<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories posted in Psychozone</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Tue, 22 May 2012 12:22:47 +0700</pubDate>
<item>
<title>vashikaran mantra</title>
<link>http://bundazone.com/autisma/vashikaran-mantra/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	vashikaran mantra and tantra are used to control someone mind, that someone can be your parents or husband or wife or lover, we got more then 1000 vashikaran mantra, separate mantra for every situatioWe are experts in vashikaran mantra and we can cast vashikaran spells in very appropriate way, so that there is 100 percent guarantee of work, vashikaran mantras used by a non expert can cause really serious problems in relationship. We got experience of&amp;nbsp; years for casting successful vashikaran mantra</p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 21 May 2012 15:22:04 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/autisma/vashikaran-mantra/</guid>
</item>
<item>
<title>Android Developer</title>
<link>http://bundazone.com/autisma/android-developer/</link>
<description><![CDATA[ <font color="#000000" face="Calibri">Zaptech Solutions has brought a lot of new features in android application along with new operating system. The new system is designed to make mobiles more fun, entertaining and easy to operate. Instant Screen-shots: Earlier versions of android required clients to install apps for taking screen-shots this facilities has been developed by our team and this feature is now coming in-built with the Android 4 version. We have large expectation from Android 4 and hopes to use it as the trump card in it mobile marketing strategies &amp;amp; business. With this new operating system Google is trying to woo more and more customers from other smart-phones to android based smart-phones. </font>
		
	

<p>
	&amp;nbsp;</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 05:19:38 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/autisma/android-developer/</guid>
</item>
<item>
<title>petites annonces</title>
<link>http://bundazone.com/perkembangan-sosial/petites-annonces/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	
	Want to buy or sell? Incroyables-encheres.fr is the biggest &amp;amp; most popular auction &amp;amp; classifieds site, with thousands of new &amp;amp; used items in a variety of categories. Free online auctions and classifieds. Buy and sell anything online without paying listing or success fees.</p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 08:41:36 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/perkembangan-sosial/petites-annonces/</guid>
</item>
<item>
<title>Motherboards manufacturer</title>
<link>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/motherboards-manufacturer/</link>
<description><![CDATA[ Ebitobi is known as B2B marketplace Directory where you will find latest products of Motherboards business with Quality list of Motherboards Manufacturers and Suppliers. Find New Motherboards products and Motherboards business partners on Ebitobi.com. Ebitobi is leading Motherboards B2B Marketplace trade portal that helps Motherboards buyers and Motherboards suppliers to locating suitable Motherboards trading partners. Buyers will find thousands of Motherboards trade leads from the world&amp;rsquo;s most reputable Motherboards Manufacturers. Ebitobi provide complete solutions for Motherboards trade leads and b2b services.
		
	

<p>
	&amp;nbsp;</p> ]]></description>
<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 00:25:20 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/motherboards-manufacturer/</guid>
</item>
<item>
<title>Saint Lucia Supplier</title>
<link>http://bundazone.com/kecerdasan-anak/saint-lucia-supplier/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	This company is a Saint Lucia manufacturing and b2b supplies department at the worldwide, providing research, education and knowledge transfer in engineering, manufacturing, product &amp;amp; services supplies and technology. They also work on specific research programmers alongside industrial partners and Operations &amp;amp; Business Management regarding your need. They are leading company in b2b marketplace directory. If you are small business development company so can submit your company in Panama Saint Lucia directory.</p> ]]></description>
<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 06:21:23 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kecerdasan-anak/saint-lucia-supplier/</guid>
</item>
<item>
<title>Jika Anak Berbicara Kotor</title>
<link>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/jika-anak-berbicara-kotor/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Apa yang akan Anda lakukan jika mendapati anak Anda berbicara sesuatu yang kotor dan kasar? Padahal di rumah tidak ada yang mengajarinya. Bagaimana menghadapinya?
	
	Anda harus mengetahui alasan mengapa seorang anak Anda berkata kotor dann kasar, antara lain :</p>
<p>
	1. Anak-anak sering kali mengatakan kata-kata kasar dan jorok karena menikmati reaksi orang-orang di sekitarnya, seperti ia ditertawakan seolah-olah itu lucu dan menghibur, atau diperhatikan dengan rasa kaget dan ingin tahu dari lingkungannya.</p>
<p>
	2. Anak berkata kasar atau jorok bisa juga karena ia menirunya dari teman di sekolah, sekadar iseng, atau saat ia merasa marah dan mengetahui bahwa kata tadi bisa memancing kekesalan orang lain, atau hanya karena sedang mempelajari kata-kata yang baru dan senang dengan bunyi kata itu tanpa mengetahui artinya.</p>
<p>
	Anda harus memperhatikan saat kapan dan apa yang terjadi setelah anak berkata kasar atau jorok agar Anda bisa mengerti alasannya. Dengan mengetahui itu, Anda akan lebih mudah mengatasinya. Saat anak mengucapkan kata kasar dan jorok, Anda bisa bertanya kepada anak, &amp;ldquo;Dari siapa kamu belajar kata XXX?&amp;rdquo;, &amp;ldquo;Tahukah kamu arti XXX?&amp;rdquo;, atau &amp;ldquo;Tahukah kamu apa akibatnya kalau orang lain dikatakan XXX?&amp;rdquo;</p>
<p>
	Anak usia 4 tahun pada umumnya senang mempelajari kata-kata baru, apalagi di usia ini kemampuan berbahasa dan menyerap informasi anak-anak sedang berkembang dengan pesat. Selain itu, minatnya untuk mencoba dan mengeksplorasi hal baru sangat tinggi, termasuk mencoba-coba hal yang negatif tanpa ia sadari.</p>
<p>
	Daripada memberi hukuman atau peringatan keras kepada anak saat mengucapkan kata kasar atau jorok, lebih baik berikan perhatian saat ia mengucapkan kata-kata yang sopan sehingga ia lebih sering dan senang mengucapkan kata-kata yang baik.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 18 Aug 2011 19:12:51 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/jika-anak-berbicara-kotor/</guid>
</item>
<item>
<title>Mengatasi Anak Pemalu</title>
<link>http://bundazone.com/perkembangan-mental/mengatasi-anak-pemalu/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	<strong>Sikap Pemalu Justru di dapat dari belajar </strong></p>
<p>
	Mungkin selama ini kita tak pernah tahu, tak ada anak yang dilahirkan sebagai pemalu. Mau tahu siapa &amp;quot;biang kerok&amp;quot;nya? Ternyata, orang tua! Punya anak pemalu kerap bikin jengkel. Ke mana-mana dan di mana saja, si kecil menempel atau sembunyi di balik orang tua/pengasuhnya. Apalagi kalau diajak ke sebuah lingkungan baru yang dirasanya asing. Yang pasti, seperti dituturkan Dra. Frida NRH, MS, staf pengajar jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, ada beberapa kategori anak pemalu. Ada yang tak berani tampil di tempat umum, tak mau bertemu orang, ada pula yang mau bertemu orang tapi tanpa melakukan sesuatu, terlebih yang bersifaf kompetitif. Bahkan ada yang saking pemalunya, enggan bertemu orang. Jika terpaksa, badannya gemetar, keluar keringat, bahkan jadi kebelet pipis.</p>
<p>
	Pada kasus yang ekstrim itu, &amp;quot;Si pemalu disebut menderita fobia sosial. Ia perlu bantuan ahli untuk penyembuhannya,&amp;quot; kata Frida. Namun jangan cemas jika si kecil yang cenderung pemalu akan menderita fobia sosial tersebut. &amp;quot;Itu sangat jarang terjadi, kok. Terlebih jika orang tua sejak awal sudah peka bahwa anaknya ada kecenderungan menjadi pemalu dan bisa segera mengatasinya.&amp;quot;</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<p>
	<strong>Dari &amp;quot;Belajar&amp;quot; </strong></p>
<p>
	Frida yakin, tak ada anak yang dilahirkan sebagai pemalu. &amp;quot;Dia jadi pemalu lebih disebabkan lingkungan tempat ia belajar.&amp;quot; Anak, lanjutnya, mengalami proses (sejak lahir) bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya yang lalu memberinya suatu pelajaran bahwa, &amp;quot;Saya harus malu.&amp;quot; Jadi, &amp;quot;Ada pengalaman yang membuat si anak mengambil kesimpulan bahwa ia harus muncul sebagai pemalu terhadap lingkungannya.&amp;quot; Sayangnya, orang tua sering tak sadar, mereka telah menciptakan suatu lingkungan yang membuat anaknya jadi pemalu. Anak &amp;quot;belajar&amp;quot; dari perlakuan yang diterima, amati, dan rasakan dari ayah-ibunya. Contohnya, anak yang sering diperlakukan negatif. &amp;quot;Mau ini-itu, dicela dan dilarang. Dari sinilah bibit pemalu bisa muncul.&amp;quot; Demikian juga anak yang terlalu dilindungi, yang akhirnya membuatnya sulit melakukan penyesuaian dengan lingkungan. Frida mengibaratkan anak dalam kepompong, yang selalu dilindungi dan dibantu. &amp;quot;Akibatnya, anak tak pernah bisa mandiri,&amp;quot; tutur pengurus Lembaga Perlindungan Anak Jawa Tengah ini.</p>
<p>
	Contoh lain adalah anak yang biasa menerima kasih sayang untuk sikap-sikap yang kondisional. &amp;quot;Si anak disayang orang tua kalau menurut, bersikap baik. Pokoknya, semacam ada syaratnya.&amp;quot; Alhasil, hal ini akan terbawa saat ia harus berhubungan dengan lingkungan luar. Ia merasa, kalau mau diterima dengan baik, ada persyaratannya yang mesti dilakukannya. Padahal, lanjut Frida, anak punya persepsi tentang dirinya sendiri. Kalau sering diberi syarat, ia jadi berpikir, &amp;quot;Oh, Mama dan Papa mensyaratkan begitu. Jadi, kalau syaratnya belum bisa saya penuhi, saya belum sempurna betul untuk tampil.&amp;quot;</p>
<p>
	Dampak selanjutnya, anak akan takut berkompetisi karena ia selalu merasa orang lain akan lebih dari dirinya. &amp;quot;Nah, itu, kan, membuatnya makin merasa malu untuk tampil. Sebab, ia merasa tak aman.&amp;quot; Perasaan kurang PD (percaya diri) itulah yang membuatnya merasa, orang lain tak welcome menerima dirinya atau ia merasa, dirinya memang tak mampu. Bisa juga ia jadi merasa tak nyaman dengan dirinya sendiri karena selalu diliputi perasaan, &amp;quot;Jika saya tampil, pasti saya akan dilecehkan.&amp;quot;</p>
<p>
	<strong>&amp;quot;Terus Latih&amp;quot; </strong></p>
<p>
	Lantaran itulah Frida percaya, anak yang memiliki kecenderungan pemalu dapat berubah. Apalagi dalam hidupnya, anak terus berproses mengembangkan dirinya. Yang penting, orang tua rajin memberikan stimulasi dan latihan padanya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. &amp;quot;Niscaya rasa malu itu akan berkurang, bahkan dapat dihilangkan,&amp;quot; tegas Frida. Caranya? Beri anak pengalaman yang membuatnya tersadar, konsep dirinya itu keliru. &amp;quot;Hingga ia pun akan berkesimpulan, ternyata dengan kemampuan yang ada pun, orang lain menerima dirinya sepenuhnya.&amp;quot; Juga bahwa dunia yang dicintainya tak membutuhkan banyak syarat. &amp;quot;Ini akan memberikan perubahan pada dirinya,&amp;quot; ujar pengurus Badan Koordinasi Pembinaan Anak, Remaja dan Pemuda wilayah Jawa Tengah ini. Dengan kata lain, orang tua membantu anak mengkaji ulang pandangan tentang dirinya sendiri. Lama-kelamaan si anak akan berpikir, menjadi pemalu adalah hal keliru. &amp;quot;Itu perlunya pelatihan-pelatihan. Menurut saya, pemalu lebih karena sikap, bukan personality atau kepribadian.&amp;quot;</p>
<p>
	Karena itulah, orang tua harus melatih anak agar tak jadi pemalu. Ini sekaligus penting untuk menanamkan pada anak bahwa untuk hidup di masyarakat, diperlukan &amp;quot;keberanian&amp;quot;. Soalnya, sambung Frida, &amp;quot;Lingkungan selalu membutuhkan penyesuaian dari kita. Orang-orang yang tak mampu bergaul dan bersosialisasi dianggap <em>maladjusted</em> .&amp;quot; Lebih dari itu, lingkungan juga akan mencapnya memiliki perkembangan kepribadian yang kurang baik atau bahkan dicap berkepribadian negatif. Akibatnya, &amp;quot;Ia tak lagi bisa optimal mengembangkan dirinya secara baik dengan cap yang sudah terlanjur melekat tadi.&amp;quot;</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<p>
	Sumber : Tabloid Nakita</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<p>
	Ayah Bunda, ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu mengatasi rasa malu pada anak-anak. <em>Pertama,</em> sebaiknya orang tua tidak mengolok-olok atau membicarakan sifat pemalu anak didepannya, karena anak merasa tidak diterima sebagaimana adanya.</p>
<p>
	
	<em>Kedua,</em> ketahui kesukaan dan potensi anak. Lalu, doronglah anak untuk berani melakukan hal tertentu, melalui hobi dan potensi diri. Misalnya, anak usia suka main mobil-mobilan, ketika ditoko ia ingin mobil merah, sementara yang tersedia warna biru. Maka, anak bisa didorong untuk mengatakan pada pelayan bahwa ia menginginkan warna merah.</p>
<p>
	
	<em>Ketiga,</em> sebaiknya orang tua secara rutin mengajak anak berkunjung kerumah teman, tetangga, kerabat, dan bermain disana. Kunjungan sebaiknya dilakukan pada teman-teman yang berbeda. Selain secara rutin berkunjug, sebiknya juga mengundang anak-anak tetangga atau teman-teman sekolah untuk bermain di rumah.</p>
<p>
	
	<em>Keempat, </em> lakukan <em>role-playing</em> bersama anak. Misalnya, seperti contoh <em>kedua,</em> anak belum tentu berani berbicara pada pelayan toko, sekalipun didampingi orang tuanya. Maka, ketika berada dirumah, orang tua dan anak bisa bermain peran seolah-olah sedang berada ditoko dan anak pura-pura berbicara dengan pelayan. <em>Role-playing</em> dapat dilakukan pada berbagai situasi, berpura-pura di toko, berpura-pura di sekolah, berpura-pura ada di panggung, dan lainnya.</p>
<p>
	
	<em>Kelima,</em> jadilah contoh buat anak. Orang tua tidak hanya mendorong anak untuk percaya diri, tetapi juga menjadi model dari perilaku yang percaya diri. Anak biasanya mengamati dan belajar dari perilaku orangtuanya sendiri.</p>
<p>
	
	Apapun usaha yang dilakukan, sebiaknya orang tua tetap mendampingi dan tidak langsung melepas anak seorang diri. Misalnya, ketika diminta berbicara pada pelayan toko, orang tua berada disamping anak, atau ketika mengajak main ke rumah temannya, orang tua tetap berada di rumah temannya itu. Anak bisa dibiarkan melakukan aktivitas seorang diri, jika rasa percaya dirinya sudah berkembang.</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<p>
	dr. Zulaehah Hidayati</p> ]]></description>
<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 12:53:56 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/perkembangan-mental/mengatasi-anak-pemalu/</guid>
</item>
<item>
<title>Mengenal Temperamen Anak : Persisten, Sabar dan Frustrasi</title>
<link>http://bundazone.com/perkembangan-mental/mengenal-temperamen-anak-persisten-sabar-dan-frustrasi/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify">
	Secara umum persisten berarti tidak menyerah ketika berhadapan dengan tantangan, mampu mengerjakan tugas-tugas yang sulit dan mampu mengatasi rasa frustrasi.
	Anak yang gampang sekali frustrasi cenderung marah-marah jika sesuatu tidak berlangsung seperti yang diinginkannya atau jika harus menunggu untuk mendapatkan perhatian atau bantuan, dan biasanya menyerah jika dihadapkan pada tantangan.
	
	Tips untuk menghadapi anak yang gampang frustrasi :
	- Jika anak anda harus menunggu sesuatu (makanan, perhatian dll), berbicaralah padanya mengenai apa yang sedang anda lakukan. Misalnya : &amp;ldquo;Mama sedang menghangatkan botolmu sekarang&amp;hellip;&amp;rdquo; atau &amp;ldquo;Papa sedang mengambilkan bajumu&amp;hellip;&amp;rdquo;
	- Ketika anak anda menghadapi kegagalan katakan padanya bahwa anda menghargai usahanya. Kemudian latihlah ia untuk mengenali permasalahannya tanpa mengerjakannya untuk mereka. Berikan saran atau cara untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
	- Ajarkan anak anda untuk melangkah sendiri. Tawarkan pelukan sejenak atau kesempatan membaca yang menyenangkan kemudian kembali untuk mengatasi tantangannya dengan energi baru.
	- Uraikan tantangan yang ia hadapi menjadi bagian per bagian, misalnya : &amp;ldquo;Bagaimana kalau taruh jempolmu dulu ke dalam sarung tangan baru kemudian masukkan jari-jari lainnya&amp;hellip;&amp;rdquo;
	- Gunakan candaan. Anak-anak akan menghargai jika anda, misalnya, memarahi balok yang jatuh pada saat sedang ia susun.
	- Jadilah teladan. Ketika anda berjuang untuk memasang suatu mainan cobalah untuk bersabar. Katakan :&amp;rdquo;Wow, sulit sekali!Mama butuh bantuan untuk memasang ini. Apakah kamu mau membantu?&amp;rdquo;
	- Ingatlah bahwa walaupun anak anda tidak akan pernah menjadi anak yang sabar ataupun persisten, anda dapat menolongnya untuk tegar dan bisa mengatasi masalahnya sendiri.
	
	Anak yang persisten biasanya selalu mencoba dan mencoba lagi ketika dihadapkan pada suatu tantangan. Tidak mudah menyerah ketika mereka masih belum berhasil dan cenderung lebih sabar menunggu sampai kebutuhan mereka terpenuhi.
	
	Tips untuk anak yang persisten :
	
	- Bergabunglah dalam permainannya. Memang gampang untuk membiarkannya bermain sendiri karena ia lebih tidak menuntut kehadiran anda. Tetapi anak anda tetap membutuhkan interaksi dengan anda. Selain itu, anda dapat membantunya untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan baru.
	- Jelaskan kepadanya sedikit demi sedikit bahwa setiap orang terkadang membutuhkan bantuan, dan anda bersedia membantunya jika suatu saat ia membutuhkannya. Kadang-kadang, anak-anak terlalu dipuji karena sangat mandiri sehingga suatu hari nanti akan sulit bagi mereka untuk minta pertolongan pada orang lain ketika ia membutuhkannya. Sebaliknya, anak-anak yang cenderung mandiri terkadang tidak diperhatikan ketika mereka butuh pertolongan.
	- Periksalah apakah ia selalu menggunakan cara yang sama untuk menyelesaikan permasalahannya walaupun cara itu tidak berhasil. Jika hal ini terjadi, anda dapat memberikan saran padanya untuk mencoba cara baru.</p>
<p style="text-align: justify">
	- Ajarkan ia untuk ikhlas. Anak yang persisten seringkali sulit untuk menerima jawaban &amp;ldquo;TIDAK&amp;rdquo;. Sebagai contoh, walaupun anda sudah mengatakan tidak ada lagi menonton TV, anak anda akan terus minta dan meminta lagi. Tegaslah pada keputusan anda dan arahkan ia pada kegiatan lain yang diperbolehkan.</p>
<p>
	sumber: bayidanbalita.com</p> ]]></description>
<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 04:37:01 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/perkembangan-mental/mengenal-temperamen-anak-persisten-sabar-dan-frustrasi/</guid>
</item>
<item>
<title>Menumbuhkan Kepercayaan Diri Anak</title>
<link>http://bundazone.com/perkembangan-mental/menumbuhkan-kepercayaan-diri-anak/</link>
<description><![CDATA[ Menumbuhkan kepercayaan diri pada buah hati kita tidaklah mudah. Berbagai teori yang diajarkan para pakar melalui buku, media cetak, dan elektronik masih memiliki kekurangan. Teori-teori itu sebagian di antaranya masih mengandalkan teori para ahli dari Barat. Sehingga bila dipraktekkan kadang tidak cocok, karena memang kondisi sosial budaya masyarakat Timur —dalam hal ini umat Islam—berbeda dengan Barat.

Perlakuan orangtua memiliki pengaruh terhadap tumbuhnya kepercayaan diri anak. Kesalahan dalam memperlakukan anak akan berakibat fatal pada perkembangan jiwanya. Bukannya anak makin percaya diri, malah ia tumbuh menjadi anak yang minder dan penakut.

Beberapa kesalahan orangtua dalam memperlakukan anak diantaranya :
1) Terlalu sering memanjakannya.
2) Mendidik dengan mengandalkan bentakan dan pukulan.
3) Tidak mewujudkan suasana psikologis yang membuatnya merasa nyaman.
4) Menakut-nakuti jika anak menangis di malam hari.
5) Tidak memberikan keleluasaan kepada anak untuk berfikir dan bertindak.

Ajaran Islam sangat lengkap dan sempurna. Melalui Rasulullah SAW, Allah SWT mengajarkan seluruh ilmu yang berkaitan dengan kehidupan di alam raya ini, termasuk ilmu mendidik putera-puteri kita. Mungkin kurangnya wawasan keislaman membuat kita tidak mengetahui cara mendidik yang benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Muhammad Rasyid Dimas dalam buku 25 Kiat Mempengaruhi Jiwa dan Akal Anak menjelaskan, Rasulullah SAW menggunakan banyak cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak, antara lain :

Pertama, memperkuat kemauan anak. Dalam memperkuat kemauan anak beliau melakukannya dengan dua cara, yaitu dengan membiasakan menjaga rahasia dan puasa. Ketika anak belajar menjaga rahasia dan tidak membocorkannya, maka kemauannya tumbuh dan menguat, sehingga rasa percaya dirinya menjadi besar.

Begitu pun ketika anak mampu bertahan dalam keadaan lapar dan haus saat puasa, ia akan merasakan kemenangan mengalahkan hawa nafsu. Kemampuannya menjadi kuat dalam menghadapi kehidupan. Rasa percaya dirinya tumbuh karena merasa telah mampu melewati hari-harinya meski merasakan lapar yang sangat.

Kedua, menumbuhkan kepercayaan sosial. Seorang anak yang sering diajak berinteraksi dengan teman sebayanya atau dengan orang dewasa maka akan tumbuh rasa kepercayaan dirinya. Ia tidak minder bergaul dengan anak yang lebih muda, sebaya, atau dengan orangtua sekalipun.

Para sahabat Rasulullah terbiasa membawa anak-anaknya saat menghadiri majelis Rasulullah SAW. Mengenai hal ini Anas bin Malik ra mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW bergaul dengan kami, sehingga ia mengatakan kepada adik kami, "Hai Aba 'Umair, sedang apa burung kecil itu?" Kami menggelar tikar lalu beliau shalat dan membariskan kami di belakangnya." (HR. Ahmad).

Anak yang dibawa ke suatu majelis ilmu akan belajar tatakrama dan kesopanan. Ia belajar mengenal sedikit demi sedikit pembicaraan orang dewasa sehingga ia siap berkecimpung di tengah masyarakat.

Menumbuhkan kepercayaan sosial anak juga dapat dilakukan dengan membiasakan mengucapkan salam. Saat kita tiba di rumah atau hendak bepergian ucapkanlah salam. At-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai anakku, jika kamu masuk kepada keluargamu maka ucapkanlah salam. Niscaya hal itu akan mendatangkan barokah kepadamu dan kepada keluargamu."
 
Ketiga, menumbuhkan kepercayaan ilmiah. Ajarkanlah Al-Qur'an, sunnah, dan sirah (sejarah) Rasulullah SAW yang agung. Kelak anak akan tumbuh dengan membawa ilmu yang luas. Insya Allah akan tumbuh kepercayaan ilmiah pada dirinya karena ia memiliki hakikat-hakikat ilmu yang jauh dari khurafat dan dongeng fiktif.

Keempat, menumbuhkan kepercayaan ekonomi dan bisnis. Untuk menumbuhkan kepercayaan bermuamalah dalam urusan ekonomi dan bisnis, biasakanlah anak berjual-beli. Ajaklah anak ke pasar untuk membeli kebutuhan mereka. Kalau perlu, berikan kebebasan kepada mereka untuk memilih dan melakukan transaksi. Insya Allah ia tidak asing lagi melakukan transaksi jual beli setelah dewasa nanti. Suatu waktu, Rasulullah SAW menyaksikan si kecil Abdullah bin Jafar sedang bermain dagang-dagangan, lalu beliau mendo'akannya, "Ya Allah, curahkanlah barokah dalam perdagangannya."

Itulah beberapa kiat praktis untuk menumbuhkan kepercayaan diri pada anak kita. Semoga anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri, tidak minder, dan penakut.
sumber: edumuslim.org ]]></description>
<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 17:48:08 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/perkembangan-mental/menumbuhkan-kepercayaan-diri-anak/</guid>
</item>
<item>
<title>Cara Mengatasi Anak Kleptomania</title>
<link>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/cara-mengatasi-anak-kleptomania/</link>
<description><![CDATA[ Terkadang mungkin saja anda memergoki anak anda tengah mengambil sesuatu. Hal ini mungkin saja karena anak anda terserang kleptomania. Sebenarnya apa kleptomania itu? Samakah antara kleptomania dengan mencuri?

Menurut Aliva Abdullah, M.Si, kleptomania merupakan kondisi dalam diri seseorang yang memiliki dorongan kuat untuk mengambil sesuatu. Kadang-kadang sesuatu itu adalah benda-benda kecil dan tidak didasari motif ekonomi.

“Kleptomania berbeda dengan mencuri. Bila mencuri itu ada dorongan untuk memiliki, karena tidak mampu membeli. Sedangkan, kleptomania itu bukan disebabkan ketidakmampuan membeli, tetapi dorongan kuat mengambil tanpa sebab yang jelas,” tandas Psikolog yang berpraktik di Langkahku Child and Family Educare.

Misalnya, anak mencuri sepatu. Dikatakan anak itu mencuri jika dia menginginkan sepatu yang ia tidak mampu membelinya. Atau dia takut meminta sepatu baru kepada orangtuanya. Lain halnya dengan kleptomania. Anak mengambil sepatu, karena dorongan yang kurang jelas. Bisa jadi anak mengambil sepatu yang beda ukuran dengannya.

Belum Pasti Penyebabnya!

Kalau ditanya kok bisa sih kecil-kecil klepto? Hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Meski begitu, ada beberapa teori yang menjelaskan terjadinya kleptomania.

“Dihubungkan dengan zat kimia dalam otak disebut serotonin, zat yang mengatur mood dan emosi seseorang. Ada pula yang mengaitkan dengan gangguan obsesif-kompulsif, gangguan kecemasan dalam kehidupan individu yang didominasi repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan berulang-ulang (kompulsi) atau gangguan depresi. Dapat juga kleptomania disebabkan cedera otak,” terang alumnus Magister Psikologi Universitas Indonesia.

Tidak Menyadari Perbuatannya

Sayangnya, anak-anak kleptomania kurang menyadari tindakannya.

“Awalnya, anak kleptomania merasakan dorongan-dorongan segera mengambil barang orang lain. Namun begitu perbuatannya diketahui orang lain atau orangtuanya, dia tahu bahwa dirinya bersalah. Sayangnya, mereka sulit mengendalikan dorongan mengambil barang orang lain yang muncul sesaat,” ungkap Aliva.

5 Ciri Anak Kleptomania

1. Muncul perasaan tegang dan antusias sebelum dan saat mengambil barang milik orang lain.

2. Ada kegembiraan (eforia) setelah mengambil barang idamannya.

3. Seorang kleptomania tidak membutuhkan teman, sehingga mereka tidak memulai persahabatan.

4. Tidak ada perasaan marah atau balas dendam kepada pemilik barang yang akan diambil. Baik orang yang tidak dikenal atau dikenal dekat, sama-sama mempunyai peluang menjadi korban si kleptomania.

5. Anak kleptomania tidak memiki halusinasi atau gejala-gejala schizophrenic lainnya. Misalnya, dia berkeyakinan bahwa barang yang diincar itu adalah miliknya, padahal bukan kepunyaannya (waham atau delusi).

Tangani Anak Kleptomania

Nah, bila Moms and Dads sudah mengetahui cirinya, kini saatnya segera mengatasinya. Sebab, gejala kleptomania dapat muncul pada usia 5 tahun. Karena itu, orangtua musti menangani. Caranya?

“Bawalah anak untuk konseling dan terapi agar mendapatkan tindakan yang tepat. Bila kleptomania ini dibiarkan, anak dapat kehilangan percaya diri akibat dituduh sebagai pencuri. Motivasi anak untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lain agar dapat mengalihkan perhatian dari masalah, juga membuat anak kembali percaya diri,” tukas perempuan kelahiran Jakarta ini.

Nah, ketika terjadi ‘stigma’ pencuri, membuat anak menjadi minder dalam lingkungannya. Walau memang perlu waktu bagi lingkungan menerimanya kembali. Tentu hal itu penting baginya mengembalikan rasa percaya dirinya.

Umpamanya, lingkungan sekolah. Orangtua dapat menjembatani komunikasi dengan guru. Upayakan anak memeroleh penyadaran agar mendapatkan kembali kepercayaan dari lingkungannya. (okezone.com) ]]></description>
<pubDate>Sun, 12 Jun 2011 17:34:39 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/prilaku-bermasalah/cara-mengatasi-anak-kleptomania/</guid>
</item>
</channel>
</rss>
