<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in nutritisi</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:12:39 +0700</pubDate>
<item>
<title>Pola Makan Gizi Seimbang untuk Anak Balita</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/pola-makan-gizi-seimbang-untuk-anak-balita/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Asupan gizi seimbang dari makanan memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. Dibarengi dengan pola makan yang baik dan teratur yang perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam-jam makan dan variasi makanan dapat membantu mengkondisikan kebutuhan akan pola makan sehat pada anak.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Pola makan sehat memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukannya secara utuh dalam satu hari. Jadwal yagn disarankan adalah sebagai berikut:
	* Pagi hari waktu sarapan.
	* Pukul 10.00 sebagai selingan. Tambahkan susu.
	* Pukul 12.00 pada waktu makan siang.
	* Pukul 16.00 sebagai selingan
	* Pukul 18.00 pada waktu makan malam.
	* Sebelum tidur malam, tambahkan susu.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Jangan lupa untuk membiasakan bayi dan balita menggosok gigi dua kali sehari, terutama sebelum tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Pada usia balita, anak mulai memiliki daya ingat yang kuat dan tajam, sehingga apa yang diterimanya akan terus melekat erat sampai usia selanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dengan memperkenalkan anak pada jam-jam makan yang teratur dan variasi jenis makanan, diharapkan anak akan memiliki disiplin makan yang baik. Pola makan yang baik semestinya juga mengikuti pola gizi seimbang, yaitu pemenuhan zat-zat gizi yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan diperoleh melalui makanan sehari-hari. Dengan makan makanan bergizi seimbang secara teratur, diharapkan pertumbuhan anak akan berjalan optimal. Disadari maupun tidak, Anda sedang mengajarkan pola hidup teratur dan sehat pada anak sejak dini.</p>
<p style="text-align: justify;">
	sumber: bayibalita.com</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 31 May 2011 16:35:34 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/pola-makan-gizi-seimbang-untuk-anak-balita/</guid>
</item>
<item>
<title>Ikan Akan Berkurang Manfaatnya Bila Digoreng</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/ikan-akan-berkurang-manfaatnya-bila-digoreng/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Banyak manfaat yang bisa didapat dengan makan ikan, namun cara memasaknya akan sangat berpengaruh. Manfaat ikan akan menjadi jauh lebih kecil ketika digoreng, dibandingkan jika dimasak dengan cara lain misalnya dipanggang atau dibakar.
	
	Salah satu manfaat ikan adalah menjaga kesehatan jantung, karena mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk pembuluh darah. Berbagai penelitian selama ini telah membuktikan, konsumsi ikan bisa mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.
	
	Namun penelitian terbaru yang dilakukan Dr Donald Lloyd-Jones dari Northwestern University menunjukkan, manfaat itu dipengaruhi cara memasaknya. Manfaatnya paling tinggi jika dibakar atau dipanggang, karena bisa mengurangi risiko stroke hingga 30 persen.
	
	Sementara jika digoreng, manfaatnya berkurang drastis dan bahkan pada beberapa orang justru bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular. Jika minyak goreng yang digunakan tidak bagus, risiko stroke dan serangan jantung justru naik hingga 48 persen.
	
	&amp;quot;Saat anda menggoreng ikan, Anda tak hanya mengurangi manfaatnya. Anda juga menambahkan sesuatu yang mungkin berbahaya,&amp;quot; ungkap Dr Lloyd-Jones dalam laporannya di jurnal Circulation: Heart Failure seperti dikutip dari Times.
	
	Hasil penelitian ini sesuai dengan survei terbaru yang dilakukan otoritas kesehatan Amerika Serikat baru-baru ini. Survei tersebut dilakukan di wilayah-wilayah yang dikenal dengan Sabuk Stroke (Stroke Belt) yang terbentang dari Carolina, hingga Arkansas dan Lousiana.
	
	Di wilayah yang kasus strokenya 20 persen lebih tinggi dari wilayah lain ini, konsumsi ikan masyarakatnya tercatat lebih rendah 17 persen. Ironisnya, warga di wilayah Sabuk Stroke yang makan ikan goreng lebih dari 2 kali/pekan justru teramati 32 persen lebih banyak.
	
	sumber: voa-islam.com</p> ]]></description>
<pubDate>Sun, 29 May 2011 09:07:03 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/ikan-akan-berkurang-manfaatnya-bila-digoreng/</guid>
</item>
<item>
<title>Terlalu Banyak Minum Susu, Amankah?</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/terlalu-banyak-minum-susu-amankah/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Gizi dan nutrisi dalam susu merupakan salah satu kebutuhan pokok bayi dan balita. Namun terlalu banyak asupan susu justru tidak baik untuk kesehatan dan tumbuh kembang bayi dan balita. Menurut American Academy of Pediactric Guidelines, masalah yang dapat timbul karena kelebihan takaran susu adalah sebagai berikut:</p>
<p>
	<strong>Anak menjadi susah makan</strong>
	Susu yang kelebihan dosis membuat bayi dan balita merasa kenyang sehingga kehilangan selera makan mereka. Akibatnya anak susah makan dan kekurangan asupan gizi dan nutrisi yang terkandung dalam sumber makanan selain susu. Jika hal ini berlanjut terus, berat badan anak akan turun dan dapat mengganggu proses tumbuh kembang mereka selanjutnya.</p>
<p>
	<strong>Kegemukan</strong>
	Sebaliknya, jika anak tidak mengalami penurunan selera makan, asupan susu yang berlebih akan menyebabkan kegemukan. Sebab susu menyumbang banyak kalori dari lemak dan zat lain yang terkandung. Padahal kebutuhan kalori bagi si kecil mungkin tidak sebanyak yang diasuonya apalagi iika tidak dibarengi dengan aktifitas yang cukup tinggi.</p>
<p>
	<strong>Merusak gigi</strong>
	Kandungan pemanis buatan dalam susu formula bisa menyebabkan kerusakan gigi jika dikonsumsi terlalu banyak. Apalagi jika balita masih terbiasa minum susu sesaat sebelum tidur. Perhatikan label kemasan untuk mengatahui jenis pemanis buatan dan jumlahnya.</p>
<p>
	<strong>Kekurangan zat besi</strong></p>
<p>
	Riset menunjukan bahwa kebanyakan anak yang menderita anemia atau kekurangan zat besi diketahui mengkonsumsi terlalu banyak susu. Walaupun mengandung sejumlah zat dan nutrisi yang bermanfaat, susu secara alami tidak mengandung zat besi yang cukup untuk pertumbuhan anak. Asupan gizi dan nutrisi yang seimbang yang didapat dari pola makan yang sehat lebih baik daripada memberikan susu secara berlebihan.</p>
<p>
	<em>Sumber: Majalah bebi, edisi 06. American Academy of Pediatrics Guidelines via bayibalita.com</em></p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 03 May 2011 00:04:08 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/terlalu-banyak-minum-susu-amankah/</guid>
</item>
<item>
<title>Air Putih Bukan untuk Bayi!</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/air-putih-bukan-untuk-bayi/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	<strong>&amp;ldquo;MBAK,</strong> jangan lupa kasih air putih kalau adek habis minum susu, ya,&amp;rdquo; urai Riani kepada sang pengasuh sembari menyuapkan beberapa sendok air putih kepada bayinya yang berusia 3 bulan.
	
	Tahukah Moms, di balik kebiasaan memberikan air putih ternyata tersimpan bahaya yang dapat mengancam si buah hati, utamanya bayi di bawah usia 6 bulan.
	
	<strong>ASI, Sudah Cukup!</strong>
	
	Air putih bermanfaat bagi kesehatan anak-anak dan orang dewasa memang benar, tapi TIDAK untuk bayi.
	&amp;ldquo;Pemberian air putih tidak disarankan, khususnya pada bayi usia &amp;lt; 6 bulan, karena kegunaannya tidak ada,&amp;rdquo; buka dr. Yulia Lukita Dewanti, M. Ked. Ped, SpA dari RS Sari Asih Serang.
	
	Pada bayi usia tersebut, pemberian ASI eksklusif tanpa pemberian cairan lain sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi sesuai dengan perkembangannya.
	
	Secara alamiah, komposisi ASI &amp;ndash;mengandung 88 persen air- yang diproduksi akan mencukupi kebutuhan cairan bayi.
	
	Begitu pun dengan bayi yang minum susu formula, lebih dari 80 persen komposisi susu formula adalah air. Mengingat tingginya kadar air dalam ASI maupun susu formula, bayi kurang 6 bulan tak perlu diberikan tambahan cairan lain apapun secara langsung &amp;ndash;termasuk air putih, teh manis, atau jus buah.
	
	Artinya, bayi tidak akan kekurangan cairan sejauh bayi mendapatkan ASI atau susu formula cukup setiap harinya. Bayi akan selalu &amp;lsquo;meminta&amp;rsquo; ASI/susu formula bila ia merasa haus (on demand).
	
	<strong>3 Alasan Air Putih Dilarang </strong>
	
	Lantas, mengapa air putih tak baik diberikan pada bayi?
	
	Ginjal Bisa Rusak
	
	&amp;ldquo;Pada bayi berusia kurang dari 6 bulan, semua organnya belum berfungsi laiknya orang normal pada umumnya. Nah, organ yang langsung berhubungan dengan metabolisme cairan adalah ginjal. Jika bayi diberi banyak air putih, maka ginjal yang belum siap menyaring &amp;ndash;kecuali ASI- ini dapat rusak,&amp;rdquo; papar dokter penyuka novel ini.
	
	Ya, ginjal bayi belum mampu mengeluarkan air dengan cepat, sehingga dapat menyebabkan timbunan air dalam tubuh yang dapat membahayakan bayi (keracunan air).
	
	Keracunan air
	
	Kelebihan air di atas akan menyebabkan kandungan elektrolit dalam darah menjadi tidak seimbang, misalnya sodium (natrium). Kelebihan cairan tersebut akan melarutkan sodium dalam darah dan akan dikeluarkan tubuh, sehingga kadar sodium menjadi rendah yang dapat memengaruhi aktivitas otak.
	
	Awalnya ditandai dengan iritabilitas (merengek-rengek), mengantuk dan gejala penurunan kesadaran lainnya yang kadang luput dari kewaspadaan orangtua. Gejala lainnya adalah penurunan suhu tubuh, bengkak di sekitar wajah dan jika dibiarkan dapat menjadi kejang.
	
	Jika si kecil sampai mengalami kejang, kemungkinan terjadi gangguan perkembangan di masa depannya namun bergantung pada frekuensi dan durasi kejang tersebut terjadi.
	&amp;nbsp;
	<strong>Kebutuhan gizi tidak terpenuhi</strong>
	
	Selain keracunan air, memberikan air putih setiap kali bayi menangis adalah salah. Bayi yang menangis tidak selalu berarti lapar. Bisa saja ia BAK (Buang Air Kecil), BAB (Buang Air Besar), kurang nyaman, sakit atau lainnya.
	
	Bayi yang diberikan air setiap ia menangis akan menjadi kenyang. Sehingga keinginan bayi untuk menyusu akan menurun. Akibatnya, asupan gizi dalam tubuh menurun pula.
	
	Padahal tiga tahun pertama adalah golden period (masa keemasan) untuk pertumbuhan dan perkembangan anak di masa depan dan sangat bergantung pada asupan gizinya saat itu. Oleh karena itu, Moms harus mengonsumsi makanan yang bergizi agar kualitas ASI terjaga.
	
	<strong>Diare, Tetap Berikan ASI</strong>
	
	Bagaimana bila bayiku diare, apa boleh diberikan air putih? &amp;ldquo;Untuk bayi usia kurang dari 6 bulan, tetap berikan ASI saja. Memang, kebutuhan akan cairan saat diare akan meningkat, namun pemberian ASI cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin sering si ibu menyusui maka semakin banyak pula ASI yang diproduksi, sehingga Ibu tidak perlu khawatir ASI-nya tidak cukup,&amp;rdquo; saran dr Yulia.
	
	Ingat, kandungan ASI sudah lengkap, termasuk kandungan elektrolitnya. Sehingga, pemberian cairan elektrolit khusus bayi tetap tidak disarankan.
	
	<strong>Boleh Diperkenalkan lebih dari 6 Bulan</strong>
	
	Pemberian air putih mulai dapat dilakukan saat bayi memasuki usia di atas 6 bulan, dimana MPASI (Makanan Pendamping ASI) mulai diperkenalkan. Selain itu pada usia lebih dari 6 bulan, organ bayi dianggap &amp;lsquo;siap&amp;rsquo; untuk mencerna makanan dan minuman selain ASI.
	
	Selain itu, ada beberapa penelitian menyebutkan bahwa pada kasus tertentu -seperti cuaca panas atau konstipasi- pemberian air pada bayi diperbolehkan.
	
	Namun, pemberian air itu cukup berkisar satu sendok makan setiap pemberiannya. Sebaiknya, gunakan sendok, bukan dot/botol guna menghindari kehilangan kontrol berapa banyak air putih yang sudah diminum bayi, jangan sampai kebanyakan.
	
	Misalnya yang terjadi di John Hopkins Children&amp;rsquo; Center, sebuah rumah sakit di Amerika, seperti dikutip dari situsnya. Pada musim panas, banyak bayi yang dibawa ke ruang gawat darurat oleh orangtua yang panik karena bayi mereka kejang. Belakangan diketahui bahwa hal itu disebabkan oleh asupan air putih yang terlalu banyak.
	Hmm, Anda tak mau hal itu terjadi pada si kecil, bukan?
	
	<strong>Air Tajin, Tak Dianjurkan!</strong>
	
	Pemberian air tajin (air rebusan beras) masih jamak ditemukan di masyarakat. Menyikapi hal ini, dr Yulia menegaskan bahwa air tajin tetap tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi usia kurang dari 6 bulan.
	
	Banyak ibu-ibu memberikan air tajin bila anaknya terserang diare guna mengatasi dehidrasi. Banyak pula yang mencampurkan air tajin pada makanan bayinya saat si kecil berusia lebih dari 6 bulan.
	
	Dikatakan dr. Yulia, komposisi air tajin tidak lain hanyalah karbohidrat. Memang, air tajin lebih baik dibandingkan dengan air putih yang tidak mengandung zat gizi dan hanya beberapa jenis elektrolit.
	
	Walau begitu, bagi bayi lebih dari 6 bulan yang selalu diberikan air tajin, yang akan terpenuhi hanyalah kebutuhan karbohidratnya. Hasilnya, bayi bisa menjadi gemuk tanpa ada &amp;lsquo;isi&amp;rsquo;nya. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, yang dibutuhkan bukanlah karbohidrat saja. Protein, lemak, serat, zat gizi makro dan mikro pun berperan penting.
	
	Jadi, bijaklah dalam memilih makanan/minuman untuk dikonsumsi si kecil dalam masa tumbuh kembang-nya. <strong>(Sumber: Tabloid Mom/Kiddie via Okezone.com)</strong></p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 02 May 2011 01:46:22 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/air-putih-bukan-untuk-bayi/</guid>
</item>
<item>
<title>Menjaga Berat Badan Anak Dengan Sereal</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/menjaga-berat-badan-anak-dengan-sereal/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Adakah hubungan antara sering mengonsumsi <em>ready-to-eat cereal</em> dengan indeks massa tubuh anak? Menurut <strong>Ann M. Albertson</strong>, <em>senior nutrition research scientist</em> di Bell Institute of Health and Nutrition, jawabannya adalah &amp;ldquo;ya&amp;rdquo;. Buktinya adalah penelitian yang dilakukan terhadap 603 anak berusia 4 hingga 12 tahun. Anak-anak ini dikelompokkan berdasarkan umur dan banyaknya sereal yang dikonsumsi selama 2 minggu. Kelompok pertama mengonsumsi sereal 8 porsi atau lebih, kelompok kedua 4 &amp;ndash; 7 porsi, dan kelompok ketiga mengonsumsi 3 porsi atau kurang. Jenis serealnya bervariasi, termasuk <em>whole-grain</em> dan <em>presweetened cereal</em>.</p>
<p>
	Tim peneliti Albertson menemukan, kelompok pertama secara signifikan memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah ketimbang kelompok ketiga. Dalam <em>Journal of the American Dietetic Association</em>, Desember 2003, dilaporkan, berapapun usianya, hampir 80% anak yang sering makan sereal memiliki berat badan sesuai usia dan jenis kelamin. Sedangkan peluang anak yang hanya makan sedikit sereal 52,6%.</p>
<p>
	Selain itu, asupan vitamin A, B kompleks, kalsium, zat besi, dan seng dari anak yang sering makan sereal juga lebih banyak dibanding anak yang sedikit atau sama sekali tidak makan sereal. &amp;ldquo;Risiko anak yang suka makan sereal untuk mengalami kegemukan juga lebih kecil,&amp;rdquo; kata Albertson. Pada kelompok pertama berkurang hingga 1:5, sementara kelompok ketiga meningkat jadi 1:2. &amp;ldquo;Sereal memang sangat unik. Selain terbuat dari <em>fortified grain</em>, kadar lemaknya juga rendah dan hampir selalu dimakan bersama susu yang merupakan sumber kalsium paling oke,&amp;rdquo; katanya lagi.</p>
<p>
	Meski beberapa sereal itu <em>presweetened</em>, tidak ada perbedaan konsumsi gula antara kedua kelompok tadi. &amp;ldquo;Sereal yang <em>ready-to-eat</em> cuma menyumbang 5% dari total asupan gula dalam diet anak,&amp;rdquo; kata Albertson.</p>
<p>
	Apakah benar apa yang diklaim produsen sereal bahwa mereka telah mengurangi kadar gula dalam produknya? Peneliti dari 5 universitas di Amerika masih meragukan hal ini. Toh bila diganti, namun jumlah kalorinya sama, tidak akan lebih baik bagi kesehatan. Rajin-rajin saja membaca label &amp;ldquo;<em>Nutrition Facts</em>&amp;rdquo; pada kemasan. Bila kandungan gulanya lebih dari 7 gram per 30 gram sajian, itu artinya &amp;ldquo;<em>too much</em>&amp;rdquo;.</p>
<p>
	Di Indonesia, sereal memang belum jadi pilihan utama sarapan anak. &amp;ldquo;Namun, mendorong anak untuk mengonsumsi sereal <em>whole grain</em> bersama sayur dan buah cukup kondusif untuk kesehatan dan mengontrol berat badan,&amp;rdquo; kata <strong>Dr. David L. Katz</strong>, <em>associate professor</em> pada Yale School of Medicine dan pengarang <em>The Way to Eat</em>.</p>
<p>
	Jadi, boleh lho, mempertimbangkan sereal sebagai variasi menu sarapan si kecil. Biar lebih sip, tambahkan saja buah, baik segar maupun kering.&amp;nbsp;</p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 25 Apr 2011 20:36:03 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/menjaga-berat-badan-anak-dengan-sereal/</guid>
</item>
<item>
<title>Fakta Tentang Serat Dalam Makanan</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/fakta-tentang-serat-dalam-makanan/</link>
<description><![CDATA[ Puasa kadang membuat tubuh kita kekurangan serat, apalagi jika menu sahur dan buka puasa anda tidak banyak mengandung serat yang dibutuhkan oleh tubuh dalam proses penyerapan makanan didalam usus. Akibatnya konstipasi dan sembelit bisa menimpa anda. Sebenarnya apa sih manfaat serat bagi tubuh, dan seberapa pentingnya serat bagi kesehatan anda? yuks kita bahas lebah jauh disini.
<h3>
	<b>Mengapa Kita Butuh Serat?</b></h3>
<p>
	<b>Memberi Stimulasi Air Liur</b></p>

	Di dalam mulut, serat berguna untuk membri stimulasi terhadap aliran air liur sehingga menjaga kondisi mulut tetap seimbang.
<p>
	<b>Mengenyangkan Perut</b></p>

	serat membuat perut lebih terasa lama kenyang. Hal ini mencegah anda mengkonsumsi makanan yang berlebihan, sekaligus membuat sikecil tetap aktif dengan perut terisi sampai waktu makan berikutnya datang. Makanan yang mengandung serat juga biasanya juga mengadung kalori dan lemak yang rendah.
<p>
	<b>Memperlancar Pencernaan</b></p>

	Serat membantu menyediakan ruang di usus bagi pertumbuhan bakteri dan penyerapan. Kandungan air yang terdapat dalam serat berfungsi melembutkan feses sehingga membantu memperlancar pencernaan.
<p>
	<b>Melindungi Jantung</b></p>

	Biasakan anak anda mengkonsumsi serat sejak dini, karena kebiasaan tersebut akan membantu jantung mereka berada dalam kondisi sehat setahun kedepan. Riset membuktikan Diet dengan menggunakan serat dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan mengurangi resiko sakit jantung.
<h3>
	<b>Jenis Makanan yang Paling Banyak Mengandung Serat</b></h3>

	Para ahli gizi menyarankan untuk mengkonsumsi 25-30 gram serat setiap hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Ada banyak jenis makanan yang mengandung serat, seperti jenis-jenis gandum, buah-buahan, sayur-mayur, dan suplemen makanan,&amp;nbsp; dari sereal hingga berbagai macam snack yang pasti akan disukai anda dan sikecil. Agar mempermudah anda memilih jenis makanan yang mengandung serat, berikut beberapa makanan yang bisa anda masukan dalam list belanja anda:
<p>
	<b>Roti</b></p>

	Pilihlah roti yang mengandung 25-30 gram fibre, baik pada roti gandum maupunb roti tepung biasa. Perhatikan nilai nutrisi yang terdapat di kemasannnya apakah jumlah fibre-nya sudah sesuai dengan ketentuan diatas atau belum.
<p>
	<b>Pasta</b></p>

	Pilihlah yang terbuat dari whole wheat atau whole grain, paling tidak yang mengadung 6 gram atau lebih fibre per saji.Jika anak anda tidak menyukai rasanya, padukan terlebih dahulu dengan sepertiga atau setengah bagian pasta biasa samapai mereka terbiasa dengan rasanya. Jika anak anda alergi terhadap gluten atau pasta yang terbuat dari whole wheat, anda bisa memilih pasta yang terbuat dari beras, atau tepung jagung.
<p>
	<b>Cereal</b></p>

	Saat anda memilih sereal perhatikan pula panel nutrisi yang tertera di kemasan kardusnya. Pastikan sereal yang anda pilih mengandung setidaknya 5 gram fibre per saji.
<p>
	<b>Kacang-kacangan</b></p>

	Kacang-kacangan mengandung 7 gram fibre disetiap 1 1/2 gelas nya, paling banyak terdapat pada kulitnya. Kacang-kacangan juga merupakan sumber protein dan zat besi.
<p>
	
	<b>Sayuran dan Buah-buahan</b></p>

	Seperti telah anda ketahui buah-buahan dan sayur-mayur merupakan makanan yang sangat berguna bagi kesehaan anda, yang dipercaya dapat menurunkan resiko terjadinya stroke, sakit jantung dan cancer jika disajikan tiga kali dalam sehari. Benefit tersebut paling banyak terdapat pada kulitnya, namun sayangnya sebagian besar orang lebih suka mengupas terlebih dahulu buah yang akan dimakannya, padahal justru dikulit tersebutlah paling banyak terdapat serat. Jadi anda merupakan salah satu orang yang lebih suka mengkonsumsi buah yang telah dikupas, ada baiknya anda anda memilih buah yang kulitnya tidak perlu dikupas seperti buah anggur, plum dan sebagainya, agar kandungan fibre atau serat yang terdapat didalamnya tidak terbuang percuma.
<p>
	<b>(dikutip dari <a href="http://family.go.com/" title="http://family.go.com">http://family.go.com</a>)</b></p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 10:42:24 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/fakta-tentang-serat-dalam-makanan/</guid>
</item>
<item>
<title>Menerapkan Kebiasaan Makan yang Sehat pada Si Kecil</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/menerapkan-kebiasaan-makan-yang-sehat-pada-si-kecil/</link>
<description><![CDATA[ Kebiasaan makan yang sehat dan benar sebaiknya diajarkan sejak dini, Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengajarkan anak-anak dalam menerapkan kebiasaan makan yang sehat.
<p>
	<b>Tidak menonton TV disaat makan</b></p>

	Jika si Kecil sangat senang dengan menonton TV, biasanya ia tidak akan memperhatikan makanan yang ia makan dan tidak akan sadar sampai sejauh mana ia telah kenyang, jadi tetap matikan TV disaat makan dan fokus saat menyuapinya.
<p>
	<b>Taruh sesuatu di tangan si Kecil</b>
	Jika Anda menaruh sendok di tangan kanan si Kecil, biasanya ia akan menjadi terbiasa untuk menyendok makanannya sendiri.
	
	<b> Jangan membawa mainan ke meja makan</b></p>

	Si Kecil biasanya akan menjadi tidak konsentrasi pada makanan jika mereka sibuk dengan mainannya, jadi jauhkan mainan-mainan si Kecil disaat Anda dan si Kecil berada di meja makan dan disaat Anda menyuapinya.
<p>
	<b>Jangan biarkan si Kecil mengemil terlalu sering dan terlalu banyak</b></p>

	Biasanya hal ini sangat sulit dilakukan, karena biasanya anak-anak gemar sekali dengan camilan, namun yang perlu Anda perhatikan, si Kecil memang memerlukan camilan tapi jangan biasakan terlalu sering dan terlalu banyak, karena hal ini dapat menyebabkan si Kecil enggan untuk mengkonsumsi makanan utama.
<p>
	<b>Jangan paksa si Kecil untuk makan</b></p>

	Jangan kawatir jika si Kecil sulit makan, selalu perhatikan setiap tanda-tanda yang mereka berikan pada Anda, atau perhatikan jga apakah ia telah kenyang sehingga enggan untuk makan.
<p>
	<b>Source : www.jellybabys.co.uk</b></p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 10:40:28 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/menerapkan-kebiasaan-makan-yang-sehat-pada-si-kecil/</guid>
</item>
<item>
<title>Jus Buah vs Buah Segar</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/jus-buah-vs-buah-segar/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Puasa identik dengan makanan manis. Makanan dan minuman manis kerap menjadi menu favorit keluarga saat berbuka. Sekalipun makanan manis dibutuhkan untuk merecharge kembali energi setelah seharian berpuasa, namun, terdapat beberapa golongan minuman manis yang justru harus dibatasi konsumsinya, terutama untuk anak anda. Minuman tersebut diantaranya: jus buah, soft drink, minuman energi, air mineral dengan rasa, dan minuman kesehatan, baik minuman dalam kemasan maupun home-made.</p>
<p>
	Anda mungkin bertanya-tanya mengapa jus buah masuk dalam kategori minuman manis yang harus dibatasi, padahal jika dilihat dari sumbernya jus buah mengandung bahan alami yaitu buah segar. Dalam segelas jus buah segar mengandung gula murni yang berasal dari buah, jika buah tersebut dikonsumsi secara langsung kandungan gula alaminya tidak akan berlebihan, namun kandungan gula tersebut akan menjadi konsentrat saat diolah menjadi jus.</p>
<p>
	Lain halnya dengan ASI, susu formula, dan susu sapi, yang mengandung laktosa bukan gula, sehingga mereka tak bisa digolongkan kedalam makanan manis. Sebaliknya susu penting bagi anak anda karena kandungan kalsiumnya yang butuhkan untuk mendukung pertumbuhan tulang yang sehat serta berbagai nutrisi penting lainnya yang berguna bagi pertumbuhan anak anda.</p>
<p>
	Anak tidak membutuhkan jus buah atau minuman manis lainnya untuk menyeimbangkan pola makannya. Jika anda ingin memasukan jus buah sebagai menu harian anda, batasi hanya satu gelas kecil saja perhari. Karena meski jus berasal dari buah-buahan yang alami dan sehat serta banyak mengandung vitamin, namun kandungan alaminya tersebut, akan jadi berlebihan saat diolah menjadi jus, sebagai contoh untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin C anak hanya dibutuhkan 1/2 butir buah jeruk saja, namun dibutuhkan 3 hingga 4 butir jeruk untuk membuat segelas jus jeruk. Bayangkan berapa banyak kelebihan nutrisi yang dikandungnya.</p>
<p>
	Membatasi anak anda untuk mengkonsumsi buah dan sayuran segar dibanding jus, akan memberikan berbagai manfaat bagi si kecil, diantaranya:</p>
<ul>
	<li>
		Memberi asupan serat bagi si kecil dan mencegah konstipasi</li>
	<li>
		Membuatnya terasa lebih kenyang, sehingga mencegah mereka makan berlebihan</li>
	<li>
		Mengasah kemampuan mengupas dan mengunyah</li>
	<li>
		Mengajarkan pada si kecil berbagai tekstur, warna, dan rasa yang berbeda</li>
	<li>
		Memberikan pilihan camilan sehat, dan kaya nutrisi bagi si kecil</li>
</ul>
<p>
	Jadi, meskipun minuman manis merupakan minuman favorit si kecil, anda harus bisa lebih bijak menentukan batasannya, demi kesehatan anda dan keluarga.</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 10:37:31 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/jus-buah-vs-buah-segar/</guid>
</item>
<item>
<title>Bahaya Mengkonsumsi Teh bagi Bayi</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/bahaya-mengkonsumsi-teh-bagi-bayi/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Sejak dulu teh merupakan minuman favorit banyak orang. Selain rasanya yang menyenangkan, minum teh juga dipercaya dapat menimbulkan perasaan rileks, apalagi jika diminum bersama keluarga dan kerabat, teh menjadi teman asyik dalam setiap suasana kebersamaan. Lain halnya dengan orang dewasa konsumsi teh pada bayi atau balita sebaliknya justru memberi dampak buruk bagi mereka. Apa saja dampak negatif teh bagi bayi anda, yuks kita bahas!
	
	<b> Teh = Kafein</b>
	Banyak orangtua yang berpendapat bahwa memberi teh pada anak lebih baik dibanding memberi kopi lantaran kandungan kafein dalam teh lebih sedikit dibanding kopi. Anggapan tersebut ternyata dipatahkan oleh sebuah penelitian oleh IPB pada tahun 2007, yang menyatakan bahwa kadar kafein teh dan kopi ternyata relatif sama besar yakni o,6 persen.</p>
<p>
	Kafein sendiri membawa dampak buruk bagi pertumbuhan bayi anda, dimana zat ini bisa mempengaruhi susunan syaraf otak anak, dalam hal ini kafein mempengaruhi kerja sistem syarafnya. Kafein juga bisa membuat anak gelisah dan sulit tidur sementara bagi bayi dan balita tidur adalah aktifitas yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya. Kafein juga berbahaya bagi jantung si kecil, karena dapat merangsang pernafasan dan mengganggu kerja jantungnya.
	
	<b> Teh = Tannin</b>
	Selain kafein, teh juga mengandung zat berbahaya yang disebut Tannin. Tannin yang terkandung dalam teh dapat menurunkan penyerapan zat besi oleh tubuh. Mineral besi dalam teh akan diikat oleh Tannin, yang menimbulkan reaksi terbentuknya Tannat yang selanjutnya terbuang melalui feses, reaksi tersebut bisa menyebabkan anemia pada bayi. Asam Tannat dalam teh juga dapa mempengaruhi penyerapan vitamin B oleh tubuh, akibatnya bayi akan mengalami defisiensi vitamin yang dibutuhkan otak untuk proses tumbuh kembang.
	
	<b> Lebih lama mengendap</b>
	Kafein adalah zat yang mudah diserap oleh usus. Bahkan, lebih dari 99% kafein yang dikonsumsi akan segera diserap oleh darah dan didistribusikan keseluruh bagian tubuh hingga ke otak. Sebaliknya kafein adalah zat yang tidak mudah dikeluarkan oleh tubuh melalui urin. Kadar kafein dalam darah akan lama mengendap sebelum nantinya terbuang bersama urin. Pada orang dewasa Dibutuhkan waktu hingga 5-6 jam untuk menggeluarkan setengah dari kadar kafein dalam darah. Sedangkan pada bayi membuthkan waktu hingga 14 jam untuk mengeluarkan kadar kafein. Hal tersebut dikarenakan tubuh bayi masih sukar memetabolisme kafein yang masuk.</p>
<p>
	<b>Beban bagi ginjal</b>
	Fungsi organ-organ tubuh bayi belum sempurna, oleh karena itu memberikan teh pada bayi khususnya mereka yang berusia dibawah 6 bulan sangat mempengaruhi kinerja ginjalnya. Rasa sepat teh yang dikonsumsi oleh bayi anda akan memberatkan kerja ginjalnya dan mengganggu sistem penyerapan saluran cerna lainnya. Nah, jika sistem saluran cernanya sudah terganggu maka bisa dipastikan penyerapan nutrisi yang penting bagi pertumbuhannya akan terganggu pula. Kalau sudah begitu bukan tak mungkin proses tumbuh kembangnya akan terganggu.</p>
<p>
	Jadi, agar si kecil terhindar dari bahaya kafein dan Tannin, hindari memberinya teh, baik teh manis atau pun teh pahit. Rasa nikmat teh manis memang kadang disukai sikecil, namun jangan biasakan sikecil mengkonsumsi teh, apalagi dalam porsi yang berlebihan.</p>
<p>
	(Referensi dari Majalah Tumbuh Kembang Edisi 18)</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 10:34:28 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/bahaya-mengkonsumsi-teh-bagi-bayi/</guid>
</item>
<item>
<title>Resep Makanan Bayi Usia 6 Bulan Ke Atas</title>
<link>http://bundazone.com/nutritisi/resep-makanan-bayi-usia-6-bulan-ke-atas/</link>
<description><![CDATA[ Tahu, ternyata juga bisa menjadi makanan yang lezat dan bergizi bagi bayi anda. Dengan rasanya yang khas, dan kandungan proteinnya yang tinggi serta kaya nutrisi, seperti zat besi, kalsium, dan potasium, Tahu bisa bisa menjadi alternatif menu makan siang bagi bayi anda jika dikombinasikan dengan buah atau sayuran yang tepat.

	&amp;nbsp;

	<b>Pure Pisang dan Tahu</b>
	<p>
		<b>Bahan:</b>
		1 buah pisang berukuran kecil
		50 gram (3 ons) Tahu (pilihlah tahu jenis soft Tahu, yang lembut untuk dikonsumsi bayi)</p>
	<p>
		<b>Cara Membuat:</b>
		Kupas dan haluskan pisang kemudian campurkan dengan tahu matang, lumatkan hingga menjadi pure. Anda juga bisa menambahkan buah mangga, aprikot, persik, dan buah-buahan lainnya bersama-sama dengan buah pisang.</p>


	<b>Brokoli </b>

	Brokoli mengandung nutrisi dan merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh. kandungan vitamin C dan betacarotene yang terkandung dalam brokoli merupakan sumber nutrisi dan anti oksidan yang baik bagi bayi anda. Sementara ikan salmon memiliki kandungan fatty acid yang baik bagi perkembangan otak baby pada masa awal pertumbuhannya. Paduan menu brokoli dan salmon merupakan pilihan yang sehat bagi bayi anda.

	&amp;nbsp;

	&amp;nbsp;

	<b>Salmon dan Brokoli dengan Saus Keju</b>
	<p>
		<b>Bahan:</b>
		75gram fillet ikan salmon
		15 gram Butter
		50 gram brokoli
		15 gram tepung
		200 ml susu
		20 gram keju gruyere
		2 sendok makan keju parmesan
		2 sendok makan mascarpone</p>
	<p>
		<b>Cara Membuat:</b>
		taruh ikan salmon diatas piring kemudian lumuri dengan butter. Tutupi dengan alumunium foil, dengan memberikan sedikit lubang sebagai ventilasi udara. Kemudian masukan microwave selama kurang lebih satu setengah jam. sementara itu kukus brokoli selama kurang lebih 4 menit.</p>
	<p>
		<b>Untuk membuat saus keju:</b>
		Lelehkan butter, aduk bersama tepung dan masak hingga satu menit. Perlahan-lahan tuang susu kedalam adonan, aduk kembali dengan api kecil selama kurang lebih 3 menit samapai saus mengental. Matikan api, aduk keju gruyere dan keju parmesan hingga meleleh, Kemudian aduk bersama dengan mascarpone.</p>
	<p>
		Haluskan ikan salmon, kemudian potong brokoli dengan potongan kecil-kecil, aduk ke dalam saus keju, Sajikan.</p>
	<p>
		(untuk 3 porsi)</p>
	<p>
		Selamat Mencoba!</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 22:37:28 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/nutritisi/resep-makanan-bayi-usia-6-bulan-ke-atas/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
