<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in down syndrome</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 11:55:28 +0700</pubDate>
<item>
<title>Mitos dan Fakta mengenai Down Syndrom</title>
<link>http://bundazone.com/down-syndrome/mitos-dan-fakta-mengenai-down-syndrom/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Masyarakat masih banyak yang tidak mengetahui mengenai down syndrome, berikut adalah mitos yang beredar di masyarakat &amp;amp; fakta yang sebenarnya mengenai hal tersebut, yang diambil dari www.ndss.org :</p>
<ol>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Down syndrome merupakan kelainan genetik yang jarang terjadi.
		<strong>Fakta :</strong> Down syndrome merupakan suatu kelainan genetik yang paling sering terjadi. Sekitar 1 dari 691 bayi yang dilahirkan memiliki down syndrome. Di Amerika serikat sendiri saat ini terdapat &amp;gt; 400.000 orang dengan down syndrome.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Orang dengan down syndrome memiliki angka harapan hidup yang rendah.
		<strong>Fakta :</strong> Angka harapan hidup pada orang dengan down syndrome telah meningkat pesat kahir-akhir ini, dengan angka harapan hidup yang hampir menyamai orang yang tidak memiliki down syndrome.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Kebanyakan anak yang memiliki down syndrome lahir dari ibu yang berusia lebih tua.
		<strong>Fakta :</strong> Sebagian besar anak dengan down syndrome terlahir dari ibu yang berusia &amp;lt; 35 tahun karena wanita yang lebih muda biasanya mempunyai lebih banyak anak. Akan tetapi angka kejadian anak yang lahir dengan down syndrome akan meningkat seiring dengan meningkatnya usia ibu saat hamil.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Orang dengan down syndrome mempunyai keterbelakangan mental yang berat.
		<strong>Fakta :</strong> Sebagian besar orang dengan down syndrome memiliki IQ antara tingkat rendah sampai sedang pada IDDS. Akan tetapi anak dengan down syndrome dapat berpartisipasi secara penuh pada kegiatan di sekolah mereka.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Kebanyakan orang dengan down syndrome memerlukan perawatan di tempat khusus.
		<strong>Fakta :</strong> Saat ini, banyak orang dengan down syndrome yang hidup dengan keluarga mereka di rumah &amp;amp; berpartisipasi secara aktif pada kegiatan belajar, sosial &amp;amp; rekreasi di lingkungannya.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Orang tua akan sulit menemukan komunitas yang dapat mendukung anak dengan down syndrome.
		<strong>Fakta :</strong> Saat ini sudah ada komunitas-komunitas yang dapat sebagai tempat untuk berbagi cerita atau saling mendukung kepada orang tua yang memiliki anak dengan down syndrome, seperti misalnya bisa dilihat disini : <a href="http://www.isdijakarta.org/">www.isdijakarta.org</a> atau disini : <a href="http://www.potads.com/">www.potads.com</a></li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Anak dengan down syndrome harus ditempatkan di sekolah khusus.
		<strong>Fakta :</strong> Anak dengan down syndrome dapat di tempatkan di sekolah umum, ada yang diikutkan dalam kelas khusus atau bergabung dengan murid lainnya dalam kelas umum. Trend terbaru untuk pengajarannya adalah penggabungan dalam kehidupan sosial &amp;amp; edukasi.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Anak dengan down syndrome selalu merasa bahagia.
		<strong>Fakta :</strong> Orang dengan down syndrome memiliki perasaan sama seperti orang lainnya. Mereka dapat merasakan berbagai macam emosi. Mereka akan merespon ekspresi positif seperti pertemanan ataupun merasa sedih bila diganggu.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Orang dewasa dengan down syndrome tidak dapat membentuk hubungan personal dengan orang lain yang menuju pernikahan.
		<strong>Fakta :</strong> Orang dengan down syndrome juga dapat berhubungan dekat, bersosialisasi ataupun menjalin hubungan hingga pernikahan.</li>
	<li>
		<strong>Mitos :</strong> Down syndrome tidak akan dpaat disembuhkan.
		<strong>Fakta :</strong> Penelitian mengenai down syndrome telah berkembang pesat, dengan keberhasilan mengidentifikasi gen pada kromosom 21 yang menyebabkan terjadinya karakteristik down syndrome. Para ilmuwan merasa yakin akan dapat meningkatkan, memperbaiki ataupun mencegah masalah-masalah yang berhubungan dengan down syndrome dimasa yang akan datang.</li>
</ol>
<p>
	Artikel diambil dari: zahrakamilah.wordpress.com</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 14:05:08 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/down-syndrome/mitos-dan-fakta-mengenai-down-syndrom/</guid>
</item>
<item>
<title>Tanda-tanda Anak Autis</title>
<link>http://bundazone.com/down-syndrome/tanda-tanda-anak-autis/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	waspada akan tanda tanda aitus yang di alami anak anda.
	Adapun tanda tanda Anak autis menunjukkan gangguan&amp;ndash;gangguan dalam aspek-aspek berikut ini:
	<span class="IL_AD" id="IL_AD6">Cara</span> Anak Austistik Berkomunikasi :</p>
<ul style="text-align: justify;">
	<li>
		Sebagian tidak berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.</li>
	<li>
		Tidak mampu mengekpresikan perasaan maupun keinginan</li>
	<li>
		Sukar memahami kata-kata bahasa orang lain dan sebaliknya kata-kata/bahasa mereka sukar dipahami maknanya..</li>
	<li>
		Berbicara sangat lambat, monoton, atau tidak berbicara sama sekali.</li>
	<li>
		Kadang-kadang mengeluarkan suara-suara aneh.</li>
	<li>
		Berbicara tetapi bukan untuk berkomunikasi.</li>
	<li>
		Suka bergumam.</li>
	<li>
		Dapat menghafal kata-kata atau nyanyian tanpa memahami arti dan konteksnya.</li>
	<li>
		Perkembangan bahasa sangat lambat bahkan sering tidak tampak.</li>
	<li>
		Komunikasi terkadang dilakukan dengan cara menarik-narik tangan orang lain untuk menyampaikan keinginannya</li>
</ul>

	Cara Anak Austistik Bergaul :
<ul style="text-align: justify;">
	<li>
		Tidak ada kontak mata</li>
	<li>
		Menyembunyikan wajah</li>
	<li>
		Menghindar bertemu dengan orang lain</li>
	<li>
		Menundukkan kepala</li>
	<li>
		Membuang muka</li>
	<li>
		Hanya mau bersama dengan ibu/keluarganya</li>
	<li>
		Acuh tak acuh, interaksi satu arah.</li>
	<li>
		Kurang tanggap isyarat sosial.</li>
	<li>
		Lebih suka menyendiri.</li>
	<li>
		Tidak tertarik untuk bersama teman.</li>
	<li>
		Tidak tanggap / empati terhadap reaksi orang lain atas perbuatan sendiri.</li>
	<li>
		Cara Anak Autistik Membawakan Diri :</li>
	<li>
		Menarik diri</li>
	<li>
		Seolah-olah tidak mendengar (acuk tak acuh/tambeng)</li>
	<li>
		Dapat melakukan perintah tanpa respon bicara</li>
	<li>
		Asik berbaring atau bermain sendiri selama berjam-jam.</li>
	<li>
		Lebih senang menyendiri. .</li>
	<li>
		Hidup dalam alam khayal (bengong)</li>
	<li>
		Konsentrasi kosong</li>
	<li>
		Menggigit-gigit benda</li>
	<li>
		Menyakiti diri sendiri</li>
	<li>
		Sering tidak diduga-duga memukul teman.</li>
	<li>
		Menyenangi hanya satu/terbatas jenis benda mainan</li>
	<li>
		Sering menangis/tertawa tanpa alasan</li>
	<li>
		Bermasalah tidur/tertawa di malam hari</li>
	<li>
		Memukul-mukul benda (meja, kursi)</li>
	<li>
		Melakukan sesuatu berulang-ulang (menggerak-gerakkan tangan, mengangguk-angguk dsb).</li>
	<li>
		Kurang tertarik pada perubahan dari rutinitas</li>
</ul>

	Kepekaan Sensori Integratifnya Anak Autistik :
<ul style="text-align: justify;">
	<li>
		Sangat sensitif terhadap sentuhan ,seperti tidak suka dipeluk.</li>
	<li>
		Sensitif terhadap suara-suara tertentu</li>
	<li>
		Senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda.</li>
	<li>
		Sangat sensitif atau sebaliknya, tidak sensitif terhadap rasa sakit.</li>
</ul>

	Cara Pola Bermain anak autistik :
<ul style="text-align: justify;">
	<li>
		Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya.</li>
	<li>
		Kurang/tidak kreatif dan imajinatif</li>
	<li>
		Tidak bermain sesuai fungsi mainan</li>
	<li>
		Menyenangi benda-benda berputar, sperti kipas angin roda sepeda, dan lain-lain.</li>
	<li>
		Sering terpaku pada benda-benda tertentu</li>
</ul>

	Keadaan Emosi Anak autistik :
<ul style="text-align: justify;">
	<li>
		Sering marah tanpa alasan.</li>
	<li>
		Sering mengamuk tak terkendali (temper <span class="IL_AD" id="IL_AD1">tantrum</span> )bila keinginan tidak dipenuhi.</li>
	<li>
		Tiba-tiba tertawa terbahak-bahak atau menangis tanpa alasan</li>
	<li>
		Kadang-kadang menyerang orang lain tanpa diduga-duga.</li>
</ul>

	Kondisi Kognitif Anak Autis :
	Menurut <span class="IL_AD" id="IL_AD7">Penelitian</span> di <span class="IL_AD" id="IL_AD9">Virginia University</span> di Amerika Serikat diperkirakan 75 &amp;ndash; 80 % penyandang autis mempunyai kemampuan berpikir di bawah rata-rata/retardasi mental, sedangkan 20 % sisanya mempunyai tingkat kecerdasan normal ataupun di atas normal untuk bidang-bidang tertentu.
<ul style="text-align: justify;">
	<li>
		Sebagian kecil mempunyai daya ingat yang sangat kuat terutama yang berkaitan denga obyek visual (gambar)</li>
	<li>
		Sebagian kecil memiliki kemampuan lebih pada bidang yang berkaitan dengan angka.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	Sedikit ulasan tanda tanda anak autis diatas semoga mambantu anda untuk lebih faham dan lebih mengerti sehingga orangtua lebih waspada dan mengetahui kondisi anak anak anda.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 08:21:36 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/down-syndrome/tanda-tanda-anak-autis/</guid>
</item>
<item>
<title>Jangan Sisihkan Anak-anak "Down Syndrome" Ituâ€¦</title>
<link>http://bundazone.com/down-syndrome/jangan-sisihkan-anak-anak-ldquodown-syndromerdquo-ituhellip/</link>
<description><![CDATA[ Meski anak-anak down syndrome memiliki keterbatasan, mereka tetap mampu berprestasi. Karena itu, anak-anak down syndrome perlu perhatian, didampingi, dan jangan disisihkan. ]]></description>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 02:23:43 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/down-syndrome/jangan-sisihkan-anak-anak-ldquodown-syndromerdquo-ituhellip/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
