<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in olahraga</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:13:27 +0700</pubDate>
<item>
<title>Cocokkah Yoga untuk Anak-Anak?</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/cocokkah-yoga-untuk-anak-anak/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai manfaat yoga untuk anak-anak. Konon yoga untuk anak-anak dapat menenangkan dan membuat rileks. Cocokkah mengajarkan yoga untuk anak-anak.
	
	Beberapa penelitian, seperti dilansir dari <em>MayoClinic</em> Kamis, (28/7/2011), melaporkan yoga dapat menenangkan anak, mengurangi obesitas, meningkatkan konsentrasi dan membantu anak mengelola kondisi kesehatan tertentu, seperti sakit kepala dan sindrom iritasi usus besar.
	
	Studi menunjukkan bahwa yoga juga dapat bermanfaat untuk anak-anak yang memiliki cacat mental dan fisik. Memang masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk memastikan efek positif yoga untuk kesehatan anak. Meski begitu setidaknya yoga dapat menjadi alternatif aktivitas fisik untuk anak-anak.
	
	<strong>Jenis yoga yang cocok untuk anak-anak dapat terdiri dari:</strong>
	
	1. Pemanasan
	Anak dapat berbaring atau duduk bersila di lantai atau di kursi. Instruktur dapat menginstruksikan anak untuk menenangkan pikirannya, dapat dengan menutup mata dan membayangkan masalah dapat terselesaikan.
	
	2. Pernapasan
	Anak akan didorong agar fokus pada pernapasan yang dalam dan perlahan-lahan, serta pernapasan dalam melalui hidung. Dalam penggambarannya, dapat dibayangkan seperti mengisi perut dengan udara menyerupai balon dan kemudian perlahan-lahan melepaskan udara.
	
	3. Gerakan
	Gerakan lembut termasuk peregangan, akan membantu anak mempersiapkan diri untuk melakukan gerakan yang melibatkan berdiri, duduk, memutar, menyeimbangkan dan melenturkan. Beberapa instruktur memberikan gambaran seperti tanaman, hewan atau objek untuk ditirukan. Pada setiap gerakan, anak diingatkan untuk bernapas melalui hidung, tidak boleh memaksakan diri dan berhenti jika anak mengalami rasa sakit.
	
	4. Relaksasi
	Setelah menyelesaikan serangkaian gerakan, anak diinstruksikan untuk berbaring di lantai dan menutup matanya. Anak mungkin juga diinstruksikan untuk memvisualisasikan pengalaman, seperti berbaring di awan atau mengambang di langit.
	
	5. Bangkit berdiri
	Sebagai akhir dari latihan, anak diinstruksikan untuk memulai peregangan atau menggeliatkan tubuhnya dan perlahan-lahan bangkit dari lantai.
	
	<strong>Gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk anak-anak</strong>
	
	Tidak semua gerakan yoga cocok untuk anak-anak. Ada dua gerakan yang mungkin tidak sesuai untuk anak-anak termasuk:
	1. Ashtanga
	Salah satu jenis gerakan yoga yang juga disebut power yoga. Gerakan ini berfokus pada kekuatan dan pelatihan fleksibilitas dan gerakan cepat. Berlatih ashtanga memerlukan kondisi fisik yang sangat baik.
	
	2. Bikram
	Biasa disebut yoga panas, Bikram melibatkan gerakan kuat di ruang yang dipanaskan sampai 100-110 F (38-43 C). Berlatih Bikram juga memerlukan kondisi fisik yang sangat baik.
	<strong>Apakah ada petunjuk aman untuk anak-anak yang berlatih yoga?</strong>
	
	Jika anak akan berlatih yoga, bantulah anak untuk mengambil langkah yang dapat menghindari cedera, contohnya:
	1. Cari tempat yang aman untuk berlatih yoga
	Pastikan yoga dilakukan di lantai yang datar dengan suhu ruangan yang nyaman.
	
	2. Lakukan latihan yoga pada saat perut kosong
	Gerakan tertentu dapat menyebabkan anak muntah jika ia melakukan latihan yoga sesaat setelah makan. Umumnya, jangan biarkan anak untuk berlatih yoga 2-4 jam setelah makan besar atau 1-2 jam setelah mengonsumsi makanan ringan atau snack.
	
	3. Jangan berlebihan
	Ingatkan anak untuk menjaga gerakan perlahan-lahan dan jangan memaksakan suatu gerakan.
	
	4. Pertimbangkan kondisi medis anak
	Jika anak memiliki migrain atau kondisi yang dipengaruhi oleh tekanan berlebihan pada kepala atau leher, jangan terlalu banyak melakukan gerakan yang terpusat pada daerah tersebut. Anak mungkin juga perlu berhati-hati melakukan teknik pernapasan atau gerakan tertentu jika dia memiliki asma, bronkitis atau hernia. Jangan biarkan anak untuk melakukan yoga jika sedang sakit.
	
	<strong>Bagaimana cara memilih jenis yoga untuk anak?</strong>
	
	Jika anak tertarik untuk berlatih yoga, carilah sebuah kelas yoga dengan instruktur yang memiliki pelatihan yoga untuk anak-anak. Tanyakan pengalaman instruktur tentang latihan yoga untuk anak.
	
	Pertimbangkan segala macam keadaan di sebuah tempat latihan yoga sebelum mendaftarkan anak, untuk melihat apakah sekiranya anak akan merasa nyaman dengan semua kegiatan, instruktur, ukuran kelas dan lingkungan.
	
	Mencari kelas di mana anak dapat tetap merasa senang dan dapat menerima pengawasan yang cukup dari instruktur. Jika anak memiliki kondisi medis atau kebutuhan khusus, pastikan untuk mengingatkan instruktur dan memastikan tentang kemampuanya untuk dapat melatih anak Anda dengan baik.
	(<strong>ir/ir</strong>)</p> ]]></description>
<pubDate>Sun, 31 Jul 2011 00:16:48 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/cocokkah-yoga-untuk-anak-anak/</guid>
</item>
<item>
<title>Olahraga yang baik saat puasa</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/olahraga-yang-baik-saat-puasa/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Jakarta, Puasa bukan alasan untuk tidak berolahraga. Meski sedang berpuasa, tubuh tetap membutuhkan latihan fisik untuk tetap bugar, terlebih bagi orang yang sudah terbiasa melakukannya.
	
	Olahraga tetap harus dilakukan meski orang sedang berpuasa. Tapi olahraga yang dimaksudkan bukanlah olahraga berat yang memerlukan banyak tenaga dan mengeluarkan banyak keringat.
	
	&amp;quot;Saat puasa, olahraga sebaiknya dilakukan pagi hari atau setelah subuh,&amp;quot; ujar Dr.H.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB,FINASIM, dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Lambung dan Pencernaan, FKUI-RSCM, saat dihubungi detikHealth, Kamis (12/8/2010).
	
	Dr Ari mengatakan bahwa olahraga yang dilakukan cukup olahraga ringan yang tidak terlalu banyak mengeluarkan keringat. Olahraga yang tepat itu misalnya jalan-jalan atau yoga setelah subuh saat udara masih bersih dan bersepeda, cukup 30 menit hingga 1 jam.
	
	Sementara olahraga yang sebaiknya dihindari adalah yang banyak mengeluarkan keringat karena berisiko dehidrasi. Olahraga yang mengeluarkan banyak keringat itu contohnya sepak bola, tenis dan lari.
	
	&amp;quot;Meski puasa orang tetap harus berolahraga, tapi bukan berarti olahraga yang mengeluarkan keringat banyak seperti sepak bola atau tenis,&amp;quot; tambah dokter sekaligus Wakil Sekjen PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).
	
	Menurut Dr Ari olahraga juga dapat dilakukan saat sore hari, sebelum waktu berbuka, yaitu sekitar jam 5 sore.
	
	&amp;quot;Saat sebelum berbuka, orang juga bisa melakukan olahraga. Jadi kalau sudah merasa kekelahan dan haus, kan sudah dekat waktu berbuka. Tapi tetap bukan olahraga yang menguras tenaga, nanti malah bikin pingsan,&amp;quot; terang Dr Ari.
	
	Olahraga saat berpuasa tetaplah penting, tapi jangan sampai olahraga tersebut malah merugikan diri Anda sendiri bila tidak dilakukan pada waktu dan kadar yang tepat.
	
	
	&amp;quot; keep spirit and keep healthy &amp;quot;</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:53:01 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/olahraga-yang-baik-saat-puasa/</guid>
</item>
<item>
<title>Variasi Gerakan Senam Kegel</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/variasi-gerakan-senam-kegel/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Belum kegel juga? Kini gerakannya semakin variatif. Saat hamil hentikan latihan jika mengalami kontraksi rahim.
	
	<span style="font-weight: bold;">1. Lift naik turun.</span> Saluran vagina (posisi vertikal) obat tabung dengan cincin otot yang berhubungan kuat satu sama lain. Bayangkan cincin itu sebagai lantai gedung bertingkat. Anda sedang menggerakan lift dari atas ke bawah dan sebaliknya. Mulailah dengan menaikkan lift perlahan ke lantai 2, tahan 1 detik. Naik lagi ke lantai 3, dan seterusnya sampai lantai 5. Tahan 1 detik. Turunkan lift perlahan lantai demi lantai dengan istirahat sejenak di tiap lantai. Setelah sampai lantai 1, lanjutkan perjalanan ke <span style="font-style: italic;">basement </span>sampai semua otot&amp;nbsp; benar-benar lemas atau kendur.
	
	<span style="font-weight: bold;">2. Gelombang berayun. </span>Otot PC (otot dasar panggul/<span style="font-style: italic;">pubococcygeus muscles</span>) terbentuk mengikuti pola 3 lingkaran. Satu di sekitar saluran kemih, satu di sekitar vagina, satu lagi di sekitar anus. Jika pada variasi lift Anda membayangkan gerak kontraksi naik-turun, maka pada variasi gelombang bayangkan gerakan kontraksi berurutan dari depan ke belakang, yaitu dari lingkaran otot di skeitar saluran kemih, vagina, ke anus. Tahan, lalu lemaskan dari arah sebaliknya (belakang ke depan), dari lingkaran otot di sekitar anus, vagina, ke saluran kemih.
	
	<span style="font-weight: bold;">Sudah benar?</span></p>
<ol>
	<li>
		Satu seri latihan kegel terdiri dari gerakan lambat dan cepat. Jumlah keduanya harus sama, misal 5-5, 10-10. Lakukan minimal 2 kali sehari. Semakin sering semakin baik.</li>
	<li>
		Saat hamil, hentikan latihan jika mengalami kontraksi rahim.</li>
	<li>
		Untuk mengukur keberhasilan latihan kegel, gunakan metode sederhana seperti tes menyetop pancaran urine-tahan dan lepaskan lagi-jika berhasil latihan kegel sudah berhasil. Bisa juga dari frekuensi buang air kecil perhari yang tidak terlalu sering, dari volume urine setiap kali berkemih (normal, 400-500 ml), atau menggunakan alat digital <span style="font-style: italic;">vaginal assessment.</span></li>
</ol> ]]></description>
<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 15:10:26 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/variasi-gerakan-senam-kegel/</guid>
</item>
<item>
<title>Dasar Gerakan Senam Kegel</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/dasar-gerakan-senam-kegel/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Gerakan senam kegel dapat menguatkan otot seputar vagina dan perut kencang. Seks pun makin &amp;quot;mencekeram&amp;quot;!
	
	<span style="font-weight: bold;">Berikut ini basik gerakan senam kegel:</span></p>
<ol>
	<li>
		Berbaring telentang, tangan di samping tubuh. Buka kaki 30 cm dan tekuk lutut, telapak kaki menyentuh lantai. Sangga pundak dan kepala dengan bantal.</li>
	<li>
		Relaks, kendurkan sleuruh otot tubuh kecuali otot PC (otot dasar panggul/<span style="font-style: italic;">pubococcygeus muscles</span>). Bernapas normal dan hindari menegangkan atau menggerakkan paha, bokong, dan otot perut selama berlatih.</li>
	<li>
		Gerakan lambat. Kontraksikan otot PC perlahan-lahan dari irngan hingga maksimal, tahan 4 detik. Lemaskan dan relaks, 4 detik. Lemaskan dan relaks, 4 detik. Ulangi 5 kali. Tingkatkan secara bertahap hingga mencapai 10 detik baik untuk kontraksi maupun relaks.</li>
	<li>
		Gerakan cepat, kontraksikan otot PC, tahan 1 detik, lemaskan 1 detik. Ulangi 5 kali. Perbanyak ulangan kontraksinya secara bertahap.</li>
</ol> ]]></description>
<pubDate>Mon, 18 Apr 2011 15:07:35 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/dasar-gerakan-senam-kegel/</guid>
</item>
<item>
<title>Manfaat Olahraga untuk Otak</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/manfaat-olahraga-untuk-otak/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Semua orang tahu bahwa olahraga merupakan hal yang sangat penting untuk menyehatkan tubuh kita. Tapi apakah anda tahu bahwa apa manfaat olahraga untuk otak kita..? dengan berolahraga sedikitnya 10 menit setiap hari, akan membuat mental kita lebih sehat, pikiran jernih, berkurangnya stress dan akhirnya memicu timbulnya perasaan yang bahagia. Berikut ini beberapa manfaat olahraga untuk otak kita.</p>
<p style="text-align: justify;">
	1. Dapat meningkatkan kemampuan otak.&amp;nbsp; Latihan fisik atau oralhraga secara <span class="IL_AD" id="IL_AD12">rutin</span>, dapat meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan kesehatan mental. Karena olahraga bisa meningkatkan jumlah oksigen dalam darah dan mempercepat aliran darah menuju otak. Para ahli percaya bahwa hal-hal ini dapat mendorong reaksi fisik dan mental yang lebih baik.</p>
<p style="text-align: justify;">
	2. Dapat membantu menunda <span class="IL_AD" id="IL_AD10">proses</span> penuaan Riset membuktikan bahwa latihan sederhana seperti jalan kaki secara teratur dapat membantu mengurangi penurunan mental pada wanita di atas 65 tahun. Semakin sering dan lama mereka melakukannya maka penurunan mental kian lambat. manfaat aktivitas tersebut setelah sembilan minggu melakukannya secara teratur tiga kali seminggu. Latihan ini tidak harus dilakukan dalam intensitas tinggi. Cukup berupa jalan kaki di sekitar <span class="IL_AD" id="IL_AD3">rumah</span>.</p>
<p style="text-align: justify;">
	3. Dapat mengurangi stress Olahraga dapat mengurangi kegelisahan. Bahkan lebih jauh lagi, bisa membantu Anda mengendalikan amarah. Latihan <span class="IL_AD" id="IL_AD9">aerobik</span> dapat meningkatkan kemampuan jantung dan membuat Anda lebih cepat mengatasi stres. <span class="IL_AD" id="IL_AD7">cara</span> terbaik mengurangi stres yaitu melakukan aktivitas seperti jalan kaki, berenang, bersepeda, dan lari.</p>
<p style="text-align: justify;">
	4. Dapat menaikkan daya tahan tubuh Jika Anda senang melakukan olahraga dengan santai pada saat melakukannya, maka aktivitas itu bisa meningkatkan hormon-hormon baik dalam otak seperti adrenalin, <span class="IL_AD" id="IL_AD4">serotonin</span>, dopamin, dan endorfin. Hormon ini berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh. Studi yang dilakukan di Inggris memperlihatkan bahwa 83 persen orang yang memiliki ganguan mental mengandalkan olahraga untuk meningkatkan mood dan mengurangi kegelisahan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	5. Dapat memperbaiki kepercayaan diri Semakin mahir seseorang dalam suatu jenis aktivitas, maka secara otomatis kepercayaan diri pun akan meningkat. Bahkan suatu riset membuktikan bahwa remaja yang aktif berolahraga merasa lebih percaya diri dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak melakukan aktifitas olahraga. Dengan keadaan tersebut maka, hiasilah hidup kita dengan aktifitas olahraga, dengan olahraga kita akan mendapatkan kesehatan dan kebugaran tubuh serta olahraga bermanfaat untuk otak kita yang menghasilkan penurunan tingkat stress dan peningkatan rasa percaya diri. Semoga bermanfaat.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 31 Mar 2011 08:27:36 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/manfaat-olahraga-untuk-otak/</guid>
</item>
<item>
<title>Bisakah Anak Asma Berolahraga ?</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/bisakah-anak-asma-berolahraga-/</link>
<description><![CDATA[ Sebagai orang tua pasti akan memperhatikan setiap perkembangan anaknya, baik itu pertumbuhannya ataupun bila mengalami sakit penyakit. Apalagi bila anak ini mengalami suatu penyakit yang tidak sembuh2 atau kumat-kumatan. Pasti si orang tua ini akan mengupayakan berbagai cara agar anaknya bisa segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa, diantaranya mengobatkan ke dokter atau bisa juga ke pengobatan lainnya. Nah , apabila sakit sianak juga tidak sembuh-sembuh tentunya akan membuat orang tua ini kebingungan akhirnya bertanya-tanya / mendengarkan petunjuk sana -sini yang akan semakin membuat gundah orang tua ini, terutama apabila mendengar saran dari orang yang kurang bisa dipercaya.<br /><br />Salah satu keadaan diatas adalah pertanyaan dari seorang ibu yang menanyakan apakah anaknya yang menderita Asthma boleh berolah raga ?, karena ada yang menyarankan demikian, tetapi karena si ibu ini sangat menyayangi anaknya, ibu ini tidak tega menyuruh anaknya berolahraga bahkan lebih bingung lagi ibu ini menyatakan bahwa anaknya akan batuk hebat dan sesak nafas setelah berlari-lari, apalagi olah raga, gimana ini ?.<br /><br />Apakah benar anjuran itu ? anjuran itu sama sekali tidak salah, memang asma bisa timbul bila sianak berlari-lari karena itu merupakan salah satu pencetusnya, terutama bila menghirup udara dingin dan kering ( lembab ), karena itu perlu diperhatikan beberapa tips untuk anak asma yang berolahraga :<br /><br />* Apabila hendak olah raga, asma pada anak tersebut harus sudah terkontrol dengan baik ( artinya jangan pas lagi kena serangan asma disuruh olah raga !)<br />* Sebelum berolah raga harus melakukan tehnik pemanasan dulu ( warming up )<br />* Harus selalu menyediakan obat-obatan untuk mengendalikan serangan asma<br />* Olah raga terbaik untuk penderita asma adalah berenang dan bukan berlari, karena dengan berlari akan menyebabkan masuknya udara dingin dan kering kedalam pernafasan dalam jumlah besar dan mudah mencetuskan asma.<br /><br />Dengan berolah raga diharapkan daya tahan tubuh sianak akan meningkat, sehingga bila berhadapan dengan faktor pencetusnya tidak akan terlalu berat gejalanya. ]]></description>
<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 00:07:01 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/bisakah-anak-asma-berolahraga-/</guid>
</item>
<item>
<title>Olahraga untuk anak di bawah 6 tahun</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/olahraga-untuk-anak-di-bawah-6-tahun/</link>
<description><![CDATA[ Bergerak alias berolah fisik? Ini memang aktivitas favorit hampir setiap anak. Namun ternyata, itu saja tidak cukup lho. Gerakan yang dilakukan si kecil seringkali harus terus dilatih, atau bahkan bila perlu diperbaiki. Dengan begitu, gerakannya akan benar-benar sempurna nantinya.  <br />Nah, salah satu cara untuk melatih gerakan anak Anda adalah dengan mengajaknya berolahraga. Kok begitu? Olahraga tak sekadar membuatnya sehat dan bugar, tapi bisa pula mengembangkan kemampuan motoriknya. Jadi, tubuh anak 'dijamin' pasti lebih fit, sehingga bisa survive ketika menghadapi berbagai tantangan yang menghadang (secara fisik maupun psikis).<br />Masalahnya, Anda tidak bisa sembarangan memilih olahraga untuk anak. Jadi, banyak-banyaklah 'belanja' info seputar dunia olahraga.  <br /><br />Di bawah 6 tahun<br />Bila anak belum ingin berolahraga, jangan memaksanya. Anak mengembangkan keterampilan tertentu pada usia yang berbeda-beda. Makanya, jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan anak lain. Sepanjang tumbuh kembangnya normal (dan sesuai target!), biarkan ia menguasai keterampilan berdasarkan kemampuannya sendiri.<br />Beberapa anak enggan berolahraga karena merasa takut gagal atau gampang frustrasi. Lagi-lagi, kenali sinyal-sinyal yang dikirimkan oleh anak dan jangan bosan memberi dorongan.<br /><br />Berikut ini beberapa jenis olahraga yang pas untuk usia anak:<br /><br />Umur 2-3 tahun. Olahraga yang sifatnya belum terstruktur, seperti berlari, berayun-ayun, memanjat, dan bermain air. Pada usia 2 tahun, anak sudah mampu melompat dengan satu atau kedua kaki, dan berlari. Pada usia 3 tahun, ia sudah bisa berubah-ubah arah (dari kanan ke kiri, dari depan ke belakang) dengan mudah.<br /><br />Catatan: Umumnya, anak belum siap untuk bergabung ke dalam olahraga yang berstruktur atau terlibat dalam aktivitas yang sarat kompetisi. Bila anak enggan bergabung dalam olahraga tertentu (untuk alasan apapun), jangan dipaksa ya. Coba cari tahu penyebabnya. Bila perlu, tunda dulu dan coba lagi beberapa bulan atau tahun setelahnya.<br /><br />Yang bisa Anda lakukan: Selalu mendampingi anak. Jangan pernah lupa mengoleskan tabir surya ketika anak di luar rumah (ini berlaku sampai kelak ya).<br /><br />Umur 4-5 tahun. Biasanya, anak sudah bisa menggelindingkan bola besar, menangkap bola, serta piawai dengan sepeda roda tiga. Ia juga mulai suka berenang atau bersenam (tapi tanpa diprogram).<br /> <br />Catatan: Apapun olahraga pilihannya, si kecil mesti senang. Jika anak tidak bahagia, tanyalah alasannya dan coba atasi masalah atau cari olahraga lain yang lebih disukai. Ini penting jika anak ingin melakukan olahraga terstruktur. Kelak anak yang tertekan karena harus bersaing, bisa saja membentuk sikap negatif terhadap dunia olahraga atau mencederai dirinya sendiri (karena selalu berusaha menyenangkan orang lain).<br /> <br />Yang bisa Anda lakukan: Pastikan jadwal anak tidak berlebihan, sebab bisa membuatnya stres. Siapkan pengaman yang diperlukan. Misalnya, pengaman siku, lutut, atau helm, ketika anak bersepeda. Jadikan hal ini kebiasaan, apapun jenis olahraga pilihan anak nantinya. <br /><br />Umur 5-6 tahun. Banyak keterampilan yang sudah dikuasainya, termasuk baris-berbaris, latihan keseimbangan (berjalan di atas titian balok), memanjat, berayun, bergelantungan, berguling, berputar, dan lain-lain.<br /><br />Catatan: Si kecil sudah bisa melakukan permainan sederhana dengan bola. Meski ini melibatkan koordinasi dan kelincahan, biarkan ia bermain secara  bebas alias tanpa aturan yang ketat.<br /> <br />Yang bisa Anda lakukan: Ingatkan anak bahwa titik berat olahraga tetap pada bersenang-senang, bermain bersama teman-temannya, serta menguras tenaga. Tidak ada embel-embel lainnya. ]]></description>
<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 23:13:21 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/olahraga-untuk-anak-di-bawah-6-tahun/</guid>
</item>
<item>
<title>Senam Untuk Balita</title>
<link>http://bundazone.com/olahraga/senam-untuk-balita/</link>
<description><![CDATA[ Slogan "di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat" harus ditanamkan pada anak-anak. Terutama karena anak kota besar lebih banyak melakukan kegiatan pasif seputar televisi, game, dan komputer. Kesibukan orangtua juga ditengarai mengondisikan anak-anak masa kini jadi minim berolahraga. Padahal, aktif berolahraga memiliki banyak keuntungan, di antaranya jadi cerdas selain lebih terampil dan lincah bergerak. ]]></description>
<pubDate>Sat, 27 Dec 2008 03:23:45 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/olahraga/senam-untuk-balita/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
