<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in Parentzone</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:13:51 +0700</pubDate>
<item>
<title>Document Management Perth</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/document-management-perth/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Xell Technologies is a leading software house in Perth. We specialize in providing Content Management, Document Management, Record Management, Intranet and Extranet Corporate Portals,we provide superb services and a simple pricing structure with no hidden costs. We have both options of pricing, fixed cost or per hour rate.</p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 15:29:49 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/document-management-perth/</guid>
</item>
<item>
<title>Acne treatments</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/acne-treatments/</link>
<description><![CDATA[ Acne treatments – you must be looking for what makes your skin generate too much oil. With other words, you may need more than single acne treatments. ]]></description>
<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 15:45:35 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/acne-treatments/</guid>
</item>
<item>
<title>Kenalkan Balita Ibadah Puasa</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/kenalkan-balita-ibadah-puasa/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="font-weight: bold;">Kapan sebenarnya usia tepat balita bisa berpuasa? Perkembangan&amp;nbsp;setiap anak berbeda dan unik, jadi tak ada patokan usia tepat mengajarkan balita berpuasa. Yang dapat Anda lakukan adalah mengenalkannya ritual dan ibadah puasa sedini mungkin.&amp;nbsp;</span>
	
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="font-weight: bold;">Fase kongkrit.</span>&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	Balita 1-3 tahun berada di fase konkret-operasional, baru dapat memahami segala yang berwujud, kongkrit, dapat dilihat, dipegang dan dirasakan. Sehingga, mereka belum paham arti puasa, tujuan dari puasa, dan konsekuensi dari berpuasa. Baru di usia 3 - 5 tahun, balita mulai memahami puasa artinya tidak makan&amp;nbsp;dan tidak minum. Demikian pula, di bulan puasa, ada beberapa ritual ibadah yang dilakukan bersama-sama, seperti sholat Tarawih berjamaah di mesjid, mengikuti ceramah menjelang buka puasa, buka puasa bersama, sahur dan lain-lain. Tidak perlu gusar, jika balita terus-menerus bertanya, meskipun sudah dijelaskan berkali-kali. Karena memang itulah&amp;nbsp;<a href="http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/Balita/bila.perkembangan.bicara.balita.lambat/001/001/815/27/3" target="_blank" title="">t</a>ahapan perkembangan&amp;nbsp;kognitif balita.
	
	<span style="font-weight: bold;">Mengajarkan puasa.</span>&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	Berdasarkan pada perkembangan pemahaman dan kognitif itulah orang tua perlu mengajarkan puasa. Tak perlu memaksakan balita paham bahwa sahur hanya dilakukan pada dini hari dan bukan siang hari sesukanya. Biasanya, di usia prasekolah, balita mulai lebih memahami puasa dan mulai dapat dibiasakan berpuasa. Tentu sesuai kemampuan anak. Yang harus diingat, ciptakan suasana menyenangkan saat anak baru pertama kali belajar berpuasa. Agar anak merekam pengalaman positif ibadah puasa. Sehingga Anda akan lebih mudah memotivasinya berpuasa di tahun depan, termasuk juga melakukan ibadah-ibadah lainnya.&amp;nbsp;</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<ul>
	<li style="text-align: justify;">
		<strong>Lakukan bertahap.</strong>&amp;nbsp;Anda dapat mengajarkan balita berpuasa 3 - 4 jam. Lalu ketika Anda merasa balita cukup kuat berpuasa hingga pukul 10.00, perpanjang secara bertahap hingga pukul 12.00. Lakukan ini di tahun pertama puasanya.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<strong>Di tahun kedua</strong>, Anda bisa mencoba mengajarkan balita berpuasa sehari penuh. Ini pun harus dilakukan perlahan. Jika di tengah hari, ia tampak rewel dan tidak kuat, Anda bisa memberikannya makanan kecil, kemudian puasa bisa dilanjutkan kembali sampai sore. Lama-kelamaan balita akan lebih kuat dan akhirnya bisa berpuasa sehari penuh. &amp;nbsp;</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<strong>Hargai usahanya.</strong>&amp;nbsp;Seringkali balita mengatakan ia ingin berpuasa sehari penuh, tapi ternyata ia makan di siang hari. Jangan patahkan semangatnya dan mengejek &amp;#39;kekalahannya&amp;#39;. Tetap hargai usahanya untuk berpuasa, sambil terus dibimbing untuk melakukan puasa yang benar.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<span style="font-weight: bold; font-style: italic;">Reward.</span>&amp;nbsp;Jika perlu, Anda bisa memberikannya &amp;#39;hadiah&amp;#39; menu buka puasa favorit balita jika ia mampu berpuasa sesuai target. Hal ini bisa memacu semangatnya untuk berpuasa. Seiring berjalannya usia, Anda bisa menanamkan makna dan tujuan puasa yang sesungguhnya pada balita. Hal penting yang juga harus dilakukan orang tua adalah&amp;nbsp;<strong style="font-weight: normal;">memberi contoh</strong>.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<strong>Teladan yang menggugah semangat.&amp;nbsp;</strong>Hindari menunjukkan &amp;#39;penderitaan&amp;#39; dan rasa lemas Anda ketika berpuasa. Sebaliknya, tunjukkan bahwa puasa itu menyenangkan dan tidak mengeluh. Tetap jalani aktivitas Anda seperti biasa, agar balita juga termotivasi untuk tidak bermalas-malasan dan tetap semangat ketika berpuasa.</li>
	<li style="text-align: justify;">
		<strong>Pantau kesehatannya.</strong>&amp;nbsp;Terutama jika ini adalah tahun pertama atau tahun kedua balita berpuasa, pantau terus kesehatannya. Kondisi fisik tiap anak berbeda-beda. Walaupun mungkin anak-anak lain seusianya sudah kuat berpuasa sehari penuh, belum tentu itu berlaku pada anak lainnya. Jika balita tampak sakit atau tidak kuat, jangan paksakan. Biarkan ia makan cukup, dan apabila ia kuat untuk melanjutkan puasa, perbolehkan ia puasa, jika tidak, tak perlu paksakan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">
	Salah satu kesenangan balita ketika berpuasa adalah saat-saat berbuka bersama ayah, bunda, dan keluarganya. Di saat-saat seperti ini, Anda bisa mengajarkan balita sedikit demi sedikit tentang makna puasa, dan indahnya kebersamaan setelah berpuasa sehari penuh. Tentu rekaman baik terhadap suasana bulan Puasa di rumah akan mendorongnya berpuasa dengan lebih baik di tahun depan.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 17:14:52 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/kenalkan-balita-ibadah-puasa/</guid>
</item>
<item>
<title>Hindari Salah Makan Saat Sahur!</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/hindari-salah-makan-saat-sahur/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Diare, kembung, dan rasa perih pada lambung kerap dirasakan oleh setiap orang berpuasa karena keteledoran mengkonsumsi makanan saat sahur. Padahal, pilihan makanan pada sahur saat berpengaruh pada aktivitas dan metabolisme tubuh selama puasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;quot;Sekitar 50 persen orang batal puasa karena diare, penyebabnya karena makanan yang mereka makan saat sahur, &amp;quot; kata pakar kesehatan pencernaan dari FKUI RSCM, Dr. Ari Fahrial Syam, Sp PD-KGEH, MMB.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Oleh sebab itu, Ari menekankan pentingnya memerhatikan jenis dan kualitas asupan makanan di saat sahur. Ari pun memberikan beberapa tip yang dapat dijadikan panduan agar kesehatan pencernaan tetap prima selama menjalankan ibadah puasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Hal pertama yang perlu diperhatikan, kata Ari, adalah kualitas makanan saat sahur. &amp;quot;Makanan itu <em>fresh</em> atau tidak? Jangan makan hidangan malam yang kemudian dipanaskan lagi pagi harinya karena kualitas makanannya jadi tidak <em>fresh</em>, &amp;quot; kata Ari</p>
<p style="text-align: justify;">
	Namun Ari menambahkan, &amp;quot;Saat sahur boleh mengkonsumsi hidangan malam yang dipanaskan, asal makanan itu dibuat pada malam hari, bukan pada siang harinya. Sehingga makanan bukan makanan yang dipanaskan dua kali, dan kualitas makanannya tetap terjaga, &amp;quot; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Yang kedua adalah pilihan jenis makanan. &amp;quot;Sebaiknya saat sahur jangan makan makanan yang mengandung lemak. Karena makanan berlemak membuat proses pencernaannya panjang,&amp;quot; kata Dr. Ari</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dr. Ari juga menyebutkan sangat tidak dianjurkan untuk menyantap makanan berkadar lemak tinggi saat sahur kemudian diakhiri dengan tidur.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;quot;Kalau langsung tidur makanannya bisa berbalik arah (refluks) sehingga sulit dicerna. Berbeda dengan saat kita berdiri atau duduk, makanan akan turun ke bawah. Sementara kalau tidur arah makanan sesuai gravitasi. Artinya saat tidur, posisi badan kan telentang, makanan bisa-bisa naik ke kerongkongan, &amp;quot; terang Ari.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Ketiga, batasi minuman teh dan kopi. &amp;quot;Kalau minum kopi bisa menyebabkan buang air kecil jadi terus-terusan (diuresis). Sementara kita akan berpuasa selama 12 jam ke depan, &amp;quot; kata Dr. Ari</p>
<p style="text-align: justify;">
	Meskipun begitu, Dr. Ari menyatakan mengkonsumsi kopi baik untuk memperlancar buang air besar. Dan buang air besar di pagi hari, saat sahur sangat diperlukan untuk mencegah kembung.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;quot;Tapi sebaiknya, konsumsi kopi dilakukan saat berbuka, bukan saat makan sahur. Untuk memperlancar buang air besar saat sahur, dapat diganti dengan mengkonsumsi buah dan sayur, &amp;quot; kata Ari.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Sementara untuk teh,&amp;nbsp; Ari menyatakan minum teh manis saat sahur oleh saja dilakukan, tetapi sebaiknya jangan kental karena dapat menyebabkan diuresis. &amp;quot;Apabila tetap ingin meminumnya, bisa meminum secangkir kecil saja,&amp;quot; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Selain itu, Ari menganjurkan agar setiap orang yang berpuasa untuk meminum susu. Minuman ini sangat penting dikonsumsi saat sahur karena mengandung lemak dan kalsium untuk penambah tenaga.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;quot;Boleh susu <em>full cream </em>atau <em>low fat</em>. Sebaiknya, jumlah takaran susu disesuaikan dengan jumlah kalori yang masuk. Apabila komposisi makanan kita saat sahur hanya terdiri dari tahu, tempe atau telur kita bisa mengkonsusmsi susu sebanyak 200 cc. Tapi jika makanan sahur sudah mengandung banyak kalori sebaiknya mengkonsumsi 100 cc saja, &amp;quot; tandas Ari.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:48:55 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/hindari-salah-makan-saat-sahur/</guid>
</item>
<item>
<title>Tips Sehat Berbuka Puasa</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/tips-sehat-berbuka-puasa/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Berbuka puasa adalah waktu yang paling di tunggu-tunggu oleh kita semua. Waktu dimana kita dapat melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Kondisi tubuh yang kurang cairan, perut yang kosong seharian terkadang membuat kita melahap habis semua menu yang tersedia pada saat buka puasa.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 22px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify;">
	Kecendrungan seperti diatas tanpa kita sadari malah akan membuat kita sakit. Lalu bagaimana agar tetap sehat saat berbuka puasa sehingga kita masih dapat melanjutkan puasa pada hari-hari selanjutnya.</p>
<p style="margin-top: 0px; margin-right: 0px; margin-bottom: 22px; margin-left: 0px; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; text-align: justify;">
	Berikut ini beberapa tips nya :</p>
<ol>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Jangan menunda waktu berbuka puasa</li>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Berbukalah dengan makan kurma, atau buah-buahan dan minumlah air putih.</li>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Jangan berbuka dengan yang manis-manis. Kecuali manis yang keluar dari buah-buahan.</li>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Tidak baik berbuka dengan makan kolak. Selain sudah manis karena pisang, juga banyak campuran lain yang menambah manisnya kolak, misalnya gula dan santan. Alangkah baiknya jika pisang segar di makan tanpa kolak.</li>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Jangan berbuka dengan minum es. Minum es mampu menahan rasa lapar, sehingga kita kehilangan selera untuk menyantap makanan yang bergizi.</li>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Makanlah makanan berbuka secara bertahap. Setelah minum segelas air putih atau makan kurma, pergilah shalat maghrib. Barulah 15 menit kemudian (perkiraan waktu selesai shalat maghrib) makan-makanan yang lebih &amp;lsquo;berat&amp;rsquo;, misalnya kolak, nasi atau panganan yang lain.</li>
	<li style="vertical-align: baseline; font-size: 12px; outline-width: 0px; outline-style: initial; outline-color: initial; padding-top: 0px; padding-right: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; margin-top: 1em; margin-right: 0px; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; border-top-width: 0px; border-right-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px; border-style: initial; border-color: initial; text-align: justify;">
		Berhentilah makan sebelum kenyang. Seperti yang dikatakan Rasulullah, porsi perut kita untuk menampung makanan adalah sepertiga angin, sepertiga air, dan sepertiganya berupa makanan.</li>
</ol> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:48:20 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/tips-sehat-berbuka-puasa/</guid>
</item>
<item>
<title>Tips Olahraga di bulan Puasa</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/tips-olahraga-di-bulan-puasa/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Puasa bukan berarti bermalas-malasan dan menghilangkan aktivitas rutin kita dengan alasan berpuasa.Seperti misalnya, berolahraga. Banyak teman saya yang lantas meliburkan aktivitas berolahraganya hanya karena berpuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	Meski demikian, agar aktivitas berolahraga di bulan puasa ini tetap dapat berjalan dengan baik dan tidak mengganggu dari ibadah puasa itu sendiri, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Berolahragalah di sore hari menjelang waktu berbuka</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Jangan memilih waktu berolahraga di pagi atau siang hari. Pilihlah waktu di sore hari menjelang waktu berbuka.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Tidur, makan &amp;amp; minum yang cukup waktu malam sebelumnya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Aktivitas berolahraga adalah aktivitas yang banyak menguras energi. Agar tetap fit dan tidak lemas berolahraga di kala puasa, tidur makan dan minum haruslah cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Berolahraga mulai dari porsi yang sedikit demi sedikit</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Di hari pertama berolahraga di bulan puasa, porsi latihan atau aktivitasnya sebaiknya dimulai dari porsi yang ringan, sedikit demi sedikit. Jangan langsung digenjot dengan aktivitas fisik yang berat. Misal biasanya jogging sejauh 3 km. Di bulan puasa ini, mulailah dari 1 km saja terlebih dahulu.Tentu, yang bisa menilai sejauhmana anda kuat ya anda sendiri. Kalau memang tidak kuat dengan porsi normal seperti pada saat tidak berpuasa, janganlah dipaksakan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Segera berbuka bila sudah waktunya</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Bila sudah masuk waktunya berbuka, jangan menunda untuk berbuka. Segera minum dan makan secukupnya dengan asupan makanan yang bergizi untuk mengganti energi tubuh yang hilang pada saat berolahraga di saat puasa tadi.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:36:58 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/tips-olahraga-di-bulan-puasa/</guid>
</item>
<item>
<title>Khasiat Buah Kurma Untuk Kesehatan di Bulan Puasa</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/khasiat-buah-kurma-untuk-kesehatan-di-bulan-puasa/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Khasiat Buah Kurma Untuk Kesehatan di Bulan Puasa. Berbicara soal menu berbuka puasa, buah yang satu ini selalu jadi incaran bagi sebagian banyak umat muslim. Bentuknya yang lonjong kecil, rasanya manis dan sangat familiar sekali dengan lidah kita di bulan puasa ini. Bulan Ramadan memang bulannya buah Kurma.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Banyak pakar kesehatan lebih menyarankan buah kurma untuk santapan menu berbuka, karena kandungannya yang sangat bibutuhkan tubuh terlebih di waktu kita berpuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Kurma adalah buah yang berkah, Rasulullah SAW mewasiatkan kepada kita untuk memakannya ketika mulai berbuka dari puasa Ramadhan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dari Salman ibn &amp;lsquo;Aamir, Sesungguhnya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, &amp;ldquo;Jika salahs eorang diantara kalian akan berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma sebab kurma itu berkah, kalau tidak ada maka dengan air karena air itu bersih dan suci. (HT. Abu Daud dan Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dari Anas, sesungguhnya Nabi Shallallahu&amp;rsquo;alaihi wa sallam ; berbuka puasa dengan beberapa ruthab (kurma mengkel segar yang baru dipetik dari pohonnya-pent) sebelum shalat, kalau tidak ada ruthab, maka dengan beberapa kurma matang, kalau tidak ada, maka dengan meneguk beberapa tegukan air putih. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)</p>
<p style="text-align: justify;">
	Tidak diragukan lagi bahwa dibalik sunnah nabi ini ada petunjuk medis dan manfaat yang banyak bagi kesehatan, dan hukum yang bagus. Rasulullah Shallallahu&amp;rsquo;alaihi wa sallam telah memilih makanan ini dan tidak memilih yang lainnya karena adanya manfaat yang sangat besar, tidak hanya karena buah itu banyak dijumpai di lingkungannya semata. Maka, ketika seorang yang berpuasa mulai berbuka maka organ-organ tubuhnya akan bersiap; dan organ pencernaan mulai berakivitas kembali, khususnya lambung yang butuh untuk diberikan sesuatu yang lembut, dan memulai mengakifkan kerjanya kembali dengan halus. Dan orang yang sedang berpuasa, pada keadaan ini, sangat butuh akan makanan yang mengandung gula yang mudah dicerna, yang bisa menghilangkan rasa lapar, persis seperti ia butuh akan air.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Dan nutrisi makanan yang tercepat bisa dicerna dan sampai ke darah adalah zat gula, khususnya makanan yang mengandung satu atau dua zat gula (glukosa atau sukrosa). Sebab tubuh mampu menyerap dengan mudah dan cepat zat gula itu hanya dalam beberapa menit. Apalagi jika lambung dan perut sedang kosong, seperti orang yang berpuasa ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
	Andai anda mencari makanan yang bisa menyamai dua kandungan yang dituju ini secara bersama (menghilangkan lapar dan dahaga secara bersamaan dengan satu makanan), maka anda tidak akan pernah menemukan makanan itu lebih baik daripada apa yang disuguhkan oleh sunnah nabawiyah, dimana sunnah memotivasi orang yang berpuasa untuk membuka puasanya dengan zat gula manis sekaligus kaya akan air (ruthab) atau pun tamar (kurma matang).</p>
<p style="text-align: justify;">
	Berdasarkan penelitian bio-kimia, ditemukan bahwa satu bagian kurma yang kita makan sama dengan 86 &amp;ndash; 87 % beratnya; mengandung 20 &amp;ndash; 24 % air; 70 &amp;ndash; 75 % gula; 2 &amp;ndash; 3 % protein; 8,5% serat; sangat kecil sekali kandungan lemah jenuh (lecithine).</p>
<p style="text-align: justify;">
	Berdasarkan penelitian tersebut, juga ditemukan bahwa ruthab (kurma mengkel) mengandung 65 &amp;ndash; 70 % air berdasarkan berat bersihnya; 24 &amp;ndash; 58 % zat gula; 1,2 &amp;ndash; 2 % protein; 2,5 % serat, dan sedikit sekali mengandung lemak jenuh (lecithine).</p>
<p style="text-align: justify;">
	Berdasarkan penelitian kimiawi dan fisiologi yang dilakukan Dr. Ahmad Abdul Ra&amp;rsquo;ouf Hisyam dan Dr. Ali Ahmad Syahhat, diperoleh data sebagai berikut:</p>
<ol>
	<li style="text-align: justify;">
		Mengkonsumsi ruthab (kurma mengkel, masih segar, matang dipohon) atau tamar (kurma matang kering seperti yang tersebar di Indonesia -pent) setiap kali mengawali buka akan menambah terhadap badan persentase yang besar akan kandungan zat gula, maka dengan ini akan hilang penyakit anemia (kurang darah), sehingga tubuh lebih menjadi bergairah;</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Saat lambung kosong dari makanan, maka ia akan mudah mencerna dan menyerap makanan kecil yang mengandung gula ini secara cepat dan maksimal;</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Sesungguhnya kandungan ruthab dan tamar akan zat gula dalam bentuk kimia sederhana menjadikan proses mencerna dan menyerap di lambung sangat mudah, sebab 2/3 (dua per tiga) zat gula ada dalam tamar dan dalam bentuk zat kimia sederhana. Hal ini pun bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dalam waktu yang singkat;</li>
	<li style="text-align: justify;">
		Sesungguhnya adanya tamar yang mengandung air, dan ruthab yang mengandung air tinggi (65 - 70 %) akan menambahkan terhadap tubuh persentase yang tidak membahayakan, maka dengan itu seorang yang berpuasa tidak harus meminum air dalam jumlah banyak ketika berbuka. Semoga bermanfaat.</li>
</ol> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:31:10 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/khasiat-buah-kurma-untuk-kesehatan-di-bulan-puasa/</guid>
</item>
<item>
<title>Tips sehat saat Puasa Ramadhan</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/tips-sehat-saat-puasa-ramadhan/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<strong>Tips sehat saat Puasa Ramadhan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Tak terasa kurang dari 1 minggu lagi umat Islam di seluruh dunia akan segera memasuki sebuah bulan yang sangat dimuliakan yakni Bulan Ramadhan. Di bulan ini umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan puasa 1 bulan penuh. Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam, namun jika ditilik dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah dari ritus yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Tapi tentu saja jika itu dijalankan dengan aturan yang benar dan tidak asal-asalan. Ketika berpuasa, bahan makanan yang masuk (intake) berbeda dengan energi yang dikeluarkan (outtake) selama beraktivitas. Itu sebabnya, selama menjalankan ibadah puasa, kesehatan pun harus dijaga. Untuk itu, perlu diperhatikan pengaturan makan dan minum pada saat sahur atau berbuka puasa, agar tubuh tetap segar dan bugar sepanjang hari selama berpuasa. Pada saat berpuasa bahan makanan penghasil energi utama seperti karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan protein yang masuk ke tubuh kita tidaklah sebanyak hari-hari biasa. Lalu bagaimanakah memadukan antara ibadah dan mendapatkan manfaat bagi kesehatan kita, berikut beberapa tips menjalankan puasa sehat:</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>1. Jangan Tinggalkan Sahur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Sahur merupakan salah satu rangkaian dalam ibadah puasa Ramadhan yang sangat disarankan. Sahur sama pentingnya seperti sarapan. Saat menjalankan puasa tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi kurang lebih selama 14 jam. Untuk itu supaya tubuh dapat menjalankan fungsi dengan baik, sel-sel tubuh membutuhkan gizi dan energi dalam jumlah cukup. Untuk menu sahur sebaiknya pilih makanan berserat dan berprotein tinggi, tapi hindari terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis-manis. Banyak makan makanan manis disaat sahur akan membuat Anda cepat lapar di siang hari. Makanan manis membuat tubuh bereaksi melepaskan insulin secara cepat, insulin berfungsi memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi. Sedangkan makan makanan berserat membuat proses pencernaan lebih lambat dan membantu insulin dikeluarkan secara bertahap. Untuk membuat energi dari sahur tahan lama, bersahurlah lebih akhir saat mendekati imsak.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>2. Jangan Tunda Berbuka</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Setelah seharian menahan lapar dan dahaga tentunya energi kita terkuras, untuk memulihkan energi kembali, saat berbuka makanlah karbohidrat sederhana yang terdapat dalam makanan manis. Makanan yang mengandung gula mengembalikan secara instant energi kita yang terkuras seharian. Tetapi usahakan menghindari minum es atau yang bersoda, karena jenis minuman ini dapat membuat pencernaan tak berfungsi secara normal.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>3. Makanlah Secara Bertahap</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Biasanya begitu mendengar bedug magrib, tanpa tunggu lagi kita langsung menyantap habis hidangan yang disediakan diatas meja. Ini bukanlah pola yang bagus untuk kesehatan, setelah seharian perut kita tak terisi dan organ cerna beristirahat, sebaiknya jangan langsung menyantap hidangan dalam jumlah besar. Saat tiba waktu berbuka makan makanan manis, seperti kolak, atau minum teh hangat, istirahatkan sesaat, bisa Anda gunakan jeda itu untuk menjalankan sholat magrib sambil memberi waktu organ cerna kita menyesuaikan. Baru setelah sholat Anda dapat lanjutkan kembali makan makanan yang lebih berat seperti nasi dan lauk-pauknya. Dan setelah Tarawih dilanjutkan lagi dengan sesi makan kecil atau camilan.&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>4. Jangan Tinggalkan Olahraga</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Menjalankan puasa bukan berarti berhenti total berolahraga. Justru aktivitas fisik tetap dibutuhkan untuk menjaga kelancaran peredaran darah agar kita tidak mudah loyo. Namun untuk urusan ini pilih olahraga ringan yang tak membutuhkan energi berlebih, seperti lari-lari kecil atau jalan kaki. Sebaiknya lakukan olahraga menjelang waktu berbuka. Tarawih selain ibadah juga sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani karena saat melakukan sholat tarawih sama dengan membakar kalori.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>5. Konsumsi Cukup Air</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Air merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Lebih dari 60% tubuh kita terdiri dari air. Untuk menjalankan fungsinya dengan baik setiap organ tubuh kita membutuhkan air. Tanpa air yang cukup tubuh akan mengalami gangguan. Untuk itu perbanyak minum air untuk simpanan dalam tubuh supaya semua organ berfungsi dengan baik. Yang disebut air disini bukan hanya berupa air putih, tapi susu dan teh pun juga termasuk di dalamnya. Supaya kebutuhan tubuh tercukupi, aturlah agar Anda minum delapan gelas air sebelum menjalani puasa esok hari.</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>6. Kendalikan Emosi</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Tujuan puasa adalah mengontrol emosi, belajar bersabar dan berupaya mendekatkan diri kepada Tuhan. Secara psikologis ini mempengaruhi mental-spiritual kita, dengan mengendalian emosi membuat jiwa kita tumbuh lebih sehat, dan merasakan kedekatan dengan Tuhan membuat hati kita damai.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:18:50 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/tips-sehat-saat-puasa-ramadhan/</guid>
</item>
<item>
<title>Cara Mengajar Anak Berpuasa</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/cara-mengajar-anak-berpuasa/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	Sudah biasa pada saat bulan puasa, orangtua yang mempunyai anak berumur balita, usia pra sekolah atau bahkan kelas 1-3 SD, mulai memikirkan bagaimana caranya mengajari anak ikut berpuasa. Ada beberapa yang sudah sering kita dengar sebagai iming-iming anak yang bisa berpuasa sampai maghrib, atau sebulan penuh, atau sekedar puasa beduk. Mulai dari iming-iming uang, pakaian lebaran, mainan dll. Saya cukup penasaran untuk mencari tahu bagaimana cara memotivasi anak untuk dapat ikut serta berpuasa di bulan ramadhan karena Ihsan sekarang sudah menginjak usia 6 tahun. Tahun lalu rasanya belum pas. Tahun ini sudah mulai dijanjikan .. Nah saya ingin berbagi hasil penelusuran saya tentang bagaimana memotivasi anak untuk berpuasa :</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;ldquo;Cara terbaik mengajarkan dan memotivasi anak berpuasa memang jangan memerintah, tapi harus menginspirasinya&amp;rdquo; &amp;ndash; Emmy Soekresno S. Pd,konsultan pendidikan dan pemilik sekolah Jerapah Kecil, Depok, Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	Memang tak ada batasan umur kapan seharusnya seorang anak belajar menahan haus dan lapar. Namun yang pasti adalah bahwa sebaiknya anak diajar berpuasa saat ia sudah bisa mengerti alasan mengapa ia harus melakukannya. Perkenalannya dengan sahur mungkin bisa dimulai dengan sahur jam 8.00 dan berbuka pada jam 12.00. Tapi ajarkan pada anak bahwa orangtua, atau orang dewasa di keluarga itu melaksanakannya dari sebelum shalat shubuh dan berbuka setelah adzan maghrib. Tidak ada pula aturan baku bagaimana mengajar anak berpuasa, karena itu kita tidak perlu takut salah. Semuanya itu hanya tergantung dari pribadi masing-masing anak. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan orangtua dalam mendidik si kecil untuk mengenal dunia puasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Perkenalkan Anak dengan Ramadhan </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Sebaiknya anak dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan di bulan ramadhan, dan ini tidak perlu menunggu ia mulai berlatih puasa. Dikatakan oleh psikolog keluarga dari Universitas Indonesia, Sani B Hermawan Psi, bahwa mengajarkan dan mengenalkan anak pada bulan Ramadan bisa dilakukan setelah anak bisa berdialog dua arah. Misalnya usia 2 sampai 3 tahun. Misalnya buka bersama, ini adalah kegiatan yang menyenangkan karena biasanya ada cukup makanan kecil, minuman, buah-buahan untuk si kecil ikut berbuka dengan berselara. Kenalkan istilah Ramadhan, Lebaran, bermaaf-maafan, sahur, dan lainnya, walaupun maknanya sendiri anak belum jelas. Tetapi paling tidak, dia mengenal atau familier dengan istilah tersebut,&amp;rdquo; tuturnya. Mengenalkan puasa bisa dilakukan dengan cara yang mudah, misalnya &amp;ldquo;Ayo dik, temenin Bunda buka puasa. Ini kan bulan Ramadhan, jadi Bunda harus berpuasa&amp;rdquo;. Atau &amp;ldquo;Adik, Mama mau masak spesial buat buka puasa nanti, kamu mau mama masakin apa? Kamu mau kan ikutan puasa bareng semua keluarga.&amp;rdquo; Kita juga bisa membuat suasana yang berbeda dengan bulan-bulan selain ramadhan. Menempelkan riasan dengan gambar mesjid, membuat sudut tertentu untuk shalat berjamaah. Menceritakan cerita-cerita puasa, memperdengarkan lagu-lagu tentang puasa. Buat suasana rumah sehingga betul-betul terasa. Beritahu Makna Puasa Jika anak sudah mulai kenal, kini ibu boleh mulai menerangkan sejarah mengapa puasa itu wajib. Tekankan pada anak bahwa puasa harus dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan hati, bukan sekedar ikut-ikutan. Anak juga sebaiknya diajar untuk tidak menggunakan puasa sebagai ajang persaingan &amp;lsquo;siapa yang paling kuat menahan lapar&amp;rsquo; dengan teman-temannya. Ingatkan selalu bahwa puasa bukan soal tidak makan dan minum, namun lebih kepada sikap hati yang benar di hadapan Tuhan dan sesama. Jangan lupa untuk menjelaskan kepada anak manfaat melakukan puasa. Di antaranya dengan menjelaskan bahwa dengan puasa, maka anak jadi lebih bersyukur akan nikmat yang ada selama ini. Bahwa salah satu tujuan puasa ialah pengendalian diri. Orangtua atau guru di sekolah bisa mengajarkan pengendalian diri pada saat puasa, seperti makan, minum, dan amarah. Hal itu bisa saja dilakukan agar anak pun lebih bisa mengontrol emosi. Selain itu, buat anak yang berhasil berpuasa, ada kebahagiaan dan kepuasan bahwa dia bisa mencapai suatu prestasi tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	<strong>Step by Step </strong></p>
<p style="text-align: justify;">
	Setelah anak mengerti, maka ibu boleh menawarkan anak untuk mulai belajar berpuasa. Katakan bahwa godaan itu pasti timbul, namun asal ada tekad dan kesungguhan hati, maka anak pasti bisa mengatasinya. Beritahu juga bahwa anak tak perlu terlalu memaksakan diri, sebab untuk belajar berpuasa perlu waktu. Mungkin anak bisa diminta berpuasa setengah hari saja pada awal pembelajaran, atau sekuatnya sampai dia merasa benar-benar tak mampu lagi. Intinya di sini adalah kondisi dan daya tubuh setiap anak berbeda. Jangan sampai anak sakit atau tertekan gara-gara terlalu memaksa diri. Selain itu, bukan lamanya waktu yang penting, melainkan kesungguhan hati anak. Jadi, ibu tak perlu memaksa anak memenuhi target &amp;lsquo;lama&amp;rsquo; puasa sebab jika dipaksa, maka anak bisa mogok, bahkan benci berpuasa. Dimulai dari pengertian yang benar dan langkah sederhana, maka anak pasti bisa mengikuti ibadah puasa dengan baik. Semoga bisa dijadikan bahan untuk mengajari anak kita berpuasa.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	[bahan dari berbagai sumber]</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:13:09 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/cara-mengajar-anak-berpuasa/</guid>
</item>
<item>
<title>Apa perbedaan antara bidan dan dokter kandungan</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/apa-perbedaan-antara-bidan-dan-dokter-kandungan/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: center;">
	&amp;ldquo;An obstetrician manages labour; the midwife supports labour. The obstetrician makes things happen; the midwife lets things happen. The doctor trusts technology and is wary of nature. The midwife trusts nature and is wary of technology. The obstetrician fears birth will go wrong. The midwife expects birth will go right.&amp;rdquo;</p>
<p style="text-align: center;">
	from the Birth Book by William Sears M.D. and Martha Sears, R.N</p>
<p>
	<em>artinya adalah:</em></p>
<p>
	&amp;quot;Seorang dokter kandungan <strong>mengelola</strong> persalinan; sedangkan bidan <strong>mendukung </strong>persalinan.&amp;nbsp;dokter kandungan <strong>membuat</strong> hal-hal yang terjadi; bidan <strong>memungkinkan</strong> hal-hal terjadi.Dokter percaya teknologi dan waspada terhadap kekuatan alam.&amp;nbsp;Sedangkan bidan percaya alam dan waspada terhadap teknologi.&amp;nbsp;Ketakutan dokter kandungan adalah persalinan akan menjadi sebuah hal yang beresiko buruk dan salah (pathologis/terjadi komplikasi) sedangkan bidan lahir mengharapkan kelahiran akan berlangsung dengan normal dan lancar tanpa komplikasi. &amp;quot;</p>
<p>
	Dan ini adalah perbedaan filosofi dan mind set antara keduanya.</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<p>
	Proses persalinan adalah salah satu yang proses atau peristiwa yang paling berkesan dalam hidup Anda. Sangatlah penting untuk membuat keputusan di tangan Anda untuk memilih tim penolong persalinan yang akan menghadiri membantu proses persalinan Anda.&amp;nbsp;Bidan dan dokter kandungan keduanya memenuhi syarat untuk membantu kelahiran bayi Anda, namun peran mereka mungkin sangat berbeda.</p>
<p>
	<strong>Perbandingan atau perbedaan antara Bidan dan dokter kandungan </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	1.Baik bidan dan dokter kandungan dapat membantu Anda melahirkan bayi Anda.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	2.Keduanya profesional bisa mengurus kebutuhan Anda sebelum melahirkan dan setelah melahirkan.</p>
<p>
	<strong>Perbedaan yang Kontras antara Bidan dan dokter kandungan adalah:</strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	1.Bidan cenderung memiliki filosofi, lebih holistik dan memandang bahwa persalinan adalah proses yang alami. Sedangkan dokter kandungan lebih cenderung memiliki perspektif medis dan melihat kelahiran sebagai sebuah peristiwa yang risiko.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	2.Bidan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan Anda selama proses persalinan dan dalam kunjungan prenatal. sedangkan dokter kandungan mungkin hanya akan menemani Anda saat tahap akhir proses persalinan atau saat pembukaan sudah hampir lengkap saja.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	3.Dokter kandungan lebih cenderung untuk menggunakan intervensi medis seperti induksi, episiotomies serta merekomendasikan caesar.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	4.Bidan praktek di pusat-pusat kelahiran (RS, RB, BPS) atau mendampingi proses persalinan dirumah. tidak seperti dokter kandungan yang praktek hanya di rumah sakit atau rumah bersalin</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	5.Dokter kandungan dilatih sebagai ahli bedah dan dapat melakukan operasi caesar, sedangkan bidan tidak dapat melakukan operasi.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	6.Dokter kandungan bisa menangani klien dengan resiko tinggi maupun risiko rendah dan sedangkan bidan hanya bisa menangani klien risiko rendah.</p>
<p>
	Nah pilihan tergantung pada Anda.</p>
<p>
	Silahkan dipertimbangkan kepada siapakah Anda mempercayakan proses kelahiran malaikat kecil Anda.</p>
<p>
	Salam Hangat</p>
<p>
	(Bidan Yesie Aprilia)</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 18:17:42 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/apa-perbedaan-antara-bidan-dan-dokter-kandungan/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
