<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
<channel>
<title>Bunda Zone</title>
<atom:link href="http://bundazone.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
<link>http://bundazone.com/</link>
<description>Stories tagged kelahiran</description>
<language>en-us</language>
<pubDate>Sat, 25 May 2013 04:10:32 +0700</pubDate>
<item>
<title>Melahirkan dengan Induksi</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/melahirkan-dengan-induksi/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Apakah Induksi? Induksi merupakan upaya untuk menimbulkan kontraksi di dalam rahim Mommy. Kenapa harus dilakukan induksi? Jika Mommy tetap ingin melahirkan secara normal, tetapi saat tiba waktunya untuk melahirkan justru tidak ada tanda-tanda sedikitpun Mommy akan segera melahirkan. Usia kehamilan yang sudah lewat waktu, lebih dari 2 minggu atau alasan kesehatan tertentu dapat menjadi dasar dilakukannya induksi supaya janin cepat keluar.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Keputusan melakukan induksi atau tidak juga dilihat dari ukuran janin di dalam kandungan, jika dalam kondisi normal memungkinkan untuk induksi. Tapi, jika terlihat janin terlalu besar, operasi caesar adalah hal yang disarankan. Posisi janin juga dipastikan bagus, tidak ada masalah plasenta pravia dan letaknya bagus untuk melahirkan normal. Namun, jika terlihat memang posisi tidak bagus dan permasalahan lainnya yang tidak memungkinkan lahir normal, tentunya keputusan operasi caesar adalah hal terbaik yang bisa diambil.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Jika setelah mencapai usia kandungan 36 minggu dan belum ada tanda ingin melahirkan, biasanya Mommy akan disarankan untuk melakukan hubungan suami istri. Karena air mani mengandung zat prostaglande yang menjadi alat induksi secara alami. Namun, tetap harus dilakukan dengan hati-hati dan tentunya dengan konsultasi dari dokter kandungan Mommy.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Induksi oleh dokter dapat dilakukan dengan cara kimia atau mekanik. Kimia dengan menggunakan obat-obatan khusus yang dapat disalurkan melalui infus, vagina, atau disemprotkan pada hidung. Sedangkan mekanik bisa menggunakan metode stripping, vibrator, kateter, dan memecahkan cairan ketuban. Semua metode tersebut memiliki satu tujuan, yaitu untuk menghasilkan hormon prostaglande yang berfungsi mendorong otot-otot rahim berkontraksi.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">Induksi bukannya tanpa resiko, oleh sebab itu diperlukan pengawasan yang akurat dari dokter. Proses induksi yang berlebihan bisa menyebabkan Mommy tidak tahan dengan rasa sakit yang ditimbulkannya. Jika tidak tahan, induksi akan dihentikan dan dipilih operasi caesar. Induksi juga bisa menyebabkan janin tidak nyaman dan stres pada bayi, bisa berdampak pada denyut jantung bayi yang melemah. Jika ini terjadi, induksi akan dihentikan dan terpaksa melakukan operasi caesar. Untuk Mommy yang pernah mengalami operasi caesar, induksi bisa beresiko merobek kembali bekas jahitan caesar. Tapi, tidak perlu kuatir berlebihan jika Mommy memang berada di tangan ahlinya. Pastikan dokter tahu riwayat kesehatan Mommy dan kondisi kehamilan Mommy selama ini.</span></p>
<p style="text-align: justify;">
	<span style="line-height: 22px;">sumber: bettermomtoday.com</span></p> ]]></description>
<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 15:30:53 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/melahirkan-dengan-induksi/</guid>
</item>
<item>
<title>Apa perbedaan antara bidan dan dokter kandungan</title>
<link>http://bundazone.com/aneka-tips/apa-perbedaan-antara-bidan-dan-dokter-kandungan/</link>
<description><![CDATA[ <p style="text-align: center;">
	&amp;ldquo;An obstetrician manages labour; the midwife supports labour. The obstetrician makes things happen; the midwife lets things happen. The doctor trusts technology and is wary of nature. The midwife trusts nature and is wary of technology. The obstetrician fears birth will go wrong. The midwife expects birth will go right.&amp;rdquo;</p>
<p style="text-align: center;">
	from the Birth Book by William Sears M.D. and Martha Sears, R.N</p>
<p>
	<em>artinya adalah:</em></p>
<p>
	&amp;quot;Seorang dokter kandungan <strong>mengelola</strong> persalinan; sedangkan bidan <strong>mendukung </strong>persalinan.&amp;nbsp;dokter kandungan <strong>membuat</strong> hal-hal yang terjadi; bidan <strong>memungkinkan</strong> hal-hal terjadi.Dokter percaya teknologi dan waspada terhadap kekuatan alam.&amp;nbsp;Sedangkan bidan percaya alam dan waspada terhadap teknologi.&amp;nbsp;Ketakutan dokter kandungan adalah persalinan akan menjadi sebuah hal yang beresiko buruk dan salah (pathologis/terjadi komplikasi) sedangkan bidan lahir mengharapkan kelahiran akan berlangsung dengan normal dan lancar tanpa komplikasi. &amp;quot;</p>
<p>
	Dan ini adalah perbedaan filosofi dan mind set antara keduanya.</p>
<p>
	&amp;nbsp;</p>
<p>
	Proses persalinan adalah salah satu yang proses atau peristiwa yang paling berkesan dalam hidup Anda. Sangatlah penting untuk membuat keputusan di tangan Anda untuk memilih tim penolong persalinan yang akan menghadiri membantu proses persalinan Anda.&amp;nbsp;Bidan dan dokter kandungan keduanya memenuhi syarat untuk membantu kelahiran bayi Anda, namun peran mereka mungkin sangat berbeda.</p>
<p>
	<strong>Perbandingan atau perbedaan antara Bidan dan dokter kandungan </strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	1.Baik bidan dan dokter kandungan dapat membantu Anda melahirkan bayi Anda.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	2.Keduanya profesional bisa mengurus kebutuhan Anda sebelum melahirkan dan setelah melahirkan.</p>
<p>
	<strong>Perbedaan yang Kontras antara Bidan dan dokter kandungan adalah:</strong></p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	1.Bidan cenderung memiliki filosofi, lebih holistik dan memandang bahwa persalinan adalah proses yang alami. Sedangkan dokter kandungan lebih cenderung memiliki perspektif medis dan melihat kelahiran sebagai sebuah peristiwa yang risiko.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	2.Bidan cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dengan Anda selama proses persalinan dan dalam kunjungan prenatal. sedangkan dokter kandungan mungkin hanya akan menemani Anda saat tahap akhir proses persalinan atau saat pembukaan sudah hampir lengkap saja.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	3.Dokter kandungan lebih cenderung untuk menggunakan intervensi medis seperti induksi, episiotomies serta merekomendasikan caesar.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	4.Bidan praktek di pusat-pusat kelahiran (RS, RB, BPS) atau mendampingi proses persalinan dirumah. tidak seperti dokter kandungan yang praktek hanya di rumah sakit atau rumah bersalin</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	5.Dokter kandungan dilatih sebagai ahli bedah dan dapat melakukan operasi caesar, sedangkan bidan tidak dapat melakukan operasi.</p>
<p style="margin-left:21.3pt;">
	6.Dokter kandungan bisa menangani klien dengan resiko tinggi maupun risiko rendah dan sedangkan bidan hanya bisa menangani klien risiko rendah.</p>
<p>
	Nah pilihan tergantung pada Anda.</p>
<p>
	Silahkan dipertimbangkan kepada siapakah Anda mempercayakan proses kelahiran malaikat kecil Anda.</p>
<p>
	Salam Hangat</p>
<p>
	(Bidan Yesie Aprilia)</p> ]]></description>
<pubDate>Tue, 05 Jul 2011 18:17:42 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/aneka-tips/apa-perbedaan-antara-bidan-dan-dokter-kandungan/</guid>
</item>
<item>
<title>Plus Minus melahirkan dengan Metode Water Birth, Hynobrithing dan ILA</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/plus-minus-melahirkan-dengan-metode-water-birth-hynobrithing-dan-ila/</link>
<description><![CDATA[ Sudah hampir melahirkan? Tentunya harus dipersiapkan kira kira mau melahirkan dengan &amp;lsquo;cara&amp;rsquo; apa. Apalagi saat ini sudah banyak cara untuk melahirkan yang bersifat meminimalisir rasa sakit.



	Apapun pilihan Mom&amp;rsquo;s tetap konsultasikan dengan dokter anda. Dibawah ini ibudananak.com memberikan sedikit gambaran, kira kira apa sih kelebihan dan resiko juga prasyarat melahirkan dengan Metode Water Birth, Hynobrithing dan ILA.


	<strong>1. Waterbirth</strong>


	<strong>Kelebihan :</strong>


	&amp;middot; Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%

<p>
	Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%</p>

	&amp;middot; Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.

<p>
	Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.</p>

	&amp;middot; Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.

<p>
	Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.</p>

	&amp;middot; Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.&amp;nbsp;

<p>
	Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.&amp;nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>Resiko dan Prasyarat</strong> :


	&amp;middot; Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan caesar.


	&amp;middot; Bila bayi bersiko sungsang lebih baik hindari melakukan waterbirth, karena harus dioperasi caesar.


	&amp;middot; Bila sang ibu memiliki penyakit herpes, bisa beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lender dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan diair.


	&amp;middot; Tidak dapat dilakukan jika air ketuban telah percah terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan air akan terminum oleh bayi dan tersangkut diparu parunya.


	&amp;middot; Kolam plastic yang digunakan harus benar benar steril agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.

<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>2. Hynobrithing</strong>


	<strong>Kelebihan :</strong>


	&amp;middot; Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.

<p>
	Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.</p>

	&amp;middot; Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.

<p>
	Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.</p>

	&amp;middot; Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.

<p>
	Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.</p>

	&amp;middot; Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.

<p>
	Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.</p>

	&amp;middot; Meningkatkan produksi ASI.

<p>
	Meningkatkan produksi ASI.</p>

	&amp;middot; Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.

<p>
	Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.</p>

	&amp;middot; Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan.

<p>
	Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan.</p>
<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>Resiko dan Prasyarat :</strong>


	&amp;middot;Lebih baik selalu didampingi suami dan fasilitator. Peran suami amat penting dalam memberikan dukungan bagi ibu dan janin.


	&amp;middot; Latihan dilakukan rutin dari awal kehamilan.


	&amp;middot; Memiliki kemauan yang kuat dan rajin berlatih dirumah.


	&amp;middot; Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada keseriusan ibu dalam mempersiapkan kelahiran.

<p style="text-align: justify;">
	&amp;nbsp;</p>

	<strong>3. Intrathecal Labour Anathesia (ILA)</strong>



	<strong>Kelebihan :</strong>


	<strong>&amp;middot;</strong> Meskipun diberi obat bius sang ibu harus tetap mengejan dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar.

<p>
	Meskipun diberi obat bius sang ibu harus tetap mengejan dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar.</p>

	&amp;middot; Ibu dapat mengejan lebih relaks tanpa merasakan sakit.

<p>
	Ibu dapat mengejan lebih relaks tanpa merasakan sakit.</p>

	&amp;middot; Cara pemberian obatnya lebih mudah dan memperbaiki kontraksi rahim.

<p>
	Cara pemberian obatnya lebih mudah dan memperbaiki kontraksi rahim.</p>

	&amp;middot; Biaya tidak terlalu mahal.

<p>
	Biaya tidak terlalu mahal.</p>

	<strong>&amp;nbsp;Resiko dan Prasyarat :</strong>


	&amp;middot; Anastesi hanya bisa bertahan 4 &amp;ndash; 6 jam ,sehingga dokter harus memperhatikan waktu pemberian anasteshi ini.


	&amp;middot; Bisa mengakibatkan anasteshi ke janin melalui sang ibu sehingga dapat mengakibatkan bayi kekurangan oksigen.


	&amp;middot; Proses melahirkan berlangsung agak lama.


	&amp;middot; Dapat terjadi penurunan tekanan darah sehingga supply makanan ke janin menjadi kurang.


	&amp;middot; Saat obat diberikan sang ibu akan merasakan kesemutan, gatal gatal,mual, muntah, rasa mengantuk, gemetar, retensi urin dan serta denyut nadi lambat.
	
	sumber: ibudananak.com ]]></description>
<pubDate>Tue, 10 May 2011 06:16:23 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/plus-minus-melahirkan-dengan-metode-water-birth-hynobrithing-dan-ila/</guid>
</item>
<item>
<title>Kontraksi Palsu pada Ibu Hamil</title>
<link>http://bundazone.com/masa-kehamilan/kontraksi-palsu-pada-ibu-hamil/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Bagi para ibu hamil, terutama mereka yang usia kandungannya telah memasuki 7 bulan, pasti pernah merasakan perasaan tegang diperut, bahkan yang disertai nyeri seperti nyeri haid. Perasaan tersebut biasanya di sebut dengan kontraksi. Dunia medis mengenal 2 macam kontraksi, yang paling umum adalah kontraksi yang merupakan tanda-tanda persalinan, dimana kontraksi tersebut merupakan upaya rahim untuk mendorong bayi anda keluar. Selain kontraksi persalinan, terdapat juga kontraksi Braxton Hicks atau yang lebih dikenal dengan kontraksi palsu. Apa sih yang dimaksud dengan kontraksi palsu, dan apa perbedaannya dengan kontraksi persalinan?</p>
<p>
	<b>Pengertian kontraksi palsu</b>
	Kontraksi palsu atau kontraksi Braxton Hicks merupakan kondisi menegangnya otot-otot rahim yang membuat otot perut ikut mengencang bahkan terasa keras jika disentuh. kondisi tersebut diikuti dengan perasaan nyeri pada perut yang kemudian menjalar ke tubuh bagian bawah. Biasanya kondisi ini hanya berlangsung selama 1-2 menit saja.</p>
<p>
	Kontraksi palsu mulai terjadi pada usia kandungan menginjak 28 minggu, meski demikian tidak semua ibu hamil bisa merasakannya di usia tersebut. Beberapa kasus baru merasakannya di trisemester ketiga kehamilan.</p>
<p>
	Reaksi yang dirasakan pada wanita hamil pun berbeda setiap orangnya. Beberapa dari meraka merasa sangat terganggu akan kontraksi ini karena menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman terutama jika terjadinya menjelang waktu persalinan dimana kontraksi tersebut dirasakan semakin kuat. Namun sebaliknya , kontraksi palsu bagi beberapa wanita terasa tidak menyakitkan.</p>
<p>
	<b>Penyebab terjadinya kontraksi palsu</b>
	Pada umumnya terjadinya kontraksi palsu dipicu oleh beberapa hal diantaranya karena pergerakan bayi dalam rahim, akibat membawa beban yang terlampau berat, setelah berolahraga, dehidrasi, atau setelah melakukan hubungan seksual.</p>
<p>
	Wanita yang sama sekali tidak mengalami kontraksi palsu selama kehamilannya cenderung akan melewati persalinan dengan waktu yang lebih lama dan lebih menyakitkan dibanding mereka yang beberapa kali merasakan kontraksi palsu selama kehamilan. Karena pada dasarnya kontraksi palsu terutama yang terjadi menjelang persalinan bermanfaat untuk melunakkan mulut rahim sehingga memperlanjar usaha ibu saat mendorong bayi melewati jalan lahir.</p>
<p>
	<b>Perbedaan kontraksi palsu dengan kontraksi persalinan</b>
	Perbedaan antara kontraksi palsu dan kontrasi menjelang persalinan sangat bisa dirasakan diantaranya:</p>
<ul>
	<li>
		Pada kontraksi palsu, intensitas nya tidak semakin kuat bahkan akan segera menghilang, sementara pada kontraksi persalinan intensitas kontraksinya justru menguat dari waktu ke waktu.</li>
	<li>
		Kontraksi palsu akan berkurang rasanya saat anda mengubah posisi, sementara pada kontraksi persalinan justru semakin terasa.</li>
	<li>
		Kontraksi palsu terjadi tanpa pola waktu dan tidak beraturan, sementara kontraksi persalinan&amp;nbsp; memiliki pola tertentu dengan waktu yang semakin pendek.</li>
	<li>
		Beberapa kasus kontraksi palsu tidak menyebabkan rasa sakit, yang timbul hanya perasaan tidak nyaman, sementara kontraksi persalinan selalu menimbulkan rasa sakit.</li>
</ul>
<p>
	<b>Meredakan perasaan tidak nyaman akibat kontraksi palsu</b>
	Untuk meredakan perasaan tidak nyaman akibat serangan kontraksi palsu, beberapa cara dibawah ini bisa anda lakukan:</p>
<ul>
	<li>
		Mengubah posisi anda, atau menghentikan sama sekali aktifitas yang sedang anda lakukan. Cara paling efektif yaitu segera beristirahat dari segala aktifitas yang anda lakukan.</li>
	<li>
		Sambil beristirahat, minumlah segelas air, seringkali dehidrasi memicu timbulnya kontraksi palsu.</li>
	<li>
		Jika memungkinkan berendam air hangat agar tubuh anda rileks</li>
	<li>
		Selalu kosongkan kantung kemih, karena jika sampai terjadi iritasi bisa menyebabkan kontraksi ini semakin parah.</li>
	<li>
		Lakukan relaksasi dengan mengatur nafas untuk mengurangi rasa tidak nyaman.</li>
</ul>
<p>
	Meski kontraksi palsu tidak menimbulkan bahaya pada kehamilan anda, namun anda harus tetap waspada dan segera pergi ke dokter kandungan anda terutama jika kontraksi tersebut terjadi di usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan terjadi hingga lebih dari 4 kali dalam satu jam, atau jika timbul tanda-tanda terjadinya kelahiran prematur. Jika tidak, jadikan kontraksi palsu sebagai latihan sebelum persalinan kelak.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 20:15:08 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/masa-kehamilan/kontraksi-palsu-pada-ibu-hamil/</guid>
</item>
<item>
<title>Teknik-teknik Relaksasi Menjelang Persalinan</title>
<link>http://bundazone.com/masa-kehamilan/teknik-teknik-relaksasi-menjelang-persalinan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Begitu Anda mengenali ketegangan pada otot, tahap selanjutnya adalah menguasai seni melepas ketegangan. Dengan memusatkan perhatian pada berbagai bagian tubuh Anda dan dengan melepaskan ketegangan pada setiap bagian tubuh, Anda akan mencapai keadaan relaksasi yang mendalam baik pikiran maupun tubuh. Untuk ini diperlukan konsentrasi dan usaha. Waktu Anda mulai relaksasi pasif, mintalah pasangan Anda membacakan latihan berikut ini dengan suara tenang dan rileks. Ia sebaiknya membaca dengan lambat, memberi Anda waktu untuk memusatkan diri dan melepas ketegangan dari setiap bagian tubuh. Jika Anda tidak mempunyai pasangan, ada banyak audio tape relaksasi untuk wanita hamil. Musik yang menyenangkan dan rileks juga membantu. Begitu Anda sudah mempunyai beberapa pilihan musik yang menarik, gunakan musik yang sama setiap kali Anda berlatih dan kemudian gunakan selama persalinan untuk menciptakan lingkungan yang akrab dan santai.</p>
<h2>
	Relaksasi Pasif</h2>
<p>
	Cari posisi berbaring yang nyaman baik itu berbaring menyamping atau semi-duduk, dengan kepala dan seluruh anggota gerak didukung oleh lantai atau tempat tidur dan bantal. Sediakan cukup waktu untuk mencari posisi yang nyaman, sehingga Anda tidak perlu menggunakan otot-otot Anda untuk menahan diri pada posisi tersebut. Tergantung pada posisi yang anda pilih, Anda mungkin ingin meletakan bantal di bawah salah satu atau kedua lutut, dibawah kepala, atau dibawah perut untuk membuat Anda nyaman dan rileks.</p>
<p>
	1.� Tarik napas panjang atau menguap.</p>
<p>
	2.� Sekarang pusatkan kearah bawah ibu jari kaki dan kaki. Kendurkan. Rasakan betapa hangat dan rileks rasanya.</p>
<p>
	3.� Bayangkan pergelangan kaki Anda kendur dan lemas. Pergelangan kaki Anda sangat rileks dan nyaman.</p>
<p>
	4.� Sekarang giliran betis. Biarkan oto-otot betis rileks- kendur dan lunak. Rasakan enaknya.</p>
<p>
	5.� Sekarang pusatkan pada lutut. Lutut tertopang dan rileks- tidak menahan tungkai kaki Anda pada posisi apapun. Lutut Anda terasa sangat nyaman dan kendur.</p>
<p>
	6.� Bayangkan paha. Biarkan otot-otot paha yang kuat dan besar mengendur. Otot terasa lunak dan berat, dan paha Anda tertopang secara menyeluruh. Rasakan enaknya.</p>
<p>
	7. Sekarang bokong dan perineum. Secara khusus daerah-daerah ini harus rileks selama persalinan dan pelahiran. Kendurkan. Bayangkan rasanya yang lunak dan nyaman. Saat tiba waktunya, bayi Anda akan berjalan melalui saluran lahir, dan jaringan perineum akan membuka memberi jalan bagi bayi agar meluncur keluar. Biarkan diri Anda rileks, memberi kesempatan bagi perineum untuk rileks dan membuka bagi jalan si bayi.</p>
<p>
	8.� Dan sekarang punggung bagian bawah. Bayangkan bahwa seseorang yang mempunyai tangan yang kuat dan hangat sedang menggosok punggung Anda. Rasanya sangat nyaman. Otot-otot punggung bawah rileks karena sentuhan tersebut dan punggung bagian bawah Anda terasa nyaman. Rasakan kehangatannya. Rasakan hilangnya ketegangan.</p>
<p>
	9.� Dan sekarang biarkan pikiran Anda pindah keperut. Kendurkan otot perut. Biarkan perut Anda naik dan turun sewaktu Anda menarik napas dan mengeluarkan napas. Perut Anda terasa bebas.Pusatkan pada bagian perut bergerak sewaktu Anda bernapas. Bayi Anda mengambang atau berenang didalam air dirahim Anda-sewatu tempat yang aman dan menarik, tempat Anda memenuhi����� kebutuhan bayi akan makanan, oksigen, kehangatan, pergerakan, dan rangsangan. Bayi mendengar denyut jantung Anda,suara Anda, suara pasangan Anda, dan semua suara yang menarik dari luar. sungguh perawatan yang sangat baik yang Anda berikan pada sibayi? Anda adalah ibu yang mengagumkan?</p>
<p>
	10. Dan sekarang dada. Dada Anda terasa bebas. Sewaktu Anda menarik napas, membawa udara kedalam paru-paru dada mengembang dengan mudah, membuat tempat untuk udara. Sewatu Anda mengeluarkan napas, dada rileks untuk membantu mengalirkan udara keluar. Bernapaslah dengan nyaman dan perlahan, biarkan udara mengalir kedalam dan keluar, hampir seperti����������� pernapasan waktu Anda tidur. Pernapasan yang sederhana ini membantu Anda lebih rileks. Relaksasi membantu Anda bernapas lebih mudah dan perlahan. Sangat nyaman. Sekarang cobalah menarik napas melalui hidung dan keluarkan mmelalui mulut- perlahan dan nyaman, biarkan udara mengalir kedalam dan keluar. Pada puncak siklus kedalam dan keluar, Anda akan melihat hanya sedikit ketegangan pada dada Anda, yang hilang sewaktu Anda mengeluarkan napas. Simak sewaktu Anda mengeluarkan napas. Bunyinya kedengaran rileks dan tenang, hampir seperti bila Anda sedang tidur. Setiap napas yang dikeluarkan adalah napas yang membuat Anda rileks. Gunakan gerak mengeluarkan napas untuk mengeluarkan ketegangan.Ini sangat mirip dengan pernapasan lambat yang akan Anda gunakan selama persalinan. Rasanya nyaman.</p>
<p>
	11. Dan sekarang bahu. Bayangkan bahu dan punggung bagian atas Anda sedang dipijat. Rilekskan. Lepaskan ketegangan. Rasakan kehangatannya. Rasakan hilangnya ketegangan.</p>
<p>
	12. Pusatkan pada lengan. Sewaktu mengeluarkan napas, biarkan lengan terletak lemas disamping tubuh anda- dari bahu sampai kelengan bawah, pergelangan tangan, telapak tangan, dan jari-jari. Kendur, dan rileks.</p>
<p>
	13. Dan sekarang bahu. sema otot pada leher umumnya lunak karena tidak berfungsi menahan kepala ditempatnya. Kepala cukup berat dan tertopang secara total sehingga leher Anda dapat rileks dan nyaman. Rasakan kenyamanannya.</p>
<p>
	14. Pusatkan pada bibir dan rahang. Keduanya lemas dan rileks. Anda tidak perlu menahan mulut Anda dalam keadaan terbuka atau tertutup.Rasanya nyaman. Tidak ada ketegangan.</p>
<p>
	15. Dan sekarang mata dan kelopak mata. Anda tidak menahan mata dalam keadaan terbuka atau tertutup. Mata bergerak sesuai dengan keinginannya. Mata tidak terfokus dan tetap dibalik kelopak mata. Kelopak mata rileks dan berat.</p>
<p>
	16. Pusatkan pada alis dan kulit kepala. Bayangkan betapa hangat dan rileksnya halis dan kulit kepala Anda. Kendurkan. Anda membentuk exspresi yang tenang dan damai diwajah Anda,mencerminkan perasaan hati yang kalem dan damai.</p>
<p>
	17. Luangkan waktu beberapa saat untuk merasakan dan menikmati perasaan tenang dan sejahtera ini. Anda dapat melakukan relaksasi. Ini kapan pun- sebelum tidur, selama istirahat sore, atau selama istirahat singkat. Ini adalah perasaan yang harus Anda alami selama persalinan. Selama persalinan, Anda tidak melulu berbaring sepanjang waktu. Anda berjalan-jalan, duduk, mandi,dan mengubah posisi. Namun, kapanpun kontraksi datang, Anda harus membiarkan diri Anda merilekskan semua otot yang tidak diperlukan untuk menahan posisi Anda dan merilekskan pikiran,untuk memberikan kepada Anda perasaan damai dan percaya diri. Ini adalah perasaan yang akan membantu Anda memusatkan diri pada pencapaian positif untuk setiap kontraksi, melewati kontraksi tersebut dan membiarkan kontraksi menuntun Anda dalam bernapas dan mendapatkan kenyamanan.</p>
<p>
	18. Sekarang waktunya untuk mengakhiri sesi rileksasi ini. Tidak perlu tergesa-gesa. Secara perlahan-lahan, buka mata Anda, regangkan, tatap daerah sekitar, dan bangunlah dengan pelan-pelan.</p>
<h3>
	Perhitungan Relaksasi</h3>
<p>
	Sesudah Anda menyadari adanya ketegangan tubuh dan menguasai relaksasi pasif, belajarlah tekhnik untuk melepaskan ketegangan otot secara tepat. Ini khususnya membantu saat anda ingin tidur dimalam hari, saat Anda merasa tertekan dan saat Anda mencoba rileks sesudah mengalami kontraksi selama persalinan. Selain itu, pernapasan yang terorganisir pada awal setiap kontraksi dapat digunakan untuk perhitungan relaksasi cepat.</p>
<h3>
	Mempraktikan Perhitungan Relaksasi</h3>
<p>
	Tarik napas melalui hidung. Sewaktu Anda mengeluarkan napas melalui mulut, lepaskan tegangan otot diseluruh tubuh. Pertama-tama gunakan lima pernapasan lambat untuk melakukan hal tersebut, dengan merilekskan daerah yang berbeda setiap tarikan napas. Kemudian cobalah merilekskan semua daerah dengan satu tarikan napas yang perlahan. Bayangkan sebagai gelombang rileksasi yang mengalir kebawah diseluruh tubuh dari kepala ke jari kaki.</p>
<p>
	5. Kepala, leher, dan bahu.</p>
<p>
	4. Lengan, tangan, dan jari-jari.</p>
<p>
	3. Dada dan perut.</p>
<p>
	2. Punggung, bokong, dan perineum.</p>
<p>
	1. Tungkai, kaki, dan jari kaki.</p>
<p>
	Sewaktu berlatih, gunakan penarikan napas sebanyak mungkin untuk mendapatkan rileksasi tubuh secara total.</p>
<h2>
	Relaksasi Sentuhan</h2>
<p>
	Pada relaksasi sentuhan, Anda memberi respons terhadap sentuhan pasangan Anda dengan merilekskan atau mengendurkan otot-otot yang tegang. Selama kehamilan, relaksasi sentuhan adalah cara yang menyenangkan untuk mempraktikkan relaksasi. Selama persalinan, Anda dapat menggunakan sentuhan, usapan, atau pijatan orang yang menemani Anda sebagai isyarat nonverbal untuk relaks.</p>
<p>
	Posisi mulai : Berbaring menyamping atau duduk pada posisi yang nyaman.</p>
<p>
	Latihan : Kontraksikan serangkaian otot dan mintalah pasangan Anda menyentuh otot-otot tersebut dengan tangan secara rileks dan tegas, menyesuaikan jari-jarinya dengan bentuk bagian tubuh Anda yang tegang. Lepaskan ketegangan otot dan rileks sesuai dengan arah sentuhan pasangan Anda. Bayangkan tegangan tersebut mengalir keluar dari tubuh Anda.</p>
<p>
	Pasangan Anda dapat menggunakan beberapa jenis sentuhan berikut ini. Cari jenis sentuhan yang Anda sukai, tetapi peraktikan semua metode tersebut, karena selera Anda mungkin berubah selama persalinan.</p>
<p>
	Sentuhan diam. Pasangan menahan tangannya dengan kuat ditempat sampai ia merasakan bahwa Anda telah rileks.</p>
<p>
	Tekanan kuat. Pasangan Anda memberi tekanan dengan ujung jari atau seluruh telapak tangannya atau daerah yang tegang . Pasangan Anda secara berangsur-angsur melepas tekanan tersebut. Anda memberi respons dengan melepaskan ketegangan pada otot sewaktu Anda merasa bahwa pasangan Anda melepaskan tekanan secara berangsur-angsur.</p>
<p>
	Mengusap. Pasangan Anda mengusap dengan ringan atau kuat daerah yang tegang. Saat mengusap lengan atau kaki Anda tangannya bergerak menjauh dari pusat tubuh Anda.</p>
<p>
	Memijat. Pasangan Anda menggosok atau menekan dengan kuat otot-otot yang tegang ini umum digunakan untuk daerah punggung dan leher, meskipun otot manapun juga dapat dipijat dengan cara seperti ini.(bidanku.com)</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 16:04:32 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/masa-kehamilan/teknik-teknik-relaksasi-menjelang-persalinan/</guid>
</item>
<item>
<title>Kesalahan Yang Sering Dilakukan Saat Mengejan</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-mengejan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Pada saat menjalani persalinan normal, mengejan adalah salah satu proses alamiah saat mendorong bayi keluar. Pada saat proses mengejan perlu dilakukan dengan baik dan benar agar kekuatan bunda tidak sia-sia. Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengejan :</p>
<p>
	<strong>Menutup Mata</strong></p>
<p>
	Lebih baik membuka mata dan arahkan pandangan ke arah perut. Menutup mata saat mengejan akan membuat tekanan pada mata yang menyebabkan mata menjadi merah dan baru hilang beberapa hari kemudian.</p>
<p>
	<strong>Mengangkat panggul </strong></p>
<p>
	Hal ini bisa membuat robekan perineum lebih lebar sehingga anda akan lebih banyak menerima jahitan.</p>
<p>
	<strong>Berteriak</strong></p>
<p>
	Banyak bunda yang berteriak untuk melepaskan rasa sakit yang begitu hebat saat proses melahirkan. Namun hal ini tidak bagus karena selain menguras tenaga juga membuat tenggorokan kering, batuk, serak dan suasana menjadi panik. Lebih baik pusatkan tenaga untuk mengejan.</p>
<p>
	<strong>Mengejan sebelum ada instruksi dokter atau bidan</strong></p>
<p>
	Lakukan pernafasan panting (pendek-pendek dan cepat)&amp;nbsp; sebelum pembukaan lengkap dan ada instruksi dokter. sembarangan mengejan, selain membuang tenaga percuma, mengejan tidak teratur juga menyebabkan jalan lahir bengkak.</p>
<p>
	<strong>Menahan Mengejan</strong></p>
<p>
	Terkadang Bunda menahan mengejan karena takut feses ikut keluar dari anus. Untuk itu kosongkan usus 24 jam sebelum proses persalinan.</p>
<p>
	<strong>Bernafas serabutan</strong></p>
<p>
	Pelajari teknis bernafas menghadapi persalinan karena dengan teknik pernafasan yang benar akan menjadi sumber tenaga saat mengejan dan mengurangi rasa sakit.</p>
<p>
	sumber: Baby Orrchestra</p> ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 08:16:44 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-mengejan/</guid>
</item>
<item>
<title>Mengurangi Nyeri Persalinan Alami</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/mengurangi-nyeri-persalinan-alami/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Nyeri persalinan perlu diatasi supaya memudahkan proses persalinan, mengurangi kesakitan dan kematian ibu maupun bayi serta agar ibu dan bayi terbebas dari rasa depresi. Cara mengatasinya ada beberapa tips :</p>
<p>
	1. Pada posisi pembukaan jalan lahir posisi yang dianjurkan :
	&amp;bull; Berdiri dibelakang kursi dengan rileks, lalu letakkan tangan pada sandaran kursi.
	&amp;bull; Berdiri menghadap suami, lingkarkan lengan pada leher suami, dan suami memijat lembut punggung istri.
	&amp;bull; Sandarkan punggung pada suami secara santai, dan suami mendinginkan wajah istri dengan waslap.
	&amp;bull; Rileks dengan posisi menungging dan rebahkan kepala pada bantal, lalu suami mengusap lembut pada punggung</p>
<p>
	2. Teknik Pernafasan
	&amp;bull; Tarik nafas dalam-dalam dan teratur melalui hidung dan keluarkan melalui hidung.
	&amp;bull; Pada puncak kontraksi, bernafaslah dengan ringan dan pendek-pendek.
	&amp;bull; Jika ingin mengejan, tarik nafas dalam-dalam, tahan sebentar lalu mengejan seperti buang air besar.
	&amp;bull; Saat kontraksi menghilang, ambil nafas dan tubuh dibuat rileks.</p>
<p>
	3. Pada pengeluaran bayi, posisi yang dianjurkan adalah :
	&amp;bull; Sandarkan punggung diantara kedua lutut suami. ( posisi suami duduk di kursi)</p>
<p>
	4. Posisi duduk
	&amp;bull; Duduk dengan posisi menungging, menggunakan tangan dan kaki untuk meyangga berat tubuh.
	&amp;bull; Menundukkan kepala, meregangkan kaki dan memegang ujung bawah pada mengejan.
	&amp;bull; Rilek dan sandarkan tubuh ke bantal sewaktu tidak ada kontraksi
	&amp;bull; Duduk tegak pada saat mengejan.</p>
<p>
	Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat persalinan :</p>
<ul>
	<li>
		Posisi Terlentang</li>
	<li>
		Mengejan sebelum pembukaan jalan lahir lengkap ( mengejan terlalu dini)</li>
	<li>
		Mengejan dengan posisi terlentang</li>
	<li>
		Mengejan dengan menahan nafas panjang.(bidandesa.com)</li>
</ul> ]]></description>
<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 08:10:50 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/mengurangi-nyeri-persalinan-alami/</guid>
</item>
<item>
<title>5 Metode Meredakan Rasa Sakit Saat Melahirkan</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/5-metode-meredakan-rasa-sakit-saat-melahirkan/</link>
<description><![CDATA[ <p>
	Para wanita hamil biasanya akan mengalami kecemasan dan kekhawatiran menjelang proses kelahiran buah hatinya. Mencari kesibukan dengan mengumpulkan informasi dan mencari jalan untuk mengatasi rasa sakit yang akan dialami pada waktu kelahiran nanti merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan menjelang proses kelahiran itu tiba. Ada beberapa pendekatan yang berbeda tentang persalinan dan kelahiran. Berikut adalah penjelasan mengenai 5 metode untuk meredakan rasa sakit dalam proses menjelang kelahiran yang mungkin bisa jadi rekomendasi untuk anda :</p>
<p>
	<b>Metode Bardley</b></p>
<p>
	Metode ini dikembangkan pada tahun 1940-an oleh Dr. Robert Bradley. Metode ini berfokus untuk membantu Anda pada proses kelahiran normal dengan sedikit penggunaan obat-obatan untuk mengontrol rasa sakit yang ditimbulkan. Fokusnya adalah tentang asupan gizi dan olahraga yang dilakukan oleh wanita hamil selama kehamilan, serta dengan memiliki suami atau pasangan sebagai pendamping selama anda melakukan olahraga secara rileks untuk mengontrol rasa sakit dan menyiapkan tubuh anda untuk menghadapi proses kelahiran. Metode ini mengajarkan anda untuk fokus terhadap tubuh anda sendiri dan menemukan pusat ketenangan dalam tubuh ketika anda bekerja dengan tubuh anda untuk memperoleh kekuatan saat melahirkan bayi anda. Metode ini tidak menyarankan penggunaan USG, episiotomies, dan anastesi lokal dan lebih menyarankan kelahiran dengan bidan daripada dengan dokter.</p>
<p>
	<b>Metode McMoyler</b></p>
<p>
	Pada tahun 1993, seorang suster bernama Sarah McMoyler, yang sudah lama menangani proses kelahiran, mengembangkan sebuah metode dalam mempersiapkan kelahiran bayi yang memfokuskan pada tujuan akhir agar ibu dan bayinya selamat dalam menjalani proses kelahiran. Tidak peduli bagaimana proses yang dijalani oleh sang ibu ketika menjalani kehamilan, yang terpenting pada saat kelahiran sang ibu dan anaknya bisa selamat. Pada metode ini diperlukan pendamping selama anda mejalani masa kehamilan, teknik relaksasi dan mengatasi rasa sakit harus sering dilakukan sehingga anda bisa merasa nyaman saat proses itu terjadi. Metode ini berfokus pada cara untuk mengatasi kontraksi dan mendorong anda untuk tetap merasa tenang sehingga komunikasi akan berjalan lancar antara anda dengan tim perawat yang akan membantu proses persalinan anda. Menurut McMoyler, jika anda tetap tenang saat terjadinya kontraksi, anda bisa lebih fokus dan akan memudahkan proses kelahiran buah hati anda.</p>
<p>
	<b>Metode Lamaze</b></p>
<p>
	Metode Lamaze merupakan metode tertua yang ada di Amerika. Metode ini menggunakan beberapa teknik pengalih perhatian, seperti berkonsentrasi, mengatur pola pernapasan, dan point yang terpenting untuk anda yaitu, untuk membantu anda mengatasi rasa sakit dan ketidaknyamanan pada saat proses persalinan dan kelahiran. Anda dan pasangan anda akan diajarkan beberapa posisi melahirkan yang berbeda dan efek yang ditimbulkan pada proses kelahiran, serta kemampuan berkomunikasi yang baik yang akan membantu anda dengan tim perawat dalam proses kelahiran. Menurut Metode Lamaze, dukungan merupakan kunci utama untuk proses kelahiran yang baik dan setelah proses kelahiran. Pasangan anda akan diajarkan teknik memijat serta cara yang lain untuk membantu anda mengatasi rasa sakit pada saat proses kelahiran buah hati anda.</p>
<p>
	<b>Hypnobirthing</b></p>
<p>
	Hypnobirthing merupakan metode yang cukup baru yang mulai dikenal oleh masyarakat kita. Metode ini berfokus pada self-hypnosis untuk menciptakan suasana tenang dan nyaman selama proses menjelang kelahiran buah hati anda. Metode ini juga berfokus pada olahraga yang dilakukan selama proses kehamilan agar tubuh anda siap saat menghadapi proses kelahiran. Metode ini mengajarkan anda cara pernapasan pada perut, panduan secara visualisasi mengenai self-hypnosis untuk membantu anda mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan pada saat proses melahirkan. Anda akan diajarkan juga bagaimana menggunakan alat bantuan untuk bisa menempatkan dari anda pada keadaan hypnotis. Banyak dari para ibu yang sudah melakukan teknik Hypnobirthing ini mengaku bahwa rasa sakit pada saat proses kelahiran itu berkurang, bahkan tidak merasakan sakit lagi.</p>
<p>
	<b>Normal</b></p>
<p>
	Melahirkan dengan cara normal merupakan salah satu teknik melahirkan yang terdiri dari beberapa parameter yang berbeda. Dari sumber non-medis ataupun medis sendiri, mereka sangat menganjurkan untuk melahirkan dengan cara normal. Teknik ini berfokus untuk mengajarkan anda dan pasangan anda berbagai posisi melahirkan yang berbeda dan menjelaskan kepada anda dan pasangan anda bahwa ini adalah proses melahirkan dan persalinan yang sesungguhnya. Anda juga akan diajarkan bagaimana cara mendorong dan bernapas pada saat proses persalinan. Teknik pernapasan perut juga sangat berperan penting pada proses ini, jika anda berhasil menguasai teknik pernapasan ini, maka proses kelahiran anda, akan semakin mudah.</p>
<p>
	(Source : <a href="http://www.ehow.com/" title="www.ehow.com">www.ehow.com</a> via kafebalita.com)</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 07 Apr 2011 11:46:12 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/5-metode-meredakan-rasa-sakit-saat-melahirkan/</guid>
</item>
<item>
<title>Persiapan Jelang Kelahiran Anak</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/persiapan-jelang-kelahiran-anak/</link>
<description><![CDATA[ <h3 style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Penulis : Ummu Wildan R. Ayu T. Ulandari, A.Md.Keb.</span></h3>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Ini adalah masa-masa mendebarkan yang dinanti-nanti oleh pasangan suami isteri. Tak jarang ini menjadi momentum paling menegangkan dan mencemaskan bagi pasangan muda yang menanti anak pertama.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><strong>Dimulai pada usia kehamilan 37 pekan</strong></span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Pada usia ini bayi sudah dikatakan aterm atau cukup bulan, apabila lahir ia sudah siap karena seluruh fungsi organ tubuhnya sudah bisa matang untuk bekerja sendiri. Dengan berat &amp;plusmn; 2.800 gram, panjang &amp;plusmn; 47 cm, dan memiliki rambut kepala yang tumbuh dengan baik, kulit licin dengan bulu-bulu halus dan alat kelamin yang telah matang dan tulang-tulangnya telah berkembang baik. Kepala bayi biasanya telah masuk ke jalan lahir dengan posisi siap lahir. Meski sebagian kecil di antaranya dengan posisi sungsang.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		&amp;nbsp;</p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><strong>Usia 38 pekan</strong></span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Di usia ini panjang janin lebih dari 47 cm dan memiliki berat badan &amp;plusmn; 2.850 gram atau lebih dan peningkatan berat badan ini disebabkan oleh bertambahnya lemak yang tersimpan di bawah kulit. Tubuh menjadi montok dan keriput di mukanya telah hilang. Tulang kepala sudah kian kukuh dan saling merapat, kecuali di bagian ubun-ubunnya.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Pada saat ini sang ibu biasanya mengalami perasaan yang amat cemas menanti kelahiran sehingga akan menimbulkan gangguan emosional. Di waktu seperti saat ini, sang ibu perlu memperbanyak porsi relaksasi.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><strong>Usia 39 pekan</strong></span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Biasanya dokter atau bidan telah siaga jika sewaktu-waktu kehamilan ini sampai lewat waktu, karena jika telah lewat waktu (post term/post date), maka placenta sudah tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan sang bayi, yaitu mensuplai makanan dari ibu ke janin. Penyebabnya ialah penurunan fungsi placenta itu sendiri. Sedangkan kapan persisnya penurunan fungsi ini tidak dapat diprediksi, tetapi bisa dilihat dengan USG maupun uji kesejahteraan janin oleh dokter.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><strong>Usia 40 pekan</strong></span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Dengan berat &amp;plusmn; 3.000 gram dan panjang &amp;plusmn; 50&amp;ndash;55 cm, bayi telah benar-benar siap dilahirkan ke dunia. Tubuhnya licin dan verniks caccosa relatif banyak.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Sejak usia kehamilan 36&amp;ndash;37 pekan, ibu telah merasakan desakan bagian terendah janin karena penurunan kepala yang sudah masuk pintu atas panggul atau lightening perut ibu terasa berkontraksi, tegang pada dinding perut, dan mengalami kesulitan dalam berjalan. Selain itu, ibu akan mengalami sering miksi (buang air kecil). Pada hamil tua, kontraksi ini menjadi sering, namun rasa nyeri ringan hanya di bagian bawah saja dan datangnya tidak teratur, durasinya pendek, dan tidak bertambah sakit bila beraktivitas. Jika dilakukan pemeriksaan dalam tidak ditemukan pembukaan jalan lahir ataupun tanda persalinan yang lain (lendir dan darah). Semua gejala di atas sering disebut dengan his permulaan/kontraksi palsu, tanda persalinan sudah dekat.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Namun apabila di akhir kehamilan ibu mengalami hal-hal di bawah ini:</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; perut terasa berkontraksi, merasa nyeri pinggang yang menjalar ke depan bersifat teratur, semakin kuat dan jika beraktivitas rasa nyeri semakin bertambah.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; bila dilakukan pemeriksaan dalam terdapat pembukaan jalan lahir, keluar lendir atau darah; pada beberapa kasus terjadi pecahnya ketuban yang menimbulkan pengeluaran cairan dari dalam&amp;mdash;meski sebagian besar ketuban pecah menjelang pembukaan lengkap berarti ibu telah memasuki &amp;ldquo;masa persalinan&amp;rdquo;.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Jika ibu masih di rumah tidak usah cemas ataupun tergesa-gesa. Persiapkan diri ibu dan beri tahu suami/keluarga apa yang ibu rasakan saat itu.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><strong>Persalinan</strong></span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Ada beberapa tahapan persalinan yang bisa ibu pelajari, yaitu:</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><em>Tahap pertama</em>, terdiri atas tiga fase. Dimulai dengan fase awal atau laten yang ditandai dengan kontraksi yang terjadi berjarak antara 15&amp;ndash;20 menit dengan pembukaan jalan lahir 0&amp;ndash;3 cm. Dilanjutkan fase aktif yang kontraksinya berjarak antara 3&amp;ndash;5 menit dan pembukaan antara 4&amp;ndash;8 cm. Suatu fase yang disebut transisi terjadi dengan pelebaran 8&amp;ndash;10 cm, pada akhir tahap ini penipisan serviks antara 0% sampai 100%.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><em>Tahap kedua</em>, dimulai ketika serviks telah sepenuhnya membuka (10 cm) dan dirasakan oleh ibu adanya dorongan untuk mengejan. Tahap ini diakhiri dengan kelahiran bayi.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><em>Tahap ketiga</em>, yaitu setelah bayi lahir sampai terlahirnya placenta/ari-ari. Biasanya terjadi antara 3&amp;ndash;5 menit setelah kelahiran bayi. Oxitosin biasanya digunakan untuk membantu proses pengeluaran placenta pada tahap ini.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><em>Peran Suami di Saat Persalinan</em></span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Apa yang bisa suami lakukan di saat persalinan?</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Memberikan semangat, dukungan, dan menjaga agar ibu memperhatikan teknik pernafasan.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Memberikan bantuan fisik dengan menyangga ibu pada posisi yang telah dianjurkan dokter/bidan, memberikan dukungan dengan memegang tangan ibu saat ibu merasakan sakit.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Mengurut dan mengelus punggung ataupun pinggang ibu untuk dapat mengurangi rasa nyeri yang ibu rasakan.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Kehadiran suami yang senantiasa ada di samping ibu saat melahirkan akan membangkitkan semangat dan tenaga ibu yang ibu rasakan mulai menurun.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Tempat Persalinan</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;"><em>Yang terakhir</em>, ada beberapa tambahan pengetahuan untuk ibu dan suami sebelum ibu memutuskan tempat persalinan.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">1. Rumah sakit</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Seorang wanita hamil dan suaminya biasanya berkeinginan mendapatkan lingkungan nyaman dan mengembangkan praktek-praktek/konsep terbaru tentang kelahiran.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Masih ada beberapa rumah sakit yang mempunyai peraturan ketat mengenai persalinan, pendamping, maupun pengunjung yang diizinkan menemani ibu dalam kelahiran bayi. Namun demikian, apabila anda seorang ibu yang berisiko tinggi, ada mungkin harus melahirkan di rumah sakit.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Kunjungi tempat persalinan/rumah sakit yang menjadi pilihan ibu dan ajukan pertanyaan mengenai kebijakan rumah sakit tentang kelahiran bayi, juga tentang ahli-ahli yang menangani ibu dan bayi. Tanyakan pula bisakah anda, suami, dan bayi anda bersama dalam satu ruangan. Sesering mungkin, tanyakan pula tentang lama kunjungan ataupun fasilitas lain.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">2. Rumah bersalin</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Rumah bersalin adalah fasilitas di luar rumah sakit yang berdiri sendiri, yang menawarkan persalinan sendiri dan berpusat pada keluarga. Biasanya rumah bersalin mempunyai staf ahli/profesional yang berlisensi dan bidan bersertifikat. Di rumah bersalin, karena berpusat pada keluarga, mereka juga menyarankan keluarga dan suami menjadi pendamping atau hadir pada saat persalinan. Pihak rumah bersalin juga mengizinkan ibu serta bayi pulang setelah 12&amp;ndash;24 jam pasca persalinan. Biayanya relatif, tergantung proses dan lamanya anda di rumah bersalin.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">3. Persalinan di rumah</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Sebagian ibu-ibu lebih menyukai melahirkan di tempat yang telah dikenalnya, boleh jadi lantaran akan memberi perasaan nyaman karena dihadiri oleh keluarga dan kerabat yang tidak dapat dibandingkan dengan tempat manapun. Boleh saja seorang ibu melahirkan di rumah, namun ada hal-hal yang perlu anda pertimbangkan, antara lain:</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Tanyakan dan pastikan pada dokter/bidan anda bahwa kehamilan anda normal dan tidak ada komplikasi yang menyertai.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Pastikan anda mengerti kekurangan dan kelebihan melahirkan di rumah.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Pastikan anda mengetahui kemampuan penolong persalinan yang telah anda pilih.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Pastikan anda telah mengetahui prosedur persalinan yang aman dan bersih.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">&amp;bull; Pastikan ruangan anda nyaman, bersih, dan hangat, karena bayi baru lahir belum dapat mengatur suhu badannya saat kelahiran.</span></p>
	<p style="text-align: justify;">
		<span style="font-size: 14px;">Mudah-mudahan ulasan di atas dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi pembaca dan mampu diterima dengan baik.</span></p> ]]></description>
<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 11:33:47 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/persiapan-jelang-kelahiran-anak/</guid>
</item>
<item>
<title>Kenali Tanda-Tanda Persalinan</title>
<link>http://bundazone.com/kelahiran/kenali-tanda-tanda-persalinan/</link>
<description><![CDATA[ <p>Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda.  <strong>Tanda-tanda persalinan</strong>:  <em><strong>Lendir Bercampur Darah</strong></em>  Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.  Apa yang harus dilakukan: Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit. Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.  <em><strong>Air Ketuban Pecah</strong></em>  Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).  Apa yang harus dilakukan: Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.  <em><strong>Kontraksi Yang Teratur</strong></em>  Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.  Apa yang harus dilakukan: Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.   Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.</p> ]]></description>
<pubDate>Thu, 04 Mar 2010 01:14:55 +0700</pubDate>
<guid>http://bundazone.com/kelahiran/kenali-tanda-tanda-persalinan/</guid>
</item>
</channel>
</rss>