<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Latest from Bunda Zone</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Sun, 26 May 2013 15:53:23 +0700</pubDate>
<item>
<title>Grupos de Pesquisa: Christal</title>
<link>http://bundazone.com/penyakit-kelainan/grupos-de-pesquisa-christal/</link>
<description><![CDATA[ Below is a brief overview of the different homicide charges in Texas.
Customers can easily compare the services of different lawyers, their fee structure, etc. ]]></description>
<pubDate>Tue, 12 Feb 2013 13:11:36 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/penyakit-kelainan/grupos-de-pesquisa-christal/</guid>
</item>
<item>
<title>Sulit Pipis Pada Anak / Bayi: Kenali Sejak Dini “Fimosis &amp; Gejalanya”</title>
<link>http://bundazone.com/penyakit-kelainan/sulit-pipis-pada-anak-bayi-kenali-sejak-dini-fimosis-gejalanya/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Menjaga kesehatan adalah kewajiban setiap orang, tak terkecuali diri saya sendiri. Memiliki keluarga dan anak-anak yang sehat tentu dambaan orang tua. Karena itu menjaga kesehatan anak-anak adalah kewajiban para orang tua, baik ayah ataupun ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Seperti yang terjadi pada &amp;ldquo;Galih&amp;rdquo;. Galih adalah anaknya om saya beberapa waktu laludirasakan ada kejanggalan oleh orang tuanya dimana setiap dia buang air kecil (pipis) selalu menangis dan ketika ditanya apanya yang sakit.. maka tak satupun jawaban yang bisa diberikan pada orang tuanya.Kondisi tersebut masih kurang dipahami oleh kedua orangtua Galih, hingga terabaikan begitu saja karena dipikir biasalah anak kecil rewel.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Waktu bergulir&amp;hellip; kejadian tersebut selalu berulang.. dan bahkan pada kondisi terparah, kedua orang tua galih melihat ada pembengkakan pada alat kelamin putranya tersebut. Dan akhirnya Galih dibawa ke rumah sakit oleh kedua orang tuanya. Setelah melalui pemeriksaan detail ternyata si Galih terdiagnosa Fimosis.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Apakah fimosis itu&amp;hellip;.? Fimosis adalah penyempitan atau perlengketan kulup kelamin sehingga kepala kelamin tidak bisa terbuka sepenuhnya. Fimosis dapat menyebabkan penumpukan smegma (kotoran hasil sekresi kelenjar kulup) di sekitar kepala kelamin. Penumpukan smegma tersebut dapat mendukung penyebaran berbagai bakteri penyebab peradangan. Jika fimosis menyebabkan kesulitan buang air kecil sehingga urin tertahan di saluran kencing (uretra) maka dapat terjadi infeksi uretra.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sebagian besar anak laki-laki yang baru lahir memiliki fimosis fisiologis. Namun, fimosis ini biasanya akan menghilang sendiri setelah anak berusia tiga tahun. Jika di usia enam atau tujuh tahun fimosis masih ada sehingga menyebabkan masalah, maka dibutuhkan penanganan</p>
<p style="text-align: justify;">
	Hal yang harus dipahami adalah anak kecil biasanya sulit menceritakan dengan tepat apa yang sedang dirasakannya. Untuk itu hendaknya para orang tua harus peka dan teliti mengamati kondisi kesehatannya. Nah jika si anak merasa sakit atau tampak kesulitan saat buang air kecil, bisa jadi ada gangguan pada organ kelaminnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Menurut dokter yang menangani bahwa hal ini jangan atau tidak boleh diabaikan, pasalnya jika tidak ditangani dengan segera dapat terjadi infeksi dan mengakibatkan ketidak suburan atau hambatan seksual lainnya dikemudian hari.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Kulup tertutup atau fomisis adalah salah satu gangguan yang mungkin timbul dan terjadi pada organ kelamin si anak, yaitu tertutupnya ujung kulup pada organ kelamin. Dalam istilah kedokteran gangguan ini disebut fimosis. Akibatnya air kecing tidak dapat keluar secara normal dan kepala kemaluantidak dapat dibersihkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Kondisi ini akan memicu timbulnya infeksi di bagian kepala kelamin (balanitis). Jika keadaan ini terus berlanjut, dengan muara saluran air kencing di ujung kelamin tersumbat, maka dokter akan menganjurkan jagoan kecil anda untuk di sunat. Tindakan ini dilakukan dengan membuka dan memotong kulit kelamin agar ujungnya terbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Apa saja penyebabnya?</p>
<p style="text-align: justify;">
	Fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir terjadi karena ruang diantara kulup dan alat kelamin tidak berkembang dengan baik. Kondisi ini menyebabkan kulup jadi melekat pada kepala kelamin, sehingga sulit ditarik kearah pangkal. Penyebabnya bisa dari bawaan lahir atau infeksi karena benturan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Lalu bagaimana gejalanya&amp;hellip;?</p>
<p style="text-align: justify;">
	Untuk menandai apakah si kecil memang mengalami fimosis ini, para orang tua sebaiknya mencermati beberapa gejala berikut :</p>
<ol>
	<li style="text-align: justify;">
		* Kulit kelamin si kecil tak bisa ditarik kearah pangkal ketika akan dibersihkan</li>
	<li style="text-align: justify;">
		* Si anak mengejan saat buang air kecil akrena muara saluran kencing di ujungnya tertutup. Biasanya ia menangis dan pada ujung alat kelaminnya tampak menggembung.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		* Air seni yang keluar tidak lancar, kadang-kadang menetes dan memancar dengan arah yang tidak dapat diduga.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		* Kalau sampai timbul infeksi, maka si anak akan menangis setiap buang air kecil, dan dapat pula disertai demam.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
	Jika gejala-gejala diatas ditemukan pada si anak, sebaiknya segera bawa ke dokter. Jangan sekali-sekali mencoba membuka kulupsecara paksa. Tindakan tersebut menurut dokter akan sangat berbahaya karena kulup yang ditarik ke pangkal dapat menjepit alat kelamin dan menimbulkan rasa nyeri serta penbengkakan yang hebat. Hal tersebut menurut istilah kedokteran disebut para fimosis.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Jika si anak mengalami kesulitan buang air kecil, dokter akan mencoba melebarkan kulit yang melekat, namun hak ini dilakukan dengan sangat hati-hati oleh seorang dokter yang berpengalaman. Jika upaya ini gagal, maka tindakan sirkumsisi (sunat) adalah jalan keluarnya, apalagi jika fimosisnya menetap atau terjadi infeksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Untuk melakukan sirkumsisi pada anak juga harus dipertimbangkan masalah pembiusannya karena jika si anak takut dan merasa sakit, maka hal ini akan mempengaruhi kejiwaannya di kemudian hari. Selain itu jik si anak meronta-ronta karena takut atau sakit, maka tindakan sirkumsisi ini justru akan membahayakan karena dapat melukai alat kelaminnya dan penjahitan kulit kelamin tidak dapat dikerjakan secara sempurna.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Tulisan ini berdasarkan hasil diskusi tentang sakitnya Galih yang disampaikan oleh kedua orang tua Galih pada saya, mungkin tulisan ini agak beda dari tulisan saya sebelumnya. Tetapi melihat case nya saya rasa tak ada salahnya jika saya share disini. Semua orang, dan para orang tua sebaiknya a-ware terhadap gejala-gejala yang dirasakan oleh diri masing-masing juga anak-anaknya, terutama anak laki-lakinya, sehingga dapat segera mungkin untuk dicari solusi bagaimana sebaiknya.</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 18 Dec 2012 07:00:55 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/penyakit-kelainan/sulit-pipis-pada-anak-bayi-kenali-sejak-dini-fimosis-gejalanya/</guid>
</item>
<item>
<title>Memilih Tempat Kursus Sesuai Minat dan Bakat</title>
<link>http://bundazone.com/multimedia/memilih-tempat-kursus-sesuai-minat-dan-bakat/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Saat ini tempat dan jenis kursus yang bisa diikuti menjamur bak cendawan di musim hujan. Mulai dari yang bersifat kesenian sampai olahraga. Namun, sebelum mendaftarkan anak pada suatu lembaga kursus, orangtua sebaiknya mengenali bakat dan minat anak.
	
	Sayangnya, tak banyak orangtua yang mengetahui bakat dan minat anak-anaknya. &amp;quot;Sebenarnya tak perlu bantuan psikolog untuk tahu bakat anak. Lihat saja apa yang paling suka dilakukan anak, misalnya apakah ia senang bernyanyi, menari, atau bermain bola,&amp;quot; kata Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog dari Lembaga Psikolgoi Terapan Universitas Indonesia.
	
	Setelah mengetahui minat anak, Vera berpesan agar orangtua tidak terburu-buru memasukkan anak ke lembaga kursus. &amp;quot;Tunggu saja sampai anak mulai terlihat fokus, baru kemudian tanyakan apakah ia mau mengikuti les atau kursus,&amp;quot; katanya disela acara peresmian Sinar Dunia Book Factory di Kidzania Jakarta (21/3).
	
	Kalau anak memang berminat untuk mengikuti les, ajak anak untuk survei tempat kursus yang akan diikuti. Di awal, sebaiknya buat komitmen dengan anak berapa lama ia harus bertahan mengikuti kursus tersebut.
	
	&amp;quot;Orangtua jangan kaget karena di usia sekolah dasar sampai remaja minat anak bisa berubah-ubah. Karenanya orangtua jangan berlebihan menyikapi minat yang muncul. Nanti setelah masa puber biasanya minatnya baru menetap,&amp;quot; paparnya.
	
	Yang bisa dilakukan untuk mendukung minat anak adalah memberikan stimulasi dan menawarkan berbagai pilihan. &amp;quot;Kasih kesempatan agar anak bisa mengeksplorasi. Semakin besar anak, orangtua bisa menjadi teman diskusi misalnya dalam memilih jurusan sekolah,&amp;quot; katanya.
	
	Selain minat, ketahui juga bakat anak. &amp;quot;Berbeda dengan minat, seseorang bisa dibilang berbakat kalau ia menghasilkan sesuatu yang istimewa. Misalnya meski ia berminat menari, namun bisa dibilang berbakat kalau ia berprestasi atau dengan cepat menguasi teknik tari dibanding anak seusianya,&amp;quot; pungkasnya.</p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 20:32:30 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/multimedia/memilih-tempat-kursus-sesuai-minat-dan-bakat/</guid>
</item>
<item>
<title>Tips Mengatasi Sembelit Ibu Hamil</title>
<link>http://bundazone.com/masa-kehamilan/tips-mengatasi-sembelit-ibu-hamil/</link>
<description><![CDATA[ <strong>Sembelit atau susah ke belakang yang terjadi di masa hamil biasanya disebabkan lambatnya kerja usus dalam mencerna makanan. </strong>
	
	Hal ini tak lepas dari pengaruh hormon progesteron. Bila perut Anda semakin besar, sembelit juga lazim terjadi karena tekanan kepada anus dari ukuran rahim yang semakin besar. Zat besi, misalnya jika Anda mengonsumsi&amp;nbsp; suplemen zat besi, juga dapat menyebabkan sembelit. Coba untuk :
<ul>
	<li>
		Makan makanan berserat tinggi, seperti sereal setiap hari.</li>
	<li>
		Makan buah-buahan dan sayuran setiap hari.</li>
	<li>
		Banyak minum, terutama jus buah prune, akan membantu melancarkan buang air besar (BAB).</li>
	<li>
		Rajin olah raga .seperti berenang dan jalan kaki.</li>
	<li>
		Jangan menunda-nunda, jika Anda merasa ingin BAB.</li>
</ul>

	Sebaiknya Anda segera ke dokter jika sembelit disertai sakit perut, diare, atau tinja Anda berlendir/berdarah. ]]></description>
<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 20:22:23 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/masa-kehamilan/tips-mengatasi-sembelit-ibu-hamil/</guid>
</item>
<item>
<title>Tips Melatih Anak Menjadi Pengusaha Sejak Usia Dini</title>
<link>http://bundazone.com/pengasuhan/tips-melatih-anak-menjadi-pengusaha-sejak-usia-dini/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Jika Anda tertarik untuk mencetak anak menjadi <a href="http://pondokibu/6207/tips-melatih-anak-menjadi-pengusaha-sejak-usia-dini" target="_blank" title="tips_melatih_anak_menjadi_pengusaha_sejak_usia_dini">pengusaha</a>, ada baiknya Anda mulai mengajarkan ilmu bisnis paling sederhana kepada anak sejak kecil.&amp;nbsp;Anda bisa memasukkan anak Anda ke sekolah yang mengajarkan jiwa entrepreneurship kepada anak atau Anda bisa mendidik sendiri di rumah Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<em>&amp;ldquo;Untuk menjadi entrepreneur sejati, yang berperan bukan hanya bakat. Seseorang terbentuk bukan karena genetika semata, namun juga karena pengaruh interaksi dengan lingkungannya. Manusia menjadi sesuatu bukanlah secara by nature, melainkan by murture,&amp;rdquo;</em>&amp;nbsp;kata&amp;nbsp;<strong>Rhenald Kasali Ph.D.</strong>, pakar marketing, Guru Besar Universitas Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Berikut ini adalah tips bagaimana melatih anak menjadi seorang pengusaha sejak usia dini :</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>1. Mengajarkan Konsep Uang.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Jika Anda memimpikan anak menjadi pengusaha, Anda perlu mengajarkan konsep tentang uang. Bagaimanapun uang menjadi faktor penting jika Anda bicara bisnis. Bukan hanya cara menghitungnya, tapi juga cara menghargainya, sesedikit apapun jumlah uang itu.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>2. Mengajarkan Untuk Selalu Menggali Informasi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Jika Anak ingin membeli sesuatu, beri tahu dia bahwa dia harus memiliki informasi terlebih dahulu terhadap barang yang hendak dibelinya. Misalnya, tentang jenis atau harganya. Sikap ini mengajarkan kepada anak untuk selalu berpikir kritis. Misalnya, membandingkan barang sejenis antara satu tempat dengan tempat yang lain. Dengan perbandingan informasi yang telah didapat tersebut, ajarkan proses tawar-menawar.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>3.Mengajarkan Prinsip Pinjam-Meminjam.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Hal penting lain adalah mengajarkan prinsip pinjam-meminjam, yaitu kalau meminjam uang harus dikembalikan. Hal ini bekaitan dengan reputasi atau nama baik, karena dasar bisnis adalah reputasi dan nama baik, bukan? Kalau anak memiliki kebiasaan meminjam uang, lalu lupa mengembalikan, maka hal tersebut bisa menjadi bahaya. Ajarkan selalu pada anak bahwa kalau memakai uang orang lain, dia harus ingat untuk mengembalikan sesuai janji.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>4. Mengajarkan untuk Menggabungkan Bisnis dengan Hobi.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Bingung harus mulai dari mana untuk mengajarkan anak tentang bisnis? Mulailah dengan memperhatikan kegemaran anak Anda. Apakah dia senang membaca? Berapa banyak koleksi komiknya? Kalau cukup banyak, berilah saran agar ia menyewakan koleksinya kepada teman-temannya. Pujilah hasil karyanya, agar ia merasa percaya diri untuk menjual kepada teman-temannya. Langkah berikutnya, ajarkan kepada anak untuk menentukan harga. Sebagai orang tua yang bijak, katakana kepadanya agar tidak mengambil keuntungan terlalu banyak. Lalu, ajarkan dia untuk membuat laporan keuangan yang sangat sederhana, agar ia bisa bertanggung jawab terhadap setiap pemasukan dan pengeluaran.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>5. Mengajak Anak Melihat Lingkungan Bisnis.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Mengajak anak melihat lingkungan bisnis juga merupakan cara yang ampuh. Anda tak perlu menjadi pengusaha terlebih dahulu untuk mengenalkan anak pada dunia usaha. Caranya adalah mengajak anak Anda melihat berjalannya suatu bisnis. Misalnya, ke workshop teman Anda yang punya usaha kecil. Kalau perlu mintalah izin kepada teman Anda untuk menerimanya magang saat liburan. Atau, Anda bisa mengajaknya terlibat dalam bisnis Anda, seperti survey lokasi, menghadiri pembukaan franchise baru, keliling outlet dan meeting.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>6. Mengajarkan Bisnis Melalui Permainan.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Cara lain yang tak kalah menarik adalah bermain &amp;lsquo;monopoli&amp;rsquo;. Dalam permainan itu, anak tak sekedar bermain, namun juga menyusun strategi bisnis dan berinvestasi. Karena sifat permainan &amp;lsquo;monopoli&amp;rsquo; ini adalah simulasi, maka anak bisa mengelola keuangan, membelanjakan uang, mengenal kata hutang, bahkan kerugian dalam bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>7. Memasukkan pelatihan bisnis dalam Mata Pelajaran di Sekolah.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Dunia pendidikan pun melihat bahwa menjadi pengusaha akan menjadi pilihan utama di masa depan. Karena itu sejumlah sekolah sering mengadakan<em>&amp;nbsp;&amp;ldquo;Business Day&amp;rdquo;</em>&amp;nbsp;atau&amp;nbsp;<em>&amp;ldquo;Market Day&amp;rdquo;</em>. Pada acara tersebut, anak-anak akan dibagi menjadi beberapa tim, yang akan mulai berjualan. Barang yang ditawarkan beragam, mulai dari kue, aksesori hingga barang setengah pakai. Target konsumen adalah kakak atau adik kelas dan guru. Anak-anak boleh menerapkan berbagai macam strategi agar barang-barangnya laku terjual, mulai dari memberikan diskon 50% hingga cara pemaksaan agar membeli. Point pentingnya adalah anak diajarkan untuk berusaha dan memikirkan cara bagaimana barangnya bisa laku terjual.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 06:34:22 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/pengasuhan/tips-melatih-anak-menjadi-pengusaha-sejak-usia-dini/</guid>
</item>
<item>
<title>Jika Anak Berbicara Kotor</title>
<link>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/jika-anak-berbicara-kotor/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Apa yang akan Anda lakukan jika mendapati anak Anda berbicara sesuatu yang kotor dan kasar? Padahal di rumah tidak ada yang mengajarinya. Bagaimana menghadapinya?
	
	Anda harus mengetahui alasan mengapa seorang anak Anda berkata kotor dann kasar, antara lain :</p>
<p>
	1. Anak-anak sering kali mengatakan kata-kata kasar dan jorok karena menikmati reaksi orang-orang di sekitarnya, seperti ia ditertawakan seolah-olah itu lucu dan menghibur, atau diperhatikan dengan rasa kaget dan ingin tahu dari lingkungannya.</p>
<p>
	2. Anak berkata kasar atau jorok bisa juga karena ia menirunya dari teman di sekolah, sekadar iseng, atau saat ia merasa marah dan mengetahui bahwa kata tadi bisa memancing kekesalan orang lain, atau hanya karena sedang mempelajari kata-kata yang baru dan senang dengan bunyi kata itu tanpa mengetahui artinya.</p>
<p>
	Anda harus memperhatikan saat kapan dan apa yang terjadi setelah anak berkata kasar atau jorok agar Anda bisa mengerti alasannya. Dengan mengetahui itu, Anda akan lebih mudah mengatasinya. Saat anak mengucapkan kata kasar dan jorok, Anda bisa bertanya kepada anak, &amp;ldquo;Dari siapa kamu belajar kata XXX?&amp;rdquo;, &amp;ldquo;Tahukah kamu arti XXX?&amp;rdquo;, atau &amp;ldquo;Tahukah kamu apa akibatnya kalau orang lain dikatakan XXX?&amp;rdquo;</p>
<p>
	Anak usia 4 tahun pada umumnya senang mempelajari kata-kata baru, apalagi di usia ini kemampuan berbahasa dan menyerap informasi anak-anak sedang berkembang dengan pesat. Selain itu, minatnya untuk mencoba dan mengeksplorasi hal baru sangat tinggi, termasuk mencoba-coba hal yang negatif tanpa ia sadari.</p>
<p>
	Daripada memberi hukuman atau peringatan keras kepada anak saat mengucapkan kata kasar atau jorok, lebih baik berikan perhatian saat ia mengucapkan kata-kata yang sopan sehingga ia lebih sering dan senang mengucapkan kata-kata yang baik.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 19:12:51 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/jika-anak-berbicara-kotor/</guid>
</item>
<item>
<title>WATER BIRTH :MENGHAPUS TRAUMA DAN STRES PERSALINAN</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/water-birth-menghapus-trauma-dan-stres-persalinan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Melahirkan seorang anak tentu merupakan suatu peristiwa yang menakjubkan, mendebarkan, mengharukan, sekaligus sangat membahagiakan bagi orang tua, terutama seorang ibu. Melahirkan seorang anak ke dunia merupakan sebuah tugas mulia yang hanya dapat dilakukan oleh kaum perempuan di seluruh dunia. Bahkan, bagi beberapa perempuan, proses persalinan seakan menjadi suatu hal yang menyempurnakan kodrat mereka sebagai istri dan seorang perempuan.</p>
<p>
	Namun, seiiring dengan berkembangnya dunia riset dan ilmu pengetahuan, tersibaklah sebuah rahasia yang mengagetkan bagi kaum perempuan. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini, proses persalinan dipandang seperti dua sisi keping mata uang. Di satu sisi ada perasaan-perasaan positif yang membuncah, sedangkan di sisi lain ada perasaan-perasaan negatif yang membayangi. Namun, hasil riset yang baru ditemukan belakangan ini semakin membuka mata kita, bahwa stres akibat proses persalinan tidak hanya dialami oleh para ibu yang melahirkan, tetapi juga bayi yang baru dilahirkan.</p>
<p>
	<strong>Stres Pada Ibu yang Melahirkan</strong></p>
<p>
	Seperti yang telah disebutkan di atas, proses persalinan dapat diibaratkan sebagai dua sisi keping mata uang. Di satu sisi, proses persalinan membuahkan sejuta perasaan positif seperti yang dikatakan di atas. Namun, di sisi lain, proses persalinan juga dipandang sebagai sesuatu yang menimbulkan stres berat, menakutkan, menyakitkan, meninggalkan trauma, bahkan dapat mengakibatkan kematian! Tak jarang sisi negatif ini membuat beberapa perempuan merasa jera atau kapok melahirkan. Bagi mereka, proses persalinan bukanlah sebuah <em>gift</em>, melainkan sebuah <em>nightmare</em>. Sayang sekali bukan, bila hal menakjubkan ini ternyata membuahkan stres atau bahkan trauma berkepanjangan?</p>
<p>
	Riset baru yang dikeluarkan oleh para ilmuwan belakangan ini semakin menambah kekhawatiran kaum perempuan atas proses melahirkan. Selama ini, stres atau bahkan trauma persalinan diketahui hanya berdampak pada sang ibu, baik sebelum, pada saat, atau setelah persalinan. Namun, riset baru ini menunjukkan hal lain yang berbeda. Ternyata, stres pasca persalinan juga dialami oleh para bayi yang baru saja tiba di dunia. Mengapa bisa demikian??</p>
<p>
	<strong>Bagaimana Mengatasi Stres Ini..??</strong>
	Setelah membaca hasil riset di atas, kita tentu memahami bagaimana stres tidak hanya membayangi ibu yang melahirkan, tetapi juga sang bayi. Stres memang sesuatu yang tidak dapat dihindari. Ia hadir secara alamiah dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita tidak dapat lari dari hal tersebut. Yang kita dapat kita lakukan hanyalah menghadapinya sambil berusaha mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, untunglah para ahli telah dapat menemukan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi stress ini. Salah satu solusi yang ditawarkan para ahli berupa sebuah alternatif proses persalinan yang dikenal dengan nama &amp;ldquo;<em>water birth</em>&amp;rdquo;. Water birth sebenarnya bukanlah &amp;ldquo;barang baru&amp;rdquo;. Akan tetapi, popularitasnya memang belum sebesar alternatif-alternatif cara persalinan lainnya, seperti proses persalinan secara normal, caesar, dll. Jika anda adalah orang yang gemar membaca atau menonton infotainment di TV, anda tentu pernah mendengar kabar mengenai artis Oppie Andaresta yang baru saja melahirkan bayinya dengan metode<em> water birth</em>. Berita ini pun semakin membuat orang bertanya-tanya, apakah <em>water birth</em> itu?</p>
<p>
	<strong>Sekilas Mengenai <em>Water Birth</em></strong>
	<em>Water birth</em> adalah sebuah cara persalinan di dalam air yang hangat. Ibu yang hendak melahirkan dimasukkan ke dalam sebuah kolam yang berisi air hangat, yang besarnya kira-kira cukup untuk dua orang masuk ke dalamnya. Di dalam kolam itulah terjadi proses persalinan yang dibantu oleh para medis yang berada di sekitar ibu tersebut. Para medis tersebut medampingi sang ibu selama proses melahirkan dari tepi kolam tersebut. Bahkan dalam beberapa peristiwa, sang suami ikut masuk ke kolam dan mendampingi sang istri ketika melahirkan.</p>
<p>
	<em>Water birth</em> pertama kali dimunculkan di USA oleh pasangan-pasangan yang melahirkan di rumah. Metode ini kemudian mereka bawa ke lingkungan medis, seperti rumah sakit dan beberapa institusi persalinan independen yang ditangani oleh para ahli kebidanan. Pada tahun 1991, Monadnock Community Hospital di Peterborough, New Hampshire menjadi rumah sakit pertama di USA yang membuat tata cara resmi untuk melakukan <em>water birth</em>. Pada akhir tahun 2005, lebih dari 300 rumah sakit di Amerika mengadopsi tata cara tersebut. Bahkan lebih dari &amp;frac34; dari institusi pelayanan kesehatan nasional di Inggris telah menyediakan alternatif persalinan ini bagi warganya.</p>
<p>
	<strong><em>Water Birth</em> Sebagai <em>Coping Stress</em></strong>
	Setelah membaca profil sekilas mengenai <em>water birth</em>, mungkin masih banyak orang yang bingung mengenai bagaimana cara kerja <em>water birth</em> sebagai <em>coping stress</em> bagi ibu dan bayi yang dilahirkannya. Sebenarnya, kunci <em>water birth</em> sebagai <em>coping stress</em> terletak pada air sebagai komponen untuk melawan stressor, sehingga menciptakan perasaan rileks dan tenang yang berfek positif secara fisik maupun psikologis.
	Seperti yang kita ketahui, air adalah suatu benda yang menyimpan banyak manfaat dan ditemukannya <em>water birth</em> sekaligus menunjukkan satu lagi fungsi ajaib dari air. <em>Water birth</em> dapat menjadi <em>coping stress</em> baik bagi ibu maupun bayinya, tetapi dengan cara yang berbeda.</p>
<p>
	Untuk sang ibu, <em>water birth</em> dapat membantu menimbulkan perasaan rileks dan tenang saat menjalani proses persalinan. Air dapat membawa ibu yang akan melahirkan ke dalam tahap kesadaran tertentu, di mana perasaan takut dan khawatir dapat diminimalisir, atau bahkan dihilangkan sama sekali. Perasaan rileks dan tenang ini sangat penting untuk beberapa alasan:</p>
<ul>
	<li>
		Dari segi fisik, perasaan rileks dan tenang dapat membuat konsentrasi sang ibu meningkat. Meningkatnya konsentrasi ini dapat membuat proses melahirkan berjalan lebih cepat.</li>
	<li>
		Selain konsentrasi, perasaan rileks dan tenang juga berpengaruh secara fisik terhadap sekresi hormone dalam darah. Ketika melahirkan, ada sejumlah hormone yang mempengaruhi rasa sakit, seperti oxytocin dan vasopressin. Ketika hormon-hormon tersebut dapat ditekan jumlahnya, otomatis rasa sakit yang dialami juga berkurang.</li>
	<li>
		Ternyata, segi psikologis, perasaan rileks dan tenang juga membantu mengurangi rasa takut yang menghinggapi sang ibu ketika harus menghadapi stressornya (dalam kasus ini berarti proses persalinan). Secara psikologis, permainan persepsi akan suatu hal sangat mempengaruhi bagaimana penilaian kita akan hal tersebut. Ketika dari awal, kita telah mempersepsikan sesuatu sebagai hal yang sulit, maka hal itu akan menjadi sulit pada kenyataannya. Hal ini pulalah yang terjadi pada proses persalinan. Rasa takut, cemas, khawatir, nervous, dan panic yang dialami sang ibu membuat dirinya menjadi stress ketika harus menghadapi proses persalinan. Bahkan, apabila perasaan ini tidak dapat dihilangkan hingga akhir proses persalinan, perasaan ini dapat meninggalkan trauma akan proses persalinan bagi sang ibu. Secara fisik, perasaan-perasaan negatif tersebut juga membuat rasa sakit yang dialami terasa semakin berat dan menyiksa. Sebaliknya, ketika perasaan ini dapat dihilangkan, maka proses persalinan akan dirasakan sebagai proses yang indah, menakjubkan, menyenangkan, membahagaiakan, dan bahkan membanggakan. Secara fisik, hilangnya perasaan-perasaan negatif itu juga membuat rasa sakit yang dialami tidak begitu parah.</li>
</ul>
<p>
	Setelah menelaah cara <em>coping stress</em> dari <em>water birth</em> bagi sang ibu, sekarang kita akan menelaah cara <em>coping stress</em> dari <em>water birth</em> sang bayi. Sebenarnya, sumber stres utama bagi bayi yang baru lahir adalah perbedaan keadaan lingkungan, antara rahim ibunya yang lembab, hangat, lembut, dan ringan, dengan keadaan dunia luar yang cenderung panas, penuh polusi, bising, dan sejuta kondisi tidak nyaman lainnya. Satu-satunya cara untuk menyiasati stres ini adalah dengan membuat transisi yang dialami sang bayi tidak terlalu ekstrem. Perpindahan kondisi dari rahim sang ibu ke dunia luar harus dibuat senyaman mungkin agar proses adaptasi mudah dilakukan. Salah satu cara yang membuat perpindahan kondisi itu tidak terasa ekstrem adalah dengan menyediakan medium air sebagai sara transisi utama.</p>
<p>
	Ketika berada di dalam rahim sang ibu, komponen fisik utama yang memberikan rasa nyaman bagi bayi adalah air. Oleh karena itu, ketika medium yang dirasakan sang bayi ketika pertama kali tiba di dunia adalah air, maka stres yang ia rasakan dapat berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Sang bayi akan merasa bahwa lingkungan dunianya yang baru sama nyamannya dengan lingkungannya yang lama di perut sang ibu. Dengan berhasil dikurangi atau bahkan dihilangkannya stress pada bayi, kecil kemungkinan bayi akan mengalami trauma di kemudian hari.</p>
<p>
	<strong><em>Water Birth Not For Everyone</em></strong>
	Secara medis, <em>water birth</em> memang telah dinyatakan aman dengan adanya tata cara formal yang distandaridisasi dan dikeluarkan ke institusi-institusi yang bersangkutan. Namun demikian, ada beberapa kondisi tertentu yang melarang <em>water birth</em> dilakukan, yaitu :</p>
<ul>
	<li>
		Apabila sang ibu adalah seorang penderita penyakit Herpes, Toxemia atau Preeclampsia.</li>
	<li>
		Apabila sang ibu telah didiagnosis menderita penderitaan besar atau infeksi turunan (akibat factor genetis).</li>
	<li>
		<em>Water birth</em> memang telah berhasil diterapkan untuk melahirkan bayi-bayi kembar ke dunia. Namun demikian, tetap dibutuhkan konsultasi lebih lanjut kepada para medis apabila bayi yang ingin dilahirkan ternyata kembar.</li>
	<li>
		Apabila bayi yang lahir ternyata harus lahir sebelum 9 bulan dalam kandungan (prematur).</li>
</ul>
<p>
	Setelah melihat uraian di atas, bagaimanakah kesan anda mengenai proses persalinan? Adakah perubahan positif atas ketakutan atau kekhawatiran yang sempat muncul dalam diri anda? Bila anda masih merasa ragu untuk melahirkan secara normal ataupun Caesar di rumah sakit, mungkin anda memang perlu mencobanya. Banyak selebriti, seperti Gwyneth Paltrow dan Oppie Andaresta, sudah mencobanya. Mungkin sekarang giliran anda juga untuk mencobanya&amp;hellip; Selamat mencoba <em>water birth</em>..!!</p>
<p>
	<em>By Purika Desinta</em></p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 18:56:20 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/water-birth-menghapus-trauma-dan-stres-persalinan/</guid>
</item>
<item>
<title>Cocokkah Yoga untuk Anak-Anak?</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/cocokkah-yoga-untuk-anak-anak/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai manfaat yoga untuk anak-anak. Konon yoga untuk anak-anak dapat menenangkan dan membuat rileks. Cocokkah mengajarkan yoga untuk anak-anak.
	
	Beberapa penelitian, seperti dilansir dari <em>MayoClinic</em> Kamis, (28/7/2011), melaporkan yoga dapat menenangkan anak, mengurangi obesitas, meningkatkan konsentrasi dan membantu anak mengelola kondisi kesehatan tertentu, seperti sakit kepala dan sindrom iritasi usus besar.
	
	Studi menunjukkan bahwa yoga juga dapat bermanfaat untuk anak-anak yang memiliki cacat mental dan fisik. Memang masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk memastikan efek positif yoga untuk kesehatan anak. Meski begitu setidaknya yoga dapat menjadi alternatif aktivitas fisik untuk anak-anak.
	
	<strong>Jenis yoga yang cocok untuk anak-anak dapat terdiri dari:</strong>
	
	1. Pemanasan
	Anak dapat berbaring atau duduk bersila di lantai atau di kursi. Instruktur dapat menginstruksikan anak untuk menenangkan pikirannya, dapat dengan menutup mata dan membayangkan masalah dapat terselesaikan.
	
	2. Pernapasan
	Anak akan didorong agar fokus pada pernapasan yang dalam dan perlahan-lahan, serta pernapasan dalam melalui hidung. Dalam penggambarannya, dapat dibayangkan seperti mengisi perut dengan udara menyerupai balon dan kemudian perlahan-lahan melepaskan udara.
	
	3. Gerakan
	Gerakan lembut termasuk peregangan, akan membantu anak mempersiapkan diri untuk melakukan gerakan yang melibatkan berdiri, duduk, memutar, menyeimbangkan dan melenturkan. Beberapa instruktur memberikan gambaran seperti tanaman, hewan atau objek untuk ditirukan. Pada setiap gerakan, anak diingatkan untuk bernapas melalui hidung, tidak boleh memaksakan diri dan berhenti jika anak mengalami rasa sakit.
	
	4. Relaksasi
	Setelah menyelesaikan serangkaian gerakan, anak diinstruksikan untuk berbaring di lantai dan menutup matanya. Anak mungkin juga diinstruksikan untuk memvisualisasikan pengalaman, seperti berbaring di awan atau mengambang di langit.
	
	5. Bangkit berdiri
	Sebagai akhir dari latihan, anak diinstruksikan untuk memulai peregangan atau menggeliatkan tubuhnya dan perlahan-lahan bangkit dari lantai.
	
	<strong>Gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk anak-anak</strong>
	
	Tidak semua gerakan yoga cocok untuk anak-anak. Ada dua gerakan yang mungkin tidak sesuai untuk anak-anak termasuk:
	1. Ashtanga
	Salah satu jenis gerakan yoga yang juga disebut power yoga. Gerakan ini berfokus pada kekuatan dan pelatihan fleksibilitas dan gerakan cepat. Berlatih ashtanga memerlukan kondisi fisik yang sangat baik.
	
	2. Bikram
	Biasa disebut yoga panas, Bikram melibatkan gerakan kuat di ruang yang dipanaskan sampai 100-110 F (38-43 C). Berlatih Bikram juga memerlukan kondisi fisik yang sangat baik.
	<strong>Apakah ada petunjuk aman untuk anak-anak yang berlatih yoga?</strong>
	
	Jika anak akan berlatih yoga, bantulah anak untuk mengambil langkah yang dapat menghindari cedera, contohnya:
	1. Cari tempat yang aman untuk berlatih yoga
	Pastikan yoga dilakukan di lantai yang datar dengan suhu ruangan yang nyaman.
	
	2. Lakukan latihan yoga pada saat perut kosong
	Gerakan tertentu dapat menyebabkan anak muntah jika ia melakukan latihan yoga sesaat setelah makan. Umumnya, jangan biarkan anak untuk berlatih yoga 2-4 jam setelah makan besar atau 1-2 jam setelah mengonsumsi makanan ringan atau snack.
	
	3. Jangan berlebihan
	Ingatkan anak untuk menjaga gerakan perlahan-lahan dan jangan memaksakan suatu gerakan.
	
	4. Pertimbangkan kondisi medis anak
	Jika anak memiliki migrain atau kondisi yang dipengaruhi oleh tekanan berlebihan pada kepala atau leher, jangan terlalu banyak melakukan gerakan yang terpusat pada daerah tersebut. Anak mungkin juga perlu berhati-hati melakukan teknik pernapasan atau gerakan tertentu jika dia memiliki asma, bronkitis atau hernia. Jangan biarkan anak untuk melakukan yoga jika sedang sakit.
	
	<strong>Bagaimana cara memilih jenis yoga untuk anak?</strong>
	
	Jika anak tertarik untuk berlatih yoga, carilah sebuah kelas yoga dengan instruktur yang memiliki pelatihan yoga untuk anak-anak. Tanyakan pengalaman instruktur tentang latihan yoga untuk anak.
	
	Pertimbangkan segala macam keadaan di sebuah tempat latihan yoga sebelum mendaftarkan anak, untuk melihat apakah sekiranya anak akan merasa nyaman dengan semua kegiatan, instruktur, ukuran kelas dan lingkungan.
	
	Mencari kelas di mana anak dapat tetap merasa senang dan dapat menerima pengawasan yang cukup dari instruktur. Jika anak memiliki kondisi medis atau kebutuhan khusus, pastikan untuk mengingatkan instruktur dan memastikan tentang kemampuanya untuk dapat melatih anak Anda dengan baik.
	(<strong>ir/ir</strong>)</p> ]]></description>
<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 00:16:48 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/cocokkah-yoga-untuk-anak-anak/</guid>
</item>
<item>
<title>Mengobati Penyakit Jantung Bawaan Anak Tanpa Operasi</title>
<link>http://bundazone.com/penyakit-kelainan/mengobati-penyakit-jantung-bawaan-anak-tanpa-operasi/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran, anak-anak penderita <a class="jTip" href="http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&amp;amp;idkanal=755&amp;amp;keyword=Mw==&amp;amp;width=280&amp;amp;height=125" style="text-decoration:none;"><b>Penyakit</b></a> jantung bawaan (PJB) tidak perlu lagi harus dioperasi atau bedah. Tindakan intervensi non-bedah telah banyak dilakukan banyak pusat-pusat jantung anak, termasuk di Indonesia.
	
	<a class="jTip" href="http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&amp;amp;idkanal=755&amp;amp;keyword=Mw==&amp;amp;width=280&amp;amp;height=125" style="text-decoration:none;"><b>Penyakit</b></a> jantung bawaan (PJB) merupakan masalah yang cukup menonjol dalam bidang kesehatan anak. Satu dari 100 bayi yang lahir menderita PJB, mulai dari jenis yang ringan sampai yang berat atau kompleks. Dengan jumlah kelahiran bayi sekitar 4,5 juta per tahun saat ini, maka di Indonesia diperkirakan tidak kurang dari 45.000 bayi baru lahir akan menyandang penyakit jantung bawaan.
	
	PJB memberikan kontribusi yang penting terhadap tingginya angka kematian bayi di suatu negara, termasuk negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sekitar 30 persen bayi atau anak yang menderita PJB harus mengalami tindakan koreksi berupa operasi atau tindakan intervensi pada waktu yang optimal, agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
	
	Meskipun sampai saat ini disepakati bahwa banyak faktor yang dapat menyebabkan PJB dan penelitiannya pun masih terus dilakukan, namun perkembangan pengobatan PJB pada anak sudah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Perkembangan yang paling signifikan saat ini adalah tindakan intervensi non-bedah yang telah banyak dilakukan di banyak pusat-pusat jantung anak, termasuk di Indonesia.
	
	<strong>Tanpa Operasi atau Tanpa Bedah </strong>
	Anak-anak penyandang PJB sebagian besar harus mengalami tindakan operasi yang tentu saja mempunyai risiko tidak kecil. Selain sangat menimbulkan kekhawatiran pada orangtua dan keluarga, tindakan orperasi jantung terbukan (dengan <em>by-pass</em>) pada anak memerlukan berbagai fasilitas yang memadai mulai dari ruang operasi, perawatan intensif (ICU), serta tenaga profesional terdidik dan terlatih, seperti ahli bedah jantung, anestesi, perfusionis, dan perawatan terlatih. Di samping itu, pasien anak juga memerlukan perawatan lebih lama dibanding pasien dewasa. Tambahan lagi, tindakan operasi akan meninggalkan bekas luka bedah di sekitar dada atau dinding dada.
	
	Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang kedokteran, khususnya dalam bidang intervensi kardiologi anak (<em>interventional pediatric cardiology</em>), sebagian anak-anak penderita PJB tidak perlu lagi mengalami operasi atau pembedahan. Beberapa PJB yang sering ditemukan, seperti PDA (<em>patent ductus arteriosus</em>), ASD (<em>atrial septal defects</em>), dan VSD (<em>ventricular septal defects</em>) dapat dikoreksi dengan menggunakan &amp;#39;perangkat&amp;#39; berupa <em>Coils</em> atau <em>Amplatzer Occluder</em>.
	
	<strong>Intervensi untuk PJB </strong>
	Beberapa PJB dapat dikoreksi dengan <em>Amplatzer Occluder</em>, antara lain:
	
	
	<strong>PDA (<em>Patent Ductus Arteriosus</em>) </strong>
	PDA adalah kelainan pada saluran yang menghubungkan antara pembuluh darah yang ada di jantung (aorta dan arteri pulmonalis). PDA menempati 5-19 persen porsi kasus PJB yang ada dan lebih sering ditemukan pada anak perempuan.
	
	Saat ini pengobatan PDA dengan prosedur intervensi (<em>transcatheter closure</em>) sudah merupakan metode terpilih sejak dekade terakhir. Kecuali bila ukuran PDA tidak sesuai, misalnya terlalu besar atau terjadi pada bayi-bayi kecil, termasuk bayi baru lahir.
	
	PDA memerlukan penutupan untuk menghindari terjadinya gagal jantung. Penutupan dilakukan dengan menggunakan perangkat (<em>Coils dan Amplatzer Duct Onccluder</em>) melalui prosedur seperti kateterisasi jantung biasa. Banyak studi yang dilakakukan di pusat-pusat pelayanan jantung diseluruh dunia menunjukkan bahwa prosedur penutupan PDA tanpa operasi ini sangat efektif dengan tingkat keberhasilan sampai 99%.
	
	<strong>ASD (<em>Atrial Septal Defects</em>) </strong>
	ASD sekitar 19% dari seluruh <a class="jTip" href="http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&amp;amp;idkanal=755&amp;amp;keyword=Mw==&amp;amp;width=280&amp;amp;height=125" style="text-decoration:none;"><b>penyakit</b></a> jantung bawaan. Sering kali tidak menunjukkan gejala klinis, tetapi bila sudah parah anak akan menunjukkan gejala sesak napas, cepat lelah dan <em>exercise intolerance</em> (kemampuan beraktivitas) menurun. Dulu, ASD harus dikoreksi dengan tindakan bedah menggunakan prosedur operasi terbuka (<em>open heart surgery</em>), dengan mesin paru-jantung, yang tentu saja mempunyai risiko yang tidak kecil.
	
	Kini, teknik penutupan ASD tanpa operasi dengan menggunakan perangkat (<em>transcatheter closure</em>) merupakan salah satu pilihan yang sudah banyak dikerjakan di seluruh dunia dengan hasil yang sangat memuaskan. Penutupan ASD dengan menggunakan Amplatzer Septal Occluder (ASO) telah banyak dilaporkan menunjukkan efektivitas yang tinggi dan aman.
	
	<strong>VSD (<em>Ventricular Septal Defects</em>) </strong>
	Merupakan jenis PJB yang paling sering ditemukan pada anak dengan persentasi sekitar 20%-25%. VSD dapat menimbulkan peningkatan aliran darah menuju paru-paru sehingga dapat menyebabkan timbulnya gagal jantung. Penutupan VSD dengan prosedur intervensi menggunakan <em>Amplatzer Ventricle Occluder</em> (AVO) merupakan suatu alternatif pengobatan tanpa operasi.
	
	Penutupan VSD dengan menggunakan AVO cukup efektif dan aman, namun perlu diwaspadai terjadinya komplikasi yang berupa terhambatnya aliran pembuluh darah secara total pada atrioventricular (AV block). Komplikasi ini dapat terjadi akibat pemasangan perangkat AVO dengan ukuran yang lebih besar daripada ukuran defeknya (kelainannya).
	
	<strong>Penulis: </strong>
	Dr. Sukman Tulus Putra, SpA (K) FACC, FESC
	Tim Dokter Spesialis Jantung Anak Eka Hospital BSD Tangerang</p> ]]></description>
<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 00:08:53 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/penyakit-kelainan/mengobati-penyakit-jantung-bawaan-anak-tanpa-operasi/</guid>
</item>
<item>
<title>Aspek medis puasa pada anak</title>
<link>http://bundazone.com/healthzone/aspek-medis-puasa-pada-anak/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Memasuki bulan Ramadhan, anak belum akil baliq tidak termasuk</p>
<p class="v11px">
	Memasuki bulan Ramadhan, anak belum akil baliq tidak termasuk umat yang diwajibkan berpuasa. Tetapi pada kenyataannya banyak anak pra akil baliq sudah berpuasa &amp;ldquo;penuh&amp;rdquo; layaknya orang dewasa. Ibadah yang cukup berat ini dilakukan baik oleh keinginan sendiri ataupun karena keinginan orangtua. Bagaimana pengaruh puasa bagi kesehatan anak dan apakah yang harus diwaspadai ?
	
	Periode akil baliq biasanya terjadi saat anak sudah mulai masa pubertas atau sekitar usia 12 tahun. Anak perempuan akan mendapat menstruasi dan payudara mulai berkembang. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, bentuk fisik berubah secara cepat, dan sudah mengalami peristiwa &amp;ldquo;mimpi basah&amp;rdquo;. Sejak saat inilah anak diwajibkan untuk berpuasa.
	
	Banyak orang tua beralasan dalam mendidik beribadah khususnya puasa harus dilakukan secara dini dan bertahap. Tak jarang puasa sudah dikenalkan pada anak sejak usia 6 atau 7 tahun meskipun baru puasa setengah hari. Menurut perspektif agama Islam bila ibadah termasuk yang tidak wajib boleh dilakukan asalkan mampu dan tidak dipaksakan.
	
	Bila ditinjau dalam bidang kesehatan tampaknya puasa juga mungkin bisa dilakukan oleh anak usia pra akil baliq tetapi harus cermat dipertimbangkan kondisi dan keterbatasan kemampuan anak. Sampai saat ini tampaknya belum banyak penelitian dilakukan terhadap pengaruh berpuasa pada anak dikaitkan dengan aspek kesehatan dan tumbuh kembang anak.
	
	<font color="#3399FF" size="2"><b>FAKTOR PSIKOBIOLOGIS</b></font>
	
	<img src="http://www.medicastore.com/images/anak_makan.jpg" alt="image" style="float: left; margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" />Aspek kesehatan secara psikobiologis anak usia sebelum akil baliq dapat ditinjau dari aspek tumbuh kembang anak dan fungsi biologis. Aspek perkembangan meliputi perkembangan psikologis seperti perkembangan emosional, perkembangan moral dan perilaku lainnya. Fungsi biologis meliputi aspek fisiologis tubuh, metabolisme tubuh, kemampuan fungsi organ dan sistem tubuh.
	
	Dari aspek perkembangan khususnya kecerdasan dalam periode ini anak mulai banyak melihat dan bertanya. Fantasinya berkurang karena melihat kenyataan, ingatan kuat, daya kritis mulai tumbuh, ingin berinisiatif dan bertanggung jawab.
	
	Perkembangan rohani seperti pemikiran tentang Tuhan sudah mulai timbul. Anak sudah mulai dapat memisahkan konsep pikiran tentang Tuhan dengan orangtuanya. Tetapi pemahaman tentang konsep ini masih terbatas, bahwa Tuhan itu ada.
	
	Demikian pula dalam perkembangan moral, pada periode ini pemahaman konsep baik dan buruk masih sederhana. Makna pemahaman ini hanya sebatas sekedar tahu. Artinya kenapa kewajiban agama dan kebaikan perilaku harus dilakukan belum dipahami secara sempurna sehingga dalam melakukan ibadah puasa juga lebih dilatarbelakangi karena faktor fisik yang tidak dipahami secara moral.
	
	Kalaupun moral berperan lebih dari sekedar hubungan manusia dan manusia. Niat ibadah puasa dikerjakan berdasarkan pengaruh hubungan keluarga atau lingkungan. Misalnya, anak berpuasa karena teman sekelas atau sepermainan sudah berpuasa. Atau, bila berpuasa penuh akan mendapat hadiah dari orang tua.
	
	Dalam aspek biologis kondisi fisiologis tubuh khususnya metabolisme tubuh, fungsi hormonal dan fungsi sistem tubuh usia anak berbeda dengan usia dewasa.
	
	Bila aktifitas berpuasa merupakan beban yang tidak sesuai dengan kondisi fisiologis anak dapat berakibat mengganggu tumbuh dan berkembangnya anak. Demikian pula dalam hal mekanisme sistem imun atau pertahanan tubuh anak dan dewasa berbeda. Ketahanan anak dalam merespon masuknya penyakit dalam tubuh lebih lemah.
	
	<font color="#3399FF" size="2"><b>YANG HARUS DIWASPADAI</b></font></p>
<ol>
	<li>
		<b>JAM TIDUR ANAK</b>
		
		Mengingat fungsi psikobiologis anak berbeda dengan dewasa, maka harus dicermati pengaruh puasa terhadap anak. Pengaruh negatif yang harus diwaspadai adalah berkurangnya jam tidur anak.
		
		Saat bulan ramadhan jadwal aktifitas anak berbeda dengan sebelumnya. Dalam bulan tersebut aktifitas anak bertambah dengan kegiatan sholat tarawih, makan sahur atau kegiatan pesantren kilat. Bila jam tidur ini berkurang atau berbeda dengan sebelumnya akan mempengaruhi keseimbangan fisiologis tubuh yang sebelumnya sudah terbentuk.
		
		Gangguan keseimbangan fisiologis tubuh ini akan berakibat menurunkan fungsi kekebalan tubuh yang berakibat anak mudah sakit. Sebaiknya orang tua harus ikut merencanakan dan mamantau jadwal aktifitas anak termasuk jam tidur anak dengan cermat.
		
		Pada usia pra akil baliq kebutuhan tidur anak secara normal berkisar antara 10-12 jam per hari, dengan rincian malam hari 10 jam dan siang hari 1-2 jam. Pada bulan Ramadhan, orang tua hendaknya dapat memodifikasi jadwal tidur ini dengan baik.
		&amp;nbsp;</li>
	<li>
		<b>ASUPAN GIZI</b>
		
		Pengaruh lain yang harus diamati adalah pengaruh asupan gizi pada anak. Jumlah, jadwal dan jenis gizi yang diterima akan berbeda dengan saat sebelum puasa. Dalam hal jumlah mungkin terjadi kekurangan asupan kalori, vitamin dan mineral yang diterima anak.
		
		Aktifitas yang bertambah ini juga akan meningkatkan kebutuhan kalori, vitamin dan mineral lainnya. Padahal saat puasa relatif pemenuhan kebutuhan kalori lebih rendah. Bila keseimbangan asupan gizi terganggu dapat menurunkan fungsi kekebalan tubuh sehingga anak mudah terserang penyakit. Dalam keadaan seperti ini tampaknya pemberian suplemen vitamin cukup membantu.
		
		Parameter yang paling mudah untuk melihat asupan kalori cukup adalah dengan memantau berat badan anak. Bila berat badan anak tetap atau meningkat mungkin puasa dapat dilanjutkan. Tetapi bila berat badan menurun drastis dalam jangka pendek sebaiknya puasa harus dihentikan.
		
		Demikian pula dengan jenis asupan gizi yang diterima. Variasi dan jumlah makanan yang didapatkan saat bulan puasa akan berbeda dengan sebelumnya. Saat bulan puasa variasi makanan yang tersedia biasanya lebih banyak. Pada penderita alergi pada jenis makanan tertentu harus diwaspadai karena dapat berpengaruh terhadap gangguan kesehatan. Menurut pengalaman praktek sehari-hari, kasus alergi makanan pada anak cenderung meningkat saat bulan puasa.
		&amp;nbsp;</li>
	<li>
		<b>KESTABILAN EMOSI</b>
		
		<img src="http://www.medicastore.com/images/girl_moslem.jpg" alt="image" style="float: right; margin-left: 5px; margin-right: 5px; margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" />Kegiatan puasa berpengaruh terhadap perkembangan emosi, perkembangan moral dan perkembangan psikologis anak. Tidak dapat disangkal lagi bahwa ibadah puasa mempunyai pengaruh positif terhadap pendidikan perkembangan anak.
		
		Tetapi harus diwaspadai bahwa aktifitas puasa juga dapat berpengaruh negatif bila tidak mempertimbangkan kondisi taraf perkembangan anak. Hal ini terjadi bila ibadah ini dilakukan dengan paksaan dan ancaman. Dalam keadaan normal emosi dan perilaku anak sangat tidak stabil. Saat puasa yang dalam kondisi lapar dan haus akan sangat mempengaruhi kestabilan emosi dan perilaku anak.
		&amp;nbsp;</li>
	<li>
		<b>HINDARI PUASA</b>
		
		Kondisi umum yang harus diwaspadai dalam melakukan puasa pada anak adalah anak yang mudah sakit (mengalami infeksi berulang), gangguan pertumbuhan, penyakit alergi atau asma serta gangguan perilaku (Autis, Attention Deficit Hiperactivity Disorder-ADHD, dll).
		
		Keadaan yang harus dihindari berpuasa pada anak pra akil baliq adalah penyakit infeksi akut (batuk, pilek, panas), infeksi kronis (tuberkulosis dll), penyakit bawaan gangguan metabolisme, jantung, ginjal, kelainan darah dan keganasan. Meskipun infeksi akut virus seperti batuk, pilek atau panas yang dialami ringan, bila kondisi tubuh turun seperti berpuasa akan menimbulkan resiko komplikasi yang berat.</li>
</ol>
<p>
	
	Puasa pada anak mungkin dapat dilakukan tetapi harus cermat memperhatikan kondisi normal psikobiologisnya. Bila kondisi itu tidak diperhatikan maka puasa merupakan beban bagi mental dan kesehatan anak. Selanjutnya akan berakibat mengganggu tumbuh kembang anak.
	
	Tetapi bila puasa dilakukan dengan mempertimbangkan dengan cermat kondisi anak maka dapat merupakan pendidikan perkembangan moral dan emosi anak.
	<font color="#3399FF">Selamat berpuasa, anakku....</font>
	
	
	Dr Widodo Judarwanto SpA
	RUMAH SAKIT BUNDA JAKARTA &amp;amp;
	PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN ANAK)
	Jl Rawasari selatan 50 Cempaka Putih Jakarta Pusat
	Telepon : (021) 4264126 - (021) 70081995 &amp;ndash; (021) 31922005</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 30 Jul 2011 23:54:18 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/healthzone/aspek-medis-puasa-pada-anak/</guid>
</item>
</channel>
</rss>