<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in kelainan kehamilan</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:06:15 +0700</pubDate>
<item>
<title>Infeksi Torch yang Mematikan</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/infeksi-torch-yang-mematikan/</link>
<description><![CDATA[ Infeksi pada kehamilan bisa membuat janin cacat atau mati. Berikut cara mencegah serta mengobatinya

Lewat surat, seorang ibu berusia 25 tahun dan telah 5 tahun menikah, mengeluh pada Redaksi mengenai kehamilannya yang selalu berakhir dengan keguguran. Menurut pemeriksaan dokter, di dalam darahnya terdapat infeksi toksoplasma dan CMV, yang rupa-rupanya menjadi penyebab janin tak bisa berkembang dengan baik.

Infeksi yang dialami si ibu, seperti dituturkan dr. Suharyanti, Sp.OG, dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta, tak hanya bisa membuat keguguran tetapi juga bayi lahir dalam keadaan meninggal, lahir prematur, serta berbagai cacat bawaan yang sudah dapat diketahui saat kehamilan atau beberapa bulan atau tahun setelah bayi lahir. Sayangnya, sebagian besar infeksi ini tidak menunjukkan gejala klinis jelas pada ibu hamil. “Padahal, infeksi pada wanita hamil, 40 persen akan menyebabkan infeksi pada janinnya. Dan makin dini infeksi itu tertular pada janin, makin berat kerusakan/cacat yang dialami janin.”

ANEKA INFEKSI

Salah satu infeksi yang sering terjadi pada ibu hamil dikenal dengan nama TORCH singkatan dari Toksoplasmosis, Other ( antara lain HIV, Sipilis, Klamidia, dll), Rubella, Cytomegalovirus, Herpes. virus Mau tahu satu per satu?

* Toksoplasmosis

Adalah infeksi yang diakibatkan sejenis parasit Toksoplasma gondii yang biasanya ditemukan pada kucing. Manusia dapat terinfeksi kuman ini dengan tiga cara. Pertama, akibat memakan daging setengah matang atau makan buah-buahan, sayur-sayuran yang sudah dicemari oleh tinja kucing yang mengandung Oosit, dari ibu kepada bayinya (kongenital). Kedua, melalui penularan yang terjadi lewat transfusi darah. Ketiga melalui transplantasi organ.

Pada waktu pertama kali terinfeksi (infeksi primer), tubuh manusia akan membentuk IgM (Immunoglobulin M) sebagai reaksi terhadap masuknya benda asing ke dalam tubuh (antigen). IgM ini secara perlahan-lahan akan menghilang dalam waktu 1-24 bulan kemudian. Tapi ia bisa timbul lagi bila manusia terinfeksi kembali.

Setelah infeksi pertama tersebut, akan terbentuk IgG (Immunoglobulin G) yang merupakan suatu zat penangkis atau kekebalan tubuh. Juga merupakan protein dengan berat molekul besar yang menunjukkan bahwa tubuh kita telah terbentuk kekebalan.

IgG ini secara teoritis akan menetap di dalam tubuh, hanya saja kadarnya dapat naik-turun sesuai kondisi kesehatan. “Infeksi toksoplasmosis ini bisa menyerang siapa saja. Namun akan lebih serius masalahnya bila menyerang wanita yang sedang hamil. Ibu yang terserang toksoplasmosis, proses pembuahan serta pertumbuhan janinnya bisa terganggu. Infeksi ini dapat mengakibatkan abortus, lahir mati, cacat otak, kelainan mata atau pertumbuhan janin terhambat,” kata Suharyanti.
Usia kehamilan saat infeksi terjadi merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Makin awal infeksi tersebut terjadi, maka makin parah dampaknya bagi janin. Namun risiko infeksi pada janin bertambah dengan berlanjutnya uisa kehamilan. Sebagai gambaran, ibu hamil yang terinfeksi pada trimester I, menyebabkan 17 persen bayinya terinfeksi. Sekitar 60 persen dari bayi yang terinfeksi ini mengalami toksoplasmosis berat dan 40 persen sisanya ringan. Sedang infeksi pada trimester II, menyebabkan 24 persen bayi terinfeksi. Dari jumlah itu 30 persen terkena toksoplasmosis berat. Kemudian infeksi pada trimester III, menyebabkan sebagian besar atau 62 persen bayi terinfeksi. Tapi tidak satu pun terkena toksoplasmosis berat. Jelasnya, semakin lanjut usia kehamilan terinfeksi, semakin kecil dampak yang ditimbulkan pada janin.

Sayangnya, sebagian besar kasus infeksi toksoplasmosis tidak menunjukkan gejala klinik. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah seorang ibu terinfeksi atau tidak, adalah pemeriksaan darah. “Pemeriksaan ini akan menunjukkan adanya parasit, yaitu Toksoplasma gondii. Bila wanita hamil terkena infeksi akut dengan toksoplasma (IgM positif), perlu dilakukan pemeriksaan IgA dan tes afiditas untuk memastikan apakah janinnya juga terinfeksi,” tambah Suharyanti.

Perkembangan ilmu akhir-akhir ini telah memungkinkan untuk memeriksa adanya infeksi pada janin. Bahan pemeriksaan dapat diambil dari cairan ketuban, pemeriksaan contoh darah janin atau darah ibu. Pemeriksaan ini dapat juga dilanjutkan dengan USG secara berkala. Bila ibu atau janin terbukti terinfeksi, dokter dapat memberikan obat-obat antibiotik. Namun bila janin menunjukkan tanda-tanda kecacatan, seorang ibu dapat memutuskan, ingin meneruskan kehamilan atau tidak.

Untuk mencegah toksoplasma, terutama pada wanita hamil, sebaiknya jangan sekali-sekali membersihkan kotoran kucing atau hewan peliharaan lainnya tanpa sarung tangan. Bila perlu, mintalah bantuan orang lain. Jika Anda penggemar daging, masaklah hingga matang. Cucilah dengan air yang mengalir semua buah-buahan, sayuran mentah (lalapan) sebelum dimakan.


* Others (HIV, Sipilis, Klamidia, dll)

HIV adalah virus yang diasosiasikan dengan penyakit AIDS dan infeksinya dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga virus infeksi lain dapat masuk. Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV. Virus HIV ditularkan melalui darah atau selaput lendir. Hal ini biasanya terjadi khususnya pada mereka yang menggunakan obat dengan suntikan, melakukan anal sex, dan orang yang berganti-ganti pasangan yang melakukan aktivitas seksualnya tanpa pelindung.

Seorang ibu yang terkena HIV, dapat menularkan virus tersebut kepada janinnya (risikonya hingga 30 persen). Jika janin terinfeksi, virusnya tidak akan berkembang paling tidak sampai berumur 8 bulan, dan bayi selanjutnya dapat bertahan hidup hingga umur 3 tahun. Penularan pada bayi dapat juga terjadi saat melahirkan. Oleh sebab itu, bila bayi tidak terinfeksi, namun sang ibu positif HIV, operasi Caesar dapat menjadi pilihan.

Infeksi lainnya, seperti sipilis, klamidia, dan mikoplasma, dapat terinfeksi melalui hubungan seksual atau dari lingkungan, terutama lingkungan yang tidak bersih. Janin pun dapat tertular jika ibu yang sedang hamil tidak waspada terhadap virus-virus ini. Pemeriksaan dini pada awal kehamilan, sangat membantu untuk dicari penanganan selanjutnya oleh dokter.

* Rubella (Campak Jerman)

Penyebabnya virus Rubella. Penyakit ini tergolong ringan namun sangat menular. Biasanya menyerang anak-anak. Ditandai dengan timbulnya bintik-bintik merah pada kulit, pembesaran kelenjar getah bening dan khusus pada orang dewasa disertai nyeri pada persendian. Kejadiannya makin berkurang sejak ditemukannya vaksin Rubella (vaksin MMR) pada 1969. Jika infeksi ini muncul saat hamil dapat menyebabkan ketidaknormalan pada janin. Bisa mengakibatkan kebutaan/katarak, tuli, cacat jantung, bahkan keterbelakangan mental.

Untuk mencegah janin terinfeksi virus Rubella, ibu-ibu yang merencanakan kehamilan dapat melakukan vaksinasi Rubella dan melakukan tes darah, paling tidak 3 bulan sebelum kehamilan. Namun jika pada saat kehamilan bersentuhan dengan seseorang (biasanya anak kecil) yang mempunyai tanda-tanda atau sedang terkena flu, perlu dilakukan tes darah kembali.


* Cytomegalovirus (CMV)

Gejala terinfeksi CMV sama dengan seperti kena serangan flu biasa. Sumber infeksi CMV dapat berasal dari tenggorokan, ludah, lendir mulut rahim, sperma, urin (terutama pada anak-anak) atau melalui transfusi darah (meskipun sangat jarang terjadi)., dan tranplantasi organ. Akibat yang dapat ditimbulkan oleh infeksi CMV antara lain keguguran spontan, keterbelakangan mental, hidrosefalus, mikrosefalus (kepalanya kecil) dan lainnya.

Untuk mendeteksi apakah wanita hamil terkena infeksi CMV, serangkaian tes dapat dilakukan untuk melihat apakah janin sudah tertular atau belum. Misalnya lewat pemeriksaan Imunoglobulin M (IgM), CMV kultur atau biakan virus CMV untuk membantu menemukan diagnosa yang lebih tepat dari virus ini.


* Herpes Simplek Virus (HSV)

Penyakit ini menular melalui hubungan seksual dan biasanya ditandai dengan bintil-bintil kecil berisi cairan kemerahan dan sakit pada alat kelamin . Bila wanita hamil terinfeksi, sangat jarang bayi yang sedang dalam rahim dapat tertular. Tapi tak tertutup kemungkinan, infeksi tertular pada bayi karena gesekan dengan alat kelamin ibu pada saat melahirkan. Dalam kasus ini, operasi Caesar dapat menjadi pilihan.

Jika bayi terinfeksi, sistem sarafnya bisa rusak atau cacat. Ada juga bayi yang menjadi buta, karena kornea matanya terinfeksi HSV pada saat proses kelahirannya melewati jalan lahir ibu. ]]></description>
<pubDate>Sun, 29 May 2011 11:41:07 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/infeksi-torch-yang-mematikan/</guid>
</item>
<item>
<title>Mengurangi dan Mencegah Toksoplasma</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/mengurangi-dan-mencegah-toksoplasma/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	TOKSOPLASMA adalah penyakit yang diakibatkan oleh parasit Toksoplasma gondii, yang dapat ditularkan oleh kucing. Namun tak hanya kucing yang dapat menjadi dalang penyebaran penyakit toksoplasma. Toksoplasma dapat menyerang semua jenis satwa, termasuk burung, ikan, kelinci, anjing, babi, kambing dan mamalia lain, bahkan manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Parasit ini juga bisa terdapat pada daging setengah matang, telur setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja hewan peliharaan yang mengandung oosit toksoplasma, salah satu bentuk toksoplasma yang dapat menimbulkan infeksi.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong><span style="">Apa akibatnya jika wanita hamil mengidap Toksoplasma?</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Berdasarkan beberapa hasil penelitian, sekitar 40 persen wanita hamil pengidap toksoplasma pada awal kehamilan, janin yang dilahirkan akan terinfeksi, dan 15 persen mengalami abortus atau kelahiran dini. Sebanyak 17 persen janin terinfeksi pada trimester pertama, 24 persen pada trimester kedua, dan 62 persen pada trimester ketiga.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Hasil penelitian lain juga mengatakan bahwa 90 persen bayi yang terinfeksi dapat lahir dengan normal, walaupun 80-90 persen bayi tersebut dapat menderita gangguan penglihatan sampai buta setelah beberapa bulan atau beberapa tahun setelah lahir, dan 10 persen dapat mengalami gangguan pendengaran.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Toksoplasma pada bayi dapat menyebabkan kelainan pada saraf, mata, serta kelainan sistemik seperti pucat, kuning, demam, pembesaran hati dan limpa atau pendarahan. Gangguan fungsi saraf dapat mengakibatkan keterlambatan perkembangan psikomotor dalam bentuk retardasi mental (gangguan kecerdasan maupun keterlambatan perkembangan bicara), serta kejang dan kekakuan yang akhirnya menimbulkan keterlambatan perkembangan motorik.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Infeksi pada bayi juga berpotensi menyebabkan cacat bawaan, terutama bila terjadi pada usia kehamilan awal sampai tiga bulan. Toksoplasma juga dapat menyebabkan encephalus (tidak memiliki tulang tengkorak), hydrocephalus (pembesaran kepala), dan bahkan kematian.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Apakah bisa diobati?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Toksoplasma bisa diobati. Dengan pemeriksaan dan pengobatan secara dini, penularan pada bayi akan bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, pengobatan dini yang tepat saat awal kehamilan akan menurunkan secara signifikan kemungkinan janin terinfeksi. Temui dokter anda untuk mendapatkan Spiramycin atau pyrimethamine plus sulfadiazine.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Gejala gejala yang dialami oleh seseorang yang mengidap Toksoplasma?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	80 &amp;ndash; 90 % orang normal tidak menunjukkan gejala. hanya 10-20 persen menunjukkan gejala. Pada orang dewasa toksoplasma biasanya menimbulkan gejala berupa :</p>
<ol>
	<li>
		Rasa lelah</li>
	<li>
		Flu</li>
	<li>
		Nyeri kepala</li>
	<li>
		Sakit tenggorokan</li>
	<li>
		Demam</li>
	<li>
		Pembesaran kelenjar getah bening termasuk hati serta limpa</li>
	<li>
		Gangguan pada kulit</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">
	Gejalanya biasanya ringan dan sembuh sendiri dalam beberapa bulan. kebanyakan orang akan menganggap bahwa dia terkena flu ringan dan tidak perlu pergi ke dokter. kalau toh pergi juga, dokter pun sangat jarang yang berpikir kearah infeksi toksoplasma.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Bagaimana untuk mengetahui apakah kita mengidap Toksoplasma atau tidak?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Salah satunya dengan melakukan tes laboratorium yang disebut TORCH. Yaitu pemeriksaan melalui 4 jenis tes, parasit TOxoplasma, virus Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan virus Herpes. Masing2 ada tes IgM dan IgG nya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Anda dapat mencegah penyebaran toksoplasma dengan melakukan di bawah ini:</p>
<ol>
	<li style="text-align: justify;">
		Orang yang bukan perempuan hamil atau yang bermasalah dnegan kekebalan tubuh sebaliknya membersihkan kandang hewan setiap hari. Membersihkan setiap hari sangat penting karena tinja kucing yang terinfeksi bisa menularkan setelah 36-48 jam.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Gunakan sarung tangan karet atau sekali pakai saat memberishkan kandang. Setelah itu cuci tangan secara merata menggunakan sabun.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Sebaiknya sediakan makanan kucing dalam bentuk kering, kaleng, atau yang dimasak secara merata. Jaga agar mereka tidak mencari mangsa sendiri.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Jangan makan daging mentah atau daging yang kurang matang atau susu yang tidak dipasteurisasi. Masak daging secara matang dan merata. Cuci tangan Anda dan peralatan lainnya yang kontak dengan daging merah, seperti papan pemotong, pisau, dan bak pencuci.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Cuci buah dan sayur terutama yang ditanam sendiri dengan sabun pencuci piring, bilas bersih bersih.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Gunakan sarung tangan saat berkebun. Anda tak tahu di mana tinja kucing biasa bertebaran. Setelah itu, cucilah tangan.</li>
</ol>
<p>
	
	&amp;nbsp;</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 05:19:50 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/mengurangi-dan-mencegah-toksoplasma/</guid>
</item>
<item>
<title>Gangguan ketika masa kehamilan</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/gangguan-ketika-masa-kehamilan/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Gangguan kehamilan yang dianggap ringan dapat menjadi masalah bila tidak diperhatikan. Umumnya wanita hamil mengalami gangguan ringan selama kehamilan dan banyak mengeluh tentang apa yang dirasakannya dan bayinya. Menjaga kesehatan dan berolahraga ringan dapat mengurangi dan menghilangkan gangguan kehamilan tersebut. Bila gangguan kehamilan tak kunjung hilang kami sarankan agar anda segera menghubungi dokter kandungan. Dapat saja keluhan ibu hamil tersebut merupakan pertanda awal dari bahaya kehamilan yang tidak bisa disepelekan. Gangguan kehamilan yang dapat kami rangkum untuk anda adalah sebagai berikut :</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<ul>
	<li style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Sakit dan nyeri</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Gangguan kehamilan ini disebabkan karena hormon yang mengendurkan persendian dan jariangan ikat meregang karena bayi bertambah besar. Sakit di tulang iga biasanya disebabkan karena rahim membesar menekan tulang iga ke atas. Untuk mengatasi gangguan kehamilan ini anda bisa mencoba untuk meregangkan dan mengangkat kedua tangan diatas kepala</span></p>
<ul>
	<li style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Sakit punggung</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">gangguan kehamilan yang satu ini muncul hampir di seluruh waktu kehamilan. Namun demikian rasa sakit akan semakin meningkat pada saat menjelang persalinan. Ini disebabkan meningkatnya hormon yang mengendurkan persendian panggul dan jaringan ikat untuk persiapan persalinan. Ini diperparah dengan semakin besarnya janin dan tertariknya punggung ke arah belakang. Periksakan ke dokter bila sakit ini tidak kunjung hilang karena bisa saja berhubungan dengan penyakit ginjal.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Untuk mengurangi gangguan kehamilan ini ibu hamil agar mengganjal punggung dengan bantal bil duduk. Usahakan berdiri tegak dan gunakan sepatu dengan hak pendek. Bila terpaksa mengambil benda yang terjatuh, jangan mengambilnya dengan membungkuk. Berjongkoklah untuk memungutnya.</span></p>
<ul>
	<li style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Varises pada ibu hamil</span></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">pada kasus kehamilan, varises sering terkait dengan penambahan berat badan dan efek hormon. Meski gangguan ini bersifat sepele, varises membuat nyeri pada kaki. Kurangi berdiri terlalu lama dan angkatlah kaki bila duduk ganjalah kaki dengan bantal.</span></p> ]]></description>
<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 16:33:52 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/gangguan-ketika-masa-kehamilan/</guid>
</item>
<item>
<title>Keguguran, Tanda dan Penyebab</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/keguguran-tanda-dan-penyebab/</link>
<description><![CDATA[ Sebelum keguguran benar-benar terjadi, biasanya ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada proses kehamilan. Nah, begitu Anda mengalami tanda-tanda berikut ini, sebaiknya segera kunjungi dokter kandungan Anda.

· Perdarahan. Tanda keguguran yang paling umum dan sering terjadi ini bisa hanya berupa bercak-bercak yang berlangsung lama sampai perdarahan hebat (volume darahnya cukup banyak). Kadangkala, "serpihan" dari bagian jaringan yang robek, keluar bersamaan dengan darah. Misalnya, bagian dari jaringan dinding rahim yang terkoyak, atau kantung ketuban yang robek.

· Kram atau kejang pada perut, seperti yang biasa terjadi pada mereka yang terserang kram perut pada awal datang bulan. Umumnya, kram perut ini berlangsung berulang-ulang dan dalam periode waktu yang lama.

· Nyeri pada bagian bawah perut. Rasa nyeri ini biasanya cukup mengganggu dan terjadi dalam waktu cukup lama. Ada yang merasakannya sebagai kram atau kejang pada daerah panggul, sakit di sekitar perut, rasa sakit yang tak kunjung reda pada pada bagian bawah panggul, selangkangan, dan daerah alat kelamin. Keluhan ini biasanya baru muncul beberapa jam hingga beberapa hari setelah muncul gejala perdarahan.

KAPAN HARUS PERGI ke UGD

Anda perlu langsung pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD) di rumah sakit jika mengalami tanda-tanda bahaya di bawah ini :

1. Perdarahan yang banyak, atau nyeri perut dan kontraksi yang hebat
2. Keluar flek atau perdarahan yang sudah berlangsung lebih dari 24 jam, dan Anda tidak dapat menghubungi dokter
3. Pingsan, atau merasa sangat pusing dan lemas
4. Perdarahan yang disertai demam di atas 38,5oC ]]></description>
<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 17:26:01 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/keguguran-tanda-dan-penyebab/</guid>
</item>
<item>
<title>Hamil Mola atau Hamil Anggur</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/hamil-mola-atau-hamil-anggur/</link>
<description><![CDATA[ Istilah 'hamil' lazim kita hubungkan dengan adanya janin di dalam rahim, baik tunggal maupun kembar. Kembar dua, tiga, dan seterusnya. Lain halnya pada hamil mola atau hamil anggur, seringkali tidak ditemukan janin di dalam rahim, walaupun 'sepertinya' tanda-tanda hamil ada, yaitu perut membesar, mengidam, dll.<br /><br />Pada hamil mola, kandungan terisi oleh jaringan berbentuk gelembung berisi cairan. Gelembung-gelembung ini jumlahnya banyak, sehingga menyerupai kumpulan buah anggur. Penyebabnya adalah gangguan pertumbuhan plasenta (ari-ari) karena pembuahan sel telur yang kosong oleh sperma.<br /><br />Tanda-tanda hamil mola mempunyai kemiripan dengan hamil biasa. Beberapa diantaranya adalah perut membesar, terlambat haid, mual muntah, dan jika dilakukan pemeriksaan urin dengan strip uji kehamilan hasilnya positif. Oleh karena itu, mungkin saja pada awal perjalanan penyakit ini, timbul salah duga, yaitu mengira si ibu hamil normal.<br /><br />Tetapi, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, timbul tanda-tanda yang tidak lazim ditemukan pada hamil biasa. Tanda tersebut adalah :<br /><br />   1. Keluar jaringan berbentuk seperti buah anggur dari jalan lahir. Ini adalah gejala yang paling khas dari kehamilan mola.<br />   2. Perdarahan jalan lahir, baik ringan maupun berat.<br />   3. Ukuran perut ibu tidak sesuai dengan usia kehamilan. Misalnya, usia kehamilan baru jalan 4 bulan, tetapi besarnya perut menyerupai usia kehamilan 7 bulan.<br />   4. Mual dan muntah hebat.<br /><br />Selain itu, pemeriksaan USG kandungan tidak menunjukkan tanda-tanda kehadiran janin. Sebaliknya, pemeriksaan USG hanya memberikan gambaran seperti badai salju (snow storm) atau sarang lebah (honey comb).<br /><br />Untuk penanganan hamil mola, dapat dilakukan dengan beberapa cara:<br /><br />   1. Sebagian hamil mola akan sembuh sendiri setelah pengeluaran spontan jaringan mola (mirip buah anggur).<br />   2. Mola yang bandel dikeluarkan dengan cara dikuret.<br />   3. Sekitar 90% wanita yang molanya sudah dikuret tidak membutuhkan pengobatan lanjutan.<br />   4. Pemeriksaan kadar hCG setiap bulan selama enam bulan pertama pasca kuret. Pemeriksaan berkala ini penting untuk memastikan bahwa jaringan mola sudah habis diangkat. Mola yang tersisa bisa saja berkembang menjadi kanker dan membahayakan penderita.<br />   5. Menunda kehamilan, setidaknya satu tahun setelah hamil mola terjadi. Pada kasus ini, semua bentuk KB pada dasarnya dapat diberikan untuk menunda kehamilan, kecuali KB IUD. ]]></description>
<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 22:33:19 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/hamil-mola-atau-hamil-anggur/</guid>
</item>
<item>
<title>Bahaya TORCH bagi Kehamilan</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/bahaya-torch-bagi-kehamilan/</link>
<description><![CDATA[ Kehamilan merupakan salah satu hal yang palng diinginkan oleh psangan suami istri yang baru menikah. Meskipun mereka telah mempunyai 1 orang anak, tetap saja kemudian hari mereka berencana untuk mendapatkan kehamilan lagi tentunya dengan harapan agar mereka mendapatkan anak laki-laki/perempuan seperti yang diinginkan agar lengkap ada anak laki-laki dan perempuan di rumah.<br /><br />Sayangnya tidak semua pasangan suami istri berhasil mendapatkan kehamilan dengan cepat. Beberapa dari mereka mendapatkan kehamilan segera setelah menikah dan beberapa yang lain mungkin sampai beberapa tahun baru mendapatkan kehamilan. Pada kasus tertentu ada juga pasangan suami istri yang belum di karuniai anak walau telah mencoba selama beberapa tahun.<br /><br />Salah satu sebab yang mungkin menjadi ganjalan dalam mendapatkan kehamilan adalah penyakit Torch. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh ibu hamil dan wanita yang merencanakan kehamilan.<br /><br />Ketika sepasang suami istri pergi ke dokter kandungan untuk merencanakan kehamilan, dokter biasanya akan mengidentifikasi apakah wanita terinfeksi oleh TORCH atau tidak. Hal ini penting agar nantinya kehamilan dapat dilalui dengan lancar dan janin dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga dapat dilahirkan dengan selamat.<br /><br />Bagi ibu hamil yang terinfeksi Torch, dokter akan melakukan perawatan khusus melalui pengobatan medis untuk memastikan pertumbuhan janin dan mengambil tindakan medis yang dianggap perlu untuk menyelamatkan ibu hamil dan bayinya kelak.<br /><br />Dalam istilah medis, TORCH kemudian dikenal sesuai dengan nama virus yang menyebabkannya yaitu :<br /><br />Toxo<br />	<br /><br />Toxoplasma gondii<br /><br />Rubella<br />	<br /><br />Rubella<br /><br />CMV<br />	<br /><br />Cyto Megalo Virus<br /><br />Herpes<br />	<br /><br />Herpes Simplex Virus ]]></description>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 08:01:54 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/bahaya-torch-bagi-kehamilan/</guid>
</item>
<item>
<title>Keguguran Berulang dan Sindrom Antifosfolipid</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/keguguran-berulang-dan-sindrom-antifosfolipid/</link>
<description><![CDATA[ KEGUGURAN merupakan kegagalan kelangsungan proses kehamilan secara spontan pada usia lebih dini atau sama dengan 20 minggu. Dari seluruh kehamilan, kejadian keguguran sebanyak satu kali dapat dialami oleh sekitar 15-20 persen perempuan. Umumnya keguguran terjadi pada usia kehamilan di bawah 13 minggu.<br /><br />Keguguran akan menjadi masalah yang serius jika terjadi berulang. Kriteria keguguran berulang adalah jika terjadi keguguran berulang sebanyak lebih dari 3 kali berturut-turut. Dari seluruh kehamilan yang ada maka angka kejadian keguguran berulang adalah sekitar 0,5-1 persen.<br /><br />Banyak hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya keguguran yang berulang tersebut. Faktor kerja berat, olahraga, atau hubungan sanggama, ternyata tidak menjadi penyebab terjadinya keguguran kehamilan.<br /><br />Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab keguguran berulang antara lain :<br /><br />1. Kelainan kromosom atau genetik (15 persen),<br /><br />2. Infeksi pada rahim seperti bakterial vaginosis, klamidia atau infeksi TORSH (toksoplasma, rubela, sitomegalovirus atau herpes) (1-4 persen),<br /><br />3. Kekurangan hormon progesteron, penyakit diabetes melitus dan penyakit kelenjar gondok (15 persen),<br /><br />4. Kelainan pada organ rahim seperti sekat pada rahim, miom atau polip (11 persen),<br /><br />5. Penyakit imunologi seperti sindrom antifosfofolipid<br />(5 persen),<br /><br />6. Masih belum diketahui<br />(50 persen).<br /><br />Upaya diagnostik<br /><br />Untuk mengetahui penyebabnya secara lebih pasti maka dokter haruslah melakukan beberapa pemeriksaan terkait secara lengkap. Pemeriksaan darah pasangan suami istri dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan kromosom, kadar hormon progesteron serum, kadar antibodi terhadap TORSH, kadar gula darah, dan kadar hormon tiroid. Pada kasus infeksi TORSH ini haruslah dilakukan analisis yang lebih mendalam. Abortus hanya diakibatkan oleh infeksi yang baru terjadi dan bukanlah oleh infeksi yang telah lampau, sehingga pengobatan yang tidak perlu dapat dihindari.<br /><br />Untuk mengetahui adanya infeksi pada daerah mulut rahim dapat dilakukan pengambilan contoh lendir mulut rahim dan dilakukan pemeriksaan terhadap keberadaan mikroorganisme yang abnormal. Dengan alat bantu ultrasonografi (USG) dapat diketahui bentuk dan ukuran rahim, adanya miom di dinding rahim atau polip dalam rongga rahim. Jika terdapat kecurigaan adanya sekat pada rahim, dapat digunakan alat bantu lainnya yaitu alat teropong ke dalam rahim (histeroskopi).<br /><br />Sindrom antifosfolipid<br /><br />Sindrom antifosfolipid merupakan kumpulan gejala penyakit yang terkait dengan kerusakan beberapa organ akibat tidak terkendalinya antibodi terhadap unsur fosfolipid yang berada di dalam tubuh kita.<br /><br />Fosfolipid adalah unsur yang sangat penting karena merupakan bagian utama dari dinding sel. Fosfatidil serin, fosfatidil inositol, asam fosfatidat, dan kardiolipin, merupakan fosfolipid yang bermuatan negatif, sedangkan fosfatidilkolin dan fosfatidil etanolamin bermuatan netral. Oleh karena kelainan tertentu maka tubuh akan membentuk zat antibodi yang kemudian akan menyerang atau merusak secara spesifik terhadap unsur fosfolipid ini, terutama fosfolipid yang bermuatan negatif. Dalam hal ini kerusakannya akan membawa dampak yang sangat buruk.<br /><br />Beberapa kelainan yang dapat ditimbulkan akibat antibodi antifosfolipid yang tidak terkendali tersebut adalah trombosis arteri dan vena, trombositopenia, keguguran spontan yang berulang, kematian janin, pertumbuhan janin terhambat, preeklamsia, infertilitas, stroke, emboli paru, kelainan kulit, penyakit jantung infark, kelainan katup jantung, anemia hemolitik, dan masih banyak lagi. Sindrom antifosfolipid juga mempunyai hubungan yang erat dengan penyakit autoimun lainnya yaitu penyakit lupus.<br /><br />Keguguran berulang<br /><br />Walaupun sudah diketahui bahwa antibodi antifosfolipid dapat menyebabkan terjadinya keguguran yang berulang, namun kita harus menyadari bahwa masih banyak faktor lain yang dapat menjadi penyebab terjadinya keguguran berulang tersebut. Untuk menghindari pengobatan yang tidak tepat, haruslah terlebih dahulu dicari penyebab selain antibodi antifosfolipid, seperti kelainan organ rahim, kelainan kromosom, atau kelainan hormon. Jika tidak ditemukan, upaya diagnostik dapat ditujukan kepada kemungkinan sindrom antifosfolipid.<br /><br />Sindrom antifosfolipid haruslah memenuhi kriteria yang diputuskan oleh para ahli pada simposium internasional ke-8 tentang antibodi antifosfolipid, 10 Oktober 1998 di Sapporo, Jepang, yaitu :<br /><br />I. Kriteria klinik<br /><br />1. Trombosis di pembuluh darah<br /><br />Terdapat satu atau lebih episoda trombosis di arteri, vena atau pembuluh darah kecil, di jaringan atau organ. Diagnosis trombosis menggunakan pemeriksaan radiologi, pemeriksaan doppler atau histopatologi.<br /><br />2. Morbiditas pada kehamilan<br /><br />a. Satu kali atau lebih kematian janin pada usia kehamilan 10 minggu atau lebih, tanpa ditemukan adanya kelainan morfologi janin.<br /><br />b. Satu kali atau lebih terjadi persalinan prematur janin normal pada usia 34 minggu atau kurang karena preeklamsia berat /eklamsia atau insufisiensi plasenta.<br /><br />c. Tiga kali atau lebih terjadi keguguran spontan pada usia kurang dari 10 minggu, tanpa disertai kelainan anatomi organ ginekologi atau tanpa kelainan hormonal ibu atau tanpa kelainan kromosom kedua orang tua.<br /><br />II. Kriteria laboratorik<br /><br />1. Antibodi antikardiolipin (ACA) isotipe IgG dan atau IgM, dengan kadar positif sedang (IgM 6-50 MPL unit dan IgG 15-80 GPL unit) atau kadar positif tinggi (IgM >50 MPL unit dan IgG >80 GPL unit), pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak minimal 6 minggu.<br /><br />2. Antikoagulan lupus (LA) positif pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak minimal 6 minggu.<br /><br />Secara definitif, sindrom antifosfolipid dapat ditegakkan dengan ditemukannya minimal 1 kriteria klinik, dan 1 kriteria laboratorik.<br /><br />Jika telah terbukti adanya kaitan yang erat antara antibodi antifosfolipid dan keguguran yang berulang, maka pengobatan saat ini yang dianjurkan selain mengobati penyebabnya adalah dengan pemberian asam asetosalisilat atau aspirin dosis rendah 81 mg. Pada kasus yang berat dapat dilakukan kombinasi dengan suntikan heparin. ]]></description>
<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 00:18:41 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/keguguran-berulang-dan-sindrom-antifosfolipid/</guid>
</item>
<item>
<title>HAMIL ANGGUR, apaan sih ?</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/hamil-anggur-apaan-sih-/</link>
<description><![CDATA[ Kendati dalam istilah medis tidak dikenal Hamil Anggur, ada baiknya kita bahas sekilas untuk tambahan sedikit pengetahuan. Nama penyakit tersebut sebenarnya adalah Mola Hidatidosa. Nama-nama lain lihat "kata kunci".<br />Mengapa disebut Hamil Anggur ? Yah, itu kan kebiasaan manusia (indonesia?), mungkin mengaitkannya dengan bentuknya yang mirip anggur. ]]></description>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 03:20:04 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/hamil-anggur-apaan-sih-/</guid>
</item>
<item>
<title>Kehamilan Resiko Tinggi</title>
<link>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/kehamilan-resiko-tinggi/</link>
<description><![CDATA[ Ibu hamil dengan kehamilan resiko tinggi adalah ibu hamil yang mempunyai resiko atau bahaya yang lebih besar pada kehamilan/persalinannnya dibandingkan dengan ibu hamil dengan kehamilan/persalinan normal. ]]></description>
<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 00:08:43 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelainan-kehamilan/kehamilan-resiko-tinggi/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
