tidak rewel.
4. Jika anak digigit binatang bawalah segera ke petugas kesehatan untuk pengobatan.



Dikutip dari Buku Penuntun Hidup Sehat, Edisi keempat adaptasi, diterbitkan pada 2010 oleh UNICEF, WHO, UNESCO, UNFPA, UNDP, UNAIDS, WFP, the World Bank dan Kementerian Kesehatan RI. Penuntun Hidup Sehat dapat dibaca melalui www.factsforlifeglobal.org
sumber: supportunicefindonesia.org

Posted by Reno 371 days ago in pertolongan pertama  |  supportunicefindonesia.org
 

Who Voted

Reno  

Leave a comment