Kelambu Berinsektisida untuk Melindungi Anak dari Gigitan Nyamuk Anopheles
Nyamuk yang menularkan parasit malaria disebut nyamuk anopheles. Tidak semua nyamuk menularkan malaria. Jika nyamuk anopheles sudah menggigit penderita malaria kemudian menggigit orang sehat, maka parasit malaria ditularkan ke badan orang sehat tersebut sehingga jatuh sakit.
Ciri khas nyamuk anopheles adalah jika menggigit badannya menungging dan setelah menggigit nyamuk beristirahat pada dinding rumah yang gelap dan lembab, di bawah meja, di kolong tempat tidur dan di belakang lemari. Nyamuk tersebut hanya menggigit pada malam hari, di dalam maupun luar rumah.
Tidur memakai kelambu yang telah dicelup insektisida sesuai anjuran sangat baik untuk menghindarkan gigitan serta membunuh nyamuk. Semua anggota masyarakat khususnya anak balita dan ibu hamil harus dihindarkan dari gigitan nyamuk dimulai pada senja hari sampai fajar.
Kelambu berinsektisida ada dua macam:
Kelambu yang sudah dilapisi insektisida oleh pabrik.
Kelambu yang dicelup sendiri oleh masyarakat dengan racun serangga/insektisida (kelambu celup) setiap enam bulan sekali.
Insektisida yang digunakan untuk kelambu aman bagi manusia dan digunakan oleh banyak negara di dunia. Jumlah insektisida yang digunakan adalah dalam bentuk larutan dan sangat kecil pengaruhnya bagi manusia, termasuk bayi baru lahir. Kelambu yang dicelupkan dalam insektisida tertentu dapat mematikan nyamuk yang hinggap.
Petugas kesehatan membagikan secara cuma-cuma kepada ibu hamil dan yang mempunyai balita pada daerah endemis malaria. Selain itu juga memberi petunjuk mengenai penggunaan kelambu tersebut dan cara merawatnya. Bayi dan balita harus tidur memakai kelambu berinsektisida. Jika tidak ada kelambu berinsektisida, keluarga dapat menggunakan kelambu biasa dengan ukuran yang besar sehingga semua anak yang masih kecil dapat tidur di dalam kelambu tersebut. Bayi yang masih menyusu harus tidur bersama ibunya dalam satu kelambu.
Kelambu khusus harus terus digunakan, juga pada saat tidak banyak nyamuk.
Jika tidak dapat memakai kelambu, ada beberapa cara lain yang dapat membantu untuk menghindari gigitan nyamuk, seperti :
Tutup pintu dan jendela dengan kawat atau kasa nilon untuk mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.
Hindari pergi keluar setelah hari gelap. Jika pergi di malam hari:
a. Gunakan pakaian pelindung yang menutupi lengan dan kaki.
b. Gunakan krim kimia penangkal nyamuk pada kulit yang tidak tertutup pakaian.
c. Gunakan obat nyamuk bakar (khususnya saat berada di luar) yang mengeluarkan asap. Asap tersebut mengusir nyamuk atau membunuhnya ketika mereka terbang melewati asap itu.
Semprot ruangan dengan insektisida sebelum tidur setiap malam. Oleh karena semprotan insektisida tersebut hanya efektif untuk beberapa jam, metode ini harus digunakan dengan kombinasi tindakan pencegahan lainnya, misalnya pintu dan jendela yang dipasang kasa.
Membunuh nyamuk secara fisik di dalam rumah dengan cara menepuk atau dengan alat lainnya.
Dikutip dari Buku Penuntun Hidup Sehat, Edisi keempat adaptasi, diterbitkan pada 2010 oleh UNICEF, WHO, UNESCO, UNFPA, UNDP, UNAIDS, WFP, the World Bank dan Kementerian Kesehatan RI. Penuntun Hidup Sehat dapat dibaca melalui www.factsforlifeglobal.org


Leave a comment