<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in keuangan keluarga</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:06:39 +0700</pubDate>
<item>
<title>Mengapa Harus Punya Tabungan Pendidikan?</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/mengapa-harus-punya-tabungan-pendidikan/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">Coba bayangkan, betapa pusingnya Anda ketika si kecil sudah waktunya masuk sekolah, tapi dana yang tersedia di tabungan tidak mencukupi. Itulah sebabnya, segeralah Anda mempersiapkan dana pendidikan melalui tabungan pendidikan dari sekarang. Ingin tahu alasan mengapa Anda harus memiliki tabungan pendidikan?</font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<b><font color="#c61c1c" face="Arial" size="2">Apakah tabungan pendidikan itu?</font></b></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">Tabungan pendidikan adalah sebuah tabungan yang dirancang khusus oleh pihak bank, yang memungkinkan seorang nasabah menabung secara periodik dan otomatis kedalam sebuah rekening yang diberi jangka waktu tertentu agar bisa sesuai dengan jadwal pendidikan anak sekolah. </font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">Selain sebagai sarana investasi, biasanya tabungan pendidikan juga dilengkapi dengan asuransi. Artinya, jika Anda sebagai pencari nafkah meninggal dunia dan tidak bisa lagi menabung untuk biaya pendidikan anak-anak, maka asuransi akan menggantikan setoran tabungan itu. Tanpa harus menabung lagi, biaya pendidikan anak-anak tetap terpenuhi. Enak kan?</font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font color="#c61c1c"><font size="2"><font face="Arial"><strong><font color="#fa8072" size="3">Ada empat alasan mengapa dana pendidikan itu sangat penting:</font></strong> </font></font></font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<b><font face="Arial" size="2"><font color="#c61c1c">Mahalnya biaya pendidikan pada saat ini</font></font></b> <font face="Arial" size="2">Untuk saat ini saja biaya pendidikan sudah cukup tinggi, bahkan bisa dipastikan akan naik setiap setiap tahunnya. Nah, bayangkan saja bagaimana jika dana untuk pendidikan anak tidak Anda persiapkan dari sekarang? Padahal jadwal pendidikan anak Anda tidak mungkin dimundurkan atau ditunda!</font></p>
<p>
	<b><font color="#c61c1c" face="Arial" size="2">Kelak Anda akan merasa &amp;lsquo;ringan&amp;rsquo; </font></b></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">Berapa umur anaka Anda sekarang? Jika dua tahun lagi anak Anda akan masuk taman kanak-kanak membutuhkan biaya hingga 10 jt rupiah. Bisa Anda bayangkan berapa biaya yang akan dibutuhkan saat anak Anda akan masuk SD? Jika Anda memiliki tabungan pendidikan mulai dari sekarang, pasti kelak Anda tidak akan pusing lagi memikirkan biaya yang harus Anda keluarkan. Kalaupun dana dari tabungan pendidikan tidak mencukupi, maka biaya yang harus Anda tambahkan pun tidak akan terlalu besar. Paling tidak Anda akan merasa lebih ringan. </font></p>
<p>
	<font color="#c61c1c"><b><font face="Arial" size="2">Ekonomi tidak selalu stabil</font></b> </font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">Boleh jadi sekarang Anda merasa bahwa penghasilan Anda aman-aman saja mengingat baiknya keadaan ekonomi negara dan perusahaan tempat Anda bekerja saat ini. Sehingga Anda merasa yakin bahwa bila si kecil masuk sekolah nanti, dananya pasti tersedia. Tetapi, bagaimana jika keadaannya justru berbalik? Bukan tidak mungkin penghasilan Anda menjadi berkurang atau malah berhenti sama sekali. Jika sudah begini, bagaimana dengan persiapan pendidikan anak Anda? Nah, dengan memiliki tabungan pendidikan maka Anda akan merasa siap ketika si kecil membutuhkannya. </font></p>
<p>
	&amp;nbsp;<font color="#c61c1c"><b><font face="Arial" size="2">Anda tidak selalu sehat</font></b> </font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">Fisik manusia tidak akan selalu sehat untuk bisa terus bekerja dan mendapatkan penghasilan. Bila Anda tidak menabung dan mempersiapkan dana pendidikan anak dari sekarang, maka bila suatu saat kelak fisik Anda tidak memungkinkan untuk Anda bisa terus bekerja, jangan harap dana pendidikan untuk anak Anda bisa tersedia. </font></p>
<p style="text-align: justify;">
	<font face="Arial" size="2">sumber: connectique</font></p> ]]></description>
<pubDate>Fri, 13 May 2011 23:15:06 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/mengapa-harus-punya-tabungan-pendidikan/</guid>
</item>
<item>
<title>Bijak Memberi uang jajan Anak</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/bijak-memberi-uang-jajan-anak/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Setiap anak selalu menantikan uang jajannya. Dengan uang itu, ia bisa membeli barang-barang atau kebutuhan lainnya yang ia inginkan. Dengan uang jajan atau uang saku, ia bisa belajar mengelola keuangannya sendiri.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Barang kali, sebagian besar dari kita akan lupa jika ditanya berapa jumlah uang saku pertama yang diterima ketika sekolah dulu. Yang teringat bukan jumlah uangnya, tapi perasaan senang dan gembiranya kala itu karena pegang uang dan bisa jajan sesuak hati.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Sekarang, di saat giliran kita yang memberi uang jajan kepada anak-anak, sesaat mungkin akan muncul ingatan tadi. Rasa senang juga pasti akan dirasakan anak Anda. Tapi sebagai orangtua, mungkin juga akan muncul kekhawatiran akan penyalahgunaan uang jajan oleh si kecil.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Pun begitu, ketika Anda mulai memberikan anak uang saku, ia akan mulai mempelajari pelajaran berharga mengenai bagaimana menggunakan uang dengan bijaksana. Sebelum mulai memberinya, jelaskan bagaimana menggunakan uang, bagaimana ia sebaiknya membelanjakan uang, dan resiko kalau terlalu banyak belanja, dan berapa banyak sebaiknya ditabung.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Dalam memberi uang jajan kepada anak, orangtua sudah pasti harus bijak. Berikan penjalasan kepada si kecil tentang cara-cara yang baik dalam menggunakan uang jajan. Dan ketika memberi uang jajan, berilah secukupnya, jangan terlalu banyak.
	Lebih baik lagi jika orangtua bisa mengarahkan anaknya belajar menabung sendiri dari uang jajan atau uang sakunya. Meski cuma lima ratus rupiah per hari, sifat dan cara hidup hemat bisa dipelajari si kecil. Tentu hal ini akan sangat berguna baginya nanti.&amp;nbsp;</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Sementara itu, untuk mengajarkan sikap disiplin kepada anak, uang jajan atau uang saku baiknya diberikan dengan teratur atau dengan kata lain dalam waktu yang terjadwal. Bisa setiap hari, atau seminggu sekali. Kemudian, bombing anak Anda untuk merencanakan pengeluarannya di akhir pekan.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Untuk anak-anak yang masih kecil, uang jajan yang diberikan sebaiknya tetap dikontrol. Tapi jangan terlalu mengatur, tanya saja uang yang berikan digunakan untuk membeli apa? Jika untuk membeli barang-barang atau sesuatu hal yang kurang berguna, sebaiknya Anda beri penjelasan lagi tentang cara bijak menggunakan uang jajan.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Di masa kecil dulu, mungkin kita juga pernah mengalami. Suatu ketika ada kebutuhan mendadak, baik untuk urusan sekolah atau kebutuhan lainnya. Begitu juga dengan anak-anak kita sekarang. Jangan terkejut atau khawatir jika anak Anda kadang-kadang kelebihan pengeluaran dan meminta kembali uang saku belum waktunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Ini bisa terjadi karena ada sesuatu yang tidak diduga atau penting muncul atau ia mungkin membuat kesalahan dan perlu bantuan untuk menyelesaikannya. Jangan memarahinya atas kesahan tersebut. Anggap saja sebagai pengalaman belajar.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Uang jajan atau uang saku jelas jadi hak anak. Karena itu, jangan gunakan uang saku untuk menghukum atau penghargaan. Jika anak melakukan kesalahan, jangan cabut hak dia mendapatkan uang saku atau uang jajan. Cari hukuman yang sesuai dengan kesalahan yang ia lakukan. Dan bila Anda ingin memberikan penghargaan atas pekerjaan rumah, berikan terpisah dari uang sakunya.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size:12px;">Setiap anak berhak mendapat uang saku atau uang jajang. Hanya saja sebagai orangtua, kita juga harus tahu sejauhmana kemampuannya mengelola uang sakunya. Dan sebagai orangtua, kita wajib mengajarkannya bagaimana menggunakan uang jajan dengan baik.</span></p> ]]></description>
<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 07:55:16 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/bijak-memberi-uang-jajan-anak/</guid>
</item>
<item>
<title>Persiapan Keuangan Menyongsong Kelahiran Bayi</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/persiapan-keuangan-menyongsong-kelahiran-bayi/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Anda akan punya bayi? Wah, selamat. Jangankan Anda, saya sendiri pasti akan ikut senang bila mendengar ada orang lain yang akan segera memiliki anggota baru dalam keluarganya.
	
	Bagaimana tidak? Lahirnya seorang bayi seringkali memberikan semangat baru dalam sebuah keluarga. Malah semangat tersebut seringkali malah sudah muncul sekitar 8 - 9 bulan sebelumnya ketika si orang tua mendapatkan berita kehamilan dari dokter. Dan &amp;shy; bisa ditebak -- puncak kebahagiaannya adalah ketika si anak betul-betul sudah lahir.
	
	Apa yang selanjutnya terjadi? Si bayi makin lama makin besar. Pelan-pelan dia sudah mulai berjalan. Mungkin awalnya masih tertatih-tatih, tapi lama kelamaan dia sudah mulai berlari walaupun masih agak kaku. Kemudian, hanya dalam beberapa bulan atau tahun, Anda akan melihatnya berlari kesana kemari menubruk apa saja yang ada di depannya sambil berteriak-teriak berisik, dan Anda akan segera mengingat kembali ketika dia masih berada di dalam perut Anda. Seperti sekarang.
	
	Sebagai seorang Perencana Keuangan, bila Anda memiliki seorang bayi yang mungkin belum lahir, tidak ada lain yang bisa saya lakukan kecuali menyarankan Anda untuk mempersiapkan keuangan keluarga dalam menyongsong kelahiran bayi tersebut.
	
	Kenapa Anda harus mempersiapkan keuangan dalam menyongsong kelahirannya? Jelas dong, ketika si anak masih berada dalam perut Anda, setiap satu atau dua kali sebulan Anda harus pergi memeriksakan kandungan Anda ke seorang dokter spesialis kandungan. Itu butuh biaya. Kemudian ketika Anda melahirkan, itu juga butuh biaya. Belum lagi kalau kelahirannya menggunakan alat, induksi maupun operasi caesar, maka biayanya bisa lebih besar lagi.
	
	Kemudian Anda juga harus keluar uang untuk membeli segala macam perlengkapan bayi. Mulai dari kereta dorong, baju (yang dengan cepat akan menyusut karena anak Anda tumbuh makin besar dari hari ke hari), botol susu, pampers, dan lain sebagainya.
	
	Bahkan bukan hanya itu. Dengan adanya berita kehamilan dari dokter, mungkin sudah saatnya juga bagi Anda berdua untuk mengevaluasi lagi kebiasaan belanja keluarga selama ini, karena ini adalah saatnya untuk menambah tabungan dalam keluarga.
	
	Di bawah ini, saya akan memberikan sejumlah langkah keuangan yang perlu Anda lakukan apabila pada saat ini Anda sedang menyongsong kelahiran seorang bayi.
	
	<strong> 1. Segera tentukan di mana Anda akan melahirkan, dan cek biayanya.</strong>
	Hal ini penting agar Anda bisa mengetahui berapa perkiraan biaya persalinan yang mungkin akan Anda keluarkan. Pilihan tempat melahirkan biasanya ada dua: di RS/Klinik Umum atau RS/Klinik Bersalin.
	
	Tidak hanya itu, Anda juga perlu memilih lokasinya. Apakah di RS Itu atau RS Ini. Kebanyakan keluarga sering memilih lokasi bersalin yang dekat dengan tempat tinggalnya. Tidak masalah. Yang penting, setelah Anda memilih lokasi, coba hubungi mereka untuk mengecek berapa perkiraan biaya yang diperlukan bila Anda ingin melakukan persalinan di situ.
	
	Kalau perlu, lakukan tur kecil-kecilan ke tempat itu untuk melihat suasananya. Penting sekali bagi Anda untuk merasa nyaman bila melakukan persalinan di tempat itu. Bila tak punya kendaraan pribadi, pastikan Anda sudah menganggarkan untuk transportasi pada saat persalinan (sewa mobil, taksi, atau ambulans).
	
	<strong>2. Cek apakah Biaya Persalinan Anda ditanggung oleh kantor/tempat kerja Anda atau suami Anda.</strong>
	Bila memang, ya, apakah diganti sepenuhnya? Ataukah hanya sebagian? Dengan begitu Anda bisa memperkirakan berapa biaya yang mesti Anda siapkan untuk perawatan persalinan. Kalau perlu periksa juga apakah penggantian tersebut juga mengganti biaya-biaya yang Anda keluarkan untuk kunjungan ke dokter kandungan.
	
	<strong>3. Mulailah menabung untuk menyongsong kelahiran itu.</strong>
	Bila kantor tidak memberikan penggantian tersebut, maka Anda dan suami Anda harus menyiapkan sendiri dana persalinan itu. Ada dua cara menabung yang bisa digunakan. Yang pertama adalah dengan menabung secara rutin setiap bulan. Yang kedua adalah dengan menabung sekali saja. Cara kedua bisa digunakan kalau pada saat ini Anda sudah memiliki sejumlah dana yang bisa dimanfaatkan.
	
	Ke mana Anda bisa menabungkan uang Anda? Hanya ada dua produk investasi yang saya sarankan: yang pertama adalah tabungan. Ini karena tabungan tidak akan berkurang nilai nominalnya dan bisa diambil sewaktu-waktu.
	
	Bila Anda melakukan investasi sekali saja, maka Anda mungkin bisa memasukkan uang Anda ke alternatif investasi yang kedua, yaitu deposito. Anda bisa memilih deposito dengan jangka waktu yang pendek-pendek saja, seperti deposito berjangka waktu satu bulan. Dengan demikian, setiap satu bulan sekali Anda bisa mengevaluasi apakah Anda akan tetap menaruh uang Anda di deposito itu, atau mengambilnya apabila diperlukan.
	
	<strong>4. Mulai menabung untuk keperluan bayi.</strong>
	Tidak hanya biaya persalinan yang perlu Anda siapkan. Penting juga agar Anda mempersiapkan dana untuk segala macam keperluan bayi selama beberapa bulan pertama seperti sabun, bedak, baby oil, sampo, pakaian dan lain-lainnya. Sedangkan untuk biaya kebutuhan biaya sehari-hari seperti susu dan makanan bayi, sebaiknya dimasukkan dalam anggaran belanja bulanan Anda sehari-hari.
	
	<strong>5. Ambil asuransi jiwa.</strong>
	Bila suami Anda adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga, sarankan ia untuk segera memiliki asuransi jiwa. Santunan asuransi jiwa bisa digunakan untuk membayar pengeluaran keluarga akibat meninggalnya si pencari nafkah. Dan yang terpenting, santunan asuransi jiwa juga bisa mengganti pembayaran biaya persalinan dan segala macam pengeluaran untuk keperluan bayi Anda nanti.</p> ]]></description>
<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 16:43:16 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/persiapan-keuangan-menyongsong-kelahiran-bayi/</guid>
</item>
<item>
<title>Suami-Istri, Nyaman Berbicara Uang</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/suami-istri-nyaman-berbicara-uang/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<b>Meski kurang nyaman, masalah yang timbul karena uang tetap harus dibicarakan pasangan suami-istri.</b>
	
	Maksud Anda hidup berhemat, tapi pasangan menganggap Anda elit. Atau, pasangan Anda boros, padahal penghasilannya tak menentu?! Apakah situasi ini bisa dibicarakan? Tentu harus, tapi ada cara tepat membahas maslaah ini&amp;nbsp; tanpa perlu bertengkar.
	
	<b>Penyebab perceraian.&amp;nbsp; </b>Perencana keuangan <strong>Maire Allvine</strong>, yang juga penulis buku <em>The Family CFO: The Couple business Plan for Love and Money </em>mengungkapkan, sebagian besar pasangan suami istri tidak tahu cara tepat membicarakan keuangan. Allvine mengamati, orang bereaksi sangat emosional saat membicarakan uang, &amp;quot;Kebanyakan suami-istri memilih tidak membicarakan soal uang ketimbang ujung-ujungnya bertengkar atau malah bercerai&amp;quot;.
	
	<b>Jaga emosi. </b>Perempuan biasanya mengaitkan uang dengan rasa aman. Memiliki tabungan dan punya penghasilan tetap adalah obsesi mereka. Itu sebabnya, penghasilan suami yang tak menentu bisa membuat istri cemas. Soalnya ia tidak dapat memprediksi dana yang akan ia kelola tiap bulannya.
	
	Lalu, bagaimana membicarakan topik tak nyaman ini? Berikut saran dari ahli:</p>

	<ul>
		<li style="text-align: justify;">
			<b>Pilih waktu yang pas</b>, misalnya, di momen sedang bersantai dan di situasi&amp;nbsp; tenang. dan rileks. Atau, cari waktu khusus, seperti, setelah anak-anak tidur malam.</li>
		<li style="text-align: justify;">
			<b>Tunjukkan niat baik</b> Anda untuk mendengarkan, saat mengajak pasangan bicara soal uang. Doronglah pasangan untuk bersikap sama dengan Anda. Mulailah dengan bercerita, bagaimana dulu orang tua Anda membicarakan masalah keuangan. Kemudian, kemukakan keinginan Anda untuk membicarakan soal uang.</li>
		<li style="text-align: justify;">
			<b>Jujurlah pada diri sendiri</b> tentang apa yang Anda rasakan. Bila secara keuangan Anda termasuk istri mandiri atau punya penghasilan besar, biasanya Anda punya kecemasan memikul tanggung jawab terbesar dalam hal pengeluaran dibandingkan suami Anda. Anda sebaiknya jujur mengakui hal ini. Kemukakan juga alasannya,&amp;nbsp; mengapa Anda merasa khawatir. Lalu pikirkan bersama, cara terbaik dan tepat untuk Anda berdua mengelola keuangan keluarga Anda.</li>
		<li style="text-align: justify;">
			<b>Tetaplah pada topik pembicaraan</b> ketika Anda bicara tentang uang. Bersikaplah obyektif, jauhkan diri dari prasangka dan sikap subyektif. Apabila bahasan Anda&amp;nbsp; dan pasangan &amp;quot;menyinggung&amp;quot; area sensitif, tetaplah berkepala dan berhati sejuk!</li>
		<li style="text-align: justify;">
			<strong>Libatkan pihak lain</strong>, apabila Anda dan pasangan merasa kesulitan menemukan cara tepat menata keuangan keluarga. Konsultan keuangan keluarga bahkan bisa membantu Anda berdua mengubah perilaku dan cara Anda berdua dalam menggunakan uang.</li>
	</ul>

<p style="text-align: justify;">
	<b>Eratkan hubungan</b>. Keterbukaan Anda sangat tergantung pada kualitas hubungan Anda dengan pasangan. Hubungan emosi yang <em>solid </em>antara Anda dan pasangan akan memudahkan langkah-langkah bicara uang tanpa khawatir memicu pertengkaran.&amp;nbsp; Untuk&amp;nbsp; itu,&amp;nbsp; Anda dapat memulai dengan bersikap terbuka pada pasangan dalam mengelola keuangan keluarga. Caranya:</p>
<ul>
	<li style="text-align: justify;">
		<b>Rumuskan tujuan dan prioritas. </b>Mengungkapkan tujuan finansial bersama memudahkan Anda berdua berjalan ke arah tujuan ini. Misalnya, membeli rumah setelah lima tahun menikah , menabung untuk biaya pendidikan anak dan lainnya</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<b>Jangan berahasia</b> dan secara diam-diam membelanjakan uang. Ini merupakan kebiasaan buruk. Pola seperti ini salah karena Anda tidak jujur dan melakukan sabotase terhadap rencana finansial Anda.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<b>Berbagi tanggung jawab</b> adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari pertengkaran seputar masalah uang. Buatlah perhitungan yang <em>fair</em>, agar tanggung jawab masing-masing dalam hal keuangan jelas, seperti siapa yang mencari nafkah , siapa yang mengelola uang belanja, dan seterusnya. Jika Anda senantiasa merasa nyaman saat merancang keuangan keluarga bersama atau paling tidak bicara tentang uang,&amp;nbsp; maka bisa dipastikan pernikahan Anda akan aman dari pertengkaran yang dipicu masalah ini.</li>
</ul> ]]></description>
<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 13:51:02 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/suami-istri-nyaman-berbicara-uang/</guid>
</item>
<item>
<title>Cara Sederhana Menyusun Anggaran Keluarga</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/cara-sederhana-menyusun-anggaran-keluarga/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Agar pengelolaan keuangan keluarga Anda lebih terencana, Anda perlu menyusun anggaran alias rancangan budget. Dari sini Anda bisa melihat dengan rinci lalu lintas keuangan Anda: pemasukan dan pengeluaran. Berikut ini adalah <em>step-by-step</em> menyusun anggaran secara sederhana:</p>
<p>
	<strong>Tahap 1: Kelola gaji atau penghasilan Anda.</strong> Bila Anda dan suami bekerja atau punya usaha, maka penghasilan Anda berdua adalah pemasukan keluarga. Masukkan juga pemasukan dari bukan gaji (rutin), seperti bisnis sampingan, hasil jual-beli properti, dividen saham, bunga deposito dan lainnya.</p>
<p>
	<strong>Tahap 2:</strong> <strong>Datalah semua pengeluaran sebulan</strong> mulai dari pengeluaran rumah tangga sampai keperluan anak dan diri sendiri: listrik, telepon, transportasi (termasuk suku cadang, servis, bensin), anak (uang sekolah, ongkos dan lainnya), pekerja (pengasuh, pembantu, sopir). Jangan lupa memasukkan cicilan hutang (kredit mobil dan KPR), biaya kesehatan, dana untuk pribadi (keperluan diri sendiri dan pasangan).</p>
<p>
	<strong>Tahap 3: </strong>Masukkan ke daftar pengeluaran Anda sejumlah uang untuk <strong>dana darurat.</strong> Ini penting karena dalam keadaan genting, Anda harus bisa menjamin keluarga tetap dapat menjalani hidup dengan layak dari dana ini. Tak kalah penting adalah sejumlah uang untuk ditabung dalam pengeluaran Anda. <strong>Tahap 4:</strong> Setelah menghitung jumlah penghasilan dan pengeluaran, <strong>hitunglah sisanya</strong>. Jika masih ada <strong>sisa yang cukup</strong>, berarti keuangan keluarga Anda <strong>sehat</strong>. Waspada bila ternyata keuangan Anda menunjukkan saldo negatif. Pola keuangan kita seringkali memang cukup memalukan untuk diakui. Pendapat Anda kurang?! Belum tentu! Menurut, ahli perencana keuangan <span style="font-weight: bold;">Ligwina Hananto</span>, &amp;quot;<em>It&amp;#39;s not about how much you earn, but how much you spend</em>&amp;quot;. Terdengar sangat akrab dengan situasi Anda?!</p>
<p>
	sumber: Ayahbunda</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 13:15:58 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/cara-sederhana-menyusun-anggaran-keluarga/</guid>
</item>
<item>
<title>Pilihan Investasi Untuk Dana Pendidikan</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/pilihan-investasi-untuk-dana-pendidikan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	<span style="font-weight: bold;">Ketahui dahulu perkiraan dana yang dibutuhkan sebelum menentukan pilihan investasi. Sebaiknya siapkan dana pendidikan anak sejak semasa hamil. </span> Menurut <span style="font-style: italic;">financial planner</span>, <span style="font-weight: bold;">Ligwina Poerwo-Hananto</span>, sebelum menentukan jenis investasi pendidikan, sebaiknya orang tua mengetahui lebih dahulu berapa perkiraan dana yang dibutuhkan. Tak sedikit orang membeli produk tanpa memikirkan manfaat dari tujuan tersebut. Bahkan orang tua cenderung membeli produk karena ditempeli pendidikan di belakangnya. Selain itu, menurut Ligwina, asumsikan biaya pendidikan per jenjangnya. Jenjang pendidikan TK hingga SMA asumsikan mengalami inflasi 20% per tahun sedangkan S1, 15%. ‘’Anak adalah tanggung jawab kita. Jadi harus betul-betul berhitung berapa kebutuhannya di masa depan dengan memilih apakah produk ini sesuai dengan kebutuhannya atau tidak,” paparnya. Ligwina menyarankan sebaiknya orang tua menyiapkan dana pendidikan sejak semasa hamil. Bahkan, pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak juga perlu menyiapkan dana pendidikan karena usia bertambah, sementara belum tahu kapan akan hamil. Jika hamil di usia� lanjut,� jangka waktu usia produktif semakin pendek sementara anak masih kecil. � <span style="font-weight: bold;">Berikut ini beberapa pilihan investasi pendidikan:</span> <span style="font-weight: bold;">Asuransi pendidikan.</span> Sesuai fungsinya, asuransi adalah untuk proteksi. Pemilik asuransi� adalah ayah atau ibu yang menjadi pencari nafkah utama. Pemilik asuransi diharuskan membayar premi dalam jumlah dan waktu tertentu sesuai pilihan. Keuntungannya, pemilik asuransi akan mendapatkan dana tiap kali putra-putri memasuki jenjang pendidikan baru, SD, SMP, SMA, dan PT. Selain itu dana asuransi� akan tetap diberikan jika pemiliknya meninggal dunia dengan tanpa membayar premi lagi.� Sebaliknya dana yang diambil sebelum waktunya akan dikenakan pinalti, diharuskan membayar dalam jumlah tertentu. <span style="font-weight: bold;">Tabungan</span>. Menyimpan dana investasi dalam tabungan boleh jadi paling popular karena prosesnya mudah, membuat rekening di bank dan menyimpan sejumlah dana dengan memperoleh bunga berkisar 1 – 2% dan dipotong pajak 15% hingga 20 % tergantung dari saldo tabungan. Keuntungan dari menabung adalah tidak terikat oleh waktu, Anda bisa menarik dana kapan saja. Dananya bisa digunakan untuk uang pangkal, SPP,� les, dan kebutuhan lain yang sifatnya rutin. <span style="font-weight: bold;">Deposito.</span> Hampir sama dengan menabung, deposito adalah menyimpan uang di bank, tapi bunganya lebih besar yaitu sekitar 6% per tahun. Hanya saja bank mensyaratkan jumlah minimal untuk bisa membuka deposito yaitu Rp� 8.000.000. Anda tak bisa mengambil uang kapan saja seperti tabungan. Uang yang didepositokan tak bisa ditarik untuk jangka waktu tertentu, 1 bulan, 3 bulan atau 1 tahun. Dana deposito bisa digunakan untuk kebutuhan jangka pendek seperti uang les. <span style="font-weight: bold;">Properti. </span>Membeli tanah atau rumah. Dua jenis investasi ini hasilnya cukup besar, meski baru bisa dinikmati dalam waktu panjang. Anda bisa membeli properti dengan perhitungan akan menjualnya 7 atau 10 tahun mendatang saat harganya sudah tinggi. Artinya properti itu dibeli ketika anak masih kecil dan direncanakan untuk masuk PT. Bisa juga dengan menyewakan properti tersebut. Hasil sewanya bisa digunakan untuk biaya pendidikan bulanan. Yang perlu diingat adalah menjual properti butuh waktu, sulit terjual dalam waktu 2 hari. <span style="font-weight: bold;">Reksadana.</span> Investasi yang uangnya dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Laporan perkembangan reksadana akan dikirim setiap satu atau beberapa bulan sekali. Reksadana ada beberapa jenis, jadi dapat digunakan secara berkala sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak. Reksadana dapat digunakan untuk melawan inflasi pendidikan yang tinggi. Reksadana juga dapat dibeli kapan saja dan dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Reksadana ini produk yang teregulasi dengan sangat baik oleh Bapepam-LK sehingga para pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan tindakannya. Setiap jenis reksadana memiliki risiko dan hasil investasi yang berbeda-beda. Jenis� reksadana� antara lain,� pasar uang, pendapatan tetap, saham. Ada juga reksadana terproteksi dan reksadana penyertaan terbatas</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 13:07:08 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/pilihan-investasi-untuk-dana-pendidikan/</guid>
</item>
<item>
<title>Mencicil Rumah Dengan Gaji Kecil</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/mencicil-rumah-dengan-gaji-kecil/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Penghasilan Rp. 2 juta bukanlah penghasilan yang kecil loh untuk sebagian orang. Dengan penghasilan sebesar itu sepertinya memungkinkan saja jika Anda berkeinginan untuk mengkredit rumah. Nah, sekarang berapa besaran nilai rumah yang Anda inginkan? Dengan asumsi, cicilan per bulannya harus kurang dari Rp 600 ribu per bulan. Ini adalah perhitungan kasar saja dimana memang batas maksimum cicilan yang dapat Anda lakukan adalah sebesar 30 persen dari besarnya penghasilan yang Anda peroleh setiap bulannya. Saya sarankan kepada Anda untuk mengambil jangka waktu yang panjang yaitu sekitar 15 tahun agar juga bisa sesuai dengan besarnya cicilan yang Anda sanggupi.</p>
<p>
	Dengan penghasilan yang Anda peroleh selama ini tentunya ada pengeluaran lain yang dipergunakan untuk memebuhi kebutuhan hidup bukan? Oleh karena itu, karena cicilan untuk pembelian rumah ini termasuk cicilan yang akan dilakukan dalam waktu yang relatif panjang maka lebih baik Anda melakukan sedikit percobaan untuk menabung sebesar 600 ribu secara rutin untuk 4-5 bulan kedepan. Hal ini diperlukan sebelum untuk melihat apakah Anda benar-benar mampu untuk mengajukan KPR. Jika hal ini bisa dilakukan, itu artinya Anda sudah siap untuk mulai mencicil rumah.</p>
<p>
	Selain analisa kemampuan untuk mencicil KPR, ada pula yang perlu Anda perhatikan yaitu mengenai besaran dari uang muka atau DP yang biasanya juga dipersyaratkan oleh pihak bank. Untuk itu pihak bank meminta Anda untuk membayar sekitar 20% &amp;ndash; 30% dari harga rumah yang akan dikredit. Artinya Anda perlu menyiapkan dana juga lumayan besar untuk dijadikan DP sebagai tanda jadi dari pembelian rumah tersebut.. Jika hal ini sudah dapat Anda penuhi, maka Anda sudah dapat dikatakan memiliki kemampuan secara finansial untuk mulai mengajukan KPR.</p>
<p>
	Sumber: Ahmad Gozali, Perencana Keuangan</p>
<p>
	http://www.perencanakeuangan.com/files/gaji2juta.html</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 18:59:47 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/mencicil-rumah-dengan-gaji-kecil/</guid>
</item>
<item>
<title>Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/mempersiapkan-dana-pendidikan-anak/</link>
<description><![CDATA[ Meskipun waktu menabung bisa ditunda, usia anak masuk sekolah tidak dapat ditunda<br /><br />Saya sangat senang bila ternyata anda membaca ulasan ini jauh hari sebelum anak anda masuk sekolah. Bagi anda yang terlambat membaca ulasan ini tidak jadi masalah. Anda masih belum terlambat. Hanya saja beban anda untuk memersiapkan dana pendidikan anak menjadi bertambah karena waktu anda untuk mempersiapkannya menadi lebih singkat. Sekedar mengingatkan kenapa anda perlu menyiapkan biaya pendidikan mulai dari sekarang adalah :<br /><br />Biaya Pendidikan Sangat Mahal<br /><br />Biaya pendidikan terutama di Kota Besar naik pesat seiring dengan banyaknya permintaan untuk bersekolah di sekolah favorit dengan alasan kualitas pendidikan, jarak dari rumah, transportasi dan lain sebagainya. Anda mungkin pernah mendengar bahwa salah satu TK swasta terkenal di Indonesia menawarkan tariff sebesar Rp. 7 - 10 Juta. Perguruan tinggi pun tidak kalah mahal, untuk dapat masuk ke fakultas kedokteran ternama anda mungkin dikenakan biaya gedung / biaya administrasi yang sama dengan harga sebuah mobil kijang inova seri terbaru. Untuk itulah anda perlu menghitung dan mencicik biaya pendidikan anak anda mulai dari sekarang!<br /><br />Biaya pendidikan selalu meningkat dari tahun ke tahun<br /><br />Tidak dipungkiri inflasi selalu terjadi dari tahun ke tahun. Dewasa ini justru dengan naiknya harga minyak dunia ke level yang sangat tinggi mengakibatkan kenaikan harga di banyak kebutuhan pokok manusia terutama produk pertanian dan peternakan. Terimbas dari hal ini biaya pendidikan juga selalu meningkat dari tahun ke tahun. Dengan alasan ini lah anda perlu mempersiapkan biaya pendidikan anak agar selalu dapat mengimbangi terjadinya inflasi.<br /><br />Keadaan keuangan orang tua belum tentu sama baiknya<br /><br />Tidak ada satupun yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan. Dengan alasan inilah anda tidak boleh sembrono dan beranggapan bahwa anda akan selalu ada ketika anak anda membutuhkan biaya pendidikan kelak. Mereka yang bekerja di perusahaan dan digaji mungkin tidak akan bisa selalu bisa mengandalkan gajinya. Ketika terjadi suatu musibah yang menyebabkan kita tidak bisa lagi bekerja, pendidikan anak dapat menjadi taruhan yang terlalu mahal. Alasan ini lah yang mendasari perlunya anda melirik asuransi pendidikan maupun tabungan pendidikan lain.<br /><br />Usia anak masuk sekolah tidak dapat ditunda<br /><br />Ketika anda ingin membeli mobil baru atau melakukan renovasi rumah, dengan mudah anda dapat menunda pengeluaran biaya untuk itu. Karena mobil baru ataupun renovasi rumah dapat anda lakukan kelak ketika anda sudah mempunyai uang yang cukup. Lain halnya dengan anak yang sudah harus masuk sekolah. Tidak mungkin bukan anda harus menunda anak anda masuk SD hanya karena anda tidak mempunyai cukup uang untuk membayar besarnya uang pangkal?<br /><br /><br />Beberapa point diatas merupakan alasan untuk segera menganggarkan/menyiapkan dana pendidikan anak secepat mungkin. Terkait dengan besarnya biaya yang harus kita keluarkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, kami sarankan kepada anda untuk menyiapkan dana pendidikan tersebut mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi sekalian.<br /><br />Ini dimaksudkan agar meringankan beban di masa mendatang dengan munculnya adanya biaya pendidikan saat anak mulai masuk TK, SD, SMP, SMA sampai dengan Perguruan Tinggi. Beberapa agen perencana keuangan mungkin dapat membantu anda untuk menghitung perkiraan kebutuhan pendidikan ini. Yang perlu anda ingat adalah walaupun perkiraan kebutuhan pendidikan tersebut tidak selalu benar, masih lebih baik bila kita memperkirakannya sekarang dari pada menghadapinya esok tanpa persiapan sama sekali.<br /><br />Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak<br /><br />Beberapa cara untuk mempersiapkan biaya pendidikan diantaranya adalah dengan mengikuti produk asuransi pendidikan, tabungan pendidikan ataupun investasi dalam bentuk reksa dana / jual beli saham.<br /><br />Secara singkat bila kita mengikuti asuransi pendidikan, kita akan diwajibkan untuk membayar premi dengan jumlah dan waktu tertentu (sesuai kemampuan). Pada saat anak masuk TK, masuk SD, masuk SMP, masuk SMA sampai dengan perguruan tinggi, anda akan mendapatkan dana pendidikan dari asuransi pendidikan yang anda ikuti. Kelebihan dari produk ini adalah ketika terjadi sesuatu dengan diri anda di kemudian hari (meninggal), dana pendidikan untuk anak anda masih dapat dikeluarkan bila saatnya telah tiba.<br /><br />Produk tabungan pendidikan yang dikeluarkan oleh perbankan di Indonesia juga tidak kalah menarik. Bank bersedia memberikan bunga lebih tinggi apabila anda membuka tabungan pendidikan. Anda diwajibkan menyetor sejumlah tertentu (yang anda sepakati sebelumnya) secara rutin per bulan sampai dengan jangka waktu tertentu. Anda juga bebas untuk menyetor lebih dari yang anda sepakati. Anda masih diperkenankan untuk melakukan penarikan namun biasanya dikenakan penalty atas bunga tabungan yang berjalan.<br /><br />Investasi dalam bentuk reksa dana dan jual beli saham merupakan salah satu komponen investasi yang menjanjikan return yang tinggi. Namun demikian seperti kata pepatah "high risk high return", resiko yang ada dalam instrument investasi ini juga lebih tinggi. ]]></description>
<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 07:53:59 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/mempersiapkan-dana-pendidikan-anak/</guid>
</item>
<item>
<title>Merancang dana liburan</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/merancang-dana-liburan/</link>
<description><![CDATA[ Yuk, menabung untuk berlibur...<br /><br />Berlibur itu perlu. Saat liburan kita bisa bebas melakukan berbagai aktivitas seru, sekaligus melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari. Anda bisa mengisi liburan dengan bepergian keluar kota, berkunjung ke tempat saudara, atau bahkan sekadar diam di rumah sambil memanjakan hobi. Sayangnya, biarpun niatnya ingin tetap irit, biasanya Anda justru keluar uang lebih banyak. Ah, namanya juga liburan! Apalagi kalau berlibur keluar kota atau malah keluar negeri. Bisa-bisa dompet terkuras, dan pasca liburan, Anda bukannya makin segar, tapi malah jadi terbebani. <br /><br /> Lantas, bagaimana  menyiasati liburan tanpa harus merogoh dana ekstra yang bikin Anda pusing kepala? Berikut beberapa tip "Smart Holiday" dari Ligwina Hananto, untuk mewujudkan liburan impian tanpa menimbulkan 'beban' keuangan.<br /><br />1. Buatlah rencana destinasi liburan impianmu, entah sekadar ke Bandung, Yogyakarta, atau ke Kuala Lumpur. Tetapkan kapan Anda akan melakukan liburan itu, apakah 6 bulan atau 3 tahun lagi.<br /><br />2. Cobalah berburu informasi tentang tujuan berlibur pilihan Anda, mulai dari harga tiket hingga biaya akomodasi. Jangan lupa menyiapkan dana belanja, baik hanya sekadar untuk  membeli cinderamata atau menambah koleksi tas dan sepatu.<br /><br />3. Setelah mendapatkan perhitungan yang pas, mulailah membuat estimasi anggaran.  Tak ada salahnya, kan, menyisihkan sebagian uang per bulan agar bisa terpenuhi dana liburan tepat pada waktu yang telah ditetapkan.<br /><br />4. Jangan lupa untuk mencari paket liburan pada masa low season atau penawaran dari kartu kredit, seperti beli 1 gratis 1, maupun paket promosi lainnya. <br /><br />5. Jika Anda masih memiliki utang yang perlu dibayar seperti utang kartu kredit, atau utang agunan kredit rumah, sepertinya kurang bijaksana untuk menikmati liburan yang butuh dana besar.  Baiknya lunasi dulu utang-utang Anda, karena jika beban utang Anda sudah terlunasi pastinya Anda pasti akan merasa tenang. Sementara itu, cukup nikmati liburan ke tempat yang dekat-dekat saja. Liburan kan, tidak melulu harus jalan-jalan keluar kota?  Anda juga bisa merancang acara liburan di rumah, seperti barbeque-an atau menonton DVD bareng sambil memesan delivery pizza. Dijamin suasana pasti tak kalah seru! ]]></description>
<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 00:11:26 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/merancang-dana-liburan/</guid>
</item>
<item>
<title>Anggaran Keuangan Menyambut Si Kecil</title>
<link>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/anggaran-keuangan-menyambut-si-kecil/</link>
<description><![CDATA[ Kehadiran anak menambah pengeluaran sehari-hari. Tak hanya fisik dan mental, keuangan pun harus Anda siapkan. Langkah pertama: siapkan anggaran keuangan untuk si bayi baru. ]]></description>
<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 23:18:25 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/keuangan-keluarga/anggaran-keuangan-menyambut-si-kecil/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
