<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in kelahiran</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:05:52 +0700</pubDate>
<item>
<title>hotels in Bhubaneswar</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/hotels-in-bhubaneswar/</link>
<description><![CDATA[ The Leading Hotel of the Odisha understands the finer points of best star hotel and luxury hotel having two places Bhubaneswar and a finest hotel in Gopalopur. ]]></description>
<pubDate>Fri, 30 Mar 2012 18:27:58 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/hotels-in-bhubaneswar/</guid>
</item>
<item>
<title>WATER BIRTH :MENGHAPUS TRAUMA DAN STRES PERSALINAN</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/water-birth-menghapus-trauma-dan-stres-persalinan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Melahirkan seorang anak tentu merupakan suatu peristiwa yang menakjubkan, mendebarkan, mengharukan, sekaligus sangat membahagiakan bagi orang tua, terutama seorang ibu. Melahirkan seorang anak ke dunia merupakan sebuah tugas mulia yang hanya dapat dilakukan oleh kaum perempuan di seluruh dunia. Bahkan, bagi beberapa perempuan, proses persalinan seakan menjadi suatu hal yang menyempurnakan kodrat mereka sebagai istri dan seorang perempuan.</p>
<p>
	Namun, seiiring dengan berkembangnya dunia riset dan ilmu pengetahuan, tersibaklah sebuah rahasia yang mengagetkan bagi kaum perempuan. Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa selama ini, proses persalinan dipandang seperti dua sisi keping mata uang. Di satu sisi ada perasaan-perasaan positif yang membuncah, sedangkan di sisi lain ada perasaan-perasaan negatif yang membayangi. Namun, hasil riset yang baru ditemukan belakangan ini semakin membuka mata kita, bahwa stres akibat proses persalinan tidak hanya dialami oleh para ibu yang melahirkan, tetapi juga bayi yang baru dilahirkan.</p>
<p>
	<strong>Stres Pada Ibu yang Melahirkan</strong></p>
<p>
	Seperti yang telah disebutkan di atas, proses persalinan dapat diibaratkan sebagai dua sisi keping mata uang. Di satu sisi, proses persalinan membuahkan sejuta perasaan positif seperti yang dikatakan di atas. Namun, di sisi lain, proses persalinan juga dipandang sebagai sesuatu yang menimbulkan stres berat, menakutkan, menyakitkan, meninggalkan trauma, bahkan dapat mengakibatkan kematian! Tak jarang sisi negatif ini membuat beberapa perempuan merasa jera atau kapok melahirkan. Bagi mereka, proses persalinan bukanlah sebuah <em>gift</em>, melainkan sebuah <em>nightmare</em>. Sayang sekali bukan, bila hal menakjubkan ini ternyata membuahkan stres atau bahkan trauma berkepanjangan?</p>
<p>
	Riset baru yang dikeluarkan oleh para ilmuwan belakangan ini semakin menambah kekhawatiran kaum perempuan atas proses melahirkan. Selama ini, stres atau bahkan trauma persalinan diketahui hanya berdampak pada sang ibu, baik sebelum, pada saat, atau setelah persalinan. Namun, riset baru ini menunjukkan hal lain yang berbeda. Ternyata, stres pasca persalinan juga dialami oleh para bayi yang baru saja tiba di dunia. Mengapa bisa demikian??</p>
<p>
	<strong>Bagaimana Mengatasi Stres Ini..??</strong>
	Setelah membaca hasil riset di atas, kita tentu memahami bagaimana stres tidak hanya membayangi ibu yang melahirkan, tetapi juga sang bayi. Stres memang sesuatu yang tidak dapat dihindari. Ia hadir secara alamiah dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita tidak dapat lari dari hal tersebut. Yang kita dapat kita lakukan hanyalah menghadapinya sambil berusaha mengatasi hal tersebut. Oleh karena itu, untunglah para ahli telah dapat menemukan salah satu solusi yang dapat digunakan untuk mengatasi stress ini. Salah satu solusi yang ditawarkan para ahli berupa sebuah alternatif proses persalinan yang dikenal dengan nama &amp;ldquo;<em>water birth</em>&amp;rdquo;. Water birth sebenarnya bukanlah &amp;ldquo;barang baru&amp;rdquo;. Akan tetapi, popularitasnya memang belum sebesar alternatif-alternatif cara persalinan lainnya, seperti proses persalinan secara normal, caesar, dll. Jika anda adalah orang yang gemar membaca atau menonton infotainment di TV, anda tentu pernah mendengar kabar mengenai artis Oppie Andaresta yang baru saja melahirkan bayinya dengan metode<em> water birth</em>. Berita ini pun semakin membuat orang bertanya-tanya, apakah <em>water birth</em> itu?</p>
<p>
	<strong>Sekilas Mengenai <em>Water Birth</em></strong>
	<em>Water birth</em> adalah sebuah cara persalinan di dalam air yang hangat. Ibu yang hendak melahirkan dimasukkan ke dalam sebuah kolam yang berisi air hangat, yang besarnya kira-kira cukup untuk dua orang masuk ke dalamnya. Di dalam kolam itulah terjadi proses persalinan yang dibantu oleh para medis yang berada di sekitar ibu tersebut. Para medis tersebut medampingi sang ibu selama proses melahirkan dari tepi kolam tersebut. Bahkan dalam beberapa peristiwa, sang suami ikut masuk ke kolam dan mendampingi sang istri ketika melahirkan.</p>
<p>
	<em>Water birth</em> pertama kali dimunculkan di USA oleh pasangan-pasangan yang melahirkan di rumah. Metode ini kemudian mereka bawa ke lingkungan medis, seperti rumah sakit dan beberapa institusi persalinan independen yang ditangani oleh para ahli kebidanan. Pada tahun 1991, Monadnock Community Hospital di Peterborough, New Hampshire menjadi rumah sakit pertama di USA yang membuat tata cara resmi untuk melakukan <em>water birth</em>. Pada akhir tahun 2005, lebih dari 300 rumah sakit di Amerika mengadopsi tata cara tersebut. Bahkan lebih dari &amp;frac34; dari institusi pelayanan kesehatan nasional di Inggris telah menyediakan alternatif persalinan ini bagi warganya.</p>
<p>
	<strong><em>Water Birth</em> Sebagai <em>Coping Stress</em></strong>
	Setelah membaca profil sekilas mengenai <em>water birth</em>, mungkin masih banyak orang yang bingung mengenai bagaimana cara kerja <em>water birth</em> sebagai <em>coping stress</em> bagi ibu dan bayi yang dilahirkannya. Sebenarnya, kunci <em>water birth</em> sebagai <em>coping stress</em> terletak pada air sebagai komponen untuk melawan stressor, sehingga menciptakan perasaan rileks dan tenang yang berfek positif secara fisik maupun psikologis.
	Seperti yang kita ketahui, air adalah suatu benda yang menyimpan banyak manfaat dan ditemukannya <em>water birth</em> sekaligus menunjukkan satu lagi fungsi ajaib dari air. <em>Water birth</em> dapat menjadi <em>coping stress</em> baik bagi ibu maupun bayinya, tetapi dengan cara yang berbeda.</p>
<p>
	Untuk sang ibu, <em>water birth</em> dapat membantu menimbulkan perasaan rileks dan tenang saat menjalani proses persalinan. Air dapat membawa ibu yang akan melahirkan ke dalam tahap kesadaran tertentu, di mana perasaan takut dan khawatir dapat diminimalisir, atau bahkan dihilangkan sama sekali. Perasaan rileks dan tenang ini sangat penting untuk beberapa alasan:</p>
<ul>
	<li>
		Dari segi fisik, perasaan rileks dan tenang dapat membuat konsentrasi sang ibu meningkat. Meningkatnya konsentrasi ini dapat membuat proses melahirkan berjalan lebih cepat.</li>
	<li>
		Selain konsentrasi, perasaan rileks dan tenang juga berpengaruh secara fisik terhadap sekresi hormone dalam darah. Ketika melahirkan, ada sejumlah hormone yang mempengaruhi rasa sakit, seperti oxytocin dan vasopressin. Ketika hormon-hormon tersebut dapat ditekan jumlahnya, otomatis rasa sakit yang dialami juga berkurang.</li>
	<li>
		Ternyata, segi psikologis, perasaan rileks dan tenang juga membantu mengurangi rasa takut yang menghinggapi sang ibu ketika harus menghadapi stressornya (dalam kasus ini berarti proses persalinan). Secara psikologis, permainan persepsi akan suatu hal sangat mempengaruhi bagaimana penilaian kita akan hal tersebut. Ketika dari awal, kita telah mempersepsikan sesuatu sebagai hal yang sulit, maka hal itu akan menjadi sulit pada kenyataannya. Hal ini pulalah yang terjadi pada proses persalinan. Rasa takut, cemas, khawatir, nervous, dan panic yang dialami sang ibu membuat dirinya menjadi stress ketika harus menghadapi proses persalinan. Bahkan, apabila perasaan ini tidak dapat dihilangkan hingga akhir proses persalinan, perasaan ini dapat meninggalkan trauma akan proses persalinan bagi sang ibu. Secara fisik, perasaan-perasaan negatif tersebut juga membuat rasa sakit yang dialami terasa semakin berat dan menyiksa. Sebaliknya, ketika perasaan ini dapat dihilangkan, maka proses persalinan akan dirasakan sebagai proses yang indah, menakjubkan, menyenangkan, membahagaiakan, dan bahkan membanggakan. Secara fisik, hilangnya perasaan-perasaan negatif itu juga membuat rasa sakit yang dialami tidak begitu parah.</li>
</ul>
<p>
	Setelah menelaah cara <em>coping stress</em> dari <em>water birth</em> bagi sang ibu, sekarang kita akan menelaah cara <em>coping stress</em> dari <em>water birth</em> sang bayi. Sebenarnya, sumber stres utama bagi bayi yang baru lahir adalah perbedaan keadaan lingkungan, antara rahim ibunya yang lembab, hangat, lembut, dan ringan, dengan keadaan dunia luar yang cenderung panas, penuh polusi, bising, dan sejuta kondisi tidak nyaman lainnya. Satu-satunya cara untuk menyiasati stres ini adalah dengan membuat transisi yang dialami sang bayi tidak terlalu ekstrem. Perpindahan kondisi dari rahim sang ibu ke dunia luar harus dibuat senyaman mungkin agar proses adaptasi mudah dilakukan. Salah satu cara yang membuat perpindahan kondisi itu tidak terasa ekstrem adalah dengan menyediakan medium air sebagai sara transisi utama.</p>
<p>
	Ketika berada di dalam rahim sang ibu, komponen fisik utama yang memberikan rasa nyaman bagi bayi adalah air. Oleh karena itu, ketika medium yang dirasakan sang bayi ketika pertama kali tiba di dunia adalah air, maka stres yang ia rasakan dapat berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Sang bayi akan merasa bahwa lingkungan dunianya yang baru sama nyamannya dengan lingkungannya yang lama di perut sang ibu. Dengan berhasil dikurangi atau bahkan dihilangkannya stress pada bayi, kecil kemungkinan bayi akan mengalami trauma di kemudian hari.</p>
<p>
	<strong><em>Water Birth Not For Everyone</em></strong>
	Secara medis, <em>water birth</em> memang telah dinyatakan aman dengan adanya tata cara formal yang distandaridisasi dan dikeluarkan ke institusi-institusi yang bersangkutan. Namun demikian, ada beberapa kondisi tertentu yang melarang <em>water birth</em> dilakukan, yaitu :</p>
<ul>
	<li>
		Apabila sang ibu adalah seorang penderita penyakit Herpes, Toxemia atau Preeclampsia.</li>
	<li>
		Apabila sang ibu telah didiagnosis menderita penderitaan besar atau infeksi turunan (akibat factor genetis).</li>
	<li>
		<em>Water birth</em> memang telah berhasil diterapkan untuk melahirkan bayi-bayi kembar ke dunia. Namun demikian, tetap dibutuhkan konsultasi lebih lanjut kepada para medis apabila bayi yang ingin dilahirkan ternyata kembar.</li>
	<li>
		Apabila bayi yang lahir ternyata harus lahir sebelum 9 bulan dalam kandungan (prematur).</li>
</ul>
<p>
	Setelah melihat uraian di atas, bagaimanakah kesan anda mengenai proses persalinan? Adakah perubahan positif atas ketakutan atau kekhawatiran yang sempat muncul dalam diri anda? Bila anda masih merasa ragu untuk melahirkan secara normal ataupun Caesar di rumah sakit, mungkin anda memang perlu mencobanya. Banyak selebriti, seperti Gwyneth Paltrow dan Oppie Andaresta, sudah mencobanya. Mungkin sekarang giliran anda juga untuk mencobanya&amp;hellip; Selamat mencoba <em>water birth</em>..!!</p>
<p>
	<em>By Purika Desinta</em></p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 18:56:20 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/water-birth-menghapus-trauma-dan-stres-persalinan/</guid>
</item>
<item>
<title>Menghindari Robekan Jalan Lahir</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/menghindari-robekan-jalan-lahir/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Selama ini untuk menghindari robekan jalan lahir spontan yang dilakukan adalah melakukan episiotomi. padahal Manfaat dan risiko episiotomi sangat tidak proporsional. Bila dibandingkan bersama, penelitian ini mendukung bahwa episiotomi rutin harus dibuang. Dan dijadikan sebagai praktek dari masa lalu yang tidak perlu dilakukan lagi dimasa sekarang. Dan banyak penelitian yang sudah tidak mendukung adanya praktek ini.</p>
<p>
	DASAR PEMIKIRAN Tindakan Episiotomi:</p>
<p>
	Untuk memperluas pembukaan perineal untuk kepala bayi dan mencegah robek.</p>
<p>
	KENYATAAN:</p>
<p>
	Episiotomi memotong jaringan otot serta kulit yang terletak di Antara vagina dan Anus, yang sering menyebabkan inkontinensia urin. Hal ini juga terkait dengan menciptakan trauma lebih pada perineum dan sebenarnya ini merupakan penyebab perineum semakin robek. Anestesi lokal diberikan pada tindakan episiotomy justru akan menyebabkan jaringan perineum membengkak, penurunan fleksibilitas dan meningkatkan kesempatan untuk robek/terkoyak. Robekan yang terjadi secara alami sebenarnya lebih baik dan lebih cepat penyembuhannya dibandingkan dengan robek akibat tindakan episiotomi. Dengan dukungan perineal yang tepat, baik robek spontan maupun tindakan episiotomi dapat dihindari.</p>
<p>
	MANFAAT =Dapat memungkinkan bayi yang akan lahir lebih cepat ketika berada dalam kesulitab</p>
<p>
	RISIKO:</p>
<p>
	a. Kerusakan jaringan otot</p>
<p>
	b. Dapat menyebabkan robek di samping episiotomi yang dapat menyebabkan inkontinensia</p>
<p>
	d. Anestesi lokal dapat menyebabkan lebih merobek dengan pembengkakan jaringan</p>
<p>
	e. Biasanya dilakukan untuk kenyamanan</p>
<p>
	f. Biasanya sama sekali tidak perlu</p>
<p>
	g. Membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan</p>
<p>
	h. Memerlukan jahitan</p>
<p>
	i. Meningkatkan waktu penyembuhan</p>
<p>
	j. Sangat tidak nyaman</p>
<p>
	k. Jaringan parut Episiotomi dapat fleksibel dan mempengaruhi persalinan yang akan datang</p>
<p>
	Meskipun bukti bahwa manfaat dan risiko episiotomi tidak dibenarkan, beberapa dokter kandungan bertahan dalam menggunakannya secara rutin untuk kenyamanan mereka, sehingga merugikan pasien mereka.</p>
<p>
	<strong>Menghindari Episiotomi</strong></p>
<p>
	Ada solusi sederhana untuk menghindari episiotomi.Ini harus menjadi salah satu prioritas utama Anda jika Anda ingin perineum tetap utuh saat bersalin.</p>
<p>
	<a href="http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=195:menghindari-robekan-jalan-lahir&amp;amp;catid=44:natural-childbirth&amp;amp;Itemid=56">Baca kelanjutannya...</a></p> ]]></description>
<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 01:14:04 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/menghindari-robekan-jalan-lahir/</guid>
</item>
<item>
<title>Melahirkan dengan Induksi</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/melahirkan-dengan-induksi/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Apakah Induksi? Induksi merupakan upaya untuk menimbulkan kontraksi di dalam rahim Mommy. Kenapa harus dilakukan induksi? Jika Mommy tetap ingin melahirkan secara normal, tetapi saat tiba waktunya untuk melahirkan justru tidak ada tanda-tanda sedikitpun Mommy akan segera melahirkan. Usia kehamilan yang sudah lewat waktu, lebih dari 2 minggu atau alasan kesehatan tertentu dapat menjadi dasar dilakukannya induksi supaya janin cepat keluar.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Keputusan melakukan induksi atau tidak juga dilihat dari ukuran janin di dalam kandungan, jika dalam kondisi normal memungkinkan untuk induksi. Tapi, jika terlihat janin terlalu besar, operasi caesar adalah hal yang disarankan. Posisi janin juga dipastikan bagus, tidak ada masalah plasenta pravia dan letaknya bagus untuk melahirkan normal. Namun, jika terlihat memang posisi tidak bagus dan permasalahan lainnya yang tidak memungkinkan lahir normal, tentunya keputusan operasi caesar adalah hal terbaik yang bisa diambil.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Jika setelah mencapai usia kandungan 36 minggu dan belum ada tanda ingin melahirkan, biasanya Mommy akan disarankan untuk melakukan hubungan suami istri. Karena air mani mengandung zat prostaglande yang menjadi alat induksi secara alami. Namun, tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan tentunya dengan konsultasi dari dokter kandungan Mommy.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Induksi oleh dokter dapat dilakukan dengan cara kimia atau mekanik. Kimia dengan menggunakan obat-obatan khusus yang dapat disalurkan melalui infus, vagina, atau disemprotkan pada hidung. Sedangkan mekanik bisa menggunakan metode stripping, vibrator, kateter, dan memecahkan cairan ketuban. Semua metode tersebut memiliki satu tujuan, yaitu untuk menghasilkan hormon prostaglande yang berfungsi mendorong otot-otot rahim berkontraksi.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Induksi bukannya tanpa resiko, oleh sebab itu diperlukan pengawasan yang akurat dari dokter. Proses induksi yang berlebihan bisa menyebabkan Mommy tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkannya. Jika tidak tahan, induksi akan dihentikan dan dipilih operasi caesar. Induksi juga bisa menyebabkan janin tidak nyaman dan stres pada bayi, bisa berdampak pada denyut jantung bayi yang melemah. Jika ini terjadi, induksi akan dihentikan dan terpaksa melakukan operasi caesar. Untuk Mommy yang pernah mengalami operasi caesar, induksi bisa beresiko merobek kembali bekas jahitan caesar. Tapi, tidak perlu kuatir berlebihan jika Mommy memang berada di tangan ahlinya. Pastikan dokter tahu riwayat kesehatan Mommy dan kondisi kehamilan Mommy selama ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">sumber: bettermomtoday.com</span></p> ]]></description>
<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 15:30:53 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/melahirkan-dengan-induksi/</guid>
</item>
<item>
<title>15 Cara Mengurangi Rasa Sakit Saat Persalinan</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/15-cara-mengurangi-rasa-sakit-saat-persalinan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Lagi-lagi saya menulis tentang bagaimana cara Anda mengurangi rasa sakit saat persalinan.</p>
<p>
	Mengapa?</p>
<p>
	Ya karena rasa sakit saat melahirkan adalah hal yang paling ditakuti oleh ibu hamil. Wajar memang&amp;hellip;apalagi hamil pertama kalinya. Tapi dari awal saya katakan bahwa bersalin itu nyaman karena saya pun merasakan demikian saat melahirkan anak saya. Memang tidak semua ibu akan seberuntung saya, namun saya katakana sekali lagi bahwa sakit adalah persepsi. Dan Dick Read dan Velvoski menyatakan bahwa rasa nyeri dan sakit bukan merupakan bagian dari proses persalinan sendiri, tetapi merupakan hasil pengaruh sosial, budaya, dan faktor emosi ibu.</p>
<p>
	Nah berikut ini 15 cara mengurangi rasa sakit saat persalinan yang mungkin bisa menginspirasi Anda semua:</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	1.<strong>Lupakan ketakutan Anda</strong>.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Pada dasarnya, ada koneksi antara rasa takut dengan rasa sakit. Efisiensi otot rahim tergantung pada hormon sirkulasi hormone oksitosin pada tubuh ibu, dan sistem saraf. semua bekerja sama dan bersinergi.&amp;nbsp;Rasa takut akan mengganggu keseimbangan system tadi.&amp;nbsp;Ketakutan dan kecemasan menyebabkan tubuh Anda memproduksi hormon stres yang berlebih sehingga justru menyebabkan peningkatan rasa sakit.&amp;nbsp;karena ketika Anda takut produksi hormone stress yaitu adrenalin meningkat sehingga ini akan mengurangi produksi hormone oksitosin dan endorphin sehingga selain meningkatkan rasa sakit justru membuat proses persalinan semakin lama dan semakin menyakitkan, bahkan kadang-kadang bisa berhenti. Ketakutan juga menyebabkan reaksi fisiologis yang mengurangi aliran darah dan dengan demikian suplai oksigen ke rahim juga berkurang.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>2.</strong><strong>Diskripsikan Apa ketakutan Anda. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Secara spesifik apa yang Anda takutkan tentang proses persalinan dan melahirkan?&amp;nbsp;Apakah Anda takut sakit, misalnya, telah memiliki pengalaman negatif dengan rasa sakit di masa lalu?&amp;nbsp;Apakah Anda takut sesar atau takut dilakukan episiotomy lalu di jahit?&amp;nbsp;Apakah Anda takut bahwa Anda akan kehilangan kontrol ketika bersalin?&amp;nbsp;Apakah Anda memiliki ketakutan tentang masalah dengan bayi?&amp;nbsp;Cobalah mendaftar dan menulis semua ketakutan Anda dan dan tulislah apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari rasa takut agar tidak menjadi kenyataan.&amp;nbsp;Lalu lakukan relaksasi hypnobirthing untuk mengeliminasi ketakutan dan mengubah rekaman negative di dalam pikiran bawah sadar Anda.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>3.</strong><strong>Buka Wawasan. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	INGAT!!!! Pengetahuan adalah KUNCI!!! Semakin banyak Anda tahu, akan semakin sedikit rasa takut Anda. Sadari bahwa proses persalinan itu unik dan tidak akan sama antara ibu yang satu dengan ibu yang lainnya. masing-masing pengalaman persalinan ibu selalu berbeda.&amp;nbsp;Ada sensasi (alias &amp;quot;rasa kurang nyaman&amp;quot;) yang akan selalu terjadi antara kontraksi pertama dan saat melahirkan bayi.&amp;nbsp;Jika Anda memahami apa yang terjadi dan mengapa, dan apa yang mungkin akan anda rasakan, Anda tidak akan terkejut.&amp;nbsp;Ini akan sangat membantu sehingga kebanyakan ibu merasa yakin bahwa mereka dapat menangani &amp;ldquo;rasa&amp;rdquo; dip roses persalinan.&amp;nbsp;Mengikuti kelas prenatal seperti kelas persaiapan persalinan, satau kelas relaksasi hypnobirthing akan sangat membantu Anda memahami apa yang terjadi dan mengapa.&amp;nbsp;Seperti di kelas hypnobirthing prenatal class di BIDAN KITA, Anda akan diajari banyak hal dari A sampai Z tentang persalinan. Inilah yang membantu Anda menjadi lebih siap menghadapi &amp;ldquo;hari Besar&amp;rdquo; nanti, selain itu di kelas ini akan di bahas tentang rasa khusus yang mungkin akan anda rasakan, karena ini akan tergantung pada situasi tertentu setiap wanita dan kemampuannya untuk bekerja sama dengan kekuatan tubuhnya dalam persalinan.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>4.</strong><strong>Mempekerjakan tenaga professional untuk support</strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Seorang wanita yang berpengalaman, ini bisa bidan atau orang yang dididik khusus untuk pendampingan persalinan akan membantu Anda menginterpretasikan sensasi Anda selama persalinan, menawarkan saran untuk mengelola rasa sakit Anda, dan membantu Anda memahami dan berpartisipasi dalam mengambil keputusan medis. Memang akan membutuhkan cost khusus, namun jika ini adalah salah satu cara yang ampuh..dan memang ampuh, mengapa tidak?</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>5.</strong><strong>Kelilingi diri Anda dengan bidan, dokter, suami, keluarga yang tak kenal takut. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Ini agak sulit memang namun bisa diupayakan. Makanya akan lebih baik Anda mengenal dahulu siapa bidan yang akan mendampingi atau membantu proses persalinan Anda. Ketakutan itu menular.&amp;nbsp;Pastikan Anda tidak membiarkan rasa takut ada dan semakin menjadi di ruang bersalin.&amp;nbsp;Dan bukan hanya bidan sebenarnya. Tapi suami, ibu atau pendamping persalinan Anda nanti jangan biarkan mereka merasa takut dan cemas. Karena ini akan &amp;ldquo;menginfeksi&amp;rdquo; Anda. Nah untuk menghindari hal ini terjadi cobalah ajak mereka untuk melihat atau menonton video tentang persalinan agar mereka lebih &amp;ldquo;familiar&amp;rdquo; dengan proses tersebut.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Karena ketika mereka tidak memahami proses persalinan, ketika Anda merasa kesakitan, meraka akan cemas dan mereka merasa sangat kesal karena mereka tidak dapat &amp;quot;memperbaiki&amp;quot; itu. Maka, Siapkan pasangan Anda untuk persalinan normal. Katakan padanya apa yang mungkin terjadi jika peristiwa tidak berjalan seperti yang direncanakan.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>6.</strong><strong>Hindari pengulangi atau mengingat rasa takut. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Jangan membawa beban yang menakutkan dari masa lalu Anda ke ruang bersalin.&amp;nbsp;Artinya adalah, jika Anda mengalami trauma akan persalinan yang sebelumnya, usahakan hilangkan trauma tersebut dan jangan mengingat-ingat lagi proses yang lalu. Untuk itulah relaksasi hypnobirthing sangat di perlukan untuk &amp;ldquo;reprogramming&amp;rdquo;.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>7.</strong><strong>Ambil tanggung jawab untuk keputusan dalam persalinan Anda. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Yang perlu diingat adalah mulailah menyadari bahwa semua intervensi terhadap alam pasti ada konsekuensinya. Jadi jika Anda takut merasakan rasa sakit lalu Anda memutuskan untuk melakukan epidural atau SC saat melahirkan tentunya Andalah yang bertanggung jawab terhadap semua resiko dan konsekuensinya.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>8.</strong><strong>Pilih dokter atau bidan dengan bijaksana. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Apakah dokter atau bidan mengambil peran aktif dalam mengajarkan Anda tentang proses persalinan normal dan membantu Anda untuk mempercayai tubuh Anda untuk melahirkan?&amp;nbsp; Atau apakah orang ini membuat pola pikir yang menakutkan tentang kelahiran, mengisi pikiran Anda dengan segala kemungkinan apa yang bisa saja salah? Hati-hati saat memilih &amp;ldquo;provider&amp;rdquo; bunda, lihatlah dan selidiki apakan dokter atau bidan ini mendukung persalinan normal atau justru sebaliknya yaitu menganggap proses persalinan adalah peristiwa medis yang kerapkali berakhir di intervensi termasuk SC? Dan tolong jangan abaikan rasa &amp;ldquo;kurang sreg&amp;rdquo; ketika bertemu dengan bidan atau dokter Anda tiap kunjungan kehamilan. Dokter dan bidan yang baik biasanya akan memancarkan rasa nyaman dan energy itu akan Anda rasakan. Jadi pertajam &amp;ldquo;sense&amp;rdquo; Anda.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>9.</strong><strong>Memahami proses persalinan dan kelahiran. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Apakah Anda tahu apa yang terjadi selama kontraksi? Apakah Anda memahami bahwa mengubah posisi Anda untuk tegak dan mengubah posisi selama persalinan dapat mempengaruhi bagaimana proses persalinan Anda nanti?</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>10.</strong><strong>Memahami alat-alat teknologi&amp;nbsp;(seperti pemantauan janin elektronik) yang mungkin untuk digunakan selama persalinan Anda. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Apakah Anda yakin bahwa Anda memiliki pengetahuan cukup untuk berpartisipasi dalam keputusan tentang penggunaan teknologi dalam kerja Anda?</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>11.</strong><strong>Sadar akan pilihan yang tersedia untuk menghilangkan rasa sakit secara medis&amp;nbsp;, seperti obat dan anestesi epidural.</strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Jadi ketika anda memutuskan untuk mengambil &amp;ldquo;menu&amp;rdquo; yang tersedia di RS tersebut tentang penghilang rasa sakit, sadari dan gunakan BRAIN Anda. Ketahui keuntungan, resiko, alternative lain yang akan anda terima. Jadi jangan karena di RS tersebut tersedia layanan itu dan Anda di bujuk provider anda langsung mengiyakan tanpa mengetahui resikonya.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>12.</strong><strong>Memahami pentingnya melepaskan dan menyerah pada tubuh Anda selama persalinan. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Mempercayai tubuh Anda itu penting sekali. Karena sebenarnya tubuh seorang wanita diciptakan untuk melahirkan secara normal.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>13.</strong><strong>Belajarlah untuk rileks </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Tenang itu penting!&amp;nbsp;Tapi santai akan membantu memperlancar kemajuan persalinan Anda.&amp;nbsp;Ketika semua otot- otot Anda Santai sementara hanya rahim saja yang berkontraksi, maka ini akan mengurangi ketidaknyamanan dan mempercepat kemajuan persalinan.&amp;nbsp;Jika ada ketegangan di mana saja di tubuh Anda, terutama di wajah dan leher, ketegangan ini akan menyebar ke otot-otot panggul yang justru akan membuat menjadi semakin sakit. karena sebenarnya ketika kontraksi ada, otot panggul justru harus longgar dan santai. ketika&amp;nbsp;Otot tegang maka rasanya akan lebih menyakitkan.&amp;nbsp;Ketika otot-otot tegang ini akan melawan tubuh, kontraksi akan terjadi tanpa henti, dan hasilnya adalah rasa sakit.&amp;nbsp;Kelelahan otot akan segera mengarahkan pada pikiran yang kelelahan, meningkatkan kesadaran Anda akan rasa sakit dan mengurangi kemampuan Anda untuk mengatasinya.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>14.</strong><strong>Belajarlah untuk santai untuk menyeimbangkan hormon untuk proses persalinan </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Dua hormon membantu Anda membuat persalinan lebih efisien.</p>
<p style="margin-left:39.3pt;">
	a.Hormon adrenal (juga disebut hormon stres) memberikan tubuh Anda kekuatan ekstra yang dibutuhkan dalam persalinan.&amp;nbsp; Selama persalinan tubuh Anda membutuhkan sedikit hormon stres untuk membantu Anda bekerja keras, tetapi ketika hormone ini berlebihan, tubuh Anda menjadi cemas dan tertekan, menyebabkan pikiran dan otot bekerja tidak efisien. Hormon stres bahkan dapat mengalihkan darah dari uterus/rahim ke organ-organ vital dari otak, jantung, dan ginjal.</p>
<p style="margin-left:39.3pt;">
	b.Hormon Oksitosin, ini adalah hormone cinta yang mana ini sangat penting untuk membuat rahim berkontraksi, manfaatkan hormone ini baca di <a href="http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=260:oksitosin-the-love-hormone&amp;amp;catid=44:natural-childbirth&amp;amp;Itemid=56">http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=260:oksitosin-the-love-hormone&amp;amp;catid=44:natural-childbirth&amp;amp;Itemid=56</a></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	<strong>15.</strong><strong>Tenang untuk meningkatkan endorfin. </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Hormon Endorphin hormone inilah yang harus di manfaatkan karena hormone inilah yang membantu Anda mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan selama proses persalinan. Namun hormone ini akan segera turun ketika Anda tegang dan cemas. Endorfin merangsang sekresi prolaktin, hormon santai dan &amp;quot;ibu&amp;quot; yang mengatur produksi susu dan memberikan dorongan psikologis terhadap kenikmatan ibu.&amp;nbsp;Studi telah menunjukkan bahwa endorphin meningkat dengan tawa</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Baca di <a href="http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=255:sakit-saat-bersalin-hormon-akan-membantu-anda&amp;amp;catid=44:natural-childbirth&amp;amp;Itemid=56">http://www.bidankita.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=255:sakit-saat-bersalin-hormon-akan-membantu-anda&amp;amp;catid=44:natural-childbirth&amp;amp;Itemid=56</a> untuk memahami peran masing-masing hormone dalam tubuh ketika proses persalinan.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	Selain itu endorphin massage juga bisa membantu meningkatkan produksi hormone endorphin ini</p>
<p style="margin-left: 21.3pt;">
	<span style="font-family:">Nah demikianlah 15 cara untuk mengurangi rasa sakit saat persalinan. Semoga bermanfaat bagi Anda
	
	sumber: bidankita.com</span></p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 22:12:33 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/15-cara-mengurangi-rasa-sakit-saat-persalinan/</guid>
</item>
<item>
<title>Plus Minus melahirkan dengan Metode Water Birth, Hynobrithing dan ILA</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/plus-minus-melahirkan-dengan-metode-water-birth-hynobrithing-dan-ila/</link>
<description><![CDATA[ Sudah hampir melahirkan? Tentunya harus dipersiapkan kira kira mau melahirkan dengan &amp;lsquo;cara&amp;rsquo; apa. Apalagi saat ini sudah banyak cara untuk melahirkan yang bersifat meminimalisir rasa sakit.



	Apapun pilihan Mom&amp;rsquo;s tetap konsultasikan dengan dokter anda. Dibawah ini ibudananak.com memberikan sedikit gambaran, kira kira apa sih kelebihan dan resiko juga prasyarat melahirkan dengan Metode Water Birth, Hynobrithing dan ILA.


	<strong>1. Waterbirth</strong>


	<strong>Kelebihan :</strong>


	&amp;middot; Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%

<p>
	Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%</p>

	&amp;middot; Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.

<p>
	Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.</p>

	&amp;middot; Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.

<p>
	Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.</p>

	&amp;middot; Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.&amp;nbsp;

<p>
	Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>Resiko dan Prasyarat</strong> :


	&amp;middot; Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan caesar.


	&amp;middot; Bila bayi bersiko sungsang lebih baik hindari melakukan waterbirth, karena harus dioperasi caesar.


	&amp;middot; Bila sang ibu memiliki penyakit herpes, bisa beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lender dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan diair.


	&amp;middot; Tidak dapat dilakukan jika air ketuban telah percah terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan air akan terminum oleh bayi dan tersangkut diparu parunya.


	&amp;middot; Kolam plastic yang digunakan harus benar benar steril agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.

<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>2. Hynobrithing</strong>


	<strong>Kelebihan :</strong>


	&amp;middot; Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.

<p>
	Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.</p>

	&amp;middot; Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.

<p>
	Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.</p>

	&amp;middot; Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.

<p>
	Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.</p>

	&amp;middot; Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.

<p>
	Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.</p>

	&amp;middot; Meningkatkan produksi ASI.

<p>
	Meningkatkan produksi ASI.</p>

	&amp;middot; Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.

<p>
	Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.</p>

	&amp;middot; Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan.

<p>
	Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>Resiko dan Prasyarat :</strong>


	&amp;middot;Lebih baik selalu didampingi suami dan fasilitator. Peran suami amat penting dalam memberikan dukungan bagi ibu dan janin.


	&amp;middot; Latihan dilakukan rutin dari awal kehamilan.


	&amp;middot; Memiliki kemauan yang kuat dan rajin berlatih dirumah.


	&amp;middot; Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada keseriusan ibu dalam mempersiapkan kelahiran.

<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>3. Intrathecal Labour Anathesia (ILA)</strong>



	<strong>Kelebihan :</strong>


	<strong>&amp;middot;</strong> Meskipun diberi obat bius sang ibu harus tetap mengejan dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar.

<p>
	Meskipun diberi obat bius sang ibu harus tetap mengejan dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar.</p>

	&amp;middot; Ibu dapat mengejan lebih relaks tanpa merasakan sakit.

<p>
	Ibu dapat mengejan lebih relaks tanpa merasakan sakit.</p>

	&amp;middot; Cara pemberian obatnya lebih mudah dan memperbaiki kontraksi rahim.

<p>
	Cara pemberian obatnya lebih mudah dan memperbaiki kontraksi rahim.</p>

	&amp;middot; Biaya tidak terlalu mahal.

<p>
	Biaya tidak terlalu mahal.</p>

	<strong>&amp;nbsp;Resiko dan Prasyarat :</strong>


	&amp;middot; Anastesi hanya bisa bertahan 4 &amp;ndash; 6 jam ,sehingga dokter harus memperhatikan waktu pemberian anasteshi ini.


	&amp;middot; Bisa mengakibatkan anasteshi ke janin melalui sang ibu sehingga dapat mengakibatkan bayi kekurangan oksigen.


	&amp;middot; Proses melahirkan berlangsung agak lama.


	&amp;middot; Dapat terjadi penurunan tekanan darah sehingga supply makanan ke janin menjadi kurang.


	&amp;middot; Saat obat diberikan sang ibu akan merasakan kesemutan, gatal gatal,mual, muntah, rasa mengantuk, gemetar, retensi urin dan serta denyut nadi lambat.
	
	sumber: ibudananak.com ]]></description>
<pubDate>Tue, 10 May 2011 06:16:23 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/plus-minus-melahirkan-dengan-metode-water-birth-hynobrithing-dan-ila/</guid>
</item>
<item>
<title>Plasenta Previa: Bila Plasenta Menutupi Jalan Lahir</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/plasenta-previa-bila-plasenta-menutupi-jalan-lahir/</link>
<description><![CDATA[ Plasenta (bahasa Jawa: ari-ari) adalah jaringan yang terbentuk di dalam rahim selama kehamilan. Plasenta berfungsi membawa makanan dan oksigen dari ibu ke janin dan membuang produk limbah dan karbon dioksida dari janin ke ibu melalui tali pusat.

Plasenta biasanya terbentuk di sepanjang bagian atas rahim. Pada plasenta previa, plasenta melekat di dekat atau menutupi serviks (pembukaan rahim yang mengarah ke vagina). Hal ini dapat mengganggu proses kelahiran bayi karena plasenta menutupi jalan lahir. Ada tiga jenis plasenta previa:

    Plasenta previa lengkap (total): pembukaan serviks internal benar-benar tertutup plasenta.
    Plasenta previa parsial: pembukaan serviks internal sebagian tertutup plasenta.
    Plasenta previa marginal: plasenta di tepi pembukaan serviks internal.

Plasenta previa terjadi pada sekitar satu dari setiap 200 kelahiran hidup.
Gejala

Gejala plasenta previa yang paling umum adalah perdarahan vagina yang berwarna merah muda, terutama pada trimester ketiga kehamilan. Perdarahan sedikit dan sesekali mungkin terjadi selama trimester pertama dan kedua. Pendarahan biasanya tidak disertai rasa sakit, walaupun kram rahim mungkin terjadi pada beberapa wanita. Sebagian wanita tidak mengalami perdarahan sama sekali.

Perdarahan dapat terjadi bila plasenta terlepas dari dinding rahim. Pada trimester ketiga dinding rahim menjadi lebih tipis dan meregang untuk mengakomodasi janin. Plasenta yang melekat sangat rendah pada dinding rahim yang kian menipis dapat dan meregang dapat terlepas dari dinding rahim, yang menyebabkan perdarahan. Persalinan mungkin harus dipercepat melalui operasi caesar bila jumlah perdarahan banyak dan umur janin sudah mencukupi.
Penyebab

Penyebab plasenta previa tidak diketahui, tetapi risikonya meningkat pada wanita yang:

    Memiliki sel telur yang melekat sangat rendah di dalam rahim
    Memiliki masalah lapisan rahim (endometrium) seperti fibroid atau kondisi lain
    Memiliki parut di dinding uterus dari kehamilan sebelumnya (plasenta previa sebelumnya, kuret, operasi rahim, bedah caesar atau aborsi).
    Kehamilan ganda (kembar). Kemungkinan plasenta previa dua kali lipat pada kehamilan ini.
    Pernah beberapa kali hamil sebelumnya. Kemungkinan mengembangkan previa placenta meningkat menjadi 5% pada wanita yang pernah hamil 6 kali atau lebih.
    Merokok atau menggunakan kokain.
    Berusia di atas usia 30 tahun. Risiko pengembangan plasenta previa adalah 3 kali lebih besar pada wanita di atas 30 tahun dibandingkan pada wanita di bawah 20 tahun.
    Memiliki plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.

Diagnosis

Sebagian besar kasus plasenta previa teridentifikasi dengan USG rutin selama kehamilan. USG dapat menunjukkan lokasi plasenta dan berapa banyak yang menutupi leher rahim. Meskipun USG mungkin menunjukkan plasenta terletak rendah di awal kehamilan, sebagian besar plasenta bergerak ke atas dan menjauhi leher rahim ketika rahim mengembang. Hal ini disebut migrasi plasenta, yang biasa terjadi pada diagnosis plasenta previa sampai dengan minggu ke-20 kehamilan.
Risiko bahaya

Risiko terbesar plasenta previa adalah perdarahan.  Semakin banyak plasenta yang menutupi serviks, semakin besar risiko perdarahan. Syok dan kematian ibu dapat terjadi jika perdarahan berlebihan. Risiko lainnya adalah sebagai berikut:

    Memperlambat pertumbuhan janin akibat suplai darah tidak mencukupi
    Kelahiran prematur
    Kelahiran cacat
    Infeksi dan pembentukan bekuan darah
    Anemia janin

Penanganan

Tidak ada pengobatan untuk mengubah posisi plasenta. Bila posisi plasenta tetap menghalangi jalan lahir sampai saat kelahiran, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani operasi caesar.

sumber: majalah-kesehatan.com ]]></description>
<pubDate>Sat, 07 May 2011 21:40:32 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/plasenta-previa-bila-plasenta-menutupi-jalan-lahir/</guid>
</item>
<item>
<title>Mengapa Sebaiknya Tidak Memilih Operasi Caesar?</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/mengapa-sebaiknya-tidak-memilih-operasi-caesar/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Operasi caesar adalah operasi untuk mengeluarkan bayi tanpa melalui liang persalinan (vagina). Dalam operasi tersebut dokter membedah dinding perut dan rahim ibu guna mengeluarkan bayi. Operasi caesar biasanya berlangsung 20-90 menit dan dapat dilakukan baik karena alasan medis maupun non-medis (personal) . Banyak wanita yang tergiur memilih operasi caesar tanpa adanya alasan medis, antara lain karena:</p>
<ul style="list-style-type: decimal;">
	<li>
		<strong>Bisa memilih tanggal kelahiran bayi</strong>, disesuaikan dengan situasi keluarga atau agar mendapat tanggal lahir &amp;ldquo;cantik&amp;rdquo; yang membawa hoki.</li>
	<li>
		<strong>Berlangsung cepat</strong>, berbeda dengan proses persalinan yang bisa memakan waktu lama</li>
	<li>
		<strong>Tidak menyakitkan</strong> dibandingkan persalinan normal (Walaupun kenyataannya seringkali tidak begitu. Hormon endorfin yang banyak dikeluarkan saat persalinan mengurangi rasa sakit karena proses melahirkan. Operasi caesar bisa terasa lebih menyakitkan pasca operasi).</li>
	<li>
		<strong>Trauma</strong> karena proses melahirkan anak pertama yang sulit atau riwayat penganiayaan seksual sebelumnya.</li>
	<li>
		<strong>Melindungi bagian paling privat</strong> dari wanita sehingga tidak tersentuh dan masih seperti belum pernah melahirkan anak.</li>
</ul>
<p>
	Namun, dibalik keuntungan tersebut operasi caesar juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.</p>
<p>
	<span style="text-decoration: underline;">Bagi bayi:<img alt="jangan sesar" class="alignright size-full wp-image-189" height="180" src="http://majalahkesehatan.com/wp-content/uploads/2007/09/jangan-sesar.jpg" title="jangan sesar" width="240" /></span></p>
<ul class="unIndentedList">
	<li>
		Bayi hasil caesar berpeluang lebih tinggi <strong>mengalami gangguan pernafasan</strong> (<em>neonatal respiratory distress</em>). Risiko mengidap asma juga lebih besar pada bayi hasil caesar.</li>
	<li>
		Risiko bayi <strong>terkena pisau bedah</strong>.</li>
	<li>
		Risiko <strong>kelahiran prematur</strong>. Seringkali, sulit untuk menghitung umur bayi yang sebenarnya. Bila bayi ternyata masih berumur di bawah 36 bulan maka akan ada risiko karena kelahiran prematur, seperti masalah pernafasan, suhu tubuh dan pencernaan.</li>
</ul>
<p>
	<span style="text-decoration: underline;">Bagi ibu:</span></p>
<ul style="list-style-type: decimal;">
	<li>
		<strong>Kematian.</strong> Meskipun jarang terjadi, operasi caesar yang gagal dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Di AS, tingkat kematian pada caesar atas kemauan sendiri adalah 5,9 per 100.000 kelahiran, dibandingkan 2,1 pada persalinan normal.</li>
	<li>
		<strong>Masa pemulihan yang lebih lama</strong>, bisa sampai 6 minggu atau lebih.</li>
	<li>
		Risiko <strong>infeksi pasca pembedahan</strong> yang berkisar antara 2-15%. Infeksi terutama pada saluran kencing dan lebih sering terjadi pada ibu yang kegemukan.</li>
	<li>
		<strong>Frekuensi perdarahan</strong> yang lebih tinggi.</li>
	<li>
		Risiko mengalami <strong>masalah pada plasenta, ruptur kandungan dan pertumbuhan janin di luar rahim</strong> (<em>ectopic</em>) pada kehamilan berikutnya.</li>
	<li>
		<strong>Penundaan pemberian ASI</strong> dan jalinan <strong>hubungan emosi</strong> ibu-anak karena adanya luka operasi dan pengaruh obat bius. Bayi hasil operasi caesar biasanya langsung ditempatkan di ruang observasi.</li>
</ul>
<p>
	Mengingat besarnya risiko dibandingkan manfaat yang didapat, operasi caesar memang sebaiknya dihindari&amp;ndash;bila masih dimungkinkan. Selain itu, tentu saja karena biayanya juga mahal, jauh lebih besar daripada biaya persalinan normal.
	
	sumber: majalah-kesehatan.com</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 07 May 2011 05:31:19 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/mengapa-sebaiknya-tidak-memilih-operasi-caesar/</guid>
</item>
<item>
<title>Kapan Diperlukan Operasi Caesar?</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/kapan-diperlukan-operasi-caesar/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Operasi caesar adalah operasi besar yang mengandung risiko bagi ibu dan bayinya, antara lain karena pengaruh obat bius dan pembedahan itu sendiri. Namun, operasi caesar juga dapat menyelamatkan keduanya saat terjadi komplikasi persalinan. Berikut adalah faktor-faktor penyebab yang mungkin menjadi alasan dilakukannya operasi caesar:</p>
<ul style="list-style-type: decimal;">
	<li>
		<strong>Presentasi bokong atau kaki,</strong> yaitu bokong atau kaki keluar duluan dibandingkan kepala (terjadi pada 3-4% kasus persalinan). Beberapa dokter dapat memutar janin ke posisi normal, atau bahkan mengeluarkan bayi dari rahim dalam posisi tersebut. Namun, karena risikonya cukup tinggi banyak yang lebih menyarankan caesar.</li>
	<li>
		<strong>Presentasi pundak (sungsang)</strong>, yaitu pundak keluar duluan.</li>
	<li>
		<strong>Pernah menjalani operasi caesar</strong> pada persalinan sebelumnya yang belum terlalu lama (di bawah dua tahun). Bila jarak antar persalinan cukup lama, persalinan normal masih bisa disarankan.</li>
	<li>
		<strong>Bayi raksasa (<em>giant baby</em>),</strong> yaitu bayi dengan berat mendekati atau di atas 4,5 kg.</li>
	<li>
		<strong>Ukuran pinggul ibu terlalu kecil/disposisi kepala panggul.</strong></li>
	<li>
		<strong>Ari-ari lepas duluan</strong> (<em>abruptio placenta</em>), biasanya karena plasenta tidak terletak di rahim bagian atas.</li>
	<li>
		<strong>Tali plasenta bermasalah atau melilit tubuh </strong>bayi sehingga menghalangi pernafasan dan asupan nutrisinya.</li>
	<li>
		<strong>Placenta previa,</strong> yaitu ari-ari menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.</li>
	<li>
		<strong>Bayi kembar banyak (lebih dari 2).</strong></li>
	<li>
		<strong>Kontraksi terlalu lemah atau berhenti.</strong></li>
	<li>
		Terjadi <strong>pendarahan yang terlalu banyak</strong> dan membahayakan calon ibu.</li>
	<li>
		<strong>Leher rahim (serviks) tidak sepenuhnya terbuka.</strong></li>
	<li>
		Bayi <strong>memiliki kelainan atau mengalami stress</strong> (<em>fetal distress)</em>, misalnya terlihat pada denyut jantung yang lemah.</li>
	<li>
		Ibu bayi <strong>memiliki masalah kesehatan</strong>, antara lain hipertensi dan diabetes, yang membutuhkan penanganan intensif.</li>
</ul>
<p>
	sumber: majalah-kesehatan.com</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 07 May 2011 05:28:14 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/kapan-diperlukan-operasi-caesar/</guid>
</item>
<item>
<title>Inilah 9 Cara Menghindari Operasi Caesar</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/inilah-9-cara-menghindari-operasi-caesar/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Kebanyakan perempuan mengira bahwa melahirkan secara caesar dapat menghindarkan mereka dari rasa sakit dan kesulitan bersalin.Kenyataannya tindakan caesar mengandung risiko lebih tinggi dibandingkan melahirkan secara alami.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sebenarnya tindakan ini dapat dihindari,sehingga kemungkinan operasi Caesar tidak akan dilakukan jika perempuan tersebut menginginkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Untuk menghindari melahirkan secara caesar, para ahli dari American College of Obstetricians and Gynecologsts (ACOG), seperti dikutip dad CNN Health menyarankan:</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>1. Mengonsumsi cukup nutrisi selama hamil.</strong>
	Selama ibu dan bayi sehat, kemungkinan mengalami kehamilan berisiko tinggi akan berkurang, dan indikasi medis untuk melahirkan caesar pun menurun. Artinya, ibu berpeluang besar untuk melahirkan secara alami. Perbanyak konsumsi karbohidrat yang sehat terutama selama dua minggu sebelum melahirkan untuk mendapatkan <a href="http://www.i-berita.com/tag/energi" title="energi">energi</a> yang cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>2. Tetap aktif.</strong>
	Jangan berbaring terus di tempat tidur tanpa alasan karena Anda hanya hamil, bukan sakit. Tetap aktif selama hamil justru akan mempermudah proses persalinan, lebih baik dalam menghadapi atau kontrol diri lebih baik saat melahirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>3. Tetap di rumah setidaknya sampai mencapai pembukaan ketiga.</strong>
	Masa awal melahirkan akan terasa sangat lama, terutama bagi perempuan yang baru pertama melahirkan. Ibu akan merasa lebih nyaman, stres lebih sedikit, dan nyeri lebih ringan ketika masih tinggal di rumah sendiri, daripada bila buru-buru ke rumah sakit. Hal ini juga akan menghindarkan Anda dari intervensi, seperti induksi, yang bisa meningkatkan peluang caesar.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>4. Hindari tindakan induksi untuk mempercepat persalinan.</strong>
	Jika tidak perlu jangan mau menjalani induksi. Dr. Michael Klein dari University of British Columbia menyatakan bahwa 44 persen perempuan yang diinduksi berakhir dengan bedah caesar. Kebanyakan tindakan induksi gagal karena rangsangan itu dilakukan saat leher rahim belum siap. Dan lagi sebuah riset mengungkapkan bahwa usia kehamilan hingga 42 minggu pun tergolong normal, jadi tak perlu bayi diburu-buru <a href="http://www.i-berita.com/tag/lahir" title="lahir">lahir</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>5. Tetap makan dan minum sesuai selera.</strong>
	Studi terbaru memperlihatkan bahwa perempuan yang diizinkan tetap makan dan minum menjelang waktu melahirkan, akan lebih cepat menjalani persalinan, melahirkan bayi dengan nilai Apgar yang tinggi, mengalami masalah gula darah dan metabolik lebih sedikit, dan memerlukan lebih sedikit obat pereda nyeri.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>6. Gunakan pereda nyeri alami.</strong>
	Terapi hangat, pijat, musik, visualisasi, hipnosis, cukup efektif untuk mengurangi rasa nyeri menjelang persalinan. Obat-obatan, termasuk epidural, justru dapat meningkatkan peluang tindakan caesar.
	<a href="http://www.i-berita.com/wp-content/uploads/2011/02/Inilah-9-Cara-Menghindari-Operasi-Caesar.jpg"><img alt="" class="alignright size-medium wp-image-3938" height="300" src="http://www.i-berita.com/wp-content/uploads/2011/02/Inilah-9-Cara-Menghindari-Operasi-Caesar-250x300.jpg" width="250" /></a>
	<strong>7. Gunakan rangsangan alami jika mungkin.</strong>
	Jika kontraksi tidak terlalu kuat, kebanyakan dokter menggunakan obat tertentu, misalnya bentuk sintetis dari oksitosin yang mengandung risiko nyeri lebih hebat, kontraksi lebih kuat, dan lebih lama, sehingga perlu obat pereda nyeri, hingga risiko caesar. Coba pilih jalan kaki atau merangsang puting payudara yang dapat melepas oksitosin alami di dalam tubuh dan juga pereda nyeri alami, endorfin.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>8. Cermat memilih dokter dan rumah sakit.</strong>
	Carilah dokter dan rumah sakit yang tingkat operasi caesarnya rendah. Ada dokter yang gigih mendukung pasiennya untuk dapat melahirkan secara normal, sementara yang lain dengan cepat menyarankan operasi caesar. Karena itu, carilah informasi dari berbagai pihak tentang dokter atau rumah sakit yang tidak fanatik terhadap caesar.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>9. Jika dokter memutuskan tindakan caesar, mohon penjelasan.</strong>
	Ada berbagai kondisi yang membuat dokter akhirnya menyarankan tindakan caesar kepada pasiennya, saat sudah berada di ruang bersalin. Tanyakan seberapa perlu tindakan itu untuk menyelamatkan bayi dan ibunya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	sumber: i-berita.com</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 07 May 2011 05:22:41 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/inilah-9-cara-menghindari-operasi-caesar/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
