Sumber Asli, atau kelanjutan artikel ini, silakan klik langsung pada judul di bawah ini:

Tanggap Hadapi Anak Mogok Sekolah

18
Image of Tanggap Hadapi Anak Mogok Sekolah

Banyak orangtua yang bingung menghadapi perubahan sikap anaknya yang tiba-tiba mogok tidak mau sekolah dengan berbagai alasan. Mulai keluhan sakit perut, sakit kepala, sakit kaki dan alasan lainnya. Orangtua sebaiknya jeli menanggapi keadaan tersebut

Menurut Konselor dari Department of Counseling and Counseling Psychology Auburn University, Leah Davies, M.Ed, fobia sekolah atau dikenal Didaskaleinophobia adalah bentuk kecemasan yang tinggi terhadap sekolah. Biasanya disertai dengan berbagai keluhan muncul saat berangkat sekolah dan hilang dengan sendirinya. Atau, keluhan yang tak ada saat hari libur.

“Anak fobia sekolah biasanya merasakan tidak aman, sensitif dan seringkali tidak tahu bagaimana harus menghadapi emosi yang mereka rasakan. Mereka terlihat tegang dan mungkin terlihat sakit secara fisik setiap saat harus masuk sekolah,” ujar Leah.

Wanita yang menulis di diberbagai jurnal pendidikan di Amerika Serikat itu juga menuturkan, fobia sekolah dapat sewaktu-waktu dialami oleh setiap anak hingga usianya 14-15 tahun. Terutama pada waktu mulai masuk sekolah baru atau menghadapi lingkungan baru atau pun ketika ia menghadapi suatu pengalaman yang tidak menyenangkan di sekolahnya.

Menurut Penemu The Linden Method yang khusus mengatasi fobia, Charles Linden, tujuan penanganan utama fobia sekolah adalah segera kembali ke sekolah. Semakin lama tidak sekolah, semakin sulit untuk kembali.

Makin lama dia diijinkan tidak masuk sekolah, akan makin sulit mengembalikan. Dengan mengijinkannya absen dari sekolah, anak akan makin ketinggalan pelajaran, serta makin sulit menyesuaikan diri dengan teman-temannya,” ujar Linden.

Kemungkinan besar anak akan coba-coba bernegosiasi dengan orangtua, untuk menguji ketegasan dan konsistensi orangtua. Jika ternyata pada suatu hari orangtua akhirnya “luluh”, maka keesokkan harinya anak akan mengulang pola yang sama. Linden menyarankan, orangtua tetap bersikap hangat, penuh pengertian, namun tegas dan bijaksana sambil menenangkan semua akan lebih baik setibanya di sekolah.

Selain itu, orangtua harus menekankan pentingnya sekolah dan beri masukan positif tentang tempat belajar tersebut. Orangtua bisa melepaskan anak secara bertahap. Tidak jadi masalah jika awalnya anak hanya datang di perpustakaan dan masih menolak masuk kelas. Yang terpenting adalah anak tetap mau sekolah.

Para ahli pendidikan dan psikolog berpendapat, terapi terbaik untuk anak yang mengalami fobia sekolah dengan mengharuskannya tetap bersekolah setiap hari. Menurut para ahli tersebut, keharusan untuk setiap hari masuk sekolah, malah menjadi obat yang paling cepat mengatasi masalah fobia sekolah, karena lambat laun keluhannya akan makin berkurang hari demi hari.

Posted by melanie 1508 days ago in prilaku bermasalah  |  republika.co.id
 

Who Voted

melanie  

Leave a comment