Memahami Tindakan Mencuri yang Dilakukan oleh Anak
Mencuri merupakan salah satu perilaku yang sangat buruk dan harus segera ditangani dengan serius. Bila tidak, khawatir perilaku buruk tersebut menjadi suatu kebiasaan yang akan terbawa sampai ia dewasa kelak. Pada umumnya, orangtua pasti akan merasa kaget, kecewa, dan malu bila mengetahui bahwa anak mereka telah mencuri sesuatu milik orang lain. Namun, janganlah orangtua bertindak tergesa-gesa, langsung marah-marah kepada anak, apalagi menghukumnya dengan cara yang berlebihan. Sebab, tidak semua anak mencuri karena niat yang sudah direncanakan. Menurut Rini Utami Aziz (2006) ada beberapa hal yang menyebabkan anak mencuri, di antaranya adalah:
Mencuri karena tidak mengerti. Sebagian dari mereka ada yang mengambil barang milik orang lain karena ia belum mengerti tentang maksud dari kepemilikan suatu barang. Ia belum dapat membedakan mana barang milik sendiri dan yang mana barang milik orang lain. Biasanya tindakan ini terjadi pada anak usia 3-5 tahun. Anak di usia ini sering menganggap bahwa semua barang yang ada dihadapannya adalah miliknya sendiri.
Mencuri karena kebutuhan identitas diri. Anak mencuri karena ia memiliki kebutuhan yang khas akan identitas diri dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya yang ia idolakan.
Mencuri karena mencontoh yang salah. Anak mencuri karena melihat orangtua (ibu atau ayah) mengambil barang yang bukan miliknya.
Mencuri karena tekanan. Anak mencuri karena ada tekanan akan kebutuhan dan keinginannya. Anak ini mencuri karena terpaksa. Misalnya, anak ingin makanan tetapi tidak diberi uang jajan oleh orangtuanya. Akhirnya ia terpaksa mencuri uang temannya untuk membeli makanan.
Mencuri karena gangguan kejiwaan (kleptomania). Anak mencuri karena adanya gangguan kejiwaan. Ia mencuri bukan karena ’kemauannya’. Barang yang dicuri penderita kleptomania sebenarnya mampu ia beli. Namun, ketika mencuri, anak merasa terlepas dari impitan perasaan yang membelenggunya. Setelah itu perasaan bersalah kemudian menderanya.
Menyikapi hal di atas, menjadi sangat penting bagi orangtua untuk mengajarkan anak sejak dini tentang kepemilikan suatu barang. Dengan demikian, anak akan mengerti bahwa ada barang milik orang lain yang tidak boleh diambil tanpa seizin pemiliknya. Selain itu, jika orangtua tidak ingin memiliki anak berperilaku buruk (mencuri) maka berikanlah teladan yang baik kepadanya. Misalnya, tidak mengambil uang dari dompet pasangan tanpa meminta izin terlebih dahulu. Seorang anak yang pernah melihat tindakan seperti itu akan mudah untuk menirunya. Hal lain yang tidak kalah pentingnnya bagi orangtua untuk menghindarkan anak dari perilaku mencuri, adalah menjelaskan kepadanya bahwa perbuatan mencuri itu sangat buruk dan berdosa hukumnya. Tekankan pula kepada anak dengan cara yang bijak bahwa ada Yang Maha Melihat atas segala yang tidak disembunyian dan disembunyikan makhluk-Nya.
sumber: Yusi Elsiano Rosmansyah


Leave a comment