<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in kreativitas</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:07:29 +0700</pubDate>
<item>
<title>Dedicated seo services</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/dedicated-seo-services/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	If You want any SEO professional to provide you with certain things that will strengthen your online profile and improve where you fall in search engine rankings. Hire a full time SEO experts to expand your online ecommerce business form zaptech solutions.&amp;nbsp; To run an online business successfully first of all you need to hire seo expert, there are so many importance of hiring an seo expert. We can give you 75% sales on ROI and can increase your online availability in the Google. Now you can hire SEO expert for a full time position and who have many websites they can profitable undoubtly and no need to manage all at a time.</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 01 May 2012 01:31:33 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/dedicated-seo-services/</guid>
</item>
<item>
<title>iPhone Developer</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/iphone-developer/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Businesses, organizations small or large as enterprise level, key governmental bodies, are using iPhone applications for making their work processes simple and smoother with the flair of innovative technology. iPhone app development associates your business to your customers most helpful methods and you can do your promotion best way with an iPhone app development. iPhone device takes all and makes you efficient enough to process various task through with the help of immense apps development. iPhone has application for everything and everything- you can imagine from business, lifestyle, news, sports &amp;amp; gaming, social networking and others.</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 08:09:35 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/iphone-developer/</guid>
</item>
<item>
<title>Hire PHP Developer</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/hire-php-developer/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Hiring a group of proficient PHP programming in India is to be the handpicked venture in the complicated IT environment for the outsourcing companies. Currently PHP language is become very popular due to high demand for Its Varied usability on web development area. So hire PHP developers who have very good command over this language. It would be possible if you hire dedicated PHP developer from outsourcing service providing company which provides outsourcing.</p> ]]></description>
<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 01:26:46 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/hire-php-developer/</guid>
</item>
<item>
<title>Ankara Nikah Sekeri</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/ankara-nikah-sekeri/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	D&amp;uuml;g&amp;uuml;nde, m&amp;uuml;kemmel her seyi m&amp;uuml;kemmel, sag t&amp;ouml;reni resepsiyon oldugundan emin yapmak istiyorum. D&amp;uuml;g&amp;uuml;n yerlerde global seyahat daha yaygin hale gelmistir ve u&amp;ccedil;ak bileti d&amp;uuml;sm&amp;uuml;s gibi, giderek daha &amp;ccedil;esitli ve farkli hale gelmistir. Ankara D&amp;uuml;g&amp;uuml;n, d&amp;uuml;g&amp;uuml;n ve balayi hem i&amp;ccedil;in iyi bilinen bir yerdir. Windsor kale yakin Guildhall se&amp;ccedil;iminde Ankara&amp;#39;da otel genelinde d&amp;uuml;g&amp;uuml;n tutmak i&amp;ccedil;in d&amp;uuml;nyaca &amp;uuml;nl&amp;uuml; bir yer olabilir benzersiz bir yerde evlenmek i&amp;ccedil;in &amp;ouml;zg&amp;uuml;rl&amp;uuml;k olmasina ragmen.</p> ]]></description>
<pubDate>Sun, 04 Mar 2012 00:19:59 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/ankara-nikah-sekeri/</guid>
</item>
<item>
<title>Jika Anak Senang CORAT-CORET Tembok</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/jika-anak-senang-corat-coret-tembok/</link>
<description><![CDATA[ Arahkan dengan media yang tepat agar bakat seninya tetap berkembang.
Rasanya tak ada anak batita yang tak senang corat-coret. Pasalnya, di usia ini, anak sedang mengembangkan kemampuan psikomotorik halus. Nah, corat-coret adalah salah satu aplikasinya. Anak mencoba-coba menulis dalam bentuk corat-coret. Terlebih jika anak sering melihat orangtua atau orang terdekatnya menulis, menggambar, atau mencorat-coret, dia akan tergerak untuk meniru, “Apa yang saya akan dapatkan saat spidol ada di tangan?”
Masalahnya, si kecil bukan hanya corat-coret di buku atau kertas, tetapi juga tembok. Ya, dinding rumah yang luas layaknya kanvas tak terbatas buat anak. Di tempat itulah semua kreasi dituangnya. Bukan cuma di dinding kamar, tapi juga dinding ruang tamu sampai depan rumah. Mengapa tembok? Tak lain karena temboklah yang dilihatnya setiap hari. Media itu juga dirasakan anak cukup mudah dan luas untuk menuangkan ekspresinya. Disamping, cat tembok rumah juga biasanya berwarna terang bak lembaran kertas berukuran superbesar. Ini berbeda dengan kertas gambar yang terbatas dan kadang tak tersedia setiap waktu.
Tentunya hal ini tak mesti dibiarkan. Kalau tidak, dikhawatirkan anak tak akan tahu batasan, mana yang boleh dan tidak untuk corat-coret. Baginya, semua tembok sah-sah saja digambari. Tidak hanya tembok rumah dan ruangan tamu, tapi juga tembok lainnya, bahkan tembok rumah tetangga. Celaka, bukan?! Namun, melarang anak corat-coret di tembok tanpa diarahkan, juga sama buruknya. Sangat mungkin, anak akan tumbuh menjadi pribadi pasif yang kurang inisiatif. Bahkan, jika orangtua serba melarang, anak juga tak dapat mengungkapkan ekspresinya dalam bentuk kata-kata.

SEDIAKAN MEDIA YANG TEPAT
Jadi, harus bagaimana dong? Sebenarnya, gampang saja, kok! Orangtua tinggal mengarahkan si kecil bahwa tembok rumah bukan untuk digambari. Jelaskan hal itu pada saat orangtua membersihkan tembok yang penuh coretan si kecil. Meskipun tembok tak bisa mulus kembali seperti semula, namun hal ini sudah cukup mengajarkan kepada si kecil bahwa tembok bukanlah media yang tepat untuk digambari.
Selanjutnya, berikan media yang tepat untuk corat-coret, yaitu buku tulis atau buku menggambar. Pilihlah buku menggambar berukuran besar dan beri kebebasan pada anak untuk berkreasi sepuasnya di situ. Beberapa kertas bekas atau kalender juga bisa digunakan. Alternatif lainnya, whiteboard besar. Anak bisa corat-coret sesukanya, dan menghapusnya kemudian.
Mengapa harus yang berukuran besar? Ini karena kemampuan spasial anak belum berkembang. Dia belum mengenal dengan baik, ruang sebesar apa yang bisa menampung coretannya. Disamping, kemampuan motorik halus anak juga masih terbatas, dia belum bisa memegang pensil dengan benar dan mengarahkan coretannya dengan baik. Kadang kecil, kadang besar. Berbeda dengan orang dewasa yang mampu menyesuaikan gambar sesuai ruang yang kecil sekalipun. Coretannya juga sudah sempurna. Dengan demikian, media besar sangat tepat buat anak.
Beberapa orangtua menyediakan tembok khusus untuk dicorat-coret. Tak masalah, selama kondisinya memungkinkan. Orangtua tinggal menyediakan tembok khusus untuk corat-coret, entah di kamar anak atau di ruangan tertentu yang jarang terekspos lingkungan luar. Ada lo orangtua yang memfasilitasi anaknya menggambar di tembok. Bakat yang dimiliki disertai ketekunannya menggambar, membuatnya menjadi pelukis cilik ternama, yang meraih penghargaan nasional dan internasional. Ingat, sensasi menggambar di tembok mungkin dirasakan berbeda dengan menggambar di atas kertas.
Yang penting diperhatikan, meski orangtua menyediakan tembok khusus corat-coret, anak tetap harus diberi penjelasan dan batasan bahwa hanya tembok itulah yang boleh digambari, lainnya tidak. Selain itu, orangtua juga tetap harus mengenalkan media yang lebih tepat untuk corat-coret.

SARAT MANFAAT
Aktivitas corat-coret sangat baik untuk mengasah kemampuan motorik halus anak. Melalui aktivitas ini, anak terbiasa membuat coretan-coretan tak beraturan, lalu beraturan, membentuk gambar, lambang, dan lain-lain. Nah, ini sangat baik untuk melatih otot-otot kecil anak. Jika dilakukan terus-menerus, kemampuan ini cukup membantu saat anak diajarkan menulis maupun pelajaran keterampilan motorik halus lainnya. Agar kemampuan ini bisa berkembang, arahkan anak untuk membuat garis lurus, lingkaran, atau menghubungkan titik-titik. Pandulah sehingga seolah-olah anak sedang tak diajarkan.
Selain itu, anak juga berani mengungkapkan idenya dalam bentuk gambar. Itulah mengapa, orangtua jangan langsung memarahi anaknya saat corat-coret tembok, melainkan secara perlahan mengalihkannya ke buku gambar. Dengan demikian, anak berani mengungkapkan ekspresinya dalam bentuk gambar. Tetaplah memerhatikan si kecil saat menggambar. Ini penting agar anak tak kembali beralih ke tembok rumah.
Bagi orang dewasa, corat-coret anak adalah “sampah” yang harus segera dihapus. Tapi tidak demikian halnya dengan anak. Bagi mereka, coretan yang ditorehkan kaya dengan makna. Tak heran, anak akan membeberkan hasil karya seninya. “Ini gambar ikan, gambar sapi, mobil, boneka, bus, dan lain-lain.” Corat-coret merupakan ajang memupuk kreativitas anak. Nah, agar kreativitas ini semakin terbentuk, cobalah untuk membuka dialog tentang objek yang sedang digambar. Tanyakan, anak sedang menggambar apa, lalu apa yang terjadi dengan gambarnya.
Mengingat manfaat besar di balik corat-coret, luangkan waktu setiap beberapa hari untuk menggambar. Simpan dan letakkan juga alat tulis dan lukis di tempat yang terjangkau, untuk menghindari si kecil mencorat-coret di sembarang tempat. Jangan segan untuk memuji dan menaruh hasil karyanya di ruang tamu atau ruang lain. Dengan demikian, anak merasa dihargai. Kemungkinan untuk melukis di atas kertas pun semakin besar. Siapa tahu kelak si kecil bisa jadi seorang pelukis ternama.
Saeful Imam.
Narasumber:
Evi Elviati, Psi.,
dari Essa Consulting Group 
sumber: tabloidnakita.com ]]></description>
<pubDate>Thu, 12 May 2011 22:27:33 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/jika-anak-senang-corat-coret-tembok/</guid>
</item>
<item>
<title>Mendidik Anak Sesuai Kecerdasan</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/mendidik-anak-sesuai-kecerdasan/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas. Inilah paradigma baru pendidikan yang sedang berkembang di dunia. Kenyataan ini memang berlawanan dengan persepsi yang diyakini selama ini bahwa anak cerdas berjumlah terbatas, seakan-akan mereka menempati strata tertentu. Adanya penemuan terbaru ini memang diharapkan akan mengubah pendekatan pendidikan yang selama ini terlanjur mapan.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Menurut Dr Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari Amerika setiap anak dilahirkan dengan membawa potensi yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Sifat yang menjadi bawaan itu antara lain : keingintahuan, daya eksplorasi terhadap lingkungan, spontanitas, vitalitas, dan fleksibilitas. Dipandang dari sudut ini maka tugas setiap orang tua dan guru hanyalah mempertahankan sifat-sifat yang mendasari kecerdasan ini agar bertahan sampai anak-anak itu tumbuh dewasa. Mengapa demikian? Karena ternyata diketahui kualitas kecerdasan ini bisa rusak karena adanya sebab tertentu.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Ironisnya pengaruh kuat yang merusak potensi kecerdasan itu ternyata datang dari lingkungan terdekat mereka : rumah dan sekolah!</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Situasi rumah yang menimbulkan depresi dan keterasingan berperan memupus bakat alamiah ini. Tekanan juga bisa datang dari orang tua yang karena sebab tertentu malah menghambat kreatifitas, keingintahuan, kegembiraan dalam bermain anak-anak. Ambisi orang tua agar anak-anak mereka meraih prestasi tertentu mendorong anak-anak ini untuk tumbuh terlampau cepat melampaui usia mental mereka dan pada saat bersamaan menghilangkan kegembiraan masa kecil mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Padahal para ahli mengingatkan bahwa anak belajar dari permainan mereka. Bagi anak-anak bermain bukan aktifitas remeh melainkan aktifitas yang serius terutama bagi perkembangan mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Sayangnya yang terlihat di masyarakat kita justru kenyataan sebaliknya. Di usia sangat dini mereka harus kehilangan kegembiraan masa kecil mereka. Anak-anak kerap menanggung beban keinginan orang tua mereka sendiri dengan terpaksa mengikuti berbagai macam kursus: mulai kursus bahasa asing, sempoa, piano dan sebagainya. Sebenarnya mengikuti berbagai kursus itu tidak menjadi masalah asal keinginan itu datang dan atas kemauan anak itu sendiri. Prinsipnya anak-anak itu tidak kehilangan kegembiraan dalam menjalaninya dan tidak kehilangan masa bermain mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Sementara itu di sekolah, perusakan potensi kecerdasan alami itu terjadi lewat kurikulum yang terlampau kaku, tidak fleksibel atau malah membebani. Situasi sekolah yang tidak menyenangkan, guru yang mengajar dengan cara yang membosankan juga ikut andil menyumbang terkuburnya potensi alami tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Bertolak dari kenyataan itulah perlu dikembangkan pendekatan pendidikan yang menjadi alternatif bagi sekolah pada umumnya. Sekolah alternatif ini haruslah dirancang atas pendekatan bahwa setiap anak itu mempunyai kecerdasannya sendiri. Lingkungan sekolah dirancang agar anak-anak tumbuh dengan kreatifitas mereka sendiri, tidak kehilangan kegembiraan masa kecil mereka, dan membuka ruang yang lebar untuk mengeksplorasi lingkungannya. Kecerdasan alami anak dirangsang lewat kegiatan sederhana seperti bercerita, permainan, kunjungan ke tempat tertentu, dan mengajukan pertanyaan kritis.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Sekolah tersebut haruslah juga menghilangkan sistem ranking. Juga tidak ada tes psikologi untuk mengukur kecerdasan seorang anak. Tes psikologi untuk mengukur IQ yang kita kenal sekarang ini jauh dari memadai untuk mengukur kemampuan otak manusia. Sistem rangking malah menciptakan pelabelan di sekolah. Ada anak pintar dan ada anak bodoh. Pendekatan pendidikan terbaru dikembangkan atas keyakinan bahwa setiap anak mempunyai kecerdasannya sendiri dengan cara yang benar-benar berbeda dengan anak lain. Karena itu dalam sistem ini upaya membanding-bandingkan antara anak satu dengan anak lainnya dihindari.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Sebagai konsekuensinya kegiatan belajar mengajar menggunakan pendekatan Multiple Intelligences yang dikembangkan oleh pakar neurosains Dr Howard Gardner. Menurut teori ini manusia mempunyai delapan macam kecerdasan sementara sistem pendidikan pada umumnya hanya mengembangkan dua kecerdasan. Kecerdasan itu adalah: kecerdasan linguistik, matematis-logis, viso-spasial, musik, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis. Anak didik dipetakan menurut kedelapan kecerdasan ini dan mendidik mereka dengan cara berbeda sesuai dengan tipe kecerdasan yang dimiliki masing-masing anak. Karena itu metode pengajaran yang diterapkan bisa sangat khas.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Dalam mengajarkan matematika misalnya, maka cara mengajar untuk anak dengan tipe kecerdasan linguistik berbeda dengan anak bertipe kecerdasan matematis-logis dan berbeda pula untuk anak dengan tipe kecerdasan viso-spasial. Pada umumnya para pengajar akan berkeberatan jika murid-murid mereka bergerak selama pelajaran berlangsung, di sisi lain anak dengan tipe kecerdasan kinestetik yang selalu bergerak akan tersiksa jika mereka harus duduk diam selama pelajaran berlangsung, padahal anak dengan tipe ini akan sangat cepat menyerap pelajaran justru dengan membiarkannya bergerak. Pola inilah yang dikenal dengan mendidik sesuai kecerdasan anak.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Para pendidik di sekolah seperti ini mempunyai keyakinan bahwa tiap anak mempunyai kecepatan dan waktu tersendiri dalam mempelajari atau menguasai sesuatu. Jadi tidak perlu memaksa anak yang belum bisa membaca untuk bisa membaca misalnya. Sebab jika tiba saatnya anak ini akan mampu membaca dengan sendirinya bahkan kemampuannya bisa melampaui anak yang mampu membaca di usia yang lebih dini. Sangat penting untuk disadari adalah menciptakan kondisi yang mampu membuka gerbang kecintaan anak-anak akan pembelajaran. Dengan cara itu diharapkan kita akan mewariskan generasi pembelajar yang mampu untuk belajar dan mengembangkan diri mereka sendiri sepanjang hidup mereka. Dan hal itu bisa dicapai dengan cara menghindarkan setiap kondisi yang membuat mereka justru berhenti atau bahkan membenci proses pembelajaran itu sendiri.</span></p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 11 Apr 2011 17:07:44 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/mendidik-anak-sesuai-kecerdasan/</guid>
</item>
<item>
<title>Tips Agar Anak Hobi Membaca</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/tips-agar-anak-hobi-membaca/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">ANAK cenderung memilih kegiatan yang menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan membaca, padahal membaca adalah kegiatan yang dapat menambah wawasan dan ilmu pada anak nantinya. Tetapi jika Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan maka mereka akan bersemangat untuk memulai kegiatan tersebut.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Penulis buku anak terkenal, <strong>Peter Corey</strong>, menyarankan salah satu kunci sukses agar suasana kegiatan membaca dapat menyenangkan adalah bacalah bersama-sama dengan anak Anda. Membaca bersama si kecil adalah kegiatan yang positif dan edukatif, karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat baca anak Anda.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">Seperti yang dikutip dari femalefirst, Peter Corey juga memberikan tips lainnya untuk Anda meningkatkan minat baca untuk Anak Anda, yaitu:</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya. Bila Anda tidak menemukan waktu yang tepat selama satu hari penuh, maka manfaatkanlah waktu sebelum tidur untuk membaca bersama buah hati Anda.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">2. Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca saat si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan. Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">3. Setelah kegiatan membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil memberikan pendapat, kesan, ide tentang cerita tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah ia mengerti isi buku yang ia baca.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">4. Gunakanlah fasilitas yang mendukung cerita, seperti nikmati setiap gambar pada buku cerita tersebut. Anak akan lebih mudah mendapatkan pemahaman dengan bantuan gambar.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">5. Selalu memilih cerita yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak. Bila perlu pilihlah buku cerita yang menjadi tema kesukaannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">6. Tema cerita buku anak-anak sangat beragam. Jadi belilah buku tersebut di toko buku bagian khusus anak agar dapat menemukan tema cerita yang menarik.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">7. Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang Anda ucapkan. Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak. Bila anak Anda tidak paham dengan alur cerita, maka gunakan bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">8. Jangan ragu untuk menilai buku dari sampul dan siapa penulisnya. Ini dapat menolong Anda untuk memutuskan apakah buku tersebut layak Anda beli.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-size: 14px;">9. Jangan khawatir jika anak Anda ingin membaca buku yang sama setiap saat. Anak-anak biasanya menikmati kegiatan pengulangan karena dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita.</span></p>
<p>
	<span style="font-size: 14px;">10. Berikanlah pujian kepada anak Anda yang telah berusaha untuk membaca. Biarkan ia tahu apa kesalahannya saat membaca. Dengan begitu, ia akan semakin sempurna dalam membaca.</span></p> ]]></description>
<pubDate>Fri, 08 Apr 2011 16:10:21 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/tips-agar-anak-hobi-membaca/</guid>
</item>
<item>
<title>Memotivasi Anak Untuk Membaca</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/memotivasi-anak-untuk-membaca/</link>
<description><![CDATA[ Sebagian besar anak kecil suka dibacakan cerita atau dongeng, baik oleh orangtua, kakak, maupun guru disekolah. Seorang pembaca cerita yang baik bukan hanya bisa membawa pendengarnya menyatu dengan bacaan yang sedang dibaca, tapi juga bisa menjadi motivasi bagi pendengarnya, terutama anak-anak untuk mulai membaca sendiri cerita tersebut.<br /><br />Berikut beberapa tips bagi orang tua untuk memotivasi anak agar mau membaca buku:<br /><br />Tips untuk balita<br /><br />    * Bacakan mereka buku setiap hari<br />    * Saat membaca, sesekali perlihatkan gambar cerita ke anak anda, sambil menjelaskan apa yang digambarkan disana.<br />    * Doronglah anak anda untuk membuka sendiri halaman demi halaman cerita yang sedang dibaca.<br />    * Gunakan jari anda untuk mengikuti kalimat yang tertulis disetiap halaman buku.<br />    * Pastikan mereka melihat anda meluangkan waktu untuk membaca setiap hari.<br /><br />Tips untuk anak Pra-sekolah<br /><br />    * Bacalah berbagai macam jenis bacaan seperti puisi, komik, dan majalah.<br />    * Mintalah mereka melihat gambar yang terdapat didalam buku, kemudian tanyakan kemungkinan apa yang terjadi berikutnya dari cerita tersebut.<br />    * Pastikan anak anda melihat anda sedang membaca setiap harinya, baik itu membaca resep, koran, dan tulisan lainnya.<br />    * Jadikan membaca menjadi bagian dari aktifitas anda sehari-hari, misalnya ketika anda dan anak anda sedang berjalan dijalanan, ajaklah mereka untuk membaca berbagai tulisan tanda jalan, papan reklame, papan toko, dsb.<br /><br />Tips anak Usia Sekolah<br /><br />    * Bacakan cerita untuk anak anda, kemudian mintalah mereka membacakan kembali cerita tersebut untuk anda.<br />    * Tanyakan pada anak anda tentang apa yang telah ia baca, kemudian minta mereka ceritakan kembali dengan bahasa sehari-hari mereka.<br />    * Ajaklah mereka membantu anda membuat kartu ulang tahun, undangan, dan berbagai daftar bersama-sama. ]]></description>
<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 01:40:45 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/memotivasi-anak-untuk-membaca/</guid>
</item>
<item>
<title>Sudah Benarkah Permainan Kreatif Anak Anda ?</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/sudah-benarkah-permainan-kreatif-anak-anda-/</link>
<description><![CDATA[ Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah acara di TV Jepang yang sangat memprihatinkan, dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh anak adalah keterlambatan dalam kemampuan bahasa/komunikasi pada saat anak tersebut menginjak usia 3-4 tahun. ]]></description>
<pubDate>Tue, 20 Jan 2009 02:00:40 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/sudah-benarkah-permainan-kreatif-anak-anda-/</guid>
</item>
<item>
<title>Teknik Bertanya Mengasah Kreativitas Anak</title>
<link>http://bundazone.com/kreativitas/teknik-bertanya-mengasah-kreativitas-anak/</link>
<description><![CDATA[ Agar si kecil semakin terasah kemampuan kreativitasnya, Anda perlu memberikan rangsangan-rangsangan yang dapat mengasah kemampuan ini. Salah satunya dengan memberikan berbagai pertanyaan-pertanyaan yang dapat mengembangkan kreativitasnya. Berkut ini beberapa tekhnik bertanya yang dapat memacu kemampuan kreativitas bila si kecil berumur 5 tahun. ]]></description>
<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 00:32:47 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kreativitas/teknik-bertanya-mengasah-kreativitas-anak/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
